<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311</id><updated>2012-02-08T18:51:18.570-08:00</updated><category term='foto bugil'/><category term='www ceritasex com'/><category term='cewek'/><category term='smp'/><category term='www ceritangewe com'/><category term='galeri vagina'/><category term='bokep 3gp'/><category term='cerita seks'/><category term='blog'/><category term='tante'/><category term='perawan'/><category term='17 tahun'/><category term='terbaru'/><category term='artis'/><category term='cerita panas'/><category term='seru'/><category term='3gp'/><category term='cerita ngentot'/><category term='suami istri'/><category term='cerita dewasa'/><category term='abg'/><category term='lucu'/><category term='memek'/><category term='cerita lucah'/><category term='janda'/><category term='vidio bokep'/><category term='cerita mesum'/><category term='bispak'/><category term='cerita memek'/><category term='cerita +17'/><title type='text'>Cerita Memek</title><subtitle type='html'>Cerita Dewasa
ceritaplus.wordpress.com/ - Translate this page
10 Mar 2009 – Semenjak dia punya pacar, rasanya semakin jarang aku dan kakakku saling berbagi cerita. Saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah ...
Kenikmatan Gadis Belia - Aku Dan Mamaku - Previous Entries - Sedarah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritamemek.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>293</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-5852451944773155143</id><published>2012-02-08T18:18:00.001-08:00</published><updated>2012-02-08T18:18:32.688-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bokep 3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><title type='text'>Mirna Menantu Seksi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mirna Menantu Seks&lt;/b&gt;i, Berdiri di depan pintu rumahku, menantu permpuanku, Mirna, mendekatkan kepalanya ke arahku dan berbisik, “Kalau Ayah mau… aku nggak menolak.” Dia memberiku sebuah kecupan ringan di pipi, dan berbalik lalu berjalan menyusul suami dan anaknya yang sudah lebih dulu menuju ke mobil. Yoyok menempatkan bayinya pada dudukan bayi itu, dan seperti biasanya, dia terlalu jauh untuk mendengar apa yang dibisikkan istrinya tercintanya terhadap Ayah kandungnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna melenggang di jalan kecil depan rumah dengan riangnya bagai seorang gadis remaja yang menggoda. Yoyok tak mengetahui ini juga, ini semua dilakukan istrinya hanya untukku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kalian mengira aku terlalu mengada-ada soal ini, tapi kenyataannya apa yang Mirna lakukan ini tidak hanya sekali ini saja. Dan sejak aku tak terlalu terkejut lagi, aku merasa ada sesuatu yang hilang jika dia tidak melakukannya saat berkunjung ke rumahku. Aku merasa ada getaran pada penisku, dan sebagai seorang lalaki biasa yang masih normal, pikiran ‘andaikan…â€™ yang wajar menurutku selalu hadir di benakku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna adalah seorang wanita yang bertubuh mungil, tapi meskipun begitu ukuran tubuhnya tersebut tak mampu menutupi daya tarik seksualnya. Sosoknya terlihat tepat dalam ukurannya sendiri. Dia mempunyai rambut hitam pekat yang dipotong sebahu, dia sering mengikatnya dengan bandana. Dia memiliki energi dan keuletan yang sepengetahuanku tak dimiliki orang lain. Sebuah keindahan nan elok kalau ingin mendiskripsikannya. Dia selalu sibuk, selalu terlihat seakan dikejar waktu tapi tetap selalu terlihat manis. Dia masuk dalam kehidupan keluarga kami sejak dua tahun lalu, tapi dengan cepat sudah terlihat sebagai anggota keluarga kami sekian lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yoyok bertemu dengannya saat masih kuliah di tahun pertama. Mirna baru saja lulus SMU, mendaftar di kampus yang sama dan ikut kegiatan orientasi mahasiswa baru. Kebetulan Yoyok yang bertugas sebagai pengawas dalam kelompoknya Mirna. Seperti yang sering mereka bilang, cinta pada pandangan pertama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka menikah di usia yang terbilang muda, Yoyok 23 tahun dan Mirna 19 tahun. Setahun kemudian bayi pertama mereka lahir. Aku ingat waktu itu kebahagian terasa sangat menyelimuti keluarga kami. Suasana saat itu semakin membuat kami dekat. Mirna mempunyai selera humor yang sangat bagus, selalu tersenyum riang, dan juga menyukai bola. Dia sering terlihat bercanda dengan Yoyok, mereka benar-benar pasangan serasi. Dia selalu memberi semangat pada Yoyok yang memang memerlukan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yoyok dan Mirna sering berkunjung kemari, membawa serta bayi meraka. Mereka telah mengontrak rumah sendiri, meskipun tak terlalu besar. Aku pikir mereka merasa kalau aku membutuhkan seorang teman, karena aku seorang lelaki tua yang akan merasa kesepian jika mereka tak sering berkunjung. Disamping itu, aku memang sendirian di rumah tuaku yang besar, dan aku yakin mereka suka bila berada disini, dibandingkan rumah kontrakannya yang sempit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibunya Yoyok telah meninggal karena kanker sebelum Mirna masuk dalam kehidupan kami. Sebenarnya, tanpa mereka, aku benar-benar akan jadi orang tua yang kesepian. Aku masih sangat merindukan isteriku, dan bila aku terlalu meratapi itu, aku pikir, kesepian itu akan memakanku. Tapi pekerjaanku di perkebunan serta kunjungan mereka, telah menyibukkanku. Terlalu sibuk untuk sekedar patah hati, dan terlalu sibuk untuk mencari wanita untuk mengisi sisa hidupku lagi. Aku tak terlalu memusingkan kerinduanku pada sosok wanita. Tak terlalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayi mereka lahir, dan menjadi penerus keturunan keluarga kami. Kami sangat menyayanginya. Dan kehidupan terus berjalan, Yoyok melanjutkan pendidikannya untuk gelar MBA, dan Mirna bekerja sebagai Teller di sebuah Bank swasta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kunjungan mereka padaku tak berubah sedikitpun, cuma bedanya sekarang mereka sering membawa beberapa bingkisan juga. Tentu saja, diasamping itu juga perlengkapan bayi, beberapa popok, mainan dan makanan bayi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bulan lalu Mirna dan bayi mereka datang saat Yoyok masih di kelasnya. Dia duduk disana menggendong bayinya di lengannya. Dia sedang berusaha untuk menidurkan bayinya. Aku tak tahu caranya, tapi pemandangan itu entah bagaimana telah menggelitik kehidupan seksualku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ngomong-omong… kapan Ayah akan segera menikah lagi?” dia bertanya dengan getaran pada suaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tak tahu. Aku kelihatannya belum terlalu membutuhkan kehadiran seorang wanita dalam hidupku. Lagipula, aku telah memiliki kalian yang menemaniku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tidak bicara tentang teman. Aku sedang bicara soal seks.” matanya mengedip kearahku saat dia bicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayah tahu, seks.” dia hampir saja tertawa sekarang. “Ketika seorang lelaki dan wanita sudah telanjang dan memainkan bagiannya masin-masing?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, aku tahu seks,” aku membela diri. “Lagipula kamu pikir darimana suamimu berasal?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yah, aku hanya khawatir kalau Ayah sudah melupakannya. Maksudku, apa Ayah tak merindukan hal itu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terima kasih atas perhatianmu, tapi aku sudah terlalu tua untuk hal seperti itu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hei! Lelaki tak pernah bosan dengan hal itu. Setidaknya begitulah dengan putramu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Anakku jauh lebih muda dariku, dan dia mempunyai seorang istri yang cantik.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terima kasih, tapi aku masih tetap menganggap Ayah membutuhkannya,” dia menekankan suaranya pada kata ‘Ayah’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terima kasih sudah ngobrol,” kataku, masih terdengar sengit. Ada sedikit jeda pada perbincangan itu, saat dia masih menekan kehidupan seksualku. Aku pikir bukanlah urusannya untuk mencampuri hal itu meskipun kadang aku membayangkannya juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia pandang bayinya, yang akhirnya tertidur, dan memberinya sebuah senyuman rahasia, sepertinya mereka berdua akan berbagi sebuah rahasia besar. Masih memandangnya, tapi dia berbicara padaku, “Kalau Ayah mau… aku nggak menolak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa!!!?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku serius.” Mirna menatapku. “Kalau Ayah menginginkan aku… Ayah adalah seorang lelaki yang tampan. Ayah membutuhkan seks. Disamping itu, aku bersedia, kan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pikir dia sedang bercanda. Tapi wanita yang menggoda ini tidak sedang main-main. Tapi tetap saja tak mungkin aku melakukannya dengan istri dari anak kandungku sendiri. “Terima kasih atas tawarannya, tapi kupikir aku akan menolak tawaranmu.” suaraku terdengar penuh dengan keraguan saat mengucapkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna mencibirkan bibir bawahnya, aku tak bisa menduga apa yang sedang dirasakannya. Dia tetap terlihat menawan, dan aku merasa Yoyok sangat beruntung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia bicara dengan pelan. “Dengar, Yoyok tak akan tahu. Maksudku, aku tak akan mengatakannya kalau Ayah juga menjaga rahasia. Dan bukan berarti aku menawarkan diriku pada setiap lelaki yang kutemui. Aku bukan wanita seperti itu dan aku bisa mengatur agar sering berkunjung kemari. Dan aku tahu Ayah menganggapku cukup menarik kan, sebab aku sering melihat Ayah memandangi pantatku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tak mungkin menyangkalnya. Mirna mungkin tak terlalu tinggi, tapi dia memiliki bongkahan pantat yang indah diatas kedua kakinya. “Ya, kamu memang memiliki pantat yang indah. Tapi itu bukan berarti kalau aku ingin berselingkuh dengan menantuku sendiri.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia berhenti sejenak, tapi Mirna kelihatannya tak akan menyerah begitu saja. “Yah, tapi jangan lupa. “Kalau Ayah mau… aku nggak menolak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan itulah awal dari semua ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seiring minggu yang berlalu, entah di sengaja atau tidak, dia seakan selalu berusaha untuk menggodaku, membuat puting sususnya menyentuh dadaku saat dia menyerahkan bayinya padaku untuk ku gendong. Atau dia masukkan jarinya di mulutnya saat Yoyok tak melihat, dan menghisapnya dengan pandangan penuh kenikmatan ke arahku. Suatu waktu dia duduk di lantai dengan kaki menyilang dan sedang bermain dengan bayinya, dia memandangku tepat di mata, tersenyum, dan menyentuh pangkal paha di balik celana jeansnya. Aku tak akan melupakan hal itu. Dan dia entah bagaimana selalu menemukan cara untuk berduaan denganku walaupun sesaat, dan dia memberiku ciuman singkat yang penuh gairah, tepat di bibir. Itu semua dilakukannya berulang-ulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalau Ayah mau… aku nggak menolak,” dia berbisik di belakang Yoyok saat suaminya itu sedang memasukkan DVD pada player.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalau Ayah mau… aku nggak menolak,” dia berbisik saat mendekat untuk menyodorkan minuman padaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalau Ayah mau… aku nggak menolak,” dia membisikkannya setiap kali dia berpamitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sekarang, aku bukanlah terbuat dari batu, dan aku tak akan bilang tingkah lakunya itu tidak memberikan pengaruh terhadapku. Mirna sangat manis dan mungil, dan meskipun setelah melahirkan bayi pertamanya tak membuat tubuhnya berubah seperti kebanyakan wanita. Dia tetap langsing, dan manis, dan dia menawarkan dirinya untuk kumiliki. Tapi aku tak akan memulai langkah pertama untuk tidur dengan menantuku sendiri, tak perduli semudah apapun itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya itulah yang tetap kukatakan pada diriku sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa minggu yang lalu kami semua berkumpul di rumahku untuk melihat pertandingan bola. Aku mengambil beberapa kaleng minuman dan sedang berada di dapur untuk menyiapkan beberapa makanan ringan saat Mirna muncul dari balik pintu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hai!” sapanya, membuka pintu dan masuk ke dapur. “Ayah sudah siap untuk pertandingan nanti?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hampir. Aku sedang membuat makanan untuk keluarga kecil kita, dan aku punya beberapa wortel untuk cucuku. Aku pikir dia akan suka dan warnanya sama dengan kesebelasan yang akan bertanding nanti, kan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna tertawa dan berkata. “Aku rasa dia tak akan perduli. Disamping itu bukankah ada hal lain yang lebih baik yang bisa Ayah kerjakan untukku?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan menggodaku. Aku seorang kakek dan aku akan lakukan apa yang menurutku akan disukai oleh cucuku.” aku memandangnya. Mirna berdiri di sana memakai bandana merah kesukaannya diatas rambutnya yang sebahu. Dia memakai kaos yang sedikit ketat yang bahkan tak sampai ke pinggangnya, dan pusarnya mengedip padaku dibalik kaosnya. Kancing jeansnya membuatnya kelihatan seperti anak-anak diera bunga tahun 60an, dan dia memakai sandal dengan bagian bawah yang tebal yang menjadikannya lebih tinggi sepuluh centi. Kuku kakinya dicat merah senada dengan lipstiknya, dan itu menjadi terlihat dengan sangat menarik dibalik denimnya. Dia selalu suka mengenakan perhiasan, dan dia memakainya pada leher, telinga, pergelangan tangan dan bahkan di jari kakinya. Dia membuatku berandai-andai jika saja aku masih remaja, jadi aku dapat memacari gadis sepertinya. Mungkin suatu waktu nanti aku harus pergi ke kampus dan mencari gadis-gadis. Khayalanku terhenti saat menyadari kalau Yoyok dan bayinya tidak mengikutinya masuk. “Mana anggota keluargamu yang lainnya?” aku bertanya ingin tahu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mereka akan segera datang. Yoyok pergi ke toko perkakas untuk membeli peralatan mesin cuci yang rusak. Dia ingin membawa serta anaknya. ‘Perjalanan ke toko perkakas yang pertama bersama Ayah’ kurasa yang dikatakannya padaku.” dia tersenyum. “Apa Ayah mempermasalahkan saat pertama kalinya mengajak Yoyok ke toko perkakas?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tak ingat,” aku berkata dengan garing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna mendekat padaku, dan menaruh tangannya melingkari leherku. “Ini kesempatan Ayah. Kalau Ayah mau… aku nggak menolak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna memandangku tepat di mata dan mengangkat tubuhnya dan menciumku lama dan liar. Aku ingin mendorongnya, tapi aku tak tahu dimana aku harus menaruh tanganku. Aku tak mau menyentuh pinggang telanjang itu, dan jika aku menaruh tanganku di dadanya aku pasti akan menyentuh puting susunya. Saat aku masih terkejut dan bingung, aku temukan diriku menikmati ciumannya. Ini sudah terlalu lama, dan aku merasa telah lupa akan rasa lapar yang mulai tumbuh dalam diriku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya aku menghentikan ciuman itu dan mundur dan melepaskan tangannya dari leherku. “Kita tak bisa melakukannya.” aku mencoba menyampaikannya dengan lembut, tapi aku takut itu kedengaran seperti rajukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya kita bisa.” Mirna kembali menaruh lengannya di leherku dan mendorong bibirku ke arahnya. Ada gairah yang lebih lagi dalam ciuman kali ini, dan akhirnya penerimaanku. Kali ini saat kami berhenti, ada sedikit kekurangan udara diantara kami berdua, dan aku semakin merasa sedikit bimbang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna memandangku dengan binar di matanya dan sebuah senyuman di bibirnya. “Ayah menginginkanku. Aku bisa merasakannya. Ayah tak mendapatkan wanita setahun belakangan ini, dan Ayah tak mempunyai tempat untuk melampiaskannya. Dan aku menginginkan Ayah. Jadi tunggu apa lagi…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada sisi ini aku tak mampu berkomentar. Aku menginginkannya. Tapi aku tak dapat meniduri menantuku, bisakah aku? Tapi aku menginginkan dia. Aku merasa pertahananku melemah, dan saat Mirna menciumku lagi, aku jadi sedikit terkejut saat menyadari diriku membalas ciumannya dengan rakus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mmmmm. Itu lebih baik,” katanya saat kami berhenti untuk mengambil nafas. Mirna menarik tangannya dari leherku dan mulai melepaskan kancing celanaku saat menciumku kembali lalu dia mundur. Jadi dia bisa melihat saat dia melepaskan kancing jeansku, menurunkan resletingnya, dan merogoh ke dalam untuk mengeluarkan barangku. Aku terkejut saat terlihat jadi tampak lebih besar di genggaman tangannya yang kecil. Setahun sudah tak disentuh oleh wanita , dan bereaksi dengan cepat, menjadi keras dan cairan pre-cumnya keluar saat dia mengocoknya dengan lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna mundur dan duduk. Saat kepalanya turun, dia menempatkan bibirnya di pangkal penisku yang basah. “Aku rasa aku menyukai bentuknya,” bisiknya sambil menatap mataku. Lalu kemudian dia membuka mulutnya dan dengan perlahan memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Ke dalam dan lebih dalam lagi penisku masuk dalam mulutnya yang lembut, hangat dan basah, dan aku merasa berada di dalam vagina yang basah dan kenyal saat lidahnya menari di penisku. Akhirnya aku merasa telah berada sedalam yang ku mampu, bibirnya menyentuh rambut kemaluanku dan kepala penisku berada entah di mana jauh di tenggorokannya. Penisku tanpa terasa mengejang, dan pinggangku bergerak berlawanan arah dengannya, dan bersiap untuk menyetubuhi wajahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi Mirna perlahan menjauhkan mulutnya dariku, menimbulkan suara seperti sedang mengemut permen. Saat dia bangkit untuk menciumku lagi, aku mengarahkan tanganku diantara pahanya. Aku gosok jeansnya dan dia menggeliat karenanya. “Mmmm, itu pasti nikmat,” katanya. “Tapi biar aku membuatnya jadi lebih mudah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna melepaskan kancing celananya dan menurunkan resletingnya, memperlihatkan celana dalam katunnya yang bergambar beruang kecil. Diturunkannya celananya dan melepaskannya dari tubuhnya. Kami melihat ke bawah pada area gelap dibawah sana dimana kewanitaannya bersembunyi, dan kemudian aku sentuh perutnya yang kencang dan terus menurunkan celana dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna mengerang dalam kenikmatan saat tanganku mencapai sasarannya dibalik celana dalamnya. Vaginanya serasa selembut pantat bayi, dan aku sadar kalau dia pasti telah mencukurnya sebelum kemari. Terasa basah dan licin oleh cairan kewanitaannya dan membuatku kagum karena itu tak menimbulkan bekas basah di luar jeansnya. Saat tanganku menyelinap dibalik bibir vaginanya dan menyentuh klitorisnya yang mengeras, dia memejamkan matanya dan menekan berlawanan arah dengan jariku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna menaruh salah satu tangannya di leherku dan mendorong kami untuk sebuah ciuman intensif berikutnya sedangkan tangannya yang lain mengocok penisku dan tanganku terus bergerak dalam lubang basahnya. Saat kami berhenti untuk bernafas, Mirna mundur dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan, “Yoyok datang.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku segera melepasnya dan menuju jendela. Ya, mobil Yoyok terlihat di jalan sedang menuju kemari. Mirna pasti melihatnya dari balik bahuku saat kami saling mencumbui leher. Tiba-tiba perasaan bersalah datang menerkam karena hampir saja ketahuan. Aku tak percaya apa yang hampir saja kami lakukan. Dengan tergesa-gesa aku kenakan kemabali celanaku, tapi Mirna menghentikanku dan menangkap tanganku dan melanjutkan kocokannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hei, tidak boleh. Tak semudah itu Ayah boleh mengakhirinya. Aku telah menunggu terlalu lama untuk ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapi Yoyok hampir datang! Dia akan melihat kita!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna mengeluarkan penisku dan berjalan ke arah meja dapur. “Ini perjanjiannya,” katanya. “Aku tak akan mengadu pada Yoyok tentang apa yang baru saja kita lakukan kalau Ayah dapat dapat mengeluarkan seluruh sperma Ayah dalam vaginaku sebelum dia sampai kemari.” Sambil berkata begitu, dia menurunkan celananya hingga lutut dan membungkuk di meja itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dia segera datang!” hampir saja aku teriak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak.” Mirna membentangkan kakinya sejauh celananya memungkinkan untuk itu dan dia memandangku lewat bahunya. “Dia harus menggendong bayi dan mengeluarkan semua barangnya. Biasanya dia memerlukan beberapa menit. Sekarang kemarilah dan setubuhi aku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna telah telanjang dari pinggang hingga kaki, dan dia memohon padaku agar segera memasukkan diriku dalam tubuhnya. Aku menatap dua lubang yang mengundang itu. Pantatnya begitu kencang dan aku tak terusik saat melihat lubang anusnya yang berkerut kemerahan, dan di bawahnya, bibir vaginanya yang merah, terlihat mengkilap basah. Kakinya tak sejenjang model, tapi lebih kecil dan terasa pas, dan aku membayangkan bercinta dengannya beberapa jam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tangannya bergerak kebelakang diantara pahanya dan menempatkan tangannya pada vaginanya. Dengan dua jarinya dilebarkannya bibir vaginanya hingga terbuka, dan aku dapat melihat lubang merah mudanya mengundang penisku agar segera masuk. “Ayo,” katanya. “Ambil aku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tak tahu apa dia sedang bercanda saat mengatakannya. Yoyok atau bukan, rangsangan ini lebih dari cukup untuk mereguk birahinya. Aku melangkah ke belakang menantuku dan menempatkan penisku di kewanitaannya. Saat aku mendorong penisku melewati lubang surganya yang sempit, aku dapat merasakan jari Mirna menahan bibir madunya agar tetap terbuka, dan dia melenguh saat aku memegang pinggangnya dan memasukkan diriku padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna telah sangat basah hingga aku dengan mudah melewati vagina mudanya yang sempit. Aku mulai mengayunkan barangku di dalamnya, sebagian didorong oleh nafsu akan tubuh menggairahkannya dan sebagian oleh rasa takut jika Yoyok memergoki kami. Mirna mengerang, dan aku dapat merasakan jarinya menggosok kelentit dan bibir vaginanya sendiri. Nafasnya mulai tersengal, dan setelah beberapa goyangan dariku, dia segera orgasme. Suara rengekan pelan keluar dari bibirnya saat dia mencengkeram pinggiran meja dengan kuat, dan letupan orgasmenya menggoncang kami berdua saat aku menghentaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu cukup untuk menghantarku. Aku tak berhubungan dengan wanita dalam setahun ini, dan aku belum pernah mendapatkan yang sepanas Mirna. Aku menahan nafas dan mendorong seluruh kelaki-lakianku ke dalam dirinya. Kami mematung, dan kemudian spermaku menyemprot dengan hebat jauh di dalam surganya. Serasa aku telah mengguyurnya dengan sperma yang panas dan berlebih. Dia mengerang dalam nikmat, menggetarkan pantatnya di seputar penisku saat aku mengosongkan persediaan benihku. Dia melemah seiring dengan habisnya spermaku, dan kami akhirnya berhenti bergerak, kecuali untuk mengambil nafas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Takut Yoyok akan datang sebelum kami sempat melepaskan diri, aku keluarkan diriku dari tubuhnya dengan bunyi plop yang basah, lalu mundur menjauh dan mengenakan celanaku. Mirna masih tetap berbaring tertelungkup di atas meja merasakan kehangatan campuran cairan birahi kami, pantat telanjangnya masih tetap memanggilku. Aku lihat spermaku dan cairannya mulai meleleh keluar dari bibir surganya. Aku palingkan muka dan melihat Yoyok hampir sampai di pintu belakang, bayi di tangan yang satu dan belanjaan di tangan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku berbalik dan memohon pada Mirna. ” Ayolah!” kataku. “Kamu telah dapatkan keinginanmu. Dia hampir sampai kemari.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirna bangkit, tatapan matanya masih kelihatan linglung. Dia bergerak ke depanku, menjadikanku sebagai penghalang dari pandangan suaminya saat dia dengan tergesa-gesa memakai celananya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa kalian sudah siap untuk pertandingannya?” tanya Yoyok sambil membuka pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya,” aku menjawab dari balik punggungku saat aku diam untuk menghalangi Mirna yang menaikkan resletingnya. Setelah dia selesai, aku segera berbalik untuk menyambut Yoyok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini,” katanya, menyodorkan bayinya padaku dan meletakkan belanjaannya diatas meja dapur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Urus ini, aku akan mengambil popok bayi.” Yoyok melangkah ke pintu yang masih terbuka, dan aku menghampiri Mirna. Dia masih terlihat sedikit linglung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hampir saja,” kataku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sini, biar aku yang menggendongnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku berikan bayinya. Mirna memberiku pemandangan seraut wajah dari seorang wanita yang puas sehabis bersetubuh, dan memberiku ciuman hangat yang basah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Masih ada satu hal lagi yang harus kuketahui,”katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa itu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;â€œKalau aku ingin, bisakah aku mendapatkannya besok?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dia melenggang begitu saja tanpa menunggu jawabanku yang hanya melongo bengong. Dia yakin kalau akan bersedia…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-5852451944773155143?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5852451944773155143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5852451944773155143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/mirna-menantu-seksi.html' title='Mirna Menantu Seksi'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-7839091453962440850</id><published>2012-02-08T18:11:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T18:11:29.839-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bokep 3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Gairah Ibu Mertua</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gairah Ibu Mertua&lt;/b&gt;, Perkenalkan dulu namaku Tomy. Sudah satu minggu ini akau berada di rumah sendirian. Istriku, Riris, sedang ditugaskan dari kantor tempatnya bekerja untuk mengikuti suatu pelatihan yang dilaksanakan di kota lain selama dua minggu. Terus terang saja aku jadi kesepian juga rasanya. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada istri di sisiku. Memang perkimpoian kami belum dikaruniai anak. Maklum baru 1 tahun berjalan. Karena sendirian itu, dan maklum karena otak laki-laki, pikirannya jadi kemana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku teringat peristiwa yang aku alami dengan ibu mertuaku. Ibu mertuaku memang bukan ibu kandung istriku, karena ibu kandung Riris telah meninggal dunia. Ayah mertuaku kemudian kimpoi lagi dengan ibu mertuaku yang sekarang ini dan kebetulan tidak mempunyai anak. Ibu mertuaku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku. Buah dadanya besar sesuai dengan pinggulnya. Demikian juga pantatnya juga bahenol banget. Aku sering membayangkan ibu mertuaku itu kalau sedang telentang pasti vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yang besar itu. Hemm, sungguh menggairahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa itu terjadi waktu malam dua hari sebelum hari perkawainanku dengan Riris. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkimpoianku. Mendadak lampu mati. Dalam kegelapan itu, ibu mertuaku (waktu itu masih calon) berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru ibu mertuaku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertuaku yang cantik itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertuaku. Pada saat-saat aku duduk berdua dengan dia, aku sering memberanikan diri memandang ibu mertuaku lama-lama, dan dia biasanya tersenyum manis dan berkata, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu jadi malu”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan ibu mertuaku itu. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan Riris istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati. Kadang-kadang aku demikian kurang ajar membayangkan ibu mertuaku disetubuhi ayah mertuaku, aku bayangkan kemaluan ayah mertuaku keluar masuk vagina ibu mertuaku, Ooh alangkah…! Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertuaku. Ibu mertuaku juga sayang sama kami, walaupun Riris adalah anak tirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi-pagi hari berikutnya, aku ditelepon ibu mertuaku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan ibu menengok famili yang sedang berada di rumah sakit, karena ayah mertuaku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Aku sih setuju saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit, dan pulang sudah sehabis maghrib. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada ibu mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya, “Bu, ngapain sih dulu ibu kok cium Tomy?”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aah, kamu ini kok maih diingat-ingat juga siih”, jawab ibuku sambil memandangku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Naah, tambah kurang ajar thoo, Ingat Riris lho Tom…, Nanti kedengaran ayahmu juga bisa geger lho Tom”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapii, sebenarnya kenapa siih bu…, Tomy jadi penasaran lho”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aah, ini anak kok nggak mau diem siih, Tapi eeh…, anu…, Tom, sebenarnya waktu itu, waktu kita jagongan itu, ibu lihat tampangmu itu kok ganteng banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu. Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Ibu sebenarnya jadi malu sekali. Ibu macam apa kau ini, masa lihat menantunya sendiri kok blingsatan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu…, Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat ibu mertuanya. Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau Tomy lagi sama Riris, malah bayangin Ibu lho. Bener-bener nih. Sumpah deh. Kalau Ibu pernah bayangin Tomy nggak kalau lagi sama Bapak”, aku semakin berani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Hati-hati setirnya. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama ibu mertuanya. Pasti ibu yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet”, katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Padahal dua-duanya ngebet lo Bu. Buu, maafin Tomy deeh. Tomy jadi pengiin banget sama ibu lho…, Gimana niih, punya Tomy sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aduuh Toom, jangan gitu dong. Ibu jadi susah nih. Tapi terus terang aja Toom.., Ibu jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, ibu jadi pengin ngeloni kamu Tom…, Tom kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tapi Tom menggir sebentar Tom, ibu pengen cium kamu di sini”, kata ibu dengan suara bergetar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ooh aku jadi berdebar-debar sekali. Mungkin terpengaruh juga karena aku sudah satu minggu tidak bersetubuh dengan istriku. Aku jadi nafsu banget. Aku minggir di tempat yang agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku dan ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Benar-benar, selama ini kami saling merindukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“eehhm…, Toom ibu kangen banget Toom”, bisik ibu mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tomy juga buu”, bisikku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Toom…, udah dulu Tom…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Okey…, buka dulu ritsluitingnya”, katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cepat-cepat aku buka celanaku, aku turuni celana dalamku. Woo, langsung berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu, aku tuntun untuk memegang penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aduuh Toom. Gede banget pelirmu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu mertuaku, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai di rumahku, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi aku tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Aku ciumi ibu mertuaku dengan penuh nafsu. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buu, Tomy kangen banget buu…, Tomy kangen banget”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aduuh Toom, ibu juga…, Peluklah ibu Tom, peluklah ibu” nafasnya semakin memburu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Matanya terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget dan membuka matanya. Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Eehhmm.., Tom, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi Tom masukkan lidahmu ke mulut ibu”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, “Tom, bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Aku merasa tidak enak di tempat tidur kami. Aku merasa tidak enak dengan Riris apabila kami memakai tempat tidur di kamar kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bu kita pakai kamar tengah saja yaa”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Okey, Tom. Aku juga nggak enak pakai kamar tidurmu. Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuaku penuh pengertian. Aku remas pantatnya yang bahenol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“iich.., dasar anak nakal”, ibu mertuaku merengut manja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami duduk di tempat tidur, sambil beciuman aku buka pakaian ibu mertuaku. Aku sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan buah dadanya yang besar menggantung indah. Ibu aku rebahkan di tempat tidur. Celana dalamnya aku pelorotkan dan aku pelorotkan dari kakinya yang indah. Sekali lagi aku kagum melihat vagina ibu mertuaku yang tebal dengan bulunya yang tebal keriting. Seperti aku membayangkan selama ini, vagina ibu mertuaku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang besar. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan ibu mertuaku telentang di depanku. Aku buka pakaianku dan penisku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertuaku memandangku dengan tanpa berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Aku berbaring miring di samping ibu mertuaku. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya aku main-mainkan. Liangnya vaginanya sudah basah. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertuaku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan dan mendesis-desis. Sementara peliku dipegang ibu dan dielus-elusnya. Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku dan rambutku, mengelus punggungku, pantatku, dan akhirnya memegang penisku yang sudah siap sedia masuk ke liang vagina ibu mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buu, aku kaangen banget buu…, Tomyy kanget banget…, Tomy anak nakal buu..”, bisikku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Toom…, ibu juga. sshh…, masukin Toom…, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget Toom, Toomm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Aku naik ke atas ibu mertuaku bertelakn pada siku dan lututku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tangan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya dan bibir ibu mertuaku. Kami berpandangan. Berpandangan sangat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaki ibu mertuaku dikangkangnya lebar-lebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertuaku. Kepala penisku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin. Aduuh enaak, enaak sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Masukkan separo saja Tom. Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nafsu kami semakin menggelora. Aku semakin cepat, semakin memompa penisku ke vagina ibu mertuaku. “Buu, Tomy masuk semua, masuk semua buu”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iyaa Toom, enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aduuh, vaginanya tebal banget. Aku paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertuaku, mencoblos vagina ibu mertuaku yang licin, yang tebal, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). Bunyinya kecepak-kecepok membuat aku semakin bernafsu. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buu Tomy mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ssh…, hiiya Toom, keluariin Toom, keluarin”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Toomm, Tomm, Teruss Toomm”, Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami terhenti. Penisku aku tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pangkal penisku berdenyut-denyut. menyemprotlah sudah spermaku ke vagina ibu mertuaku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Rasanya lemas sekali. Napas yang tadi hampir terputus semakin menurun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku angkat badanku. Akan aku cabut penisku yang sudah menancap dari dalam liang vaginanya, tetapi ditahan ibu mertuaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Biar di dalam dulu Toom…, Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertuaku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibunya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi Toom…, ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu belum pernah merasakan seperti ini”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buu, Tomy juga buu. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya…, Punya bapaknya kok dimakan. Ibu juga, punya anakya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas Toom.., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buu, malam ini ibu nggak usah pulang. Aku pengin dikelonin ibu malam ini. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ooh jangan cah bagus…, kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh”, jawab ibuku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapi buu, Tomy rasanya emoh pisah sama ibu”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hiyya, ibu tahu, tapi kita harus pakai otak dong. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara ibu dan anak, antara seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, sampai tegak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Hari-hari selanjutnya berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga diri. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar aman. Tetapi kami banyak kesempatan untuk sekedar berciuman dan membelai. Kadang-kadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakain dewasa dalam menjaga hubungan cinta-kasih kami.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-7839091453962440850?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7839091453962440850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7839091453962440850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/gairah-ibu-mertua.html' title='Gairah Ibu Mertua'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-2221684996905655584</id><published>2012-02-07T18:05:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T18:05:42.148-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Foto ABG Toket Gede</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto ABG Toket Gede, Kejadian ini berlangsung beberapa minggu yang lalu. Saat itu, hari Jumat sore, aku sedang mengerjakan salah satu proyekku. Seperti biasa untuk refreshing, sambil menyeruput secangkir kopi, aku membaca email email yang masuk. Segera kubalas email permintaan proposal dari pelanggan, dan aku pun kadang tertawa geli membaca email-email joke dari teman-temanku. Tetapi ada satu email yang menarik perhatianku, yaitu dari temanku yang tinggal di Bogor, Andi. Dia sedang suntuk dan mengajakku untuk refreshing ke Puncak saat aku tidak sibuk. Kebetulan besok aku tidak ada acara, hanya perlu mengambil pembayaran ke salah satu klienku. Terlebih lagi Monika, pacarku, juga sedang keluar kota bersama keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang nggak ada”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“OK”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi itu, aku berangkat ke Bogor. Dalam perjalanan, aku mampir ke tempat salah satu klienku di daerah Tebet, untuk mengambil pembayaran proyek yang telah kuselesaikan. Setelah mengambil cek pembayaran, segera aku menuju tol Jagorawi. Sialnya ban mobilku sempat kempes, untungnya hal itu terjadi sebelum aku masuk jalan tol. Akibatnya, sekalipun aku telah memacu mobilku, baru sekitar jam 12.30 aku sampai di rumah Andi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sialan lu.. Gue udah tunggu-tunggu dari tadi, baru dateng”. Andi berkata sedikit kesal ketika membuka pintu rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sorry.. Gue perlu ke klien dulu.. Udah gitu tadi bannya kempes, mesti ganti ban dulu di tengah jalan”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Anterin gue tambal ban dulu yuk.. Baru kita cabut” sambungku lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bentar.. Gue ganti dulu ya”. Andi pun kemudian ngeloyor pergi ke kamarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil menunggu, aku membaca koran di ruang tamu. Tak lama Siska, adik Andi, datang membawa minuman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kok udah lama nggak mampir Mas?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya Sis, habis sibuk.. Mesti cari duit nih” jawabku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mentang-mentang udah jadi pengusaha.. Sombong ya” godanya sambil tertawa kecil. Siska ini memang cukup akrab denganku. Anaknya memang ramah dan menyenangkan. Kami pun bersenda gurau sambil menunggu kakaknya yang sedang bersiap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Andi muncul, kami segera berangkat menuju tukang tambal ban terdekat. Setelah beres, aku membawa mobilku menuju sebuah bank swasta untuk mencairkan cek dari klienku. Antrian lumayan panjang hari itu, akibatnya cukup lama juga kami menghabiskan waktu di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat keluar dari bank tersebut, jam telah menunjukkan pukul 14.00 siang, sehingga aku mengajak Andi mampir ke sebuah restoran fast food untuk makan siang. Di restoran itu, kami bertemu dengan dua gadis ABG cantik yang masih berseragam SMA. Yang seorang berambut pendek, dengan wajah yang manis. Tubuhnya tinggi langsing, dengan kulit agak hitam, tetapi bersih. Sedangkan yang satu berwajah cantik, berkulit putih dan berambut panjang. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi yang paling menarik perhatian adalah tubuhnya yang padat. Payudaranya tampak besar menerawang di balik seragam sekolahnya. Kami tersenyum pada mereka dan mereka pun membalas dengan genit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wan.. Kita ajak mereka yuk..” kata Andi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Boleh aja kalau mereka mau” jawabku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapi lu yang traktir ya bos.., kan baru ngambil duit nih”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Beres deh”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andi pun kemudian menghampiri mereka dan mengajak berkenalan. Memang Andi ini pemberani sekali dalam hal begini. Dia memang terkenal playboy, punya banyak cewek. Hal itu didukung dengan perawakannya yang lumayan ganteng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lisa..” kata gadis berambut pendek itu saat mengenalkan dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini temannya siapa namanya” tanyaku sambil menatap gadis seksi temannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Novi” kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Langsung kusambut jabatan tangannya yang halus itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Andi lalu pindah ke meja mereka. Kami berempat berbincang-bincang sambil menikmati hidangan masing-masing. Ketika diajak, mereka setuju untuk jalan-jalan bersama ke Puncak. Setelah selesai makan, waktu berjalan menuju mobil, kulihat payudara Novi tampak sedikit bergoyang-goyang saat dia berjalan. Ingin rasanya kulumat habis payudara gadis belia itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek in di sebuah motel di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lu kan yang traktir Wan.. Lu pilih yang mana?” bisik Andi saat kami sedang mengurus cek-in. Memang sebelumnya aku yang janji akan traktir, karena aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu proyekku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Novi” jawabku pendek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hehe.. Lu nafsu liat bodynya ya?” bisik Andi lagi sambil tertawa kecil. Setelah itu, kamipun segera cek-in. Kugandeng tangan Novi, sedangkan Andi tampak merangkul bahu Lisa menuju kamar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kukunci pintu kamar, tak sabar langsung kudekap tubuh Novi. Langsung kucium bibirnya dengan penuh gairah. Tanganku dengan gemas meremas gundukan payudaranya. Setelah puas menciumi bibirnya, kuciumi lehernya, dan kemudian segera kubuka kancing baju seragamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iih Mas.. Udah nggak sabar pengin nyusu ya?” godanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak kuhiraukan perkataannya, langsung kuangkat cup BH-nya yang tampak kekecilan untuk menampung payudaranya yang besar itu. Langsung kuhisap dengan gemas daging kenyal milik Novi, gadis SMA cantik ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh.. Ahh” erangnya ketika puting payudaranya yang telah mengeras kujilati dan kuhisap. Tangan Novi mengangkat payudaranya, sambil tangannya yang lain menekan kepalaku ke dadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Enak Mas.. Ahh” erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jilati putingnya Mas..” pintanya. Erangannya semakin menjadi dan tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puas menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya yang cantik. Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku mau. Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku. Tak sabar, kubantu dia membuka seluruh pakaianku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ih.. Mas, gede banget..” desahnya lirih ketika penisku mengacung tegak di depan wajahnya yang cantik. Dielusnya perlahan batang kemaluanku itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Belum Mas.. Punya cowok Novi nggak sebesar ini.” jawabnya. Tampak matanya menatap gemas ke arah kemaluanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Arghh.. Enak Nov..” erangku ketika Novi mulai mengulum kepala penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dijilatinya lubang kencingku, dan kemudian dikulumnya penisku dengan bernafsu. Sementara itu tangannya yang halus mengocok batang penisku. Sesekali diremasnya perlahan buah zakarku. Rasa nikmat yang tiada tara menghinggapi tubuhku, ketika gadis cantik ini memompa penisku dengan mulutnya. Kulihat kepalanya maju mundur menghisapi batang kejantananku. Kuusap-usap rambutnya dengan gemas. Karena capai berdiri, akupun pindah duduk di kursi. Novi kemudian berjongkok di depanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Novi isap lagi ya Mas.. Novi belum puas..” katanya lirih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali mulut gadis belia ini menghisapi penisku. Sambil mengelus-elus rambutnya, kuperhatikan kemaluanku menyesaki mulutnya yang mungil. Ruangan segera dipenuhi oleh eranganku, juga gumaman nikmat Novi saat menghisapi kejantananku. Saat kepalanya maju mundur, payudaranya pun bergoyang-goyang menggoda. Kuremas dengan gemas bongkahan daging kenyal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nov.., jepit pakai susumu Nov..” pintaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novi langsung meletakkan penisku di belahan payudaranya, dan kemudian kupompa penisku. Sementara itu tangan Novi menjepitkan payudaranya yang besar, sehingga gesekan daging payudaranya memberikan rasa nikmat luar biasa pada penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yes.. Yes..” akupun tak kuasa menahan rasa nikmatku. Setelah beberapa lama, kusodorkan kembali penisku ke mulutnya, yang disambutnya dengan penuh nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah puas menikmati mulut dan payudara gadis SMA ini, kuminta dia untuk bangkit berdiri. Kuciumi lagi bibirnya dan kuremas-remas rambutnya dengan gemas. Tanganku melepas restleting rok seragam abu-abunya, kemudian kuusap-usap vaginanya yang mulai mengeluarkan cairan membasahi celana dalamnya. Kusibak sedikit celana dalam itu dan kuusap-usap bibir vagina dan klitorisnya. Tubuh Novi menggelinjang di dalam dekapanku. Erangannya semakin menjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sudah ingin menyetubuhi gadis muda ini. Kubalikkan badannya dan kuminta dia menungging bertumpu di meja rias. Kubuka celana dalamnya sehingga dia hanya tinggal mengenakan baju seragamnya yang kancingnya telah terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh..” jeritnya panjang ketika penisku mulai menerobos vaginanya yang sempit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Gila.. Memekmu enak banget Nov..” kataku ketika merasakan jepitan dinding vagina Novi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langsung kupompa penisku di dalam vagina gadis cantik itu. Sementara itu, tanganku memegang pinggulnya, terkadang meremas pantatnya yang membulat. Novi pun menjerit-jerit nikmat saat tubuh belianya kusetubuhi dengan gaya doggy-style. Kulihat di kaca meja rias, wajah Novi tampak begitu merangsang. Wajah cantik gadis belia yang sedang menikmati persetubuhan. Payudaranya pun tampak bergoyang-goyang menggemaskan di balik baju seragamnya yang terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bosan dengan posisi ini, aku kembali duduk di kursi. Novi lalu duduk membelakangiku dan mengarahkan penisku ke dalam vaginanya. Kusibakkan rambutnya yang panjang indah itu dan kuciumi lehernya yang putih mulus. Sementara itu tubuh Novi bergerak naik turun menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan sibuk meremas payudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh.. Ahh.. Ahh..” erang Novi seirama dengan goyangan badannya di atas tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku untuk dihisapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa saat kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan kucondongkan tubuhnya agak ke belakang, sehingga aku dapat menghisapi payudaranya. Memang enak sekali menikmati payudara kenyal gadis cantik ini. Dengan gemas kulahap bukit kembarnya dan sesekali kujilati puting payudara yang berwarna merah muda. Erangan Novi semakin keras terdengar, membuat aku menjadi semakin bergairah. Setelah selesai aku menikmati payudara ranumnya, kembali tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya dengan memompa penisku naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang gadis SMA dapat begini binal dalam bermain seks.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup lama aku menikmati persetubuhan dengan gadis cantik ini di atas kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan kembali kami berciuman. Kubuka baju seragam sekolah berikut BH-nya sehingga sekarang kami berdua telah telanjang bulat. Kembali dengan gemas kuremas dan kuhisap payudara gadis 17 tahunan itu. Aku ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu kutuntun dia untuk merebahkan diri di atas ranjang. Aku pun kemudian mengarahkan penisku kembali ke dalam vaginanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh..” erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang kewanitaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langsung kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan nikmat kami berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah panas suasana. Kulihat Novi yang cantik menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menahan nikmat. Tangannya meremas-remas sprei ranjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh” jeritnya sambil tubuhnya mengejang dalam dekapanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tampak dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan tubuhnya pun kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir keringat mengalir di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama dengan helaan nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan padat. Mulutku pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu dengan bernafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya. Kali ini aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi masih tampak terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam belahan payudara gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak dapat bertahan begitu lama. Tak lama aku pun menyemburkan spermaku di atas payudara gadis SMA yang seksi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami akhirnya menginap di motel tersebut. Selama di sana, aku sangat puas menikmati tubuh sintal Novi. Berulang kali aku menyetubuhinya, baik di atas ranjang, di meja rias, di kursi, ataupun di kamar mandi sambil berendam di bathtub. Sebenarnya ingin aku menginap lebih lama lagi, tetapi hari Senin itu aku harus menemui klienku di pagi hari, sementara ada bahan yang masih perlu dipersiapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini ganti Andi yang menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan Novi dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan, melihat Novi yang cantik duduk di sebelahku, dengan rok mini yang memamerkan paha mulusnya, membuatku kembali bergairah. Akupun mulai menciuminya sambil tanganku mengusap-usap pahanya. Kusibakkan celana dalamnya, dan kumainkan vaginanya dengan jemariku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ehmm..” erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Erangannya terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh gairah. Tanganku lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan cup BH-nya sehingga payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar menantang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi” ucapnya lirih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya habis susu kamu bagus banget” bisikku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desah Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas gunung kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya menggelinjang nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Gantian dong Nov” bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya yang ranum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai membukai resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga penisku yang telah membengkak mencuat keluar dengan gagahnya. Novi pun kemudian mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu, dan rasa nikmat menjalar di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku. Sambil menghisapi penisku, Novi mengocok perlahan batangnya, membuatku tak tahan untuk menahan erangan nikmatku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen dong..”. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan aktifitas kami di belakang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pindah aja ke sini” kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih menghisapi penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lisa pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung kuciumi wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup manis. Lidahku dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih sibuk menikmati penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Di.. Bentar ya nanti gantian..” kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oke deh bos..” jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari mulut Novi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayo Lis.. Katanya kamu suka” kataku sambil sedikit menekan kepala Lisa agar mendekat ke kemaluanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya.. Abis gede banget..” katanya sambil dengan imutnya menyibakkan rambut yang menutupi telinganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh.. Yes..” desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang memakan permen lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari seluruh syarafku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa lama kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke arah kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih sibuk mengulum batang kemaluanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nih gantian Nov..” katanya sambil menyorongkan penisku ke mulut Novi yang berada di dekatnya. Novi pun dengan sigap kembali mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya. Sementara itu, kali ini gantian Lisa yang menjilati dan menciumi buah zakarku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis SMA yang cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara bergantian. Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati kelelakianku itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa. Ingin kurasakan nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuminta dia untuk duduk di pangkuan sambil membelakangiku. Kusibakkan celana dalamnya, sambil kuarahkan penisku dalam liang nikmatnya. Sengaja tak kuminta dia untuk membuka pakaiannya, karena aku tak mau menarik perhatian kendaraan yang melintas di luar sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah..” desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak kalah sempit dengan kepunyaan Novi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah.. Terus Mas.. Lisa mau sampai..” desahnya. Semakin cepat kuusap-usap klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh..” erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tubuhnya tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas pangkuanku. Aku pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan ejakulasiku dalam vagina gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak, kami segera membersihkan diri dengan tisu yang tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mau gantian Di? ” tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang membawa mobilku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“So pasti dong” jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang sepi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi pindah duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main threesome, tetapi Novi juga ikut beranjak ke bangku depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku cape ah Mas..” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andi tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera melanjutkan perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok belakang. Lewat kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya. Karena sudah puas, aku tak begitu mempedulikannya lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula, sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalau ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas..” kata Novi manis saat kami akan berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin mereka curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu, malam lagi he.. He..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir gue kayak tadi lagi..” kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sip deh..” jawabku sambil pamit pulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju Jakarta. Aku tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini bisa menjadi kenyataan. Ternyata hidup itu indah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-2221684996905655584?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2221684996905655584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2221684996905655584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/foto-abg-toket-gede.html' title='Foto ABG Toket Gede'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-1957130299037475437</id><published>2012-02-07T18:02:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T18:04:11.745-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Ibu via Dosen Seksi</title><content type='html'>&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Dosenku Seksi Sekali, Ya, aku dan teman-temanku sering bergurau begini saat&amp;nbsp;melihat Bu Via: jika rambut di tempat yang terbuka saja&amp;nbsp;subur, apalagi rambut di tempat yang tersembunyi. Dan&amp;nbsp;ternyata aku bisa membuktikan gurauan itu. Ternyata&amp;nbsp;rambut di tempat itu memang luar biasa. Bahkan aku yang&amp;nbsp;semula berpikir rambut yang menghiasai vagina Kiki luar&amp;nbsp;biasa karena subur dan indah, kemudian menerima&amp;nbsp;kenyataan bahwa ada yang lebih indah, yaitu milik Bu Via&amp;nbsp;ini. Dari samping keadaan itu seperti taman gantung Raja&amp;nbsp;Nebukadnezar saja :) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segera berkelebat pikiran dalam otakku, betapa&amp;nbsp;menyenangkannya tersesat di hutan teduh dan indah itu.&amp;nbsp;Maka aku segera menenggelamkan diri di tempat itu, di&amp;nbsp;hutan itu. Lidahku segera menyusuri taman indah itu dan&amp;nbsp;kemudian melanjutkannya pada sumur di bawahnya. Maka Bu&amp;nbsp;Via menjerit kecil ketika lidahku menancap di lubang&amp;nbsp;sumur itu. Di lubang vaginanya. Bau khas vagina yang&amp;nbsp;keluar dari lubang itu semakin melambungkan gairahku.&amp;nbsp;Dan jeritan kecil itu kemudian di susul jeritan dan&amp;nbsp;erangan patah-patah yang terus menerus serta&amp;nbsp;gerakan-gerakan serupa cacing kepanasan. Dan kurasa ia&amp;nbsp;memang kepanasan oleh gairah yang membakarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menikmati jeritan itu sebagai sensasi lain yang&amp;nbsp;membuatku semakin bergairah pula menguras kenikmatan di&amp;nbsp;lubang sumur vaginanya. Lendir hangat khas yang keluar&amp;nbsp;dari dinding vaginanya terasa hangat pula di lidahku.&amp;nbsp;Kadang-kadang kutancapkan pula lidahku di tonjolan kecil&amp;nbsp;di atas lubang vaginanya. Di klitorisnya. Maka semakin&amp;nbsp;santerlah erangan-erangan Bu Via yang mengikuti&amp;nbsp;gerakan-gerakan menggelinjang. Demikian kulakukan hal&amp;nbsp;itu sekian lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pada suatu saat ia berusaha membebaskan&amp;nbsp;vaginanya dari sergapan mulutku. Ia menarik sebuah&amp;nbsp;bangku rias kecil yang tadi menjadi ganjal kakinya untuk&amp;nbsp;mengangkang. Aku dimintanya duduk di bangku itu. Begitu&amp;nbsp;aku duduk, ia kembali memagut penisku dengan mulutnya&amp;nbsp;secara lembut. Tapi itu tidak lama, karena ia kemudian&amp;nbsp;memegang penisku yang sudah tidak sabar mencari&amp;nbsp;pasangannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bu Via membimbing daging kenyal yang melonjor tegang dan&amp;nbsp;keras itu masuk ke dalam vaginanya dan ia duduk di atas&amp;nbsp;pangkuanku. Maka begitu penisku amblas ke dalam&amp;nbsp;vaginanya, terdengar jeritan kecil yang menandai&amp;nbsp;kenikmatan yang ia dapatkan. Aku juga merasakan&amp;nbsp;kehangatan mengalir mulai ujung penisku dan mengalir ke&amp;nbsp;setiap aliran darah. Ia memegangi pundakku dan&amp;nbsp;menggerakkan pinggulnya yang indah dengan gerakan serupa&amp;nbsp;spiral. Naik turun dan memutar dengan pelan tapi&amp;nbsp;bertenaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suara gesekan pemukaan penisku dengan selaput lendir&amp;nbsp;vaginanya menimbulkan suara kerenyit-kerenyit yang indah&amp;nbsp;sehingga menimbukan sensasi tambahan ke otakku. Demikian&amp;nbsp;juga dengan gesekan rambut kemaluannya yang lebat dengan&amp;nbsp;rambut kemaluanku yang juga lebat. Suara-suara erangan&amp;nbsp;dan desahan napasnya yang terpatah-patah, suara gesekan&amp;nbsp;penis dan selaput lendir vaginanya serta suara gesekan&amp;nbsp;rambut kemaluan kami berbaur dengan suara lagu mistis&amp;nbsp;Sarah Brightman dari CD yang diputarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangkali ia memang sengaja ingin mengiringi permainan&amp;nbsp;cinta kami dengan lagu-lagu seperti itu. Ia tahu aku&amp;nbsp;menyukai musik demikian. Dan memang terasa luar biasa&amp;nbsp;indah, pada suasana seperti itu. Apalagi lampu di kamar &amp;nbsp;itu juga remang-remang setelah Bu Via tadi mematikan&amp;nbsp;lampu yang terang. Dengan suasana seperti itu, rasanya&amp;nbsp;aku tidak ingin membiarkan setiap hal yang menimbulkan&amp;nbsp;kenikmatan menjadi sia-sia. Maka aku tidak membiarkan&amp;nbsp;payudaranya yang ikut bergerak sesuai dengan gerakan&amp;nbsp;tubuhnya menggodaku begitu saja. Kulahap buah dadanya&amp;nbsp;itu. Semakin lengkaplah jeritannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Matanya yang terpejam kadang-kadang terbuka dan tampak&amp;nbsp;sorot mata yang aku hapal seperti sorot yang keluar dari&amp;nbsp;mata Kiki saat bercinta denganku. Sorot matanya seperti&amp;nbsp;itu. Sorot mata nikmat yang membungkus perasaannya.&amp;nbsp;Sekian lama kemudian ia menjerit panjang sambil&amp;nbsp;meracau..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah.. Aku.. Aku orgasme, Rud!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaat ia terdiam sambil menengadahkan wajahnya ke atas,&amp;nbsp;tapi matanya masih terpejam. Kemudian ia melanjutkan&amp;nbsp;gerakannya. Barangkali ia ingin mengulanginya dan aku&amp;nbsp;tidak keberatan karena aku sama sekali belum merasakan&amp;nbsp;akan sampai ke puncak kenikmatan itu. Sebisa mungkin aku&amp;nbsp;juga menggoyangkan pinggulku agar dia merasakan&amp;nbsp;kenikmatan yang maksimal. Jika tanganku tidak aktif di&amp;nbsp;buah dadanya, kususupkan di selangkangannya dan mencari&amp;nbsp;daging kecil di atas lubang vaginanya, yang dipenuhi&amp;nbsp;oleh penisku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun Bu via seorang janda dan sudah punya anak, aku&amp;nbsp;merasa lubang vaginanya, seperti seorang ABG saja. Tetap&amp;nbsp;rapat dan singset. Otot vaginanya seakan mencengkeram&amp;nbsp;dengan kuat otot penisku. Maka gerakan pinggulnya untuk&amp;nbsp;menaik turunkan bukit venus vaginanya menimbulkan&amp;nbsp;kenikmatan yang luar biasa. Dan sejauh ini aku tidak&amp;nbsp;merasakan tanda-tanda lahar panasku akan meledak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bu Via memang luar biasa, ia seperti tahu menjaga tempo&amp;nbsp;permainannya agar aku bisa mengikuti caranya bermain. Ia &amp;nbsp;seperti tahu menjaga tempo agar aku tidak cepat-cepat&amp;nbsp;meledak. Memang sama sekali tidak ada gerakan liar. Yang&amp;nbsp;dilakukannya adalah gerakan-gerakan lembut, tapi justru&amp;nbsp;menimbulkan kenikmatan yang luar biasa, terutama karena&amp;nbsp;aku jarang bercinta dengan perempuan lembut seperti itu.&amp;nbsp;Sekian lama kemudian aku mendengar lagi ia meracau..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah.. Ah.. Ini yang kedua.. Rud, aku orgasme.. Uhh!” Di&amp;nbsp;susul jeritan panjang melepas kenikmatan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi kemudian ia memintaku mengangkatnya ke ranjang,&amp;nbsp;tanpa melepaskan penisku yang masih menancap di lubang&amp;nbsp;vaginanya. Ia memintaku menidurkannya di ranjang tapi&amp;nbsp;tak ingin melepaskan vaginanya dari penisku, yang sejauh&amp;nbsp;ini seperti mendekap sangat erat. Kulakukan pemintaannya&amp;nbsp;itu. Maka begitu ia telentang di ranjang, aku masih ada&amp;nbsp;di atasnya. Penisku pun masih masuk penuh di dalam&amp;nbsp;vaginanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami melanjutkan permainan cinta yang lembut tapi panas&amp;nbsp;itu. Kini aku berada di atas, maka aku lebih bebas&amp;nbsp;bermanuver. Maka dengan gerakan seperti yang sering&amp;nbsp;kulakukan jika aku berhubungan seks dengan Kiki, cepat&amp;nbsp;dan bertenaga, kulakukan juga hal itu pada Bu Via. Tapi&amp;nbsp;sesaat kemudian ia berbisik dengan mata yang masih&amp;nbsp;terpejam..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pelan-pelan saja, Rud. Aku masih ingin orgasme”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tersadar apa yang telah kulakukan. Maka kini&amp;nbsp;gerakanku pelan dan lembut seperti permintaan Bu Via.&amp;nbsp;Kini erangan dan desahan patah-patahnya kembali&amp;nbsp;terdengar. Ia menarik punggungku agar aku lebih dekat ke&amp;nbsp;badannya. Aku maklum. Tentu ia ingin mendapatkan&amp;nbsp;kenikmatan yang maksimal dari gesekan-gesekan bagian&amp;nbsp;tubuh kami yang lain. Dan Bu Via memang benar, begitu&amp;nbsp;dadaku bergesekan dengan buah dadanya, semakin besarlah&amp;nbsp;sensasi kenikmatan yang kudapat. Kurasa demikian juga&amp;nbsp;dengannya, karena jeritannya berubah semakin santer.&amp;nbsp;Apalagi saat aku juga melumat bibir merahnya yang&amp;nbsp;menganga, seperti bibir vaginanya sebelum aku menusukkan&amp;nbsp;penisku di situ. Meskipun jeritannya agak bekurang&amp;nbsp;karena kini mulutnya sibuk saling melumat bersama&amp;nbsp;mulutku, tapi aku semakin sering mendengar ia mengerang&amp;nbsp;dan terengah-engah kenikmatan. Hingga beberapa saat&amp;nbsp;kemudian aku mendengar ia meracau seperti sebelumnya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku.. Ah.. Aku.. Uh.. Yang ketiga.. Aku orgasme, Rud..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahh”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah jeritan panjang itu, matanya terbuka. Tampak&amp;nbsp;sorot matanya puas dan gembira. Kemudian &amp;nbsp;ia berbisik&amp;nbsp;terengah-engah..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku.. Aku.. Sudah cukup, Rud. Saatnya untuk kamu”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tahu yang dia maksudkan, maka kemudian pelan-pelan&amp;nbsp;semakin kugenjot gerakanku dan semakin bertenaga pula.&amp;nbsp;Ia kini membiarkanku melakukan itu. Kurasa Bu Via memang&amp;nbsp;sudah puas mendapatkan orgasme sampai tiga kali. Sekian&amp;nbsp;lama kemudian kurasakan lahar panasku ingin meledak.&amp;nbsp;Penisku berdenyut-denyut enak, menandai bahwa sebentar&amp;nbsp;lagi akan ada ledakan dahsyat yang akan melambungkanku&amp;nbsp;ke awang-awang. Maka aku berusaha menarik penisku dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lubang vaginanya yang nikmat itu. Tapi Bu Via menahan&amp;nbsp;penisku dengan tangan lembutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Biarkan.. Biarkan.. Saja di vaginaku, Rud.. Aku ingin&amp;nbsp;merasakan sensasi cairan hangat itu.. Di vaginaku..&amp;nbsp;Uhh.. Uhh”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka ketika lahar panas dari penisku benar-benar&amp;nbsp;meledak, kubiarkan ia mengendap di sumur vagina milik Bu&amp;nbsp;Via, dengan diiringi teriakan nikmatku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, Bu Via memintaku untuk tetap berada di atas&amp;nbsp;tubuhnya barang sesaat. Dengan lembut ia menciumi&amp;nbsp;bibirku dan tangannya mengusap-usap puting susuku. Aku&amp;nbsp;juga melakukan hal yang sama dengan mengusap-usap buah&amp;nbsp;dadanya yang saat itu basah karena keringat. Dan memang&amp;nbsp;sensasi yang kurasakan luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cooling down yang diinginkan Bu Via itu membuatku merasa&amp;nbsp;seakan-akan aku sudah sangat dekat dengan Bu Via. Aku&amp;nbsp;merasa ia seperti kekasihku yang sudah sering dan sangat&amp;nbsp;lama bermain cinta bersama. Aku merasa sangat dekat.&amp;nbsp;Maka begitu aku merasa sudah cukup, aku menarik penisku&amp;nbsp;yang sebenarnya masih sedikit tegang dari lubang&amp;nbsp;vaginanya. Tampak air muka Bu Via sedikit kacau. Wajahnya berkeringat dan anak rambutnya satu dua&amp;nbsp;menempel di dahinya. Kami kemudian pergi ke kamar mandi&amp;nbsp;pribadinya di kamar itu. Kamar mandinya juga wangi.&amp;nbsp;Sambil bergurau, aku menggodanya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ibu.. Justru kelihatan cantik setelah bercinta”. Ia&amp;nbsp;hanya tertawa mendengar gurauanku.&amp;nbsp;“Memang setelah bercinta denganmu tadi, seluruh&amp;nbsp;pori-poriku seperti terbuka. Aku sedikit capai tapi&amp;nbsp;merasa segar”, jawabnya dengan berbinar-binar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia tampaknya memang puas dengan permainan cinta kami. Di&amp;nbsp;bawah shower, kami membersihkan diri dengan mandi&amp;nbsp;bersama-sama. Kadang-kadang kami saling membersihkan&amp;nbsp;satu sama lain. Ia membersihkan penisku dengan sabun dan&amp;nbsp;aku membersihkan sekitar vaginanya juga. Ia tertawa geli&amp;nbsp;saat aku dengan halus mengusap-usap vaginanya dan rambut&amp;nbsp;kemaluannya yang lebat itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Memek: Dosenku seksi, Cewek jilbab lagi gesek di taman, erangan indah, cerita sensasi ngewe, Sensasi ngewe,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-1957130299037475437?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/1957130299037475437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/1957130299037475437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/ibu-via-dosen-seksi.html' title='Ibu via Dosen Seksi'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-6567936817881970585</id><published>2012-02-06T16:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T16:42:30.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita lucah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Pacarku Akhirnya Mau Ngentot juga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haiii pembaca setia Ceritamemek.blogspot.com …. kenalkan namaku Ryan, umur saat ini 22 tahun, tercatat&amp;nbsp; sebagai mahasiswa sebuah PTS di Bandung. Pengalaman nyata cerita dewasa sex yang akan kuceritakan ini terjadi tiga tahun yang lalu. Sudah lama memang, tapi aku selalu teringat-ingat pengalaman seks tersebut dan tak akan pernah aku melupakan satu nama seorang mahasiswi bernama Cindy. Walau hingga sekarang pun akan selalu kukenang saat-saat indah bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemanan akrabku dengan Cindy karena ia adalah cucu dari ibu kostku. Cindy lebih tua 2 tahun dan dia anak Surabaya, sedang kuliah di Bandung hanya beda kampus denganku. Yang aku tahu, kedua orangtuanya sudah pisah ranjang selama dua tahun (tapi tidak bercerai) dan Cindy ikut tinggal bersama neneknya (ibu kostku) ketika ia masuk kuliah. Mungkin terlalu panjang kalo kuceritakan bagaimana prosesnya hingga kami berpacaran. Aku beruntung punya cewek seperti dia yang wajahnya sangat cantik (pernah dia ditawarin untuk menjadi model), segala yang diidamkan pria melekat pada dia. Kulitnya yang putih, hidung bangir, matanya yang indah dan bening, rambut ikal serta tubuhnya yang sexy padat.. Aku juga nggak tahu kenapa ibu kost menerimaku untuk nge-kost dirumahnya padahal yang kost di rumahnya adalah cewek semua. Mungkin karena ngeliat tampangku seperti orang baik-baik kali ya (hehehe)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal kami berpacaran, Cindy termasuk pelit untuk urusan mesra-mesraan. Jangankan untuk berciuman, minta pegang tangannya saja susahnya minta ampun, ga terbayang deh untuk bisa ngentot dia hehehe… ! Padahal aku termasuk orang yang hypersex, dan aku sering kali melakukan onani untuk melampiaskan nafsu seksku, hingga sekarang. Aku bisa melakukan onani sampai tiga kali sehari. Setiap kali fantasi dan gairah seksku datang, pasti kulakukan kebiasaan jelekku itu. Entah dikamar mandi menggunakan sabun, sambil nonton VCD porno dan seringnya sambil tiduran telungkup di atas kasur sambil kugesek-gesekkan penisku. Aku merasakan nikmat setiap orgasme onani. Back to story, sejak aku dan Cindy resmi jadian, baru dua minggu kemudian dia mau kucium pipinya. Itu pun setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya ia mau juga kucium pipinya yang mulus itu, dan aku selalu ingin merasakan dan mengecup lagi sejak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu malam, ketika waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh, aku, Cindy dan Desi (anak kost yang lain) masih asyik menonton TV di ruang tengah. Sementara ibu kostku serta 3 anak kost yang lain sudah pergi tidur. Kami bertiga duduk diatas permadani yang terhampar di ruang tengah. Desi duduk di depan sementara aku dan Cindy duduk agak jauh dibelakangnya. Lampu neon yang menyinari ruangan selalu kami matikan kalau sedang menonton TV. Biar tidak silau kena mata maksudnya. Atau mungkin juga demi menghemat listrik. Yang jelas, cahaya dari TV agak begitu samar dan remang-remang. Desi masih asyik menonton dan Cindy yang disampingku saat itu hanya mengenakan kaos ketat dan rok mini matanya masih konsen menonton film tersebut. Sesekali saat pandangan Desi tertuju pada TV, tanganku iseng-iseng memeluk pinggang Cindy. Entah Cindy terlalu memperhatikan film hingga tangannya tidak menepis saat tanganku memeluk tubuhnya yang padat. Dia malah memegang rambutku, dan membiarkan kepalaku bersandar di pundaknya. Terkadang kalo pas iklan, Cindy pura-pura menepiskan tanganku agar perbuatanku tidak dilihat Desi. Dan saat film diputar lagi, kulingkarkan tanganku kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I love you, honey….” Bisikku di telinganya.&lt;br /&gt;Cindy menoleh ke arahku dan tanpa sepengetahuan Desi, ia mendaratkan ciumannya ke pipiku. Oh my God, baru pertama kali aku dicium seorang cewek, tanpa aku minta pula. Situasi seperti ini tiba-tiba membuat pikiranku jadi ngeres apalagi saat Cindy meremas tanganku yang saat itu masih melingkar di pinggangnya, dan matanya yang sayu sekilas menoleh ke arah Desi yang masih nongkrong di depan TV. Aman, pikirku.Apalagi ditambah ruangan yang hanya mengandalkan dari cahaya Tv, maka sesekali tanganku meremas payudara Cindy. Cindy menggelinjang, sesekali menahan nafas. Lutut kanannya ditekuk, hingga saat tangan kiriku masuk ke dalam daster bagian bawah yang agak terbuka dari tadi, sama sekali tidak diketahui Desi. Mungkin ia konsen dengan film, atau mungkin juga ia sudah ngantuk karena kulihat dari tadi sesekali ia mengangguk seperti orang ketiduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciumanku kini sedikit menggelora, menelusuri leher Cindy yang putih mulus sementara tangan kiriku menggesek-gesekkan perlahan vagina Cindy yang masih terbungkus celana dalam. Ia mendesah dan mukanya mendongak ke atas saat kurasakan celana dalamnya mulai basah dan hangat. Mungkin ia merasakan kenikmatan, pikirku.Tanganku yang mulai basah oleh cairan vagina Cindy buru-buru kutarik dari dalam roknya, ketika tiba-tiba Desi bangkit dan melihat ke arah kami berdua. Kami bersikap seolah sedang konsen nonton juga.&lt;br /&gt;“Aku ngantuk. Tidur duluan ya….. nih remote-nya!” ujar Desi sambil menyerahkan remote TV pada Cindy.&lt;br /&gt;Desi kemudian masuk ke kamarnya dan mengunci pintu dari dalam. Aku yang tadi agak gugup, bersorak girang ketika Desi hanya pamitan mau tidur. Aku pikir dia setidaknya mengetahui perbuatanku dengan Cindy. Bisa mati aku. Cindy yang sejak tadi diam (mungkin karena gugup juga) matanya kini tertuju pada TV. Aku tahu dia juga pura-pura nonton, maka saat tubuhnya kupeluk dan bibirnya kucium dia malah membalas ciumanku.&lt;br /&gt;“Kita jangan disini Say, nanti ketahuan….” Bisiknya diantara ciuman yang menggelora.&lt;br /&gt;Segera kubimbing tangan Cindy bangkit, setelah mematikan TV dan mengunci kamar Cindy, kuajak dia ke kamar sebelah yang kosong. Disini tempatnya aman karena setiap yang akan masuk ke kamar ini harus lewat pintu belakang atau depan. Jalan kami berjingkat supaya orang lain yang telah tertidur tidak mendengar langkah-langkah kami atau ketika kami membuka dan menutup kunci dan pintu kamar tengah dengan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kukunci dari dalam dan kunyalakan lampu kamar kuhampiri Cindy yang telah duduk di tepi ranjang.&lt;br /&gt;“Aku cinta kamu, Cindy…..” ujarku ketika aku telah duduk disampingnya.&lt;br /&gt;Mata Cindy menatapku lekat.. Sejenak kulumat bibirnya perlahan dan Cindy pun membalas membuat lidah kami saling beradu. Nafas kami kembali makin memburu menahan rangsangan yang kian menggelora. Desahan bibirnya yang tipis makin mengundang birahi dan nafsuku. Kuturunkan ciumanku ke lehernya dan tangannya menarik rambutku. Nafasnya mendesah. Aku tahu dia sudah terangsang, lalu kulepaskan kaosnya. Payudaranya yang padat berisi ditutupi BH berwarna merah tua. Betapa putih kulitnya, mulus tak ada cacat. Kemudian bibir kami pun berciuman kembali sementara tanganku sibuk melepaskan tali pengikat BH, dan sesaat kemudian kedua payudaranya yang telah mengeras itu kini tanpa ditutupi kain sehelai pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuusap kedua putingnya, dan Cindy pun tersenyum manja.&lt;br /&gt;“Ayo Yan, lakukanlah….” Ujarnya.&lt;br /&gt;Tak kusia-siakan kesempatan ini, dan mulai kujilati payudaranya bergantian. Sementara tangan Cindy membantu tanganku melepaskan kemeja yang masih kukenakan. Kukecup putingnya hingga dadanya basah mengkilap. Betapa beruntungnya aku bisa menikmati semua yang ada ditubuhnya. Tangan kananku yang nakal mulai merambah turun masuk ke dalam roknya, dan kugesek-gesekkan pelan di bibir vaginanya. Cindy menggelinjang menahan nikmat, sesekali tangannya juga ikut digesek-gesekkan kesekitar vaginanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya mendesah menahan kenikmatan. Matanya terpejam, Sebentar kemudian vaginanya mulai sedit basah. Dan kami pun mulai melepaskan celana kami masing-masing hingga tubuh kami benar-benar polos. Betapa indahnya tubuh Cindy, apalagi ketika kulihat vaginanya yang terselip diantara kedua selangkangannya yang putih mulus.&lt;br /&gt;“Wah.. punyamu oke Cindy, Ok’s banget…” ujarku terpana&lt;br /&gt;Begitu mulus memang,ditambah dengan bulu-bulu lebat disekitar bagian sensitifnya.&lt;br /&gt;“Burungmu juga besar dan bertenaga. Aku suka Yan….” Balasnya sambil tangannya mencubit pelan kemaluanku yang sudah tegak dari tadi.&lt;br /&gt;“Come on Honey….” Pintanya menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu Cindy sudah begitu terangsang maka kemudian kusuruh Cindy berbaring di atas kasur. Dan aku baringkan tubuhku terbalik, kepalaku berada di kakinya dan sebaliknya(posisi 69). Kucium ujung kakinya pelan dan kemudian ciumanku menuju hutan lebat yang ada diantara kedua selangkangannya. Kukecup pelan bibir vaginanya yang sudah basah, kujilat klitorisnya sementara mulut Cindy sibuk mengocok-ngocok kemaluanku. Bibir vaginanya yang merah itu kulumat habis tak tersisa. Ehm, betapa nikmatnya punyamu Cindy, pikirku. Ciumanku terus menikmati klitoris Cindy, hingga sekitar vaginanya makin basah oleh cairan yang keluar dari vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua jari tanganku aku coba masukkan lubang vaginanya dan kurasakan nafas Cindy mendesah pelan ketika jariku kutekan keluar masuk.&lt;br /&gt;“Ahh… nikmat Yannn…ahhhh…” erangnya.&lt;br /&gt;Kugesek-gesekkan kedua jariku diantara bibir klitorisnya dan Cindy makin menahan nikmat. Selang 5 menit kemudian kuhentikan gesekkan tanganku, dan kulihat Cindy sedikit kecewa ketika aku menghentikan permainan jariku.&lt;br /&gt;“Jangan sedih Say, aku masih punya permainan yang menarik, okay?”&lt;br /&gt;“Oke. Sekarang aku yang mengatur permainan ya?” ujarnya.&lt;br /&gt;Aku mengangguk.Jujur saja, aku lebih suka kalau cewek yang agresif.Cindy pun bangkit, dan sementara tubuhku masih terbaring di atas kasur.&lt;br /&gt;“Aku di atas, kamu dibawah, okay? Tapi kamu jangan nusuk dulu ya Say?”&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawabanku tubuh Cindy menindih tubuhku dan tangan kanannnya membimbing penisku yang telah berdiri tegak sejak tadi dan blessss…….ah,Cindy merasa bahagia saat seluruh penisku menembus vaginanya dan terus masuk dan masuk menuju lubang kenikmatan yang paling dalam. Dia mengoyang-goyangkan pantatnya dan sesekali gerakannya memutar, bergerak mundur maju membuat penisku yang tertanam bergerak bebas menikmati ruang dalam “gua”-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cindy mendesah setiap kali pantatnya turun naik, merasakan peraduan dua senjata yang telah terbenam di dalam surga.Tanganku meremas kedua payudara Cindy yang tadi terus menggelayut manja. Rambutnya dibiarkan tergerai diterpa angin dingin yang terselip diantara kehangatan malam yang kami rasakan saat ini. Kubiarkan Cindy terus menikmati permainan ini. Saat dia asyik dengan permainannya kulingkarkan tanganku dipinggangnya dan kuangkat badanku yang terbaring sejak tadi kemudian lidah kami pun beradu kembali.&lt;br /&gt;“Andainya kita terus bersama seperti ini, betapa bahagianya hidupku ini Cindy ” bisikku pelan&lt;br /&gt;“Aku juga, dan ku berharap kita selalu bersama selamanya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit berlalu, kulihat gesekan pinggang Cindy mulai lemah. Aku tahu kalau dia mulai kecapekan dan aku yang mengambil inisiatif serangan. Kutekan naik turun pinggangku, sementara Cindy tetap bertahan diam. Dan suara cep-clep-clep… setiap kali penisku keluar masuk vaginanya.&lt;br /&gt;“Ahh terusss Yannnnn….terusss…nikmattttt…ahh…ahhhh….” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Cindy, dan aku pun makin menggencarkan seranganku.&lt;br /&gt;Ingin kulibas habis semua yang ada dalam vaginanya. Suara ranjang berderit, menambah hot permainan yang sedang kami lakukan. Kutarik tubuh Cindy tanpa melepaskan penisku yang sedang berlabuh dalam vaginanya dan kusuruh dia berdiri agar kami melakukan gerakan sex sambil berdiri.&lt;br /&gt;“Kamu punya banyak style ya say?” katanya menggoda.&lt;br /&gt;“Iya dong, demi kepuasan kamu juga” jawabku sambil mulai menggesek-gesekan pebisku kembali.&lt;br /&gt;“Ahh teruss…terusss……” desah Cindy ketika penisku berulang kali menerobos vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupeluk tubuh Cindy erat sementara jari tangan kirinya membelai lembut bulu-bulu vaginanya, dan sesekali membantu penisku masuk kembali setiap kali terlepas. Keringat membasahi tubuh kami. Lehernya yang mulus kucium pelan, sementara nafas kami mulai berdegup kencang.&lt;br /&gt;“Yan, keteteran nih, mau klimaks. Jangan curang dong….”&lt;br /&gt;“Oke, tahan dulu Cindy” dan kucabut batang penisku yang telah basah sejak tadi.&lt;br /&gt;Kusuruh Cindy nungging di ranjang, sementara tanganku mengarahkan penisku yang telah siap masuk kembali. Dan kumasukkan sedikit demi sedikit hingga penisku ambles semua ke dalam surga yang nikmat.&lt;br /&gt;“Ah…tekan Yan…enaaaakkkkk…terusssss Yannn….” Erangnya manja setiap kali penisku menari-nari di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;Tanganku memegang pinggangnya agar gerakanku teratur dan penisku tidak terlepas,.&lt;br /&gt;“Ohh…nikmat sekali Yan….teruss….terusss……” desahnya.&lt;br /&gt;Betapa nikmatnya saat-saat seperti ini…dan terus kuulang sementara mulut kami mendesah merasakan kenikmatan yang teramat sangat setiap kali penisku mempermaikan vaginanya.&lt;br /&gt;“Yan….aku mo keluar nih…..udah ngga tahan….ahhh….ahhhh….” ujar Cindy tiba-tiba.&lt;br /&gt;“Tahan Cin, aku juga hampir sampai….” aku menekan-nekan penisku kian cepat,sehingga suara ranjang ikut berderit cepat.&lt;br /&gt;Dan kurasakan otot-otot penisku mengejang keras dan cairan spermaku berkumpul dalam satu titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku keluar sekarang Cin….” penisku kucabut dari lubang vaginanya dan Cindypun seketika membalikkan badan dan menjulurkan lidahnya, mengocok-ngocok batang penisku yang kemerahan dan saat kurasakan aku tak mampu menahan lagi kutaruh penisku diantara kedua belah payudaranya dan kedua tangan Cindy pun menggesek-gesekkan payudaranya yang menjepit batang kemaluanku dan….croott…crooottt… spermaku jatuh disekitar dada dan lehernya Sebagian tumpah diatas sprei. Cindy menjilati penisku membersihkan sisa-sisa spermaku yang masih ada.&lt;br /&gt;“Kamu ternyata kuat juga Say, aku hampir tak berdaya dihadapanmu” kubelai rambut Cindy yang sudak acak-acakan tak karuan.&lt;br /&gt;“Aku juga ngga nyangka kamu sehebat ini Yan….”desahnya manja .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sudah menunjukkan setengah satu malam Dan setelah kami istirahat sekitar lima belas menit, kami memakai pakaian kami kembali dan membereskan tempat tidur yang sudah berantakan. Dan tak lama kemudian kami pun pergi tidur dikamar masing-masing melepaskan rasa lelah setelah kami ‘bermain” tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kisahku dengan Cindy, setiap hari kami selalu melakukannya setiap kali kami ingin dan ada kesempatan. Kami melakukannya di kamar sebelah kalau malam hari, kamar kostku, atau bahkan dikamar mandi (sambi mandi bareng disaat rumah kost kosong hanya ada kami berdua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu hari Cindy harus pindah ke luar kota ikut kedua orang tuanya yang telah berbaikan lagi. Aku benar-benar kehilangan dia, dan ingin kuterus bersamanya. Pernah beberapa kali kususul ke tempatnya yang baru dan kami melakukannya berkali-kali di hotel tempat kami menginap. Tanggal 27 November 1998, tiba-tiba kuterima surat dari Cindy yang mengabarkan bahwa ia akan menikah dengan orang yang dipilihkan orang tuanya dan aku benar-benar kehilangan dia, aku sungguh sabgat mencintai dia….. Sekarang, setiap kali aku melakukan masturbasi, fantasiku selalu melayang mengingat saat-saat terindah kami melakukan hubungan seks pertama kali dikamar sebelah itu. Ingin rasanya aku ulangi saat-saat indah itu…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-6567936817881970585?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6567936817881970585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6567936817881970585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/pacarku-akhirnya-mau-ngentot-juga.html' title='Pacarku Akhirnya Mau Ngentot juga'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-2097915076429910002</id><published>2012-02-06T16:39:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T16:39:22.151-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vidio bokep'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Diperkosa Di Rumah Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diperkosa Di Rumah Sendiri, Aku adalah wanita berumur 25 tahun, sekarang aku tinggal sendirian di rumahku yang terletak di salah satu komplek yang disebut sebagian orang sebagai komplek orang berduit di wilayah Jakarta. Aku adalah janda tanpa anak, suamiku telah meninggal enam bulan yang lalu karena kecelakaan. Saat itu usia perkawinan kami baru menginjak tahun kedua. Rumah yang kutempati ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli rumah ini atas namaku. “Sebagai bukti ketulusan sayangku padamu” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah di komplekku terbilang saling berjauhan karena masing-masing rumah memiliki pekarangan yang luas. Hidup di Jakarta menyebabkan aku juga tidak begitu mengenal tetanggaku. Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering aku merasa kesepian tinggal sendiri di rumah ini, tapi aku tidak mau menggunakan jasa pramuwisma, aku ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri. Alasanku pada mama sih biar aku ada kesibukan di rumah, rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku pulang agak larut karena baru pulang dari acara ulang tahun temanku. Setelah mengunci pintu depan aku mencari-cari kontak lampu karena suasana rumahku masih gelap. Aku berangkat dari tadi siang untuk bantu-bantu di acara ulang tahun tersebut. Begitu lampu menyala, aku langsung menuju kamarku untuk mengganti baju yang kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melepaskan seluruh pakaianku lalu menyimpan baju kotorku di keranjang yang memang kusediakan di kamar untuk pakaian kotor. Sungguh aku sekarang telanjang bulat. Aku merasa sendiri di rumahku sehingga aku merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur dalam keadaan telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanku. Selesai mandi rasanya badanku terasa segar. Kemudian duduk santai menonton TV di ruang tengah sambil minum susu hangat. Aku hanya melilitkan handuk pada badanku, sambil mengeringkan rambutku dengan kipas angin aku buka channel TV sana-sini. Acaranya tidak ada yang menarik hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng aku menonton film BF koleksi suamiku. Aku pernah protes padanya karena dia menonton film begituan. Dia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia mencari style bercinta untukku. Di film itu pria bule sedang mencumbu seorang wanita asia yang kelihatannya begitu menikmati cumbuan dari pri bule. Aku sedikit terangsang melihat adegan itu, seandainya suamiku masih ada….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melepaskan handuk yang melilit badanku, lalu mengelus-elus payudaraku sendiri dengan lembut. Payudaraku memang tidak begitu besar, tapi suamiku selalu memujiku dengan sebutan montok. Untuk urusan mengurus badan, aku memang agak telaten. Karena bagiku kecantikan wanita dan kemulusan badan itu adalah harga mati. Aku tidak menyadari sama sekali kalau ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuelus-elus buah dadaku dengan lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak, rasanya aku ingin berlama-lama, matakupun tak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan, tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya. Tanganku perlahan-lahan turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku, aku pun merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terangsang sekali, liang vaginaku sudah dibanjiri oleh lendir yang keluar membasahi bibir vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri hingga aku pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu. Badanku melengkung merasakan kenikmatan, kukangkangkan pahaku semakin lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Liang vaginaku sudah benar-benar basah oleh lendir yang licin hingga dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku. Kini jari tangan kiriku sudah tidak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding vaginaku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh G-spot, punggung dan kepalaku jadi tersandar kuat pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku melayang-layang dengan kenikmatan tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam vaginaku pun makin kupercepat pula. Untuk menyongsong orgasmeku yang segera tiba, kurasakan kedutan bibir vaginaku yang tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam liang senggamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding vaginaku. Aku serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah cairan maniku yang mengalir deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AHH……..” aku terpekik, lalu tubuhku bergetar hebat. Setelah beberapa detik baru terasa badanku seperti lemas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terpejam sambil menikmati rasa indah yang menjalar di sekujur badanku, tiba-tiba tersa ada benda dingin menempel di leherku. Mataku sedikit terbuka, lalu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Diam atau lehermu akan terluka.” Suara seorang laki-laki terdengar mengejutkanku. Jantungku rasanya hampir berhenti menyadari ada pria yang menempelkan pisau ke leherku, dan aku dalam keadaan telanjang……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam tak berdaya ketika dia berusaha mengikat tanganku. Aku takut kalau dia merasa terancam, maka dia akan membunuhku. Matanya jelalatan melihat tubuhku yang tidak tertutup sehelai kain. Terbersit penyesalan dalam hatiku, kenapa aku sangat gegabah. Bagaimana dia masuk ke dalam rumah ini, dan apa yang akan mereka lakukan. Segala macam perasaan dalam diriku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He.. he.. he… cantik, ijinkan aku untuk membantumu menyelesaikan hasrat terpendam dalam dirimu.” Lelaki itu duduk disampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah cantik…. Sekarang Abang akan memuaskanmu.” Laki-laki yang memanggil dirinya Abang kemudian dengan kalemnya dia raih tangan dan pinggangku untuk memelukku. Antara takut dan marah, aku masih berontak dan berusaha melawan. Kutendangkan kakiku ke tubuhnya sekenanya, tetapi.. Ya ampuunn.. Dia sangat tangguh dan kuat bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu berpostur tinggi pula dan mengimbangi tinggiku, dan usianya yang aku rasa tidak jauh beda dengan usia suamiku disertai dengan otot-otot lengannya yang nampak gempal saat menahan tubuhku yang terus berontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku. Aku setengah dibantingkannya ke ranjang. Dan aku benar-benar terbanting. Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. Aku meraung, menangis dan berteriak sejadi-jadinya, tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku karena mereka membekap mulutku. hingga akhirnya, sehingga aku menyadari tidak ada gunanya lagi berontak maupun berteriak. Sesudah itu dia tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha menenangkan aku, dengan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam desahnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah cantik, jangan lagi memberontak. Percuma khan, jarak antar rumah di komplek ini cukup berjauhan. Lagian kalaupun ada yang tahu mereka tidak akan berani menggangu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir. Laki-laki ini seakan-akan sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dengan tersenyum dia benamkan wajahnya ke ketiakku. Dia menciumi, mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan kemudian pindah ke kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah. Tangan-tangannya menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku, punggungku, dadaku. Tangannya juga meremas-remas susuku. Dengan jari-jarinya dia memilin puting-puting susuku. Disini dia melakukannya mulai dengan lembut dan demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir bisa menundukkan aku dengan caranya yang demikian itu. Aku terus berontak dalam geliat.. Tetapi aku bagaikan mangsa yang siap diterkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi. Tak ada suara dari mulutku yang tersumpal. Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar. Aku merasa sakit atas ketidak adilan yang sedang kulakoni. Kini lelaki itu menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu cantik banget….. ” dia berusaha menenangkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menciumi tepian bibirku yang tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut. Betapa aku dilanda perasaan malu yang amat sangat. Hanya suamiku yang melihat auratku selama ini, tiba-tiba ada seorang lelaki asing yang demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan betisku, pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat hingga kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ah…..” Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga tidak begini suamiku selama ini. Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas. Kemudian aku merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah itu sangat pelan menyapu dan sangat lembut. Darahku berdesir. Duniaku seakan-akan berputar dan aku tergiring pada tepian samudra yang sangat mungkin akan menelan dan menenggelamkan aku. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak mampu kulawan. Aku merasakan lidah-lidah lelaki ini seakan menjadi seribu lidah. Seribu lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu lidah lelaki inilah yang menyeretku ke tepian samudra kemudian menyeret aku untuk tertelan dan tenggelam. Aku tak bisa pungkiri. Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yang sangat dalam.. Aku sedang terseret dan tenggelam dalam samudra nafsu birahiku. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku yang telah enam bulan tidak terlampiaskan semenjak suamiku meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat kombinasi lidah yang menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yang mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku, aku semakin tak mampu menyembunyikan rasa nikmatku. Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan dari balik kain yang menyumpal mulutku. Dan saat kombinasi olahan bibir dan lidah dipadukan dengan bukan lagi sentuhan tetapi remasan pada kemaluanku, desahanku berganti dengan rintihan yang penuh derita nikmat birahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu tiba-tiba mrenggut sumpal mulutku.Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah, sayang.. mendesahlah.. merintihlah.. Puaskan aku…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendesah dan merintih sangat histeris. Kulepaskan dengan liar derita nikmat yang melandaku. Aku kembali menangis dan mengucurkan air mata. Aku kembali berteriak histeris. Tetapi kini aku menangis, mengucurkan air mata dan berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku. Aku meronta menjemput nikmat. Aku menggoyang-goyangkan pinggul dan pantatku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mampu mengendalikan diriku lagi. Aku bergoncang-goncang mengangkat pantatku untuk mendorong dan menjemputi bibirnya karena kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku dilanda nafsu birahi. Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah lelaki ini membuatku seakan-akan menggigil dan gemetar lupa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masukin… bang.. auh… aku gak tahan…..” aku mendesah tidak karuan. Akhirnya karena tak mampu aku menahannya lagi aku merintih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintihan itu membuat lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih bibirnya. Aku rakus menyedotinya. Aku berpagut dengan pemerkosaku. Aku melumat mulutnya. Aku benar-benar dikejar badai birahiku. Aku benar-benar dilanda gelombang syahwatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku betul-betul tidak sabar menunggu dia melepas pakaiannya. Aku masih berkelojotan diranjang. Dan kini aku benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku pula. Aku benar-benar berharap karena sudah tidak tahan merasakan badai birahiku yang demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang sama sekali diluar dugaanku. Aku sama sekali tak menduga, karena memang aku tak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan lelaki ini demikian gedenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ingin tanganku meraihnya, namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang ini. Yang akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang ambon gede dan panjang yang sedang dipaksakan untuk menembusi memekku. Aku menjerit tertahan. Tak lagi aku sempat memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ini sudah langsung menerkam kembali bibirku. Dia kini berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku. Kini aku dihadapkan kenyataan betapa besar kontol di gerbang kemaluanku saat ini. Aku sendiri sudah demikian dilanda birahi dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku.Cairan-cairan kewanitaanku membantu kontol itu memasuki kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Blesek……..Blesek………. Ohh…… Kenapa sangat nikmat begini…….. Oh aku sangat merindukan kenikmatan ini…..” Aku semakin meracau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar kontol lelaki ini sungguh menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku rasanya terlempar melayang kelangit tujuh. Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau dan mendesah dan merintih dan mengerang dan.. Aku bergoncang dan bergoyang tak karuan…. Orgasmeku dengan cepat menghampiri dan menyambarku. Aku kelenger dalam kenikmatan tak terhingga.. Aku masih kelenger saat dia mengangkat salah satu tungkai kakiku untuk kemudian dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti hingga akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auh………. AHH…… “ aku menjerit merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar di sekujur tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami langsung roboh. Hening sesaat. Aneh, aku tak merasa menyesal, tak merasa khawatir, tak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yang sangat longgar. Aku merasakan seakan menerima sesuatu yang sangat aku rindukan selama ini. Apakah aku memang hipersex atau memang karena lelaki ini memang tangguh dan pandai bercinta. Ah aku tidak mau berfikir lagi.. Akupun tertidur kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok pagi aku terbangun dengan badan sedikit pegal-pegal. Tidak ada tanda-tanda dia masih ada di rumah. Dan kuperiksa tidak ada barang yang hilang. Apakah dia memang datang untuk memperkosaku?…. kadang-kadang aku masih inigin melakukan hal yang sama. Aku merindukan kontolnya yang telah membuatku mencapai kenikmatan tertinggi dalam bercinta. Dimanakah kamu………&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-2097915076429910002?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2097915076429910002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2097915076429910002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/diperkosa-di-rumah-sendiri.html' title='Diperkosa Di Rumah Sendiri'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-5658697473962968807</id><published>2012-02-06T16:37:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T16:37:41.449-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Ika Gadis Bandung Yang Genit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita dewasa ini bermula waktu umurku masih 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-­temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek&amp;nbsp; cantik sexy yang dengan sukahati menempel padaku. Aku sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang tuaku maupun orang tuanya sudah setuju kami nanti menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat kos-ku dan tempat kos-nya hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar kosnya. Walaupun demikian bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas dengannya. Dalam masalah pacaran, kami sudah saling cium-ciuman, gumul-gumulan, dan remas-remasan. Namun semua itu kami lakukan dengan masih berpakaian. Toh walaupun hanya begitu, kalau “voltase’-ku sudah amat tinggi, aku dapat ‘muntah” juga. Dia adalah seorang yang menjaga keperawanan sampai dengan menikah, karena itu dia tidak mau berhubungan sex sebelum menikah. Aku menghargai prinsipnya tersebut. Karena aku belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku belum pernah merasakan memek perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali kolokan, dia juga seorang penakut, sehingga sampai jam 10 malam minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya. Sampai dia berangkat tidur. aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia belajar atau mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya sendiri berukuran cukup besar, yakni 3mX6m. Kamar sebesar itu disekat dengan triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan ukuran 3mX3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain korden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lbu kost-nya mempunyai empat anak, semua perempuan. Semua manis-manis sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda. Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3 SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih di SMP. Menurut desas-desus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama adalah karena hamil duluan. Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai prestasi. Nama panggilannya Ika. Dia dikabarkan sudah pernah hamil dengan pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang playgirl. Walaupun sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng dan menggoda laki-laki lain yang kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng dan bersikap genit dalam menyapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lka memang mojang Sunda yang amat aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm. Kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi. Pinggangnya ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung. Pinggulnya besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan montoknya. Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang sudah terbentuk sedemikian indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. Lehernya jenjang. Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis yang sexy dan sensual, sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu membuat garis baru, tinggal mengikuti batas bibir yang sudah ada. Rambutnya lebat yang dipotong bob dengan indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Ika sedang mengobrol dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas ‘you can see’ dan rok span yang pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob, ngapel ke Mbak Dina? Wah… sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya mau bikin tugas,” sapa Ika dengan centilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He… masa?” balasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya… Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas Bob,” kata Ika dengan senyum menggoda. Edan! Cewek Sunda satu ini benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku tidak menolak nih, he-he-he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, neng Ika macam-macam saja…,” tanggapanku sok menjaga wibawa. “Kak Dai belum datang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika memanggilnya Kak Dai. Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor. Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum obat saja. Dan pulang kuliah sampai malam hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk ngobrol. Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya kesempatan belajar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah… dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan teman Mas Bob buat menemani Ika dong, biar Ika tidak kesepian… Tapi yang keren lho,” kata Ika dengan suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda mi. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hat yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neng Ika ini… Nanti Kak Dainya ngamuk dong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak Dai kan tidak akan tahu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan Sunda macam Ika ini memang enak ditiduri. Enak digenjot dan dinikmati kekenyalan bagian-bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai memo dari Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi memo tadi. ‘Mas Bobby, gue ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan Wiwin. Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak pulang. Gue tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengambil bukuku yang sehari-harinya kutinggal di tempat kos Di. Sambil menyetel radio dengan suara perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ sampai jam sepuluh malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan luar. Tok-tok-tok…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di depan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Di… Mbak Dina…,” terdengar suara Ika memanggil-manggil dan luar. Aku membuka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Dina sudah pulang?” tanya Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum. Hari ini Dina tidak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau pinjam kalkulator, mas Bob. Sebentar saja. Buat bikin pe-er.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ng… bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beres deh mas Bob. Ika berjanji,” kata Ika dengan genit. Bibirnya tersenyum manis, dan pandang matanya menggoda menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan kalkulatorku pada Ika. Ketika berbalik, kutatap tajam-tajam tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya yang melebar dan montok itu menggial ke kiri-kanan, seolah menantang diriku untuk meremas­-remasnya. Sialan! Kontholku jadi berdiri. Si ‘boy-ku ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak digenjot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Ika, sesaat aku tidak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang tidak-tidak itu. Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tok-tok-tok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… Mas Bob…,” terdengar Ika memanggil lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kubuka. Mendadak kontholku mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Ika dengan senyum genitnya. Bajunya bukan atasan ‘you can see’ yang dipakai sebelumnya. Dia menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan ikatan tali ke pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat. Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam dan batik bajunya. Sepertinya dia tidak memakai BH. Juga, bau harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam ini tidak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Ika menyempatkan diri memakai parfum. Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kalkulatornya, Mas Bob,” kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah selesai. Neng Ika?” tanyaku basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah Mas Bob, namun boleh Ika minta diajari Matematika?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“0, boleh saja kalau sekiranya bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk dan membuka buku matematika di atas meja tamu yang rendah. Ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan sebuah meja pendek dengan di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup dengan sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini mas Bob, Ika ada soal tentang bunga majemuk yang tidak tahu cara penyelesaiannya.” Ika mencari-cari halaman buku yang akan ditanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu halaman itu ditemukan, mataku mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Ika tidak memakai bra. Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan payudaranya kelihatan sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah. Kontholku terasa mengeras dan sedikit berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman yang dicari ketemu. Ika dengan centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian Ika menghitungnya. Sambil menunggu Ika menghitung, mataku mencuri pandang ke buah dada Ika. Uhhh… ranum dan segarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur?” tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya tidak aku tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu Ika bermain-main kalkulator tadi,” jawab Ika dengan tatapan mata yang menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasratku mulai naik. Kenapa tidak kusetubuhi saja si Ika. Mumpung sepi. Orang-orang di rumahnya sudah tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati lampunya. Berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan melawanku? jangan-jangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku. Soal tanya Matematika, itu hanya sebagai atasan saja. Bukankah dia menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang memamerkan separuh payudaranya? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau tidak menyodorkan din?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… ini benar nggak?” tanya Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu yang tengah berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya. Tiba-tiba Ika lebih mendekat ke arahku, seolah mau memperhatikan hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat. Akibatnya… gumpalan daging yang membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak, namun ketika dia lebih menekanku terasa lebih kenyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sengaja lenganku kutekankan ke payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ih… Mas Bob nakal deh tangannya,” katanya sambil merengut manja. Dia pura-pura menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lka cemberut. Dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali membetulkan yang kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpura-pura saja. Aku merasa semakin ditantang. Kenapa aku tidak berani? Memangnya aku impoten? Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian. Dia menyempatkan pakai parfum. Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan gundukan payudara. Dia sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya. Tinggal aku yang jadi penentunya, mau menyia-siakan kesempatan yang dia berikan atau memanfaatkannya. Kalau aku menyia-siakan berarti aku band!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun bangkit. Aku berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku pura-pura mengawasi dia dalam mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya benar-benar mulus, tanpa goresan sedikitpun. Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak licin mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku menempelkan kontholku yang menegang ke punggungnya. Ika sedikit terkejut ketika merasa ada yang menempel punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ih… Mas Bob jangan begitu dong…,” kata Ika manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah… udah-udah… Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lka cemberut. Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah tampak menggemaskan. Sungguh sedap sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat. Ika berpura-pura meneruskan pekerjaannya. Aku semakin berani. Kontholku kutekankan ke punggungnya yang kenyal. Ika menggelinjang. Tidak tahan lagi. tubuh Ika kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumat-lumat, sementara kulit punggungnya kuremas-remas. Bibir Ika mengadakan perlawanan, mengimbangi kuluman-­kuluman bibirku yang diselingi dengan permainan lidahnya. Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA sudah sangat mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah ke lehernya yang jenjang. Bau harum terpancar dan kulitnya. Sambil kusedot-sedot kulit lehernya dengan hidungku, tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang tidak dilindungi bra itu terasa kenyal dalam remasan tanganku. Kadang-kadang dan batik kain licin baju atasannya, putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan jari-jari tanganku. Puting itu terasa mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob Mas Bob buka baju saja Mas Bob…,” rintih Ika. Tanpa menunggu persetujuanku, jari-jari tangannya membuka Ikat pinggang dan ritsleteng celanaku. Aku mengimbangi, tall baju atasannya kulepas dan baju tersebut kubebaskan dan tubuhnya. Aku terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun. Buah dadanya yang padat membusung dengan indahnya. Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, payudaranya kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya berwarna pink kecoklat-coklatan, sementara puncak bukit payudara di sekitarnya berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celana panjang yang sudah dibuka oleh Ika kulepas dengan segera. Menyusul. kemeja dan kaos singlet kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Ika tertutup oleh rok span ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan bagusnya. Ika pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah bawah perutnya, celana dalam itu tidak mampu menyembunyikan warna hitam dari jembut lebat Ika yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai jembut Ika tampak keluar dan lobang celana dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lka memandangi dadaku yang bidang. Kemudian dia memandang ke arah kontholku yang besar dan panjang, yang menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Perlahan aku mendekatkan badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil mengulum kembali bibirnya yang hangat. Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk leherku sambil membalas kuluman di bibirnya. Payudaranya pun menekan dadaku. Payudara itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras terasa benar menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciumanku berpindah ke leher Ika. Leher mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli dengan bibir dan hidungku. Ika mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi segenap pori-pori kulit lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahhh… Mas Bob… Ika sudah menginginkannya dari kemarin… Gelutilah tubuh Ika… puasin Ika ya Mas Bob…,” bisik Ika terpatah-patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyambutnya dengan penuh antusias. Kini wajahku bergerak ke arah payudaranya. Payudaranya begitu menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar terpancar dan pori-porinya. Agaknya Ika tadi sengaja memakai parfum di sekujur payudaranya sebelum datang ke sini. Aku menghirup kuat-kuat lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. Kemudian wajahku kugesek-gesekkan di kedua bukit payudara itu secara bergantian, sambil hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit payudara. Puncak bukit payudara kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot kuat-kuat payudara itu sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku menjadi sebesar-besarnya. Ika menggelinjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… ngilu… ngilu…,” rintih Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit payudara sebelah kirinya dengan gemasnya, sementara puting payudara kanannya kumainkan dengan ujung lidahku. Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi. Kemudian secara mendadak kusedot kembali payudara kanan itu kuat-kuat. sementara jari tanganku menekan dan memelintir puting payudara kirinya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang seperti ikan belut yang memburu makanan sambil mulutnya mendesah-desah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh mas Booob… ssshh… ssshhh… ngilu mas Booob… ssshhh… geli… geli…,” cuma kata-kata itu yang berulang-ulang keluar dan mulutnya yang merangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak puas dengan hanya menggeluti payudara kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti payudara kiri. sementara tanganku meremas-remas payudara kanannya kuat-kuat. Kalau payudara kirinya kusedot kuat-kuat. tanganku memijit-mijit dan memelintir-pelintir puting payudara kanannya. Sedang bila gigi dan ujung lidahku menekan-nekan puting payudara kiri, tanganku meremas sebesar-besarnya payudara kanannya dengan sekuat-kuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Booob… kamu nakal…. ssshhh… ssshhh… ngilu mas Booob… geli…” Ika tidak henti-hentinya menggelinjang dan mendesah manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan payudara, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut Ika yang rata dan berkulit amat mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya. Aku pun berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya. Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke belakang dan meremas-remas pantatnya yang melebar dan menggembung padat. Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi pantatnya itu. Perlahan­-lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas. Dan dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-kanan bibir luar memeknya. Tanganku pun mengelus-elus memeknya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika berinisiatif meremas-remas payudaranya sendiri. Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke memeknya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku mempermainkan puting payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Au Mas Bob… shhhhh… betul… betul di situ mas Bob… di situ… enak mas… shhhh…,” Ika mendesah-desah sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata. Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan lubang anus sampai ke kelentitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh memek Ika. Terasa benar bahkan dinding vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya. Sesekali pinggulnya bergetar. Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Booob… enak sekali mas Bob…,” Ika mengerang dengan kerasnya. Aku segera memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang memeknya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena ‘G-spot’-nya. Dan berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auwww… mas Bob…!” jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam memek terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf penciumanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Ika dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Ika. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya. Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah serta kuisap-isap perlahan, Ika semakin keras merintih-rintih bagaikan orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… mas Bob… mas Bob…,” hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Ika karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan jari-jariku dan lidahku di memeknya semakin bertambah ganas. Ika sambil mengerang­-erang dan menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… Ika sudah tidak tahan lagi… Masukin konthol saja mas Bob… Ohhh… sekarang juga mas Bob…! Sshhh. . . ,“ erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Ika terlebih dahulu. Aku mau membuatnya orgasme, sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dan memeknya. Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam memeknya semakin kupercepat. Gerakan jari tanganku yang di dalam memeknya ke atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding atasnya secara perlahan-lahan. Sementara ibu jariku mengusap-usap dan menghentak-hentak kelentitnya. Gerakan jari tanganku di memeknya yang basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk… Sementara dan mulut Ika keluar pekikan-pekikan kecil yang terputus-putus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah-ah-ah-ah-ah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku semakin memperdahsyat kocokan jari-jariku di memeknya, sambil memandangi wajahnya. Mata Ika merem-melek, sementara keningnya berkerut-kerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dan kocokan jariku di memeknya semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Dua menit sudah si Ika mampu bertahan sambil mengeluarkan jeritan-jeritan yang membangkitkan nafsu. Payudaranya tampak semakin kencang dan licin, sedang putingnya tampak berdiri dengan tegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya tubuh Ika mengejang hebat. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi. Matanya membeliak-­beliak. Dan bibirnya yang sensual itu keluar jeritan hebat, “Mas Booo00oob …!“ Dua jariku yang tertanam di dalam vagina Ika terasa dijepit oleh dindingnya dengan kuatnya. Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam vaginanya, dan sela-sela celah antara tanganku dengan bibir memeknya terpancarlah semprotan cairan vaginanya dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt! Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian Ika terbaring lemas di atas karpet. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di vaginanya pun kuhentikan. Kubiarkan jari tertanam dalam vaginanya sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan kucabut dan memeknya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun kubersihkan dengan kertas tissue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan kontholku belum juga mau berkurang. Apalagi tubuh telanjang Ika yang terbaring diam di hadapanku itu benar-benar aduhai. seolah menantang diriku untuk membuktikan kejantananku pada tubuh mulusnya. Aku pun mulai menindih kembali tubuh Ika, sehingga kontholku yang masih di dalam celana dalam tergencet oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Sementara bibirku mengulum-kulum kembali bibir hangat Ika, sambil tanganku meremas-remas payudara dan mempermainkan putingnya. Ika kembali membuka mata dan mengimbangi serangan bibirku. Tubuhnya kembali menggelinjang-gelinjang karena menahan rasa geli dan ngilu di payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas melumat-lumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Ika yang mulus dan harum hingga akhirnya mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti belahan payudaranya yang berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku meremas-remas kedua belah payudaranya. Segala kelembutan dan keharuman belahan dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang terpancar dan belahan payudara itu kuhirup kuat-kuat dengan hidungku, seolah tidak rela apabila ada keharuman yang terlewatkan sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan payudara itu. Kemudian bibirku bergerak ke atas bukit payudara sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang membusung dengan gagahnya itu. Dan kumasukkan puting payudara di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku menyedot-sedot puting payudara kiri Ika. Kumainkan puting di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak bukit payudara di sekitar puting yang berwarna coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah… ah… mas Bob… geli… geli …,“ mulut indah Ika mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. bagaikan desisan ular kelaparan yang sedang mencari mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremas-remas payudara kanan Ika yang montok dan kenyal itu. Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada putingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… hhh… geli… geli… enak… enak… ngilu… ngilu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin gemas. Payudara aduhai Ika itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit payudara kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang kuremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya kupijit-pijit dan kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah… mas Bob… terus mas Bob… terus… hzzz… ngilu… ngilu…” Ika mendesis-desis keenakan. Hasratnya tampak sudah kembali tinggi. Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kini semakin sening fnekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya Ika tidak kuat mehayani senangan-senangan keduaku. Dia dengan gerakan eepat memehorotkan celana dalamku hingga tunun ke paha. Aku memaklumi maksudnya, segera kulepas eelana dalamku. Jan-jari tangan kanan Ika yang mulus dan lembut kemudian menangkap kontholku yang sudah berdiri dengan gagahnya. Sejenak dia memperlihatkan rasa terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Edan… mas Bob, edan… Kontholmu besar sekali… Konthol pacan-pacanku dahulu dan juga konthol kak Dai tidak sampai sebesar in Edan… edan…,” ucapnya terkagum-kagum. Sambil membiankan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah payudaranya, jan-jari lentik tangan kanannya meremas­remas perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha mencari kehangatan dan kenikmatan di hiatnya menana kejantananku. Remasannya itu mempenhebat vohtase dam rasa nikmat pada batang kontholku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob. kita main di atas kasur saja…,” ajak Ika dengan sinar mata yang sudah dikuasai nafsu binahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun membopong tubuh telanjang Ika ke ruang dalam, dan membaringkannya di atas tempat tidun pacarku. Ranjang pacarku ini amat pendek, dasan kasurnya hanya terangkat sekitar 6 centimeter dari lantai. Ketika kubopong. Ika tidak mau melepaskan tangannya dari leherku. Bahkan, begitu tubuhnya menyentuh kasur, tangannya menanik wajahku mendekat ke wajahnya. Tak ayal lagi, bibirnya yang pink menekan itu melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau mengalah. Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan kuatnya. Kuhit punggungnya yang halus mulus kuremas-remas dengan gemasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku menindih tubuh Ika. Kontholku terjepit di antara pangkal pahanya yang mulus dan perut bawahku sendiri. Kehangatan kulit pahanya mengalir ke batang kontholku yang tegang dan keras. Bibirku kemudian melepaskan bibir sensual Ika. Kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu Ika yang bagus. Kukecup leher jenjang Ika yang memancarkan bau wangi dan segarnya parfum yang dia pakai. Kuciumi dan kugeluti leher indah itu dengan wajahku, sementara pantatku mulai bergerak aktif sehingga kontholku menekan dan menggesek-gesek paha Ika. Gesekan di kulit paha yang licin itu membuat batang kontholku bagai diplirit-plirit. Kepala kontholku merasa geli-geli enak oleh gesekan-gesekan paha Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas menggeluti leher indah, wajahku pun turun ke buah dada montok Ika. Dengan gemas dan ganasnya aku membenamkan wajahku ke belahan dadanya, sementara kedua tanganku meraup kedua belah payudaranya dan menekannya ke arah wajahku. Keharuman payudaranya kuhirup sepuas-puasku. Belum puas dengan menyungsep ke belahan dadanya, wajahku kini menggesek-gesek memutar sehingga kedua gunung payudaranya tertekan-tekan oleh wajahku secara bergantian. Sungguh sedap sekali rasanya ketika hidungku menyentuh dan menghirup dalam-dalam daging payudara yang besar dan kenyal itu. Kemudian bibirku meraup puncak bukit payudara kiri Ika. Daerah payudara yang kecoklat-coklatan beserta putingnya yang pink kecoklat-coklatan itu pun masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan putingnya itu dengan bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu setelah kelaparan selama seharian. Di dalam mulutku, puting itu kukulum-kulum dan kumainkan dengan lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… geli… geli …,“ kata Ika kegelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak perduli. Aku terus mengulum-kulum puncak bukit payudara Ika. Putingnya terasa di lidahku menjadi keras. Kemudian aku kembali melahap puncak bukit payudara itu sebesar-besarnya. Apa yang masuk dalam mulutku kusedot sekuat-kuatnya. Sementara payudara sebelah kanannya kuremas sekuat-kuatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tanganku. Hal tersebut kulakukan secara bergantian antara payudara kiri dan payudara kanan Ika. Sementara kontholku semakin menekan dan menggesek-gesek dengan beriramanya di kulit pahanya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang dengan hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… mas Bob… ngilu… ngilu… hihhh… nakal sekali tangan dan mulutmu… Auw! Sssh… ngilu… ngilu…,” rintih Ika. Rintihannya itu justru semakin mengipasi api nafsuku. Api nafsuku semakin berkobar-kobar. Semakin ganas aku mengisap-isap dan meremas-remas payudara montoknya. Sementara kontholku berdenyut-denyut keenakan merasakan hangat dan licinnya paha Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku tidak sabar lagi. Kulepaskan payudara montok Ika dari gelutan mulut dan tanganku. Bibirku kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing kontholku untuk mencari liang memeknya. Kuputar-putarkan dahulu kepala kontholku di kelebatan jembut di sekitar bibir memek Ika. Bulu-bulu jembut itu bagaikan menggelitiki kepala kontholku. Kepala kontholku pun kegelian. Geli tetapi enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… masukkan seluruhnya mas Bob… masukkan seluruhnya… Mas Bob belum pernah merasakan memek Mbak Dina kan? Mbak Dina orang kuno… tidak mau merasakan konthol sebelum nikah. Padahal itu surga dunia… bagai terhempas langit ke langit ketujuh. mas Bob…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jan-jari tangan Ika yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu dia buka agak lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Edan… edan… kontholmu besar dan keras sekali, mas Bob…,” katanya sambil mengarahkan kepala kontholku ke lobang memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian kepala kontholku menyentuh bibir memeknya yang sudah basah. Kemudian dengan perlahan-lahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk ke liang memek. Kini seluruh kepala kontholku pun terbenam di dalam memek. Daging hangat berlendir kini terasa mengulum kepala kontholku dengan enaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghentikan gerak masuk kontholku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… teruskan masuk, Bob… Sssh… enak… jangan berhenti sampai situ saja…,” Ika protes atas tindakanku. Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontholku hanya masuk ke lobang memeknya hanya sebatas kepalanya saja, namun kontholku kugetarkan dengan amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dari ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak. Ika menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sssh… sssh… enak… enak… geli… geli, mas Bob. Geli… Terus masuk, mas Bob…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirku mengulum kulit lengan tangannya dengan kuat-kuat. Sementara gerakan kukonsentrasikan pada pinggulku. Dan… satu… dua… tiga! Kontholku kutusukkan sedalam-dalamnya ke dalam memek Ika dengan sangat cepat dan kuatnya. Plak! Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang mulus yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. Sementara kulit batang kontholku bagaikan diplirit oleh bibir dan daging lobang memeknya yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srrrt!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auwww!” pekik Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam sesaat, membiarkan kontholku tertanam seluruhnya di dalam memek Ika tanpa bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sakit mas Bob… Nakal sekali kamu… nakal sekali kamu….” kata Ika sambil tangannya meremas punggungku dengan kerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mulai menggerakkan kontholku keluar-masuk memek Ika. Aku tidak tahu, apakah kontholku yang berukuran panjang dan besar ataukah lubang memek Ika yang berukuran kecil. Yang saya tahu, seluruh bagian kontholku yang masuk memeknya serasa dipijit-pijit dinding lobang memeknya dengan agak kuatnya. Pijitan dinding memek itu memberi rasa hangat dan nikmat pada batang kontholku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana Ika, sakit?” tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sssh… enak sekali… enak sekali… Barangmu besar dan panjang sekali… sampai-sampai menyumpal penuh seluruh penjuru lobang memekku…,” jawab Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus memompa memek Ika dengan kontholku perlahan-lahan. Payudara kenyalnya yang menempel di dadaku ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi. Kedua putingnya yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik dadaku yang bidang. Kehangatan payudaranya yang montok itu mulai terasa mengalir ke dadaku. Kontholku serasa diremas-remas dengan berirama oleh otot-otot memeknya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak sekali. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh suatu daging hangat di dalam memek Ika. Sentuhan tersebut serasa menggelitiki kepala konthol sehingga aku merasa sedikit kegelian. Geli-geli nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mengambil kedua kakinya yang kuning langsat mulus dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontholku tidak tercabut dari lobang memeknya, aku mengambil posisi agak jongkok. Betis kanan Ika kutumpangkan di atas bahuku, sementara betis kirinya kudekatkan ke wajahku. Sambil terus mengocok memeknya perlahan dengan kontholku, betis kirinya yang amat indah itu kuciumi dan kukecupi dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang kuciumi dan kugeluti, sementara betis kirinya kutumpangkan ke atas bahuku. Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian, sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan gerakan maju-mundur perlahannya di memek Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua telapak tanganku meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan kocokan konthol perlahan di memeknya, tanganku meremas-remas payudara montok Ika. Kedua gumpalan daging kenyal itu kuremas kuat-kuat secara berirama. Kadang kedua putingnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara perlahan. Puting itu semakin mengeras, dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di telapak tanganku. Ika pun merintih-rintih keenakan. Matanya merem-melek, dan alisnya mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah… mas Bob, geli… geli… Tobat… tobat… Ngilu mas Bob, ngilu… Sssh… sssh… terus mas Bob, terus…. Edan… edan… kontholmu membuat memekku merasa enak sekali… Nanti jangan disemprotkan di luar memek, mas Bob. Nyemprot di dalam saja… aku sedang tidak subur…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontholku di memek Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah-ah-ah… benar, mas Bob. benar… yang cepat… Terus mas Bob, terus…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bagaikan diberi spirit oleh rintihan-rintihan Ika. tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan kecepatan keluar-masuk kontholku di memek Ika. Terus dan terus. Seluruh bagian kontholku serasa diremas­-remas dengan cepatnya oleh daging-daging hangat di dalam memek Ika. Mata Ika menjadi merem-melek dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun merem-melek dan mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sssh… sssh… Ika… enak sekali… enak sekali memekmu… enak sekali memekmu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya mas Bob, aku juga merasa enak sekali… terusss… terus mas Bob, terusss…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontholku pada memeknya. Kontholku terasa bagai diremas-remas dengan tidak karu-karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… mas Bob… edan mas Bob, edan… sssh… sssh… Terus… terus… Saya hampir keluar nih mas Bob…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedikit lagi… kita keluar sama-sama ya Booob…,” Ika jadi mengoceh tanpa kendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau keluar. Namun aku harus membuatnya keluar duluan. Biar perempuan Sunda yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa itu perkasa. Biar dia mengakui kejantanan orang Jawa yang bernama mas Bobby. Sementara kontholku merasakan daging-daging hangat di dalam memek Ika bagaikan berdenyut dengan hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… mas Bobby… mas Bobby…,” rintih Ika. Telapak tangannya memegang kedua lengan tanganku seolah mencari pegangan di batang pohon karena takut jatuh ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lbarat pembalap, aku mengayuh sepeda balapku dengan semakin cepatnya. Bedanya, dibandingkan dengan pembalap aku lebih beruntung. Di dalam “mengayuh sepeda” aku merasakan keenakan yang luar biasa di sekujur kontholku. Sepedaku pun mempunyai daya tarik tersendiri karena mengeluarkan rintihan-rintihan keenakan yang tiada terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… ah-ah-ah-ah-ah… Enak mas Bob, enak… Ah-ah-ah-ah-ah… Mau keluar mas Bob… mau keluar… ah-ah-ah-ah-ah… sekarang ke-ke-ke…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kurasakan kontholku dijepit oleh dinding memek Ika dengan sangat kuatnya. Di dalam memek, kontholku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari memek Ika dengan cukup derasnya. Dan telapak tangan Ika meremas lengan tanganku dengan sangat kuatnya. Mulut sensual Ika pun berteriak tanpa kendali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…keluarrr…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Ika membeliak-beliak. Sekejap tubuh Ika kurasakan mengejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menghentikan genjotanku. Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan diam tertanam dalam memek Ika. Kontholku merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan memek Ika. Kulihat mata Ika kemudian memejam beberapa saat dalam menikmati puncak orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tangannya pada lenganku perlahan-lahan mengendur. Kelopak matanya pun membuka, memandangi wajahku. Sementara jepitan dinding memeknya pada kontholku berangsur-angsur melemah. walaupun kontholku masih tegang dan keras. Kedua kaki Ika lalu kuletakkan kembali di atas kasur dengan posisi agak membuka. Aku kembali menindih tubuh telanjang Ika dengan mempertahankan agar kontholku yang tertanam di dalam memeknya tidak tercabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… kamu luar biasa… kamu membawaku ke langit ke tujuh,” kata Ika dengan mimik wajah penuh kepuasan. “Kak Dai dan pacar-pacarku yang dulu tidak pernah membuat aku ke puncak orgasme seperti ml. Sejak Mbak Dina tinggal di sini, Ika suka membenarkan mas Bob saat berhubungan dengan Kak Dai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang mendengar pengakuan Ika itu. berarti selama aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku selalu membayangkan kemolekan tubuh Ika dalam masturbasiku, sementara dia juga membayangkan kugeluti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam onaninya. Bagiku. Dina bagus dijadikan istri dan ibu anak-anakku kelak, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tubuh aduhai Ika enak digeluti dan digenjot dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… kamu seperti yang kubayangkan. Kamu jantan… kamu perkasa… dan kamu berhasil membawaku ke puncak orgasme. Luar biasa nikmatnya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangga mendengar ucapan Ika. Dadaku serasa mengembang. Dan bagai anak kecil yang suka pujian, aku ingin menunjukkan bahwa aku lebih perkasa dari dugaannya. Perempuan Sunda ini harus kewalahan menghadapi genjotanku. Perempuan Sunda ini harus mengakui kejantanan dan keperkasaanku. Kebetulan aku saat ini baru setengah perjalanan pendakianku di saat Ika sudah mencapai orgasmenya. Kontolku masih tegang di dalam memeknya. Kontolku masih besar dan keras, yang haruss menyemprotkan pelurunya agar kepalaku tidak pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali mendekap tubuh mulus Ika, yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya tampak sangat mulus dan licin. Kontholku mulai bergerak keluar-masuk lagi di memek Ika, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding memek Ika secara berargsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontholku. Terasa hangat dan enak. Namun sekarang gerakan kontholku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan orgasme yang disemprotkan oleh memek Ika beberapa saat yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahhh… mas Bob… kau langsung memulainya lagi… Sekarang giliranmu… semprotkan air manimu ke dinding-dinding memekku… Sssh…,” Ika mulai mendesis-desis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirku mulai memagut bibir merekah Ika yang amat sensual itu dan melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremas-remas payudara montok Ika serta memijit-mijit putingnya, sesuai dengan mama gerak maju-mundur kontholku di memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sssh… sssh… sssh… enak mas Bob, enak… Terus… teruss… terusss…,” desis bibir Ika di saat berhasil melepaskannya dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaikan mengipasi gelora api birahiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil kembali melumat bibir Ika dengan kuatnya, aku mempercepat genjotan kontholku di memeknya. Pengaruh adanya cairan di dalam memek Ika, keluar-masuknya konthol pun diiringi oleh suara, “srrt-srret srrrt-srrret srrt-srret…” Mulut Ika di saat terbebas dari lumatan bibirku tidak henti-hentinya mengeluarkan rintih kenikmatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… ah… mas Bob… ah… mas Bob… hhb… mas Bob… ahh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontholku semakin tegang. Kulepaskan tangan kananku dari payudaranya. Kedua tanganku kini dari ketiak Ika menyusup ke bawah dan memeluk punggung mulusnya. Tangan Ika pun memeluk punggungku dan mengusap-usapnya. Aku pun memulai serangan dahsyatku. Keluar-masuknya kontholku ke dalam memek Ika sekarang berlangsung dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keras-keras agar menusuk memek Ika sedalam-dalamnya. Dalam perjalanannya, batang kontholku bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding memek Ika. Sampai di langkah terdalam, mata Ika membeliak sambil bibirnya mengeluarkan seruan tertahan, “Ak!” Sementara daging pangkal pahaku bagaikan menampar daging pangkal pahanya sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar memek, konthol kujaga agar kepalanya yang mengenakan helm tetap tertanam di lobang memek. Remasan dinding memek pada batang kontholku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya. Bibir memek yang mengulum batang kontholku pun sedikit ikut tertarik keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal keluar oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini Bibir Ika mendesah, “Hhh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus menggenjot memek Ika dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak. Remasan yang luar biasa kuat, hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku. Tangan Ika meremas punggungku kuat-kuat di saat kontholku kuhunjam masuk sejauh-jauhnya ke lobang memeknya. beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontholku dan memek Ika menimbulkan bunyi srottt-srrrt… srottt-srrrt… srottt-srrrtt… Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecil yang merdu yang keluar dari bibir Ika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ak! Uhh… Ak! Hhh… Ak! Hhh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontholku terasa empot-empotan luar biasa. Rasa hangat, geli, dan enak yang tiada tara membuatku tidak kuasa menahan pekikan-pekikan kecil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lka… Ika… edan… edan… Enak sekali Ika… Memekmu enak sekali… Memekmu hangat sekali… edan… jepitan memekmu enak sekali…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… mas Bob… terus mas Bob rintih Ika, “enak mas Bob… enaaak… Ak! Ak! Ak! Hhh… Ak! Hhh… Ak! Hhh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontholku. Gatal yang enak sekali. Aku pun mengocokkan kontholku ke memeknya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontholku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak yang luar biasa di konthol pun semakin menghebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ika… aku… aku…” Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu menyelesaikan ucapanku yang memang sudah terbata-bata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… mas Bob… mas Bob! Ak-ak-ak… Aku mau keluar lagi… Ak-ak-ak… aku ke-ke-ke…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kontholku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak mampu lagi menahan rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding memek Ika mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu. aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam alat kelaminku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku terasa disemprot cairan memek Ika, bersamaan dengan pekikan Ika, “…keluarrrr…!” Tubuh Ika mengejang dengan mata membeliak-beliak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ika…!” aku melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuh Ika sekuat-kuatnya, seolah aku sedang berusaha rnenemukkan tulang-tulang punggungnya dalam kegemasan. Wajahku kubenamkan kuat-kuat di lehernya yang jenjang. Cairan spermaku pun tak terbendung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crottt! Crott! Croat! Spermaku bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding memek Ika yang terdalam. Kontholku yang terbenam semua di dalam kehangatan memek Ika terasa berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat lamanya aku dan Ika terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali, sampai-sampai dari alat kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah terpateri erat dengan tubuh depanku. Aku menghabiskan sisa-sisa sperma dalam kontholku. Cret! Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan lagi air mani yang masih tersisa ke dalam memek Ika. Kali ini semprotannya lebih lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan tubuh Ika dan tubuhku pun mengendur kembali. Aku kemudian menciumi leher mulus Ika dengan lembutnya, sementara tangan Ika mengusap-usap punggungku dan mengelus-elus rambut kepalaku. Aku merasa puas sekali berhasil bermain seks dengan Ika. Pertama kali aku bermain seks, bidadari lawan mainku adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat mulus, berpayudara besar dan padat, berpinggang ramping, dan berpinggul besar serta aduhai. Tidak rugi air maniku diperas habis-habisan pada pengalaman pertama ini oleh orang semolek Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… terima kasih mas Bob. Puas sekali saya. indah sekali… sungguh… enak sekali,” kata Ika lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memberi kata tanggapan. Sebagai jawaban, bibirnya yang indah itu kukecup mesra. Dalam keadaan tetap telanjang, kami berdekapan erat di atas tempat tidur pacarku. Dia meletakkan kepalanya di atas dadaku yang bidang, sedang tangannya melingkar ke badanku. Baru ketika jam dinding menunjukkan pukul 22:00, aku dan Ika berpakaian kembali. Ika sudah tahu kebiasaanku dalam mengapeli Dina, bahwa pukul 22:00 aku pulang ke tempat kost-ku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum keluar kamar, aku mendekap erat tubuh Ika dan melumat-lumat bibirnya beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Bob… kapan-kapan kita mengulangi lagi ya mas Bob… Jangan khawatir, kita tanpa Ikatan. Ika akan selalu merahasiakan hal ini kepada siapapun, termasuk ke Kak Dai dan Mbak Dina. Ika puas sekali bercumbu dengan mas Bob,” begitu kata Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa sih yang tidak mau diberi kenikmatan secara gratis dan tanpa ikatan? Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk ke rumahnya lewat pintu samping. Lima menit kemudian aku baru pulang ke tempat kost-ku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-5658697473962968807?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5658697473962968807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5658697473962968807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/ika-gadis-bandung-yang-genit.html' title='Ika Gadis Bandung Yang Genit'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-2882299338801034933</id><published>2012-02-06T16:31:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T16:31:33.793-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Desahan Dalam Mobil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desahan Dalam Mobil, Nama saya Citra (samaran) , dan saya adalah mahasiswa semester 5 di salah satu universitas swasta ternama di bilangan Jakarta Pusat , dan apa yang akan saya &amp;gt;Cerita Para Peronda Malam&amp;lt; ceritakan disini adalah kisah yang terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu adalah hari yang paling melelahkan bagiku ketika semester lima, bagaimana tidak, hari itu aku ada tiga mata kuliah, dua yang pertama mulai jam 9 sampai jam tiga dan yang terakhir mulai jam lima sampai jam 7 malam, belum lagi kalau ada tugas bisa lebih lama deh. Ketika itu aku baru menyerahkan tugas diskusi kelompok sekitar jam 7 lebih. Waktu aku dan teman sekelompokku, si Dimas selesai, di kelas masih tersisa enam orang dan Pak Didi , sang dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bareng yuk jalannya, parkir dimana Citra ?” ajak Dimas “Jauh nih, di deket psikologi, rada telat sih tadi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimas pulang berjalan kaki karena kostnya sangat dekat dengan kampus. Sebenarnya kalau menemaniku dia harus memutar agak jauh dari jalan keluar yang menuju ke kostnya, mungkin dia ingin memperlihatkan naluri prianya dengan menemaniku ke tempat parkir yang kurang penerangan itu. Dia adalah teman seangkatanku dan pernah terlibat one night stand denganku. Orangnya sih lumayan cakep dengan rambut agak gondrong dan selalu memakai pakaian bermerek ke kampus, juga terkenal sebagai buaya kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu hanya tinggal beberapa kendaraan saja di tempat parkir itu. Terdengar bunyi sirine pendek saat kutekan remote mobilku. Akupun membuka pintu mobil dan berpamitan padanya. Ketika aku menutup pintu, tiba-tiba aku dikejutkan oleh Dimas yang membuka pintu sebelah dan ikut masuk ke mobilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eeii… mau ngapain kamu ?” tanyaku sambil meronta karena Dimas mencoba mendekapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo dong Citra, kita kan sudah lama nggak melakukan hubungan badan nih, saya kangen sama vagina kamu nih” katanya sambil menangkap tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ihh… nggak mau ah, saya capek nih, lagian kita masih di tempat parkir gila !” tolakku sambil berusaha lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kalah tenaga dia makin mendesakku hingga mepet ke pintu mobil dan tangan satunya berhasil meraih payudaraku lalu meremasnya. “Dimas… jangan… nggak mmhhh!” dipotongnya kata-kataku dengan melumat bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku berdetak makin kencang, apalagi Dimas menyingkap kaos hitam ketatku yang tak berlengan dan tangannya mulai menelusup ke balik BH- ku. Nafsuku terpancing, berangsur-angsur rontaanku pun melemah. Rangsangannya dengan menjilat dan menggigit pelan bibir bawahku memaksaku membuka mulut sehingga lidahnya langsung menerobos masuk dan menyapu telak rongga mulutku, mau tidak mau lidahku juga ikut bermain dengan lidahnya. Nafasku makin memburu ketika dia menurunkan cup BH ku dan mulai memilin-milin putingku yang kemerahan. Teringat kembali ketika aku ML dengannya di kostnya dulu. Kini aku mulai menerima perlakuannya, tanganku kulingkarkan pada lehernya dan membalas ciumannya dengan penuh gairah. Kira-kira setelah lima menitan kami ber-French kiss, dia melepaskan mulutnya dan mengangkat kakiku dari jok kemudi membuat posisi tubuhku memanjang ke jok sebelah. Hari itu aku memakai bawahan berupa rok dari bahan jeans 5 cm diatas lutut, jadi begitu dia membuka kakiku, langsung terlihat olehnya pahaku yang putih mulus dan celana dalam pink-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tambah nafsuin aja Citra, saya sudah tegangan tinggi nih” katanya sambil menaruh tangannya dipahaku dan mulai mengelusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika elusannya sampai di pangkal paha, diremasnya daerah itu dari luar celana dalamku sehingga aku merintih dan menggeliat. Reaksiku membuat Dimas makin bernafsu, jari-jarinya mulai menyusup ke pinggiran celana dalamku dan bergerak seperti ular di permukaannya yang berbulu. Mataku terpedam sambil mendesah nikmat saat jarinya menyentuh klistorisku. Kemudian gigitan pelan pada pahaku, aku membuka mata dan melihatnya menundukkan badan menciumi pahaku. Jilatan itu terus merambat dan semakin jelas tujuannya, pangkal pahaku. Dia makin mendekatkan wajahnya ke sana sambil menaikkan sedikit demi sedikit rokku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan… oohh… rasanya seperti tersengat waktu lidahnya menyentuh bibir vaginaku, tangan kanannya menahan celana dalamku yang disibakkan ke samping sementara tangan kirinya menjelajahi payudaraku yang telah terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah lepas kontrol, yang bisa kulakukan hanya mendesah dan menggeliat, lupa bahwa ini tempat yang kurang tepat, goyangan mobil ini pasti terlihat oleh orang di luar sana. Namun nafsu membuat kami terlambat menyadari semuanya. Di tengah gelombang birahi ini, tiba- tiba kami dikejutkan oleh sorotan senter beserta gedoran pada jendela di belakangku. Bukan main terkejutnya aku ketika menengok ke belakang dan melihat dua orang satpam sampai kepalaku kejeduk jendela, begitu juga Dimas, dia langsung tersentak bangun dari selangkanganku. Satu dari mereka menggedor lagi dan menyuruh kami turun dari mobil. Tadinya aku mau kabur, tapi sepertinya sudah tidak keburu, lagian takutnya kalau mereka mengejar dan memanggil yang lain akan semakin terbongkar skandal ini, maka kamipun memilih turun membicarakan masalah ini baik-baik dengan mereka setelah buru-buru kurapikan kembali pakaianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuduh kami melakukan perbuatan mesum di areal kampus dan harus dilaporkan. Tentu saja kami tidak menginginkan hal itu terjadi sehingga terjadi perdebatan dan tawar-menawar di antara kami. Kemudian yang agak gemuk dan berkumis membisikkan sesuatu pada temannya, entah apa yang dibisikkan lalu keduanya mulai cengengesan melihat ke arahku. Temannya yang tinggi dan berumur 40-an itu lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gini saja, bagaimana kalau kita pinjam sebentar cewek kamu buat biaya tutup mulut ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, dasar pikirku semua laki-laki sama saja pikirannya tak jauh dari selangkangan. Rupanya dalam hal ini Dimas cukup gentleman juga, walaupun dia bukan pacarku, tapi dia tetap membelaku dengan menawarkan sejumlah uang dan berbicara agak keras pada mereka. Di tengah situasi yang mulai memanas itu akupun maju memegangi tangan Dimas yang sudah terkepal kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah Mas, nggak usah buang-buang duit sama tenaga, biar saya saja yang beresin” kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok, bapak-bapak saya turuti kemauan kalian tapi sesudahnya jangan coba ungkit-ungkit lagi masalah ini !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Dimas keberatan dengan keputusanku, namun dia mau tidak mau menyerah juga. Aku sendiri meskipun kesal tapi juga menginginkannya untuk menuntaskan libidoku yang tanggung tadi, lagipula bermain dengan orang-orang seperti mereka bukan pertama kalinya bagiku. Singkat cerita kamipun digiring mereka ke gedung psikologi yang sudah sepi dan gelap, di ujung koridor kami disuruh masuk ke suatu ruangan yang adalah toilet pria. Salah seorang menekan sakelar hingga lampu menyala, cukup bersih juga dibanding toilet pria di fakultas lainnya pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, sekarang kamu berdiri di pojok sana, perhatiin baik-baik kita ngerjain cewek kamu !” perintah yang tinggi itu pada Dimas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut lain mereka berdiri di sebelah kanan dan kiriku menatapi tubuhku dalam pakaian ketat itu. Sorot mata mereka membuatku nervous dan jantungku berdetak lebih cepat, kakiku serasa lemas bak kehilangan pijakan sehingga aku menyandarkan punggungku ke tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku dapat melihat nama-nama mereka yang tertera di atas kantong dadanya. Yang tinggi dan berusia sekitar pertengahan 40 itu namanya Egy , dan temannya yang berkumis itu bernama Romli . Pak Egy mengelusi pipiku sambil menyeringai mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hehehe… cantik, mulus… wah beruntung banget kita malam ini !” katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenalan dulu dong non, namanya siapa sih ?” tanya Pak Romli sambil menyalami tanganku dan membelainya dari telapak hingga pangkalnya, otomatis bulu-buluku merinding dan darahku berdesir dielus seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Citra” jawabku dengan agak bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah Citra yah, nama yang indah kaya orangnya, pasti dalemnya juga indah” Pak Egy menimpali dan disambut gelak tawa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Non Citra coba sun saya dong, boleh kan ?” pinta Pak Romli memajukan wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu itu bukan permintaan tapi keharusan, maka kuberikan satu kecupan pada wajahnya yang tidak tampan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh…non Citra ini di mobil lebih berani masak di sini cuma ngecup aja sih, gini dong harusnya” Kata Pak Egy seraya menarik wajahku dan melumat bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memejamkan mata mencoba meresapinya, dia makin ganas menciumiku ditambah lagi tangannya sudah mulai meremas-remas payudaraku dari luar. Lidahnya masuk bertemu lidahku, saling menjilat dan berpilin, bara birahi yang sempat padam kini mulai terbakar lagi, bahkan lebih dahsyat daripada sebelumnya. Aku makin berani dan memeluk Pak Egy, rambutnya kuremas sehingga topi satpamnya terjatuh. Sementara dibawah sana kurasakan sebuah tangan yang kasar meraba pahaku. Aku membuka mata dan melihatnya, disana Pak Romli mulai menyingkap rokku dan merabai pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Egy melepas ciumannya dan beralih ke sasaran berikutnya, dadaku. Kaos ketatku disingkapnya sehingga terlihatlah buah dadaku yang masih terbungkus BH pink, itupun juga langsung diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow teteknya montok banget non, putih lagi” komentarnya sambil meremas payudara kananku yang pas di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Romli juga langsung kesengsem dengan payudaraku, dengan gemas dia melumat yang kiri. Mereka kini semakin liar menggerayangiku. Putingku makin mengeras karena terus dipencet-pencet dan dipelintir Pak Egy sambil mencupangi leher jenjangku, dia melakukannya cukup lembut dibandingkan Pak Romli yang memperlakukan payudara kiriku dengan kasar, dia menyedot kuat-kuat dan kadang disertai gigitan sehingga aku sering merintih kalau gigitannya keras. Namun perpaduan antara kasar dan lembut ini justru menimbulkan sensasi yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kusadari rokku sudah terangkat sehingga angin malam menerpa kulit pahaku, celana dalamku pun tersingkap dengan jelas. Pak Romli menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku sehingga celana dalamku kelihatan menggembung. Tangan Pak Egy yang lainnya mengelusi belakang pahaku hingga pantatku. Nafasku makin memburu, aku hanya memejamkan mata dan mengeluarkan desahan-desahan menggoda. Aku merasakan vaginaku semakin basah saja karena gesekan-gesekan dari jari Pak Romli, bahkan suatu ketika aku sempat tersentak pelan ketika dua jarinya menemukan lalu mencubit pelan biji klitorisku. Reaksiku ini membuat mereka semakin bergairah. Pak Romli meraih tangan kiriku dan menuntunnya ke penisnya yang entah kapan dia keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waw…keras banget, mana diamaternya lebar lagi” kataku dalam hati “bisa mati orgasme nih saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengocoknya perlahan sesuai perintahnya, semakin kukocok benda itu makin membengkak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Romli menarik tangannya keluar dari celana dalamku, jari-jarinya basah oleh cairan vaginaku yang langsung dijilatinya seperti menjilat madu. Kemudian aku disuruh berdiri menghadap tembok dan menunggingkan pantatku pada mereka, kusandarkan kedua tanganku di tembok untuk menyangga tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asyik nih, malam ini kita bisa ngerasain pantat si non yang putih mulus ini” celoteh Pak Romli sambil meremasi bongkahan pantatku yang sekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke belakang melihat dia mulai menurunkan celana dalamku, disuruhnya aku mengangkat kaki kiri agar bisa meloloskan celana dalam. Akhirnya pantatku yang sudah telanjang menungging dengan celana dalamku masih menggantung di kaki kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak masukin sekarang dong” pintaku yang sudah tidak sabar marasakan batang-batang besar itu menjejali vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sabar non, bentar lagi, bapak suka banget nih sama vagina non, wangi sih !” kata Pak Romli yang sedang menjilati vaginaku yang terawat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ak Usep mendorong penisnya pada vaginaku, walaupun sudah becek oleh lendirku dan ludahnya, aku masih merasa nyeri karena penisnya yang tebal tidak sebanding ukurannya dengan liang senggamaku. Aku merintih kesakitan merasakan penis itu melesak hingga amblas seluruhnya. Tanpa memberiku waktu beradaptasi, dia langsung menyodok-nyodokkan penisnya dengan kecepatan yang semakin lama semakin tinggi. Pak Egy sejak posisiku ditunggingkan masih betah berjongkok diantara tembok dan tubuhku sambil mengenyot dan meremas payudaraku yang tergantung persis anak sapi yang sedang menyusu dari induknya. Pak Romli terus menggenjotku dari belakang sambil sesekali tangannya menampar pantatku dan meninggalkan bercak merah di kulitnya yang putih. Genjotannya semakin mambawaku ke puncak birahi hingga akupun tak dapat menahan erangan panjang yang bersamaan dengan mengejangnya tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai lima menit dia pun mulai menyusul, penisnya yang terasa makin besar dan berdenyut-denyut menggesek makin cepat pada vaginaku yang sudah licin oleh cairan orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh… oohh… di dalam yah non… sudah mau nih” bujuknya dengan terus mendesah “Ahh… iyahh… di dalam aja… ahh” jawabku terengah-engah di tengah sisa-sisa orgasme panjang barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diiringi erangan nikmat dia hentikan genjotannya dengan penis menancap hingga pangkalnya pada vaginaku, tangannya meremas erat-erat pinggulku. Terasa olehku cairan hangat itu mengalir memenuhi rahimku, dia baru melepaskannya setelah semprotannya selesai. Tubuhku mungkin sudah ambruk kalau saja mereka tidak menyangganya kuhimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai-berai. Setelah mereka melepaskan pegangannya, aku langsung bersandar pada tembok dan merosot hingga terduduk di lantai. Kuseka dahiku yang berkeringat dan menghimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai- berai, kedua pahaku mengangkang dan vaginaku belepotan cairan putih seperti susu kental manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hehehe…liat nih, air sperma saya ada di dalam vagina wanita kamu” kata Pak Romli pada Dimas sambil membentangkan bibir vaginaku dengan jarinya, seolah ingin memamerkan cairan spermanya pada Dimas yang mereka kira pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opps…omong-omong tentang Dimas, aku hampir saja melupakannya karena terlalu sibuk melayani kedua satpam ini, ternyata sejak tadi dia menikmati liveshow ini di sudut ruangan sambil mengocok-ngocok penisnya sendiri. Kasihan juga dia pikirku cuma bisa melihat tapi tidak boleh menikmati, dasar buaya sih, begitu pikirku. Sekarang, Pak Romli menarik rambutku dan menyuruhku berlutut dan membersihkan penisnya, Pak Egy yang sudah membuka celananya juga berdiri di sebelahku menyuruhku mengocok penisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhmmm…nikmat sekali rasanya menjilati penisnya yang berlumuran cairan kewanitaanku yang bercampur dengan sperma itu, kusapukan lidahku ke seluruh permukaannya hingga bersih mengkilap, setelah itu juga kuemut-emut daerah helmnya sambil tetap mengocok milik Pak Egy dengan tanganku. Aku melirik ke atas melihat reaksinya yang menggeram nikmat waktu kugelikitik lubang kencingnya dengan lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, sudah dong saya juga mau disepongin sama si non ini” potong Pak Egy ketika aku masih asyik memain-mainkan penis Pak Romli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Egy meraih kepalaku dan dibawanya ke penisnya yang langsung dijejali ke mulutku. Miliknya memang tidak sebesar Pak Romli, tapi aku suka dengan bentuknya lebih berurat dan lebih keras, ukurannya pun pas dimulutku yang mungil karena tidak setebal Pak Romli, tapi tetap saja tidak bisa masuk seluruhnya ke mulut karena cukup panjang. Aku mengeluarkan segala teknik menyepongku mulai dari mengulumnya hingga mengisap kuat-kuat sampai orangnya bergetar hebat dan menekan kepalaku lebih dalam lagi. Waktu sedang enak-enak menyepong, tiba- tiba Dimas mengerang, memancingku menggerakkan mata padanya yang sedang orgasme swalayan, spermanya muncrat berceceran di lantai. Pasti dia sudah horny banget melihat adegan-adegan panasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa cukup dengan pelayanan mulutku, Pak Egy mengangkat tubuhku hingga berdiri, lalu dihimpitnya tubuhku ke tembok dengan tubuhnya, kaki kananku diangkat sampai ke pinggangnya. Dari bawah aku merasakan penisnya melesak ke dalamku, maka mulailah dia mengaduk-aduk vaginaku dalam posisi berdiri. Berulang-ulang benda itu keluar-masuk pada vaginaku, yang paling kusuka adalah saat-saat ketika hentakan tubuh kami berlawanan arah, sehingga penisnya menghujam vaginaku lebih dalam, apalagi kalau dengan tenaga penuh, kalau sudah begitu wuihh… seperti terbang ke surga tingkat tujuh rasanya, aku hanya bisa mengekspresikannya dengan menjerit sejadi-jadinya dan mempererat pelukanku, untung gedung ini sudah kosong, kalau tidak bisa berabe nih. Sementara mulutnya terus melumat leher, mulut, dan telingaku, tanganya juga menjelajahi payudara, pantat, dan pahaku. Gelombang orgasme kini mulai melandaku lagi, terasa sekali darahku bergolak, akupun kembali menggelinjang dalam pelukannya. Saat itu dia sedang melumat bibirku sehingga yang keluar dari mulutku hanya erangan- erangan tertahan, air ludah belepotan di sekitar mulut kami. Di sudut lain aku melihat Pak Romli sedang beristirahat sambil merokok dan mengobrol dengan Dimas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Egy demikian bersemangatnya menyetubuhiku, bahkan ketika aku orgasmepun dia bukannya berhenti atau paling tidak memberiku istirahat tapi malah makin kencang. Kakiku yang satu diangkatnya sehingga aku tidak lagi berpijak di tanah disangga kedua tangan kekar itu. Tusukan-tusukannya terasa makin dalam saja membuat tubuhku makin tertekan ke tembok. Sungguh kagum aku dibuatnya karena dia masih mampu menggenjotku selama hampir setengah jam bahkan dengan intensitas genjotan yang stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda akan klimaks. Sesaat kemudian dia menghentikan genjotannya, dengan penis tetap menancap di vaginaku, dia bawa tubuhku yang masih digendongnya ke arah kloset. Disana barulah dia turunkan aku, lalu dia sendiri duduk di atas tutup kloset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huh…capek non, ayo sekarang gantian non yang goyang dong” perintahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun dengan senang hati menurutinya, dalam posisi seperti ini aku dapat lebih mendominasi permainan dengan goyangan-goyangan mautku. Tanpa disuruh lagi aku menurunkan pantatku di pangkuannya, kuraih penis yang sudah licin itu dan kutuntun memasuki vaginaku. Setelah menduduki penisnya, aku terlebih dahulu melepaskan baju dan bra-ku yang masih menggantung supaya lebih lega, soalnya badanku sudah panas dan bemandikan keringat, yang masih tersisa di tubuhku hanya rokku yang sudah tersingkap hingga pinggang dan sepasang sepatu hak di kakiku. Aku menggoyangkan tubuhku dengan gencar dengan gerakan naik- turun, sesekali aku melakukan gerakan meliuk sehingga Pak Egy mengerang karena penisnya terasa diplintir. Kedua tangannya meremasi payudaraku dari belakang, mulutnya juga aktif mencupangi pundak dan leherku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku dikejutkan oleh tangan besar yang menjambak rambutku dan mendongakkan wajahku ke atas. Dari atas wajah Pak Romli mendekat dan langsung melumat bibirku. Dimas yang sudah tidah bercelana juga mendekatiku, sepertinya dia sudah mendapat ijin untuk bergabung, dia menarik tanganku dan menggenggamkannya pada batang penisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmpphh… mmmhh !” desahku ditengah keroyokan ketiga orang itu. Toilet yang sempit itu menjadi penuh sesak sehingga udara terasa makin panas dan pengap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo dong Citra… emut, sepongan kamu kan mantep banget”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimas menyodorkan penisnya kemulutku yang langsung kusambut dengan kuluman dan jilatanku, aku merasakan aroma sperma pada benda itu, lidahku terus menjelajah ke kepala penisnya dimana masih tersisa sedikit cairan itu, kupakai ujung lidah untuk menyeruput cairan yang tertinggal di lubang kencingnya. Ini tentu saja membuat Dimas blingsatan sambil meremas-remas rambutku. Aku melakukannya sambil terus bergoyang di pangkuan Pak Egy dan mengocok penisnya Pak Romli, sibuk sekali aku dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian penisnya makin membesar dan berdenyuk-denyut, lalu dia menepuk punggungku dan menyuruhku turun dari pangkuannya. Benar juga dugaanku, ternyata dia ingin melepaskan maninya di mulutku. Sekarang dengan posisi berlutut aku memainkan lidahku pada penisnya, dia mulai merem-melek dan menggumam tak jelas. Seseorang menarik pinggangku dari belakang membuat posisiku merangkak, aku tidak tahu siapa karena kepalaku dipegangi Pak Egy sehingga tidak bisa menengok belakang. Orang itu mendorongkan penisnya ke vaginaku dan mulai menggoyangnya perlahan. Kalau dirasakan dari ukurannya sih sepertinya si Dimas karena yang ini ukurannya pas dan tidak menyesakkan seperti milik Pak Romli. Ketika sedang enak-enaknya menikmati genjotan Dimas penis di mulutku mulai bergetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahhkk… saya mau keluar… non”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Egy kelabakan sambil menjambaki rambutku dan creett…creett, beberapa kali semprotan menerpa menerpa langit-langit mulutku, sebagian masuk ke tenggorokan, sebagian lainnya meleleh di pinggir bibirku karena banyaknya sehingga aku tak sanggup menampungnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus menghisapnya kuat-kuat membuatnya berkelejotan dan mendesah tak karuan, sesudah semprotannya berhenti aku melepaskannya dan menjilati cairan yang masih tersisa di batangnya. Dengan klimaksnya Pak Egy, aku bisa lebih berkonsentrasi pada serangan Dimas yang semakin mengganas. Tangannya merayap ke bawah menggerayangi payudaraku. Dimas sangat pandai mengkombinasikan serangan halus dan keras, sehingga aku dibuatnya melayang-layang. Gelombang orgasme sudah diambang batas, aku merasa sudah mau sampai, namun Dimas menyuruhku bertahan sebentar agar bisa keluar bersama. Sampai akhirnya dia meremas pantatku erat-erat dan memberitahuku akan segera keluar, perasaan yang kutahan-tahan itu pun kucurahkan juga. Kami orgasme bersamaan dan dia menumpahkannya di dalamku. Vaginaku serasa banjir oleh cairannya yang hangat dan kental itu, sperma yang tidak tertampung meleleh keluar di daerah selangakanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung terkulai lemas di lantai dengan tubuh bersimbah peluh, untung lantainya kering sehingga tidak begitu jorok untuk berbaring di sana. Vaginaku rasanya panas sekali setelah bergesekan selama itu, dengan 3 macam penis lagi. Lututku juga terasa pegal karena dari tadi bertumpu di lantai. Setelah merasa cukup tenaga, aku berusaha bangkit dibantu Dimas. Dengan langkah gontai aku menuju wastafel untuk membasuh wajahku, lalu kuambil sisir dari tasku untuk membetulkan rambutku yang sudah kusut. Aku memunguti pakaianku yang berserakan dan memakainya kembali. Kami bersiap meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lain kali kalau melakukan hubungan badan hati-hati, kalau ketangkap kan harus bagi-bagi” begitu kata Pak Egy sebagai salam perpisahan disertai tepukan pada pantatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Citra… Citra… sori dong, kamu marah ya !” kata Dimas yang mengikutiku dari belakang dalam perjalananku menuju tempat parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cueknya aku terus berjalan dan menepis tangannya ketika menangkap lenganku, dia jadi tambah bingung dan memohon terus. Setelah membuka pintu mobil barulah aku membalikkan badanku dan memberi sebuah kecupan di pipinya seraya berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya nggak marah kok, malah enjoy banget, lain kali kita coba yang lebih gila yah, see you, good night”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimas hanya bisa terbengong di tengah lapangan parkir itu menyaksikan mobilku yang makin menjauh darinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-2882299338801034933?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2882299338801034933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2882299338801034933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/desahan-dalam-mobil.html' title='Desahan Dalam Mobil'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-4340168643972466001</id><published>2012-02-05T18:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T18:06:55.429-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><title type='text'>Foto Bugil Salma Hayek</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Foto-foto Hot N’ Bugil Salma Hayek&lt;br /&gt;Recent Events on Foto-foto Hot N’ Bugil Salma Hayek. Related Topics. Salma Hayek … Salma Hayek Movies. 0 followers, 6568 views, 0 events. Copyright © 2010 …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payudara Gede Scarlett Johansson Kalahkan Salma Hayek. | Gosip | Artis …&lt;br /&gt;… paling favorit? Kali ini jawabannya adalah Scarlett Johansson. Payudara Scarlett mengalahkan Salma … Foto BugiL. BugiL. Disclaimer. Payudara Gede …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salma Hayek Nikah Lagi&lt;br /&gt;Foto. OLD. Salma Hayek Nikah Lagi. Salma Hayek Nikah Lagi. Posted on 24 Apr 2009 at 10:31am … Jessica Alba Beradegan Bugil. Boneka Bergaya Justin Bieber …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salma Hayek Susui Bayi Afrika. | Gosip | Artis BugiL Indonesia&lt;br /&gt;… pada bayinya yang kekurangan nutrisi. Aktris Salma Hayek yang prihatin melihat kondisi itu, tanpa basa … Foto BugiL. BugiL. Disclaimer. Salma Hayek Susui …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris Salma Hayek Lahirkan Anak Pertama&lt;br /&gt;Kim Kardashian Bugil Lagi. Iran Klaim Lebih Kuat Justru Setelah Sanksi … Tentang Kami Ketentuan Penggunaan Foto TV Rilis Pers RSS Feed Forum Pembaca …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;happy salma hot | Yahoo!&lt;br /&gt;Salma Hayek is a sexy actress with mexican origin. … 1.7: … indonesian-actress.blogspot.com/2008/11/happy-salma.html. Foto Chika Bugil dan Video bokep Chika …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Cewek Cantik | Majalah Gosip dan Hiburan&lt;br /&gt;Salma Hayek. Salma Heyek. Samantha Ronson. Samantha Ruth Prabhu. Sameera Reddy. Sammi Giancola … Foto Cewek Cantik. Proudly powered by WordPress. Partly …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet Buat Yang Gaul&lt;br /&gt;Dalam foto – Aktor Salma Hayek tiba di Metropolitan Museum of Art Costume … Foto Bugil di WC, 2 Wanita Honorer Cantik Dipecat …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video Julia Perez Bugil Photo Gratis!&lt;br /&gt;… Bugil Photo Videos – Page 1. Julia Perez Bugil Lesbi. AYU AZHARI FOTO BUGIL ! … Summer Recipes – Doty Shipwreck – Transformers 3 – Salma Hayek – Stock Prices …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok Gitu Ya???&lt;br /&gt;Wow, Foto Bugil Angelina Jolie!!! Tidak semua sayur dan buah sehat. Lho?? 1001 Manfaat Pisang … 8. Salma Hayek. Salma Hayek memiliki bentuk tubuh ideal yang …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita memek: photo bugil salma hayek, foto bugil salma hayek, cerita ngentnt, foto telanjang salma hayek, puting susu salma hayek,&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-4340168643972466001?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/4340168643972466001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/4340168643972466001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/foto-bugil-salma-hayek.html' title='Foto Bugil Salma Hayek'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-8945869206561948274</id><published>2012-02-03T18:10:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T18:10:13.983-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita lucah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><title type='text'>Gadis Bandung Ngentot</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gadis bandung foto gadis bandung telanjang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis-bandung-telanjang – CewekIdaman.info – Adult … bandung. Foto Telanjang Bugil Gadis SMU Ngentot Gadis telanjang … Gadis bugil bandung search results …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gadis smu bugil: gadis smu bandung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;… kencan dan ngentot sama gadis smu bandung kalau bukan … Label: cantik, gadis bandung, gadis smu, ngentot, sexy. Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gadis smu bugil: gadis smu mau ngentot kasih dah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;… akan kesenangan gadis smu yang mau ngentot sama cowok idamannya. … gadis (1) gadis abg (1) gadis bandung (2) gadis bispak (1) gadis bugil (1) gadis smu (10) …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis bandung bugil search results&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Korban Banjir, Cewek Bandung, Foto Smu, Seksi, Ngentot Gadis, … Includes Blogspot, Indonesia Bugil, Yang, Gadis Sma, Bugil Ayu, Bokep. 3gp Ngentot, Cewek bandung. …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;cerita bokep ” Kumpulan Cerita Panas Ngentot Gadis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kumpulan Cerita Panas Ngentot Gadis. Build Your Business and Financial. Home. Uuhhh… Aku adalah seorang mahasiswa dari universitas swasta di Bandung. …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis Ngentot 3gp Smu Sma Bugil Cewek Bugil | Okti Ragil Suharno&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis Ngentot 3gp Smu Sma Bugil Cewek Bugil Gambar Bugil Foto Telanjang Indonesia … 58. gambar telanjang “gadis bandung” 59. “artis bugil indonesia com” …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mantap ni kalau diajak ngentot ” 17 Tahun | Cerita 17 Tahun | Foto …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;… gadis bandung, jilbab telanjang, gadis jilbab, gadis ngentot, gadis remaja, … Gadis 17 Tahun Bugil. Mantap Mana,Mahasiswi Ngentot vs Tante Bugil. ABG …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gambar cewek ngentot nungging pake tatto di pantat seksi nya | gallery …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;foto dan gambar cewek ngentot nungging pake tatto di pantat seksi yang montok … di sebuah hotel bintang 4 di bandung dan ternyata gadis bugil ini habis ngentot …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gadis siswi pelajar pecun bugil | gallery photo model gadis bugil …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;foto gadis siswi pelajar pecun bugil memek telanjang indonesia … gadis bandung telanjang itu lagi nafsu pengen ngentot!dia terkenal di sekolahnya …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis SMP Ngentot&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;… gadis bandung nudys, gadishot imagefap, koleksimemek janda, gadis indonesia … ngentot artis bugil, gadis bandung images, gadis melayu ngentot, ngentot …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Memek: CERITA NGENTOT MANTAP, Cerita gadis bandung, Gadis bugil bandung, cerita ngewek gadi smu bandung, cerita ngentot gadis bandung,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-8945869206561948274?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/8945869206561948274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/8945869206561948274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/gadis-bandung-ngentot.html' title='Gadis Bandung Ngentot'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-2462335779564654619</id><published>2012-02-02T18:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T18:08:30.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><title type='text'>Foto Bugil SMA 2 Ngawi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bugil bugil 3gp&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Download Foto bugil 3GP gadis cina search results … cewek anak abg sekolahan smp sma bugil striptease download … Ngawi 3gp : WeBBirU Smu medan poto …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cewe bugil sma – Today.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sma ngawi – Today.com. 3gp sma ngawi mesum Media – Today.com mesum smu usergenerated tag. … sma cewe bugil jilbab. www.biznetic.com/?query=Foto+smu+cewe+-+Tod…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maraknya Video Mesum anak SMA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[April 6, 2007] … dll deh.baru2 ini di ngawi yaitu di SMA 2 ngawi murid ceweknya buat video gituan … Foto Chika Bugil dan Video bokep Chika. SMA 2 Madiun. SMA 2 Madiun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Seks Dewasa : Ternyata Swinger ( tukar pasangan ) itu enak banget&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto ABG Bugil. Ayam Kampus Indo. Wanita STW Telanjang. SMA Indo Bugil. Foto SPG Telanjang … Ardina Rasti (2) Ariel Peterpan (3) Artis Dangdut (1) Artis …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Download file 3gp smp-sma | artis bugil | skandal pegawai negri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;blog dewasa yang memuat semua video hot remaja … SMU NGAWI HEBOH PART 2. BARU TRY. NGAWI HEBOH. Ayam kampus. 06/29 – 07/06 (1) Ria Padang …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;wanita cantik juga bisa melemahkan otak pria | Kota Ngawi | Komunitas …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posting baru galang : Foto Telanjang dan Bugil. Reply. Mrpall says: 10 May 2010 at 19:00 … SMA Ngawi (9) Mrpall (7) SanG BaYAnG (7) fahmi (6) vicky (6) …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilih Pemimpin bukan Penguasa | Pilkada Ngawi 2010 | Kota Ngawi …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posting baru galang : Foto Telanjang dan Bugil. Reply. vicky says: 12 May 2010 at 11:14 … SMA Ngawi on Pemerintah Harus Berani Hentikan RSBI …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diperiksa BK, Istri Tohari Dihujani 25 Pertanyaan – Portal Berita Jawa …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat skandal itu, politisi kelahiran Ngawi ini sudah dicopot dari jabatannya … Simpan Foto Bugil, LSM Minta Polisi Tangkap Tohari. 23-08-2010 17:33 …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi Lengkap Smea Panter Ngawi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;… PGRI 4 NGAWI Adalah SMK Yang Berstatus Terakreditasi A Memiliki 2 Bidang Studi … foto bugil tanpa sensor tenaga sukarela Pemkab Empat Lawang Sumatera Selatan …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;HP Ketua Fraksi Demokrat Simpan Foto Bugil Pembantu ~ News …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan pria kelahiran Ngawi ini berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. … Ingin Bikin Video Mesum, 3 Pelajar SMA Kediri Gili…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Ngewe: ngewe, Jilbab nyepong, cerita dewasa, Tante Genit, memek perawan,&amp;nbsp;Foto Bugil SMA 2 Ngawi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bugil bugil 3gp&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Download Foto bugil 3GP gadis cina search results … cewek anak abg sekolahan smp sma bugil striptease download … Ngawi 3gp : WeBBirU Smu medan poto …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cewe bugil sma – Today.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sma ngawi – Today.com. 3gp sma ngawi mesum Media – Today.com mesum smu usergenerated tag. … sma cewe bugil jilbab. www.biznetic.com/?query=Foto+smu+cewe+-+Tod…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maraknya Video Mesum anak SMA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[April 6, 2007] … dll deh.baru2 ini di ngawi yaitu di SMA 2 ngawi murid ceweknya buat video gituan … Foto Chika Bugil dan Video bokep Chika. SMA 2 Madiun. SMA 2 Madiun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Seks Dewasa : Ternyata Swinger ( tukar pasangan ) itu enak banget&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto ABG Bugil. Ayam Kampus Indo. Wanita STW Telanjang. SMA Indo Bugil. Foto SPG Telanjang … Ardina Rasti (2) Ariel Peterpan (3) Artis Dangdut (1) Artis …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Download file 3gp smp-sma | artis bugil | skandal pegawai negri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;blog dewasa yang memuat semua video hot remaja … SMU NGAWI HEBOH PART 2. BARU TRY. NGAWI HEBOH. Ayam kampus. 06/29 – 07/06 (1) Ria Padang …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;wanita cantik juga bisa melemahkan otak pria | Kota Ngawi | Komunitas …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posting baru galang : Foto Telanjang dan Bugil. Reply. Mrpall says: 10 May 2010 at 19:00 … SMA Ngawi (9) Mrpall (7) SanG BaYAnG (7) fahmi (6) vicky (6) …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilih Pemimpin bukan Penguasa | Pilkada Ngawi 2010 | Kota Ngawi …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posting baru galang : Foto Telanjang dan Bugil. Reply. vicky says: 12 May 2010 at 11:14 … SMA Ngawi on Pemerintah Harus Berani Hentikan RSBI …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diperiksa BK, Istri Tohari Dihujani 25 Pertanyaan – Portal Berita Jawa …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat skandal itu, politisi kelahiran Ngawi ini sudah dicopot dari jabatannya … Simpan Foto Bugil, LSM Minta Polisi Tangkap Tohari. 23-08-2010 17:33 …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi Lengkap Smea Panter Ngawi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;… PGRI 4 NGAWI Adalah SMK Yang Berstatus Terakreditasi A Memiliki 2 Bidang Studi … foto bugil tanpa sensor tenaga sukarela Pemkab Empat Lawang Sumatera Selatan …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;HP Ketua Fraksi Demokrat Simpan Foto Bugil Pembantu ~ News …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan pria kelahiran Ngawi ini berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. … Ingin Bikin Video Mesum, 3 Pelajar SMA Kediri Gili…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Memek: ngewe, Jilbab nyepong, cerita dewasa, Tante Genit, memek perawan,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-2462335779564654619?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2462335779564654619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2462335779564654619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/02/foto-bugil-sma-2-ngawi.html' title='Foto Bugil SMA 2 Ngawi'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-6412556910755009102</id><published>2012-01-31T22:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T22:00:02.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vidio bokep'/><title type='text'>Seorang Polwan Seksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Polwan Seksi, Bripda Handayani, 20 tahun, adalah seorang anggota Bintara Polwan yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu. Handayani atau sering dipanggil Yani itu memiliki wajah yang cukup cantik, berkulit putih dengan bibir yang merah merekah, tubuhnya kelihatan agak berisi dan sekal. Orang-orang di sekitarnya pun menilai wajahnya mirip dengan artis Desy Ratnasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyayangkan dirinya yang lebih memilih profesi sebagai seorang polisi wanita daripada menjadi artis atau seorang foto model. Maklumlah, dengan penampilannya yang cantik itu Handayani memiliki modal yang cukup untuk berprofesi sebagai seorang foto model atau artis sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi badannya 168 cm dan ukuran bra 36B, membuat penampilannya makin menggairahkan, apalagi ketika ia mengenakan baju seragam dinas Polwan dengan baju dan rok seragam coklatnya yang berukuran ketat sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas menembus dan menghias kedua buah pantatnya yang sekal. Karena ukuran roknya yang ketat, sehingga saat ia berjalan goyangan pantatnya terlihat aduhai. Semua pria yang berpikiran nakal pastilah ingin mencicipi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam sehabis lembur, sekitar jam 10 malam ia berjalan sendirian meninggalkan kantor untuk pulang menuju ke mess yang kebetulan hanya berjarak sekitar 600 meter dari Markas Polda tempatnya berdinas. Dia merasakan badannya amat lelah akibat seharian kerja ditambah lembur tadi, sekujur tubuhnya pun terasa lengket-lengket karena keringat yang juga membasahi seragam dinas yang dikenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalan agak lambat, kini tibalah Handayani pada sebuah jalan pintas menuju ke mess yang kini tinggal berjarak 100 meter itu, namun jalan tersebut agak sunyi dan gelap. Tiba-tiba tanpa disadarinya, sebuah mobil Kijang berkaca gelap memotong jalan dan berhenti di depannya. Belum lagi hilang rasa kagetnya, sekonyong-konyong keluar seorang pemuda berbadan kekar dari pintu belakang dan langsung menyeret Bripda Handayani yang tidak sempat memberikan perlawanan itu masuk ke dalam mobil tersebut, dan mobil itu kemudian langsung tancap gas dalam-dalam meninggalkan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil tersebut ada empat orang pria. Bripda Handayani diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil terus melaju dengan cepat. Handayani yang masih terbengong-bengong pun didudukkan di bagian tengah, diapit 2 orang pria. Sementara mobil melaju, mereka berusaha meremas-remas pahanya. Tangan kedua lelaki tersebut mulai bergantian mengusap-usap kedua paha mulus Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri polisi Handayani kini bangkit dan berontak. Namun belum lagi berbuat banyak, tiba-tiba lelaki yang duduk di belakangnya memukul kepala Handayani beberapa kali hingga akhirnya Handayani pun mengakhiri perlawanannya dan pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan Bripda Handayani diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang montok dan masih dilapisi seragam Polwan itu mencuat ke depan. Sementara itu selama dalam perjalanan kedua orang pria yang mengapitnya itu memanfaatkan kesempatan dengan bernafsu menyingkap rok seragamnya Handayani sampai sepinggang. Setelah itu kedua belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan sampai akhirnya tangan-tangan nakal kedua lelaki tersebut dengan leluasa menyeruak ke dalam celana dalam Handayani, kemudian dengan bernafsu mengusap-ngusap kemaluan Bripda Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah lama tidak ditempati di suatu daerah sepi. Mobil langsung masuk ke dalam dan garasi langsung ditutup rapat-rapat. Kemudian Handayani yang masih pingsan itu langsung digotong oleh dua orang yang tadi mengapitnya masuk ke dalam rumah tersebut. Rumah tersebut kelihatan sekali tidak terawat dan kosong, namun di tengah-tengahnya terdapat satu sofa besar yang telah lusuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di sana sudah menunggu kurang lebih sekitar lima orang pria lagi, jadi total di sana ada sekitar sembilan orang lelaki. Mereka semua berperangai sangar, badan mereka rata-rata dipenuhi oleh tatto dan lusuh tidak terawat, sepertinya mereka jarang mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bripda Handayani kemudian didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di antara mereka.&lt;br /&gt;“Waw betapa cantiknya Polwan ini.” guman beberapa lelaki yang menyambut kedatangan rombongan penculik itu sambil memandangi tubuh lunglai Handayani.&lt;br /&gt;Tiba-tiba salah seorang dari mereka berujar memerintah, “Jon.., ambilin air..!”&lt;br /&gt;Seseorang bernama Joni segera keluar ruangan dan tidak lama kemudian masuk dengan seember air.&lt;br /&gt;“Ini Frans..,” ujar Joni.&lt;br /&gt;Frans yang berbadan tegap dan berambut gondrong itu berdiri dan menyiramkan air pelan-pelan ke wajah Bripda Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, ketika sadar Polwan cantik itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya, “Kamu…” katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tangannya terikat erat.&lt;br /&gt;Kali ini Frans tersenyum, senyum kemenangan.&lt;br /&gt;“Mau apa kamu..!” Bripda Handayani bertanya setengah menghardik kepada Frans.&lt;br /&gt;“Jangan macam-macam ya, saya anggota polisi..!” lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;Frans hanya tersenyum, “Silakan saja teriak, nggak bakal ada yang dengar kok. Ini rumah jauh dari mana-mana.” kata Frans.&lt;br /&gt;“Asal tau aja, begitu urusan gue di Polda waktu itu beres, elo udah jadi incaran gue nomer satu.” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan posisinya yang terjepit, keputusasaan pun mulai terlihat di wajah Polwan itu, wajahnya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Namun kebencian di hati Frans masih belum padam, terlebih-lebih dia masih ingat ketika Bripda Handayani membekuknya saat dia beraksi melakukan pencopetan di dalam sebuah pasar. Namun karena bukti yang kurang, saat diproses di Polda Frans pun akhirnya dibebaskan. Hal inilah yang membuat Frans mendendam dan bertindak nekat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di kalangan dunia kriminal nama Frans cukup terkenal. Pria yang berusia 40-an tahun itu sering keluar masuk penjara lantaran berbagai tindak kriminal yang telah dibuatnya. Tindakannya seperti mencopet di pasar, merampok pengusaha, membunuh sesama penjahat. Kejahatan terakhir yang belum semat terlacak oleh polisi yang dia lakukan beberapa hari yang lalu adalah merampok dan memperkosa korbannya, yaitu seorang ibu muda yang berusia sekitar 25 tahun, istri dari seorang pengusaha muda yang kaya raya. Ibu itu sendirian di rumahnya yang besar dan mewah karena ditinggal suaminya untuk urusan bisnis di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun Mas, maafkan aku, aku waktu itu terpaksa bersikap begitu.” katanya seolah membela diri.&lt;br /&gt;“Ha.. ha.. ha…” Frans tertawa lepas dan serentak lelaki yang lainnya pun ikut tertawa sambil mengejek Bripda Handayani yang duduk terkulai lemas.&lt;br /&gt;“Hei Polwan goblok, gue ini kepala preman sini tau! Elo nangkep gue sama aja bunuh diri!” ujar Frans sambil mengelus-elus dagunya.&lt;br /&gt;“Sekarang elo musti bayar mahal atas tindakan elo itu, dan gue mau kasih elo pelajaran supaya elo tau siapa gue.” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bripda Handayani pun tertunduk lemas seolah dia menyesali tindakan yang telah diambilnya dulu, airmatanya pun mulai berlinang membasahi wajahnya yang cantik itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, “BUKK..” sebuah pukulan telak menghantam pipi kanannya, membuat tubuh Handayani terlontar ke belakang seraya menjerit. Seorang lelaki berkepala botak telah menghajar pipinya, dan “BUKK” sekali lagi sebuah pukulan dari si botak menghantam perut Handayani dan membuat badannya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh.., ampun Bang.. ampunn..,” ujar Handayani dengan suara melemah dan memelas.&lt;br /&gt;Frans sambil melepaskan baju yang dikenakannya berjalan mendekati Handayani, badannya yang hitam dan kekar itu semakin terlihat seram dengan banyaknya tatto yang menghiasi sekujur badannya.&lt;br /&gt;“Udah Yon, sekarang gue mau action.” ujar Frans sambil mendorong Yonas si kepala Botak yang menghajar Handayani tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perduli dengan pembelaan diri Handayani, Frans dengan kasarnya menyingkapkan rok seragam Polwan Handayani ke atas hingga kedua paha mulus Handayani terlihat jelas, juga celana dalam putihnya.&lt;br /&gt;Handayani menatap Frans dengan ketakutan, “Jangan, jangan Mas…” ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.&lt;br /&gt;Kemudian, dengan kasar ditariknya celana dalam Handayani sehingga bagian bawah tubuh Handayani telanjang. Kini terlihat gundukan kemaluan Handayani yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat, sementara itu Handayani menangis terisak-isak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para lelaki yang berada di sekitar Frans itu pun pada terdiam melongo melihat indahnya kemaluan Polwan itu. Untuk sementara ini mereka hanya dapat melihat ketua mereka mengerjai sang Polwan itu untuk melampiaskan dendamnya. Kini Frans memposisikan kepalanya tepat di hadapan selangkangan Handayani yang nampak mengeliat-geliat ketakutan. Tanpa membuang waktu, direntangkannya kedua kaki Handayani hingga selangkangannya agak sedikit terbuka, dan setelah itu dilumatnya kemaluan Handayani dengan bibir Frans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rakus bibir dan lidah Frans mengulum, menjilat-jilat lubang vagina Handayani. Badan Handayani pun menggeliat-geliat kerenanya, matanya terpejam, keringat mulai banjir membasahi baju seragam Polwannya, dan rintihan-rintihannya pun mulai keluar dari bibirnya akibat ganasnya serangan bibir Frans di kemaluannya, “Iihh.. iihh.. hhmmh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahan melihat itu, Joni dan seorang yang bernama Fredi yang berdiri di samping langsung meremas-meremas payudara Handayani yang masih terbungkus seragam itu. Bripda Handayani sesekali nampak berusaha meronta, namun hal itu semakin meningkatkan nafsu Frans. Jari-jari Frans juga meraba secara liar daerah liang kemaluan yang telah banjir oleh cairan kewanitaannya dan air liur Frans. Jari telunjuknya mengorek dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk-nusuk.&lt;br /&gt;“Aakkh.. Ooughh…” Bripda Handayani semakin keras mengerang-ngerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan selangkangan Handayani, kini Frans bergeser ke atas ke arah wajah Handayani. Dan kini giliran bibir merah Handayani yang dilumat oleh bibir Frans. Sama ketika melumat kemaluan Handayani, kini bibir Handayani pun dilumat dengan rakusnya, dicium, dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Handayani.&lt;br /&gt;“Hmmph.. mmph.. hhmmp..” Handayani hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah karena mulutnya terus diserbu oleh bibir Frans.&lt;br /&gt;Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar, air liur mereka pun meleleh menetes-netes. Sesekali Frans menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“It?s showtime..!” teriak Frans yang disambut oleh kegembiraan teman-temannya.&lt;br /&gt;Kini Frans yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Bripda Handayani yang napasnya terengah-engah akibat gempuran Frans tadi, matanya masih terpejam dan kepalanya menoleh ke kiri seolah membuang wajah dari pandangan Frans. Frans pun membuka celana jeans lusuhnya hingga akhirnya telanjang bulat. Kemaluannya yang berukuran besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Frans meluruskan posisi tubuh Handayani dan merentangkan kembali kedua kakinya hingga selangkangannya terkuak sedikit kemudian mengangkat kedua kaki itu serta menekuk hingga bagian paha kedua kaki itu menempel di dada Handayani. Hingga kemaluan Handayani yang berwarna kemerahan itu kini menganga seolah siap menerima serangan. Tangis Handayani semakin keras, badannya terasa gemetaran, dia tahu akan apa-apa yang segera terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans pun mulai menindih tubuh Handayani, tangan kanannya menahan kaki Handayani, sementara tangan kirinya memegangi batang kemaluannya membimbing mengarahkan ke lubang vagina Handayani yang telah menganga.&lt;br /&gt;“Ouuhh.. aah.. ampuunn.. Mass..!” rintih Handayani.&lt;br /&gt;Badan Handayani menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak masuk ke dalam lubang vaginanya.&lt;br /&gt;“Aaakkh..!” Handayani mejerit keras, matanya mendelik, badannya mengejang keras saat Frans dengan kasarnya menghujamkan batang kemaluannya ke dalam lubang vagina Handayani dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang vagina Handayani yang masih kencang dan rapat itu.&lt;br /&gt;Keringat pun kembali membasahi seragam Polwan yang masih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika kemaluan Frans berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.&lt;br /&gt;Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang vagina Handayani, Frans mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela kemaluan Handayani yang sedang disusupi kemaluan Frans itu. Dengan irama cepat Frans mulai menggenjot tubuh Handayani, rintihan Handayani pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Frans.&lt;br /&gt;“Ooh.. oh.. oohh..!” badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Frans yang semakin bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit kemudian badan Frans menegang, kedua tangannya semakin erat mencengkram kepala Handayani, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Frans berejakulasi di rahim Bripda Handayani. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Bripda Handayani hanya dapat pasrah menatap wajah Frans dengan panik dan kembali memejamkan mata disaat Frans bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis Handayani pun kembali merebak, ia nampak sangat shock. Badan Frans yang terkulai di atas tubuh Handayani pun terguncang-guncang jadinya karena isakan tangisan dari Handayani.&lt;br /&gt;“Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..?” ujar Frans sambil membelai-belai rambut Handayani.&lt;br /&gt;Beberapa saat lamanya Frans menikmati kecantikan wajah Handayani sambil membelai-belai rambut dan wajah Handayani yang masih merintih-rintih dan menangis itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang vagina Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya jangan main-main sama gue lagi ya Sayang..!” sambung Frans sambil bangkit dan mencabut kemaluannya dari vagina Handayani.&lt;br /&gt;“Ayo siapa yang mau maju, sekarang gil…” ujar Frans kapada teman-temannya.&lt;br /&gt;Belum lagi Frans selesai bicara, Fredi sedari tadi di sampingnya sudah langsung mengambil posisi di depan Handayani yang masih lemas terkulai di kursi sofa. Beberapa orang yang tadinya maju kini mereka mundur lagi, karena memang Fredi adalah orang kedua dalam geng ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fredi yang berumur 38 tahun dan berperawakan sedang ini segera melepaskan celana jeans kumalnya, dan kemudian naik ke atas sofa serta berlutut tepat di atas dada Handayani. Kemaluannya yang telah membesar dan tidak kalah gaharnya dengan kemaluan Frans kini tepat mengarah di depan wajah Handayani. Handayani pun kembali membuang wajah sambil memejamkan matanya. Fredi mulai memaksa Handayani untuk mengoral batang kejantanannya. Tangannya yang keras segera meraih kepala Handayani dan menghadapkan wajahnya ke depan kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kemudian Fredi memaksakan batang kejantanannya masuk ke dalam mulut Handayani hingga masuk sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibir Handayani, yang kelagapan karena mulutnya kini disumpal oleh kemaluan Fredi yang besar itu. Fredi mulai mengocokkan batang penisnya di dalam mulut Handayani yang megap-megap karena kekurangan oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar masuk dangan cepat hingga buah zakarnya memukul-mukul dagu Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Handayani dan batang penis yang sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Fredi yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajah Handayani. Batang penisnya juga semakin cepat keluar masuk di mulut Handayani, dan sesekali membuat Handayani tersedak dan ingin muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima menit lamanya batang penis Fredi sudah dikulumnya dan membuat Handayani makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Fredi pun mengejan keras dan Fredi menumpahkan spermanya di rongga mulut Handayani. Hal ini membuat Handayani tersetak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan tangan Fredi di kepalanya sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa Handayani menelan sebagian besar sperma itu.&lt;br /&gt;“Aaah..,” Fredi pun mendesah lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Handayani meludah dan mencoba memuntahkan sperma dari rongga mulutnya yang nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi menumpahkan semuanya, tiba-tiba badannya sudah ditindih oleh Yonas yang dari tadi juga berada di samping.&lt;br /&gt;“Ouuh..,” Handayani mendesah akibat ditimpa oleh tubuh Yonas yang ternyata telah telanjang bulat itu.&lt;br /&gt;Kini dengan kasarnya Yonas melucuti baju seragam Polwan yang masih dikenakan Handayani itu. Tetapi karena kedua tangan Handayani masih diikat ke belakang, maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dengan kasarnya Yonas menarik BH yang dikenakan Handayani dan menyembullah kedua buah payudara indah milik Handayani itu. Pemandangan itu segera saja mengundang decak kagum dari para lelaki itu.&lt;br /&gt;“Aah.. udah Mass.. ampuunn..!” dengan suara yang lemah dan lirih Handayani mencoba untuk meminta belas kasihan dari para pemerkosanya.&lt;br /&gt;Rupanya hal ini tidak membuahkan hasil sama sekali, terbukti Yonas dengan rakusnya langsung melahap kedua bukit kembar payudara Handayani yang montok itu. Diremas-remas, dikulum dan dihisap-hisapnya kedua payudara indah itu hingga warnanya berubah menjadi kemerah-merahan dan mulai membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas mengerjai bagian payudara itu, kini Yonas mulai akan menyetubuhi Handayani.&lt;br /&gt;“Aaakkhh…” kembali terdengar rintihan Handayani dimana pada saat itu Yonas telah berhasil menanamkan kemaluannya di dalam vagina Handayani.&lt;br /&gt;Mata Handayani kembali terbelalak, tubuhnya kembali menegang dan mengeras merasakan lubang kemaluannya kembali disumpal oleh batang kejantanan lelaki pemerkosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa membuang waktu lagi, Yonas langsung menggenjot memompakan kemaluannya di dalam kemaluan Handayani. Kembali Handayani hanya dapat merintih-rintih seiring dengan irama gerakan persetubuhan itu.&lt;br /&gt;“Aaahh.. aahh.. oohh.. ahh.. ohh..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit kemudian Yonas pun akhirnya berejakulasi di rahim Handayani. Yonas pun juga tumbang menyusul Frans dan Fredi setelah merasakan kenikmatan berejakulasi di rahim Handayani. Kini giliran seseorang yang juga tidak kalah berwajah garang, seseorang yang bernama Martinus, badannya tegap dan besar serta berotot, kepalanya plontos, kulitnya gelap, penampilannya khas dari daerah timur Indonesia. Usianya sekitar 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak Martinus yang agak santai mulai mencopot bajunya satu persatu hingga telanjang bulat, kemaluannya yang belum disunat itu pun sudah mengacung besar sekali. Handayani yang masih kepayahan hanya dapat menatap dengan wajah yang sendu, seolah airmatanya telah habis terkuras. Kini hanya tinggal senggukan-senggukan kecil yang keluar dari mulutnya, nafasnya masih terengah-engah gara-gara digenjot oleh Yonas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dia mendekati Handayani dan menarik tubuhnya dari sofa sampai terjatuh ke lantai. Cengkraman tangannya kuat sekali. Kini dia membalikkan tubuh Handayani hingga telungkup, setelah itu kedua tangan kekarnya memegang pinggul Handayani dan menariknya hingga posisi Handayani kini menungging. Jantung Handayani pun berdebar-debar menanti akan apa yang akan terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, “Aakkhh.. ja.. jangan di situu.., ough..!” tiba-tiba Handayani menjerit keras, matanya terbelalak dan badannya kembali menegang keras.&lt;br /&gt;Ternyata Martinus berusaha menanamkan batang kejantanannya di lubang anus Handayani. Martinus dengan santainya mencoba melesakkan kejantanannya perlahan-lahan ke dalam lubang anus Handayani.&lt;br /&gt;“Aaakh.. aahh.. sakit.. ahh..!” Handayani meraung-raung kesakitan, badannya semakin mengejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya Martinus bernapas lega disaat seluruh kemaluannya berhasil tertanam di lubang anus Handayani. Kini mulailah dia menyodomi Handayani dengan kedua tangan memeganggi pinggul Handayani. Dia mulai memaju-mundurkan kemaluannya mulai dari irama pelan kemudian kencang sehingga membuat tubuh Handayani tersodok-sodok dengan kencangnya.&lt;br /&gt;“Aahh.. aahh.. aah.. oohh.. sudah… oohh.. ampun.. saakiit.. ooh..!” begitulah rintihan Handayani sampai akhirnya Martinus berejakulasi dan menyemburkan spermanya ke dalam lubang dubur Handayani yang juga telah mengalami pendarahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi belum lagi habis sperma yang dikeluarkan oleh Martinus di lubang dubur Handayani, dengan gerakan cepat Martinus membalikkan tubuh Handayani yang masih mengejan kesakitan hingga telentang. Martinus rupanya belum merasakan kepuasan, dan dia tanamkan lagi kejantannya ke dalam lubang vagina Handayani.&lt;br /&gt;“Oouuff.., aahh..!” Handayani kembali merintih saat kemaluan Martinus menusuk dengan keras lubang vaginanya.&lt;br /&gt;Langsung Martinus kembali menggenjot tubuh lemah itu dengan keras dan kasar sampai-sampai membanting-banting tubuh Handayani membentur-bentur lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ouh.. oohh.. ohh..!” Handayani merintih-rintih dengan mata terpejam.&lt;br /&gt;Dan akhirnya beberapa menit kemudian Martinus berejakulasi kembali, yang kali ini di rongga vagina Handayani. Begitu tubuh Martinus ambruk, kini giliran seseorang lagi yang telah antri di belakang untuk menikmati tubuh Polwan yang malang ini.&lt;br /&gt;“Giliran gua. Gue dendam sama yang namanya polisi..!” ujar Jack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack, begitulah orang ini sering dipangil, dia adalah residivis keluaran baru yang baru berusia 18 tahun, namun tidaklah kalah sangar dengan Frans atau yang lainnya yang telah berusia 30 sampai 40-an tahun itu. Kejahatannya juga tidak kalah seram, terakhir dia sendirian merampok seorang mahasisiwi yang baru pulang kuliah malam dan kemudian memperkosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack memungut topi pet Polwan milik Handayani dan mengenakan ke kepala Handayani yang kini seluruh tubuh lemasnya mulai gemetaran akibat menahan rasa sakit dan pedih di selangkangannya itu. Setelah itu tanpa ragu-ragu Jack memasukkan penisnya langsung menembus vagina Handayani, namun Handayani hanya merintih kecil karena terlalu banyak rasa sakit yang dideritanya. Dan kini seolah semua rasa sakit itu hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit lamanya Jack memompa tubuh Handayani yang lemah itu. Badan Handayani hanya tersentak-sentak lemah seperti seonggokan daging tanpa tulang. Akhirnya kembali rahim Handayani yang nampak kepayahan itu dibanjiri lagi oleh sperma. Setelah Jack sebagai orang kelima yang memperkosa Handayani tadi, kini empat orang yang lainnya mulai mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah anggota muda dari geng ini, usia mereka juga masih muda. Ada yang baru berusia 15 tahun dan ada pula yang berusia 17 tahun. Namun penampilan mereka tidak kalah seram dengan para seniornya, aksi mereka berempat beberapa hari yang lalu adalah memperkosa seorang gadis cantik berusia 15 tahun, siswi SMU yang baru pulang sekolah. Gadis cantik yang juga berprofesi sebagai foto model pada sebuah majalah remaja itu mereka culik dan mereka gilir ramai-ramai di sebuah rumah kosong sampai pingsan. Tidak lupa setelah mereka puas, mereka pun menjarah dompet, HP, jam tangan serta kalung milik sang gadis malang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata dari mereka yang dari tadi hanya menjadi penonton sudah tidak dapat menahan nafsu, dan mulailah mereka menyetubuhi Handayani satu persatu. Dibuatnya tubuh Polwan itu menjadi mainan mereka. Orang keenam yang menyetubuhi Handayani berejakulasi di rahim Handayani. Namun pada saat orang ke tujuh yang memilih untuk menyodomi Handayani, tiba-tiba Handayani yang telah kepayahan tadi pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang ketujuh tadi berejakulasi di lubang dubur Handayani, kini orang ke delapan dan ke sembilan berpesta di tubuh Handayani yang telah pingsan itu, mereka masing-masing menyemprotkan sperma mereka di rahim dan wajah Handayani serta ada juga yang berejakulasi di mulut Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keempat orang tadi puas, rupanya penderitan Handayani belumlah usai. Frans dan Martinus kembali bangkit dan mereka satu persatu kembali meyetubuhi tubuh Handayani dan sperma mereka berdua kembali tumpah di rahimnya. Kini semuanya telah menikmati tubuh Bripda Handayani sang Polwan yang cantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, para anggota muda itu diperintah Frans untuk melepas tali yang dari tadi mengikat tangan Handayani. Kemudian mereka disuruh mengenakan dan merapikan seluruh seragam Polwan ke tubuh Handayani, hingga akhirnya Handayani komplit kembali mengenakan seragam Polwannya walau dalam keadaan pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Frans, Martinus dan Yonas menggotong tubuh Handayani ke mobil Kijang. Mereka bertiga membawa tubuh Handayani kembali ke tempatnya diambil tadi malam. Namun selama dalam perjalanan, tiba-tiba nafsu Yonas kembali bangkit, dia pun mengambil kesempatan terakhir ini untuk kembali memperkosa tubuh Handayani sebanyak dua kali. Dia akhirnya berejakulasi di mulut dan di rahim Handayani beberapa meter sebelum sampai pada tujuan. Frans dan Martinus yang duduk di depan hanya dapat memaklumi, karena nafsu sex Yonas memang besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah baju seragam Polwan Handayani dirapikan kembali, tubuh lunglai Bripda Handayani dicampakkan begitu saja di pinggir jalan yang sepi di tempat dimana Handayani tadi diciduk. Tanpa diketahui oleh Frans dan Martinus, Yonas diam-diam rupanya menyimpan celana dalam berwarna putih milik Handayani, dan menjadikannya sebagai kenang-kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mereka pun meluncur ke rumah kosong tadi untuk menjemput kawanan geng mereka yang masih berada di sana. Kemudian mereka bersembilan langsung meluncur menuju ke pelabuhan guna menumpang sebuah kapal barang untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka pun berharap pada saat sepasukan polisi mulai melacak keberadaan mereka, mereka sudah tenang dalam pelayaran menuju ke suatu pulau di wilayah timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: ngewe polwan, cerita ngewe polwan, Kisah ngewe seorang polwan, ngewe memek polwan, lembur kerja sambil ngewe,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-6412556910755009102?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6412556910755009102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6412556910755009102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/seorang-polwan-seksi.html' title='Seorang Polwan Seksi'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-6517307813976464263</id><published>2012-01-31T21:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T21:57:24.246-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita +17'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><title type='text'>Derita Seorang Artis Seksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Derita Seorang Artis Seksi, Tamara Bleszynski dan suaminya, turun dari mobil di depan rumah mereka. Mereka baru saja berkunjung ke kerabat mereka di Bandung, dan pada pukul 11 malam ini baru bisa sampai di rumah. Pada saat mereka berdua turun dari mobil, tiba-tiba ada Panther hitam yang mendekati sambil menyalakan lampu mobil yang sangat terang. Karena silau dan kaget, Tamara tidak langsung sadar bahwa mobil tersebut telah ada di sampingnya. Segera saja pintu Panther itu terbuka dan tiga pasang tangan keluar dari dalam mobil. Yang pertama memegang tangan kiri, yang kedua menarik tangan kanannya, dan yang ketiga meraih pinggangnya dan menarik tubuhnya masuk ke Panther. Setelah Tamara masuk ke dalam. Panther tersebut langsung tancap gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil, Tamara melihat ada lima orang yang bertampang beringas yang pertama dipanggil Boss oleh yang lain, ada juga yang Botak, yang satu lagi bermuka Bopeng dan di sampingnya ada salah satu matanya ditutup kain hitam ala bajak laut. Sedangkan di depan ada lagi yang berambut Jabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lepaskan! Apa-apaan ini?! Tolong!” teriak Tamara sambil meronta-ronta, sementara ada tangan-tangan penculiknya menggerayangi tubuhnya. Ada yang meremas pinggulnya, mengelus pahanya, dan yang membuat Tamara menjerit kesakitan adalah Boss dan Botak yang meremas payudaranya keras-keras.&lt;br /&gt;“Aaah, jangan! Jangan! Lepaskan saya! Tolong!” erang Tamara sambil berontak tanpa hasil.&lt;br /&gt;Para penculik tersebut membuat Tamara seperti boneka selama perjalanan ke markas penculik tersebut. Akhirnya Panther tersebut berhenti dan dengan dipegangi oleh 4 orang masing-masing di tangan dan kaki, Tamara yang sudah kelelahan meronta selama perjalanan digotong masuk ke sebuah ruangan. Dalam ruangan itu hanya ada satu ranjang dan lemari besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikat dia!” Boss menyuruh 4 anak buahnya mengikat tangan dan kaki Tamara ke sudut-sudut ranjang, sehingga tubuh Tamara membentuk huruf X, kaki dan tangannya membuka lebar.&lt;br /&gt;“Gimana sekarang Boss?” tanya Jabrik sambil menjilati bibirnya. Dia sudah sangat terangsang, batang kemaluannya sudah menegang dari tadi.&lt;br /&gt;“Kita giliran! Pertama gue, trus selanjutnya loe gantian!” putus sang Boss, “Sekarang loe semua telanjangin aja dulu dia.”&lt;br /&gt;“Jangan! Jangan! Lepaskan!” Tamara mulai meronta-ronta lagi ketika Botak, Mata Satu, dan yang lainnya mendekatinya dan langsung merobek-robek bajunya sampai dia telanjang bulat. Tamara menangis sekeras-kerasnya sambil terus berusaha melepaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow, bodinya oke banget” seru Botak, “Gila, bunder ama sih loe. Gue taruhan pasti enak banget ngisep puting susu loe!” Setelah itu mereka semua langsung melepas pakaiannya masing-masing. Tamara menggigil ketakutan melihat ukuran kejantanan mereka yang luar biasa besarnya. Sementara anak buahnya menggerayangi tubuh Tamara dari pinggir ranjang, sang Boss langsung naik ke atas ranjang dan mengambil posisi di atas Tamara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana? Loe udah siap kan Sayang? Tenang aja loe bakal ngerasain yang belon pernah loe rasain lewat suami loe!” kata si Boss sambil mengocok batang kemaluannya agar benar-benar tegang.&lt;br /&gt;“Jangan! Lepaskan saya! Saya janji tidak lapor polisi!” mohon Tamara sambil menangis.&lt;br /&gt;“Hush! Kita di sini mau senang-senang Sayang! Masa loe mau pergi dulu!” kata si Boss sambil mulai mengarahkan batang kejantanannya ke liang senggama Tamara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan.. jangan.. saakkit, jaangaakkhh” Tamara berteriak-teriak ketika si Boss mulai mendorong masuk batang kejantanannya.&lt;br /&gt;“Buset! Sempit amat memek loe.. Loe seminggu maen berapa kali sih ama suami loe?!” dengus si Boss sambil terus mendorong batang kejantanannya yang baru bisa masuk sampai kepala, sementara Tamara menjerit sejadi-jadinya, karena selain masih sempit, liang kewanitaannya juga kering sekali sehingga setiap si Boss mendorong batang kejantanannya sakitnya bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan! Ampun! Sakit sekali! Saya nggak kuat! Ampuungghh” Tamara kembali mendengus kesakitan ketika si Boss mulai mendorong-dorong batang kejantanannya lagi.&lt;br /&gt;“Dorong sekalian aja Boss!” saran Bopeng sesaat waktu dia berhenti mengisap-isap puting susu Tamara.&lt;br /&gt;“Oke Sayang! Loe siap ya! Gue mau dorong loe sekali lagi”, si Boss bersiap sambil mengusap keringat di dadanya, Tamara merintih-rintih ketika sodokan si Boss berhenti sejenak. “Sakit sekkhh.. Aaarrgghh.. aakkhh..” si Boss mendorong keras-keras batang kejantanannya sambil memegangi pinggul Tamara. Hasilnya seluruh batang kejantanannya bisa masuk sambil diiringi jeritan Tamara yang melengking tinggi. Setelah itu mulailah si Boss bergerak maju mundur perlahan, setiap tarikan dan dorongan semuanya diiringi oleh erangan Tamara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah 15 menit maju mundur, si Boss mulai bergerak makin cepat. Tamara yang sudah kelelahan mengerang dan lemas, mulai merasakan sakit yang menggigit liang kewanitaannya, sementara si Boss makin cepat maju mundur sampai seluruh ranjang berguncang-guncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sakitt! Aaah, ampuun! Ampuun..” Tamara tak berdaya, tubuhnya juga terbanting-banting di ranjang seirama dengan gerakan si Boss. Tubuh Tamara juga sekarang berkilau karena air liur yang dari lidah-lidah penculiknya yang menjilati tubuhnya dari paha sampai wajahnya. Sekarang si Mata Satu sedang mengigiti puting susunya sementara si Bopeng menjilati wajahnya. Si Jabrik meremas-remas susunya dan si Botak meraba sisa tubuh Tamara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eeeggh, gue mau keluar Sayang, eegh.. eegh.. eegh..” dengus si Boss “Yaa.. ya.. gue keluarin Sayang, akk.. eaah.. eaahh..” tubuh si Boss mengejang sesaat sambil mendorong batang kejantanannya masuk ke liang kemaluan Tamara. Dari batang kejantanannya keluar sperma yang saking banyaknya sampai menetes keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah! Gue puas bener nih! Gimana dengan loe Sayang?” perlahan si Boss menarik keluar batang kejantanannya yang lemas.&lt;br /&gt;“Ampun, sakit sekali! Saya mohon, ampun..” erang Tamara lirih karena kesakitan dan kecapaian diperkosa si Boss selama 20 menit lebih.&lt;br /&gt;“Oke sekarang giliran loe semua, jangan rebutan, dia udah jadi milik kita sekarang! Gue mau duduk dulu biar kontol gue bisa istirahat!” si Boss berkata sambil bersila di lantai, “Lo semua tunjukin gue kalo loe jantan oke?!”&lt;br /&gt;“Beres Boss”, seru mereka serempak.&lt;br /&gt;“Sekarang gue duluan!” si Jabrik naik ke atas ranjang.&lt;br /&gt;“Halo Tamara sayang! Kita mulai aja ya! Gue jamin punya gue lebih besar dari Boss!” Tamara kembali membelalakkan mata sambil berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian kontol besar milik si Jabrik sudah menyodok liang kewanitaan Tamara yang sudah tidak karuan bentuknya dan sodokan ganas ini membuat Tamara meneteskan air matanya. Berjam-jam lamanya Tamara mesti menerima siksaan dari laki-laki yang sudah lapar akan seks dan tubuh Tamara yang sangat seksi dan menggairahkan itu. Setelah mereka semua puas menyemprotkan cairan kenikmatan mereka ke dalam liang kemaluanTamara. Mereka menampar Tamara sehingga tamara menjadi pingsan dan ketika dia sadar, dia sudah berada di sebuah hutan yang dia sendiri tidak pernah mengenalnya sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, Tamara melihat sebuah cahaya lampu senter di kejauhan dan dia berpikir bahwa sebentar lagi dia bisa melaporkan kejadian yang baru saja dia alami ke polisi. Tetapi sayang sekali karena dugaan dia salah sama sekali. Cahaya cahaya lampu itu berasal dari pemuda-pemuda desa dan ketika mereka melihat tubuh Tamara yang seksi dan panas itu, mereka tidak menolong Tamara tetapi mereka malah memperkosa Tamara. Sungguh pedih hati Tamara menerima kenyataan bahwa dia harus melayani 20 pemuda pemuda sekaligus. Ada beberapa pemuda yang menjilati payudaranya yang gempal, ada yang memasukkan kejantanannya ke dalam liang kewanitaan Tamara yang penuh dengan sperma yang sudah tidak tahu lagi milik siapa sperma itu dan ada pula yang menancapkan batangannya ke dalam anus Tamara dan mulut Tamara yang indah sekarang mesti melayani batang kemaluan dari 3 pemuda dan dia mesti menjilatinya satu persatu sehingga tak lama kemudian wajah cantik Tamara sudah dihiasi oleh sperma pemuda-pemuda itu. Setelah mereka semua puas memuaskan nafsu bejat mereka, mereka meninggalkan Tamara seorang diri di hutan yang gelap itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: cerita ngewe artis, Artis kuat ngewe, Aaah itil, ngewe teman anus perawan sakit artis, Ngewe tamara, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-6517307813976464263?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6517307813976464263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6517307813976464263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/derita-seorang-artis-seksi.html' title='Derita Seorang Artis Seksi'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-14480509389543297</id><published>2012-01-31T21:56:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T21:56:17.303-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><title type='text'>Cewek Dayak Telanjang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto Bugil Cewek Bandung | Ichanx The Miracle&lt;br /&gt;foto cewek bugil? foto telanjang? Ichanx punya koleksi foto wanita bugil alias telanjang? … ama putri dari suku dayak trus menetap di pedalaman kalimantan. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia lendir Artis Bugil Foto Telanjang Cewek Photo&lt;br /&gt;… Olla Ramlan is Indonesian Actress have blood Dayak, she now he took to appear on … ga karuan banget kalau liat cewek telanjang indonesia ingin segera isep toket …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cewek gaul ” cewek cantik friendster FACEBOOK indonesia&lt;br /&gt;Cewek smu telanjang. Video Bokep Skandal Pemerkosaan. Gadis … Telanjang Artis Cantik. Puting Susu. Cewek Langsing. Buka Celana. Video … putra DAYAK 18th …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Brotoseno ” Telanjang ? Siapa Takut&lt;br /&gt;aku pernah juga nemenin temen foto cewek telanjang. … baju dayak juga… ^_^ pada gak kalah eksotis. Hedi Says: 8 January 2008 at 1:47 am. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABG panggilan bispak bisyar call girl cewek bayaran cewek bisyar …&lt;br /&gt;Abg panggilan bispak bisyar call girl cewek bayaran cewek bisyar cewek panggilan bispak fs cewek bisyar cewek bispak gambar cewek jepang telanjang bug&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis Manis Kelahiran Bandung Ini Terlihat Berani Dalam Berpose&lt;br /&gt;GRATIS RAMALAN jawa, JIMAT JUDI ampuh Mustika pelet gadis ampuh ASLI DAYAK, pengobat asmara di: … CEWEK BUGIL, TELANJANG ABG, CHIKA TELANJANG, FHOTO HOT, PORNO …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NINA-CEWEK-BUGIL | Cewek Idaman – Bugil, Artis Bugil, Foto Bugil …&lt;br /&gt;NINA-CEWEK-BUGIL – CewekIdaman.info – Adult website contains Indonesian Nude Girls – foto gadis bugil asli Indonesia, Telanjang, Porno, Sexy, Artis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar, dan yang lainnya di WordPress&lt;br /&gt;… 65 TAHUN, 2010, Pontianak, KALIMANTAN BARAT, Dayak … foto telanjang, cewek hot, cewek seksi, foto seksi, Cewek Bertatto, Tatto Seksi, Cewek telanjang …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posmetro Medan | Menyajikan Fakta, Peristiwa &amp;amp; Fenomena&lt;br /&gt;… yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. … Ternyata Cewek Berlesung Pipit di Pipi Kiri itu Arwah Penasaran … Telanjang …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban Tragedi Dayak Vs Madura&lt;br /&gt;… Sex Ml Anak Sd Jakarta (exclusive) – Cewek Batam – Siswi Smu Ngentot Di Kamar … .com – Gadissolelhah – Foto Sma Telanjang – Malay Sex – Bath Room Video …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: GADIS DAYAK TELANJANG, cewek dayak bugil, gadis dayak bugil, cewek dayak telanjang, www ceritangewe com, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-14480509389543297?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/14480509389543297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/14480509389543297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/cewek-dayak-telanjang.html' title='Cewek Dayak Telanjang'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-8624760790331655801</id><published>2012-01-31T18:19:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T18:20:02.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bokep 3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='galeri vagina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Cerita Seru Peperonity</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;Cerita hilangnya… | Yahoo!&lt;br /&gt;cerita2.peperonity.com. Kumpulan Cerita Dewasa dalam kategori Umum, published by Sumber Cerita … by: nch-cool in Cerita Seru … nch-cool.blog.friendster. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Panas Cerita Mesum di Perkawinan Teman 17 Tahun Cerita Dewasa …&lt;br /&gt;Cerita Panas Cerita Ngentot terbaru 17tahun seputar Cerita Mesum di Perkawinan Teman dari CeritaPanasDewasa.Com … http://www.edybigpower.peperonity.com …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2010 April ” Cerita – Setengah Baya&lt;br /&gt;Posted in Cerita Setengah Baya by ceritasetengahbaya on April 29, 2010 … Tags : cerita setengah baya,taman sex,artis indonesia,ayu ashari,gadis berjilbab, …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Savix.peperonity&lt;br /&gt;About wot one would the slightest idea how Aquarius owner Marshall Patrick … Cerita cerita seru, Hinh nguyen hong nhung khoa than, Cerita bermain dirty sex …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Dewasa Cerita Seks Ganas Sangat Cerita Panas Dewasa 17 Tahun&lt;br /&gt;Temukan informasi lain seputar Skandal Ceritaseks4 di Go To peperonity.com … cerita seru n panas, NAFSU MESUM PEMBANTU, Cerita sex dengan ibu kantin, CERITA …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperonity video mesum anak smp&lt;br /&gt;honey rolls and custards midnight when Adengan hot artis stirred character printed was a. … Help well need up at Peperonity video mesum anak smp stolen my …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memek becek mami | Foto Cewek Cantik Bugil&lt;br /&gt;Gambar-gadis-telanjang—Memek-becek-ARTIS … Puber Cup – montok – peperonity.com … Nightmare Campus 10: The Pool ” Cerita Seru Beauty and the Beast ” …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ceritapanas.com&lt;br /&gt;Cerita Panas, Cerita Seru, Cerita Dewasa, 17 Tahun Keatas … peperonity.com. ceritapanasdewasa.com. ok.pe. Buy. ceritapanas.us. ceritapanas.net …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Panas Bercinta Dengan Ibu Dokter Dari Ambon 17 Tahun&lt;br /&gt;Buy Netbook Baca Cerita Seru cerita Dewasa Terbaru. … Alda Rini Peperonity.com, Lagu Ridho Rhoma Saundtrack Film, Cerita Dewasa Mama …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita dewasa mentawai ” Berita Sepak Bola&lt;br /&gt;17tahun Cerita Seru Dewasa Seks Panas Stories Gadis Woman Sexy Beautiful Bugil Story Art Hot … Pertualangan Alfi – cerita.dewasa.2 – peperonity.com …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: Cerita ngewe peperonity, Cerita seru peperonity, peperonity cerita mesum, cerita sex artis peperonity, peperonity,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-8624760790331655801?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/8624760790331655801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/8624760790331655801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/cerita-seru-peperonity.html' title='Cerita Seru Peperonity'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-5228380456330367215</id><published>2012-01-30T18:24:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T18:24:18.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto bugil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='galeri vagina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Model Cantik Ngentot</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Memek Model Cantik&lt;/b&gt;, Saya adalah seorang model sebuah majalah porno di Singapore. Yah, seperti yang kedengarannya, bekerja di majalah porno sebagai model tidak membutuhkan baju yang bagus dan make-up yang tebal. Yang penting adalah menjaga tubuh agar tetap seksi juga perawatan wajah. Aku tidak perlu ke Singapore untuk difoto, karena di Jakarta juga terdapat studio foto untuk mengambil gambar model-model dari Indonesia yang kemudian dikirimkan dan diterbitkan di Singapore.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin anda heran, bagaimana saya dapat terjun dalam dunia seperti itu. Baiklah, akan saya ceritakan masa lalu saya. Pada saat usia saya menginjak 16 tahun, kedua orangtua saya meninggal dalam kecelakaan. Saya sangat terpukul dengan kejadian itu. Pada saat itu saya sangat bingung dengan keadaan ini, karena saya tidak tahu harus kemana. Saya tidak punya keluarga lain selain keluarga saya sendiri, sementara saya adalah anak tunggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun tidak lama kemudian, teman bisnis ayah saya, anggap namanya Pak Mori, berusia sekitar 50 tahun, datang menawarkan saya untuk tinggal di apartemennya dan beliau berjanji akan membiayai sekolah saya sampai saya lulus SMA. Dalam keadaan bingung, akhirnya saya menerima tawaran beliau. Saya lalu tinggal di apartemen beliau, hanya berdua dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bulan kemudian saya tinggal dengannya, tiba-tiba pada suatu malam, Pak Mori masuk ke dalam kamar saya. Saat itu saya baru saja masuk kamar dan belum sempat menguncinya. Saya kaget karena beliau tidak mengetuk kamar saya dulu, dan pada saat itu saya hanya mengenakan daster kuning polos yang tipis. Di dalamnya saya tidak mengenakan BH dan hanya mengenakan CD saja. Sejenak Pak Mori terkesiap melihat saya, namun beliau kemudian mendekati saya. Spontan saya memeluk bantal untuk menutupi dada saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Mori lalu berkata kepada saya, “Lolita, tolong Bapak, Nak, istri Bapak sudah lama meninggal, Bapak sudah lama tidak dilayani. Bapak tidak minta macam-macam. Bapak hanya minta agar Lolita bersedia melayani Bapak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wajahnya terlihat sayu dengan keringat di dahinya. Saya tidak tega melihatnya. Saya pikir beliau telah baik mau membiayai sekolah saya. Lagipula keperawanan saya telah hilang sejak saya masih kecil ketika jatuh dari sepeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Mori terus memandang dan menunggu jawaban saya, sedangkan saya tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian Pak Mori meraih bantal yang saya peluk untuk menutupi dada saya dan meletakkannya di tempat tidur. Kemudian beliau diam dan memandang saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat saya diam, beliau lalu berkata, “Kalau Nak Lolita diam, Bapak rasa jawaban Lolita ‘iya’.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau masih memandangi saya. Tiba-tiba beliau meraih dan memeluk tubuh saya dan mengusap-usap punggung saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terima kasih, Nak.” beliau berkata sambil menatap hangat pada saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu beliau mulai menciumi kening saya dan kedua pipi. Lalu menjulurkan lidah sambil mencium telinga dan bibir saya. Kubalas ciumannya, lidahnya bermain liar di dalam mulut saya, begitupun saya. Tangannya yang dari tadi memeluk punggung saya mulai turun mengelus-elus pantat dan meremasnya. Kemudian kepalanya turun ke leher saya, menciumi dada saya yang masih tertutup daster kuning. Saya mulai terangsang. Apalagi ketika mulutnya berhenti di puting saya yang hanya ditutupi daster kuning polos yang tipis itu. Beliau mengulum dan menggigit puting saya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Uuh… aahh… Pak… Uh..!” saya sudah tidak kuat lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Geli rasanya dada ini dipermainkan seperti itu oleh Pak Mori. Spontan saya membuka 4 kancing daster yang terletak di depan itu, dan terlihatlah kedua bukit kembar saya yang montok itu, berukuran 36B dengan puting berwarna pink gelap dan mencuat menantang ke wajah Pak Mori. Beliau langsung melumatnya, menggigit kecil, kemudian memasukkan semua ke dalam mulutnya. Ternyata mulut Pak Mori lebar juga, buktinya bukit dada saya yang 36B masuk semua ke dalam mulutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aduuh… Pak, geli ah… enaa..gh..!” saya meraung-raung keenakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Mori menurunkan daster terus ke bawah dan sambil menciumi perut saya yang rata karena sering sit-up itu. Tangan kirinya bergerak menurunkan daster, dan tangan kanannya mengelus-elus pantat dan paha saya yang mulus. Setelah daster turun semua, tangan kirinya mengangkat kaki kanan saya dan melipatnya ke atas tempat tidur. Lalu beliau berjongkok dan tangan kirinya membuka sebagian kain CD yang menutupi bukit kemaluan saya. Seketika itu langsung terlihatlah bukit kemaluan saya yang bulu-bulunya sedikit itu, sehingga beliau tidak perlu susah-susah menjilati kelentit saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oohh… Pak… enaakkk..!” kata saya sambil memegangi kepalanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak perduli lagi siapa dia. Pak Mori terus menjilati kelentit saya dan memasukkan satu jari tangan kanannya ke dalam vagina, dan menggerakkannya keluar masuk. Saya betul-betul keenakkan. Saya menggerakkan pantat turun naik mengikuti gerakan jarinya itu. Tiba-tiba sesuatu meledak dalam diri saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aaa.. gh… aku mau kelua… ar..!” air kenikmatan saya membasahi jari dan mulutnya. Beliau menghisapnya habis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian yang tidak disangka, beliau merobek sebagian kain celana dalam saya yang menutupi bukit kemaluan saya dan kemudian membuka CD-nya. Terlihatlah senjatanya yang besar ditumbuhi bulu-bulu yang sangat tebal. Saya sudah tidak tahan lagi melihatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ooh… masukkan, Pak, cepat Pak..!” kata saya sambil mengelus-elus bukit kemaluan saya yang telah basah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Pak Mori pun sudah tidak kuat. Beliau langsung menghujamkan penisnya masuk ke dalam vagina saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aaah… sakiit..! Enaaggh..!” kata saya yang mulai merasa nyeri tapi sangat enak di bagian bawah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Mori menaik-turunkan penisnya dengan cepat. Ternyata melakukan sambil berdiri enak juga. Kedua tangannya meremas-remas kedua payudara saya. Tangan saya pun tidak mau kalah dan meremas-remas kedua pantatnya. Tidak lama saya mendapat orgasme yang kedua, dan tidak lama kemudian beliau pun juga. Akhirnya kami tertidur berpelukan di tempat tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokkan harinya, kami melakukannya lagi di kamar mandi. Kami masing-masing orgasme dua kali. Setelah itu saya pergi ke sekolah dan beliau pun pergi ke kantor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu hidup saya berubah. Kami seperti selayaknya suami istri di dalam apartemen kami. Ternyata untuk orang seusianya, beliau masih sangat kuat melakukannya berjam-jam. Bahkan saya dilarangnya mengenakan baju bila di dalam apartemennya itu. Tapi saya selalu menggodanya dengan hanya mengenakan sehelai kain di tubuh. Misalnya, hari ini saya hanya memakai BH saja, sedangkan bagian tubuh yang lain polos mengoda. Lalu kemudian saya duduk di depannya dengan membuka lebar-lebar selangkangan, sehingga kemaluan saya menantang dirinya. Beliau selalu tidak tahan dan mengajak bermain lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besok harinya saya hanya mengenakan CD saja yang berwarna hitam dan bahannya bolong-bolong, sehingga bulu kemaluan yang sedikit itu keluar dan klitoris yang berwarna pink itu juga terlihat bila saya mengangkang, sedangkan payudara saya bergelantungan dengan indahnya di dada. Bila seperti itu, beliau lalu memeluk dan menggendong saya ke tempat tidur sambil mulutnya mengulum payudara dan menarik-narik putingnya. Ini kami lakukan hampir tiap hari seperti selayaknya pengantin baru sampai saya lulus SMA. Namun Pak Mori ini seperti tidak pernah mati kekuatannya untuk melakukan hubungan seks dengan seorang gadis belia seperti saya, dan saya selalu dibuat puas olehnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari ketika saya baru selesai mandi, seperti biasa saya keluar dari kamar tanpa menggunakan busana, dan sambil mengeringkan rambut yang masih basah, saya pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tanpa saya sadari, ternyata ada dua orang teman Pak Mori yang bertamu. Mereka berdua terlihat kaget melihat saya yang telanjang bulat itu. Begitu pun saya. Tapi rasa kaget saya tidak saya perlihatkan dan langsung saya pergi ke dapur cepat-cepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam harinya ketika hendak tidur, Pak Mori berkata pada saya, “Lolita, mau gak jadi model..?” tangannya mengelus-elus puting saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Model..? Model seperti di majalah-majalah itu..?” tanya saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yah, tapi ini berbeda. Begini, teman-teman Bapak yang tadi itu berasal dari Singapore. Yang satu namanya Pak Ramen, yang satu lagi Pak Davis. Pak Ramen sebenarnya orang Indonesia, tapi tinggal di Singapore. Beliau adalah editor majalahnya, sedangkan Pak Davis adalah direkturnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jadi maksudnya majalah Singapore..?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yah begitu. Mereka berdua setelah melihatmu menjadi tertarik dan menawarimu menjadi model. Tapi kamu tidak perlu ke Singapore. Kamu cukup tinggal di Indonesia, karena studio fotonya ada di Indonesia.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapi Lolita malu, tadi Lolita telanjang di depan mereka.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Em.., begini Lolita tidak perlu malu, karena.. eh… majalah mereka adalah majalah porno.. eh tapi itu terserah Lolita, mereka hanya menawari karena tertarik dengan Lolita. Kalau Lolita tidak mau, itu juga tidak apa-apa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengerti. Mereka telah melihat tubuh saya dan mereka tertarik. Saya bingung sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Honornya lumayan gede lho, Sal. Bapak tidak akan minta kok. Kalau Lolita nanti mau, honornya tetap buat Lolita, karena kan Lolita yang bekerja. Makanya Bapak terserah Lolita saja. Kalau mau dicoba saja.” lanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mulai tertarik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lolita harus datang kemana, Pak..?” beliau tersenyum dan memberitahu alamatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokkan harinya saya datang ke studio foto itu. Tempatnya seperti rumah biasa, cukup besar dengan pagar tinggi yang menutupi rumah tersebut. Seperti bukan kantor atau studio foto. Lalu saya masuk dan bertanya pada resepsionist hendak bertemu dengan Pak Davis. Seseorang mengantar saya ke kantor Pak Davis. Pak Davis terseyum menyambut saya. Ternyata beliau seorang pemuda berusia 30 tahunan. Tidak begitu ganteng tapi di tubuhnya yang putih ditumbuhi bulu-bulu yang lebat. Terlihat dari tangan dan dadanya yang bidang. Namun senyumnya terlihat menarik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Selamat siang, Lolita, silakan duduk..!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya duduk di depan mejanya. Ia pun duduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Singkat saja, jadi kamu tertarik..?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya, Pak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan memanggilku Pak. Panggil aku Abang saja. Aku sebenarnya berasal dari Indonesia juga. Semua orang memanggilku Bang Davis.” saya tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oke, kita kembali ke pokok semula. Begini Lolita, untuk menjadi model ada beberapa syarat. Yang pertama, kami harus mengedit tubuhmu dulu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mengedit tubuhku..?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yah, kami harus tahu bagaimana tubuhmu, apa kekurangannya dan kelebihannya. Kekurangannya akan ditutupi, kelebihannya akan ditonjolkan. Jadi nanti bila difoto akan baik jadinya. Mengerti..?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengangguk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sekarang buka seluruh pakaianmu, aku akan memanggil editor kami, Bang Ramen.” Ia keluar dari ruangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya merasa kikuk. Tapi akhirnya saya buka baju satu persatu sampai tinggal BH dan CD. Tiba-tiba masuklah Bang Ramen dan Bang Davis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lho, kok, CD dan BH-nya tidak dibuka..? Tidak perlu malu. Pekerjaanmu nanti tidak memerlukan baju. Kurasa, Pak Mori sudah menjelaskannya bukan..?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengangguk seperti orang bodoh. Lalu membuka CD dan BH saya. Saya memang tidak perlu malu, toh mereka pun sudah melihat saya telanjang bulat di apartemen Pak Mori.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah telanjang bulat, saya berdiri menantang. Mereka melihat saya tanpa berkedip. Saya tahu ‘adek-adek’ mereka sudah berdiri melihat saya. Tiba-tiba saya merasa percaya diri. Ini merupakan permainan yang menyenangkan. Lagipula saya senang menggoda Pak Mori. Mengapa saya tidak bisa menggoda mereka juga? Saya lalu melepas jepitan rambut dan terurailah rambut saya yang sangat lebat dan indah. Saya berdiri menggoda di depan mereka sambil memainkan sedikit rambut saya di dalam mulut. Bang Ramen mulai mendekat. Ia mengelus tangan saya, lalu pipi. Lalu ia memutari tubuh saya dan mengelus punggung dan pantat saya. Lalu tangannya mulai memegang payudara saya yang 36B itu beserta puting yang mencuat ke depan itu. Lalu ia berjongkok dan mengelus paha dan membuka selangkangan saya. Lalu ia berdiri lagi, tiba-tiba ia mencium leher saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tangannya meremas-remas kedua payudara saya. Saya mulai terangsang. Lalu tangan kirinya beralih ke selangkangan saya yang sudah mulai basah itu dan berhenti pada klitoris. Ia mengelus-elus klitoris saya. Tangan kanannya mengelus anus saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Uuhh.. eehh.. ahh..!” tidak sengaja saya meraung-raung, tanpa saya sadari ternyata Bang Davis telah ikutan menghisap puting saya dan tangan kanannya memegang puting yang satu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tangan kiri Bang Ramen dimasukkan ke dalam vagina saya dan bergerak keluar masuk. Kami melakukannya sambil berdiri seperti ketika pertama kali saya melakukannya dengan Pak Mori. Saya benar-benar terangsang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bang Ramen mencium bibir saya dan memainkan lidahnya di mulut saya. Erangan saya tertahan di dalam mulutnya. Lalu Bang Ramen berjongkok dan mencium klitoris dan memainkan lidahnya di sana, namun jarinya masih bermain di vagina. Cerita seks porno model lainay bisa anda baca di ceritaserudewasa.info Posisi Bang Ramen digantikan oleh Bang Davis yang mencium dan melumat-lumat bibir saya. Tiba-tiba saya merasa ada yang keluar. Walaupun erangan saya tertahan oleh bibir Bang Davis, tapi mereka tahu bahwa saya orgasme pertama kali dari getaran tubuh saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Bang Ramen membuka celananya, juga Bang Davis. Penis Bang Ramen sangat besar dan hitam. Bang Davis pun juga besar tapi putih. Masih dalam posisi berdiri, Bang Ramen memasukkan penisnya ke dalam anus saya. Rasanya sakit sekali. Saya mengerang kesakitan, namun tiba-tiba Bang Davis memasukkan penisnya ke vagina. Rintih saya berubah menjadi keenakan. Mereka berdua memainkan penis mereka keluar masuk anus dan vagina saya. Rasanya enak sekali disetubuhi dua pria sekaligus. Permainan kami cukup lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sudah orgasme tiga kali ketika mereka berdua orgasme untuk pertama kalinya. Akhirnya mereka mencabut penis mereka dan merebahkan tubuh mereka di bangku sofa. Sedangkan saya bersenderan pada tembok dan memejamkan mata. Saya merasa lemas sekali melayani dua pria sekaligus. Tiba-tiba Bang Davis memegang bahu saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu diterima, Lolita..!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tadinya hampir marah karena untuk diterima saya harus melayani mereka berdua terlebih dahulu. Tapi ketika mengingat kenikmatan yang baru saja saya terima, saya dapat menahan amarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu hanya dengan mengenakan BH saja, saya dibawa Bang Ramen ke sebuah ruangan yang berisi semacam bar di situ. Di dalamnya terlihat banyak wanita yang tidak menggunakan baju sama sekali. Ruangan itu ternyata jadi satu dengan studio fotonya, sehingga model-model yang merasa haus dapat langsung memesan minum di situ. Saya disuruh duduk di bangku bar yang tinggi dan disuruh mengisi lembaran formulir dan lembaran kerjasama. Lalu Bang Ramen meninggalkan saya sendiri di situ.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya sedang mengisinya, seseorang mencolek saya dari belakang. Ketika saya menoleh, terlihat seorang pemuda memandang saya sambil tersenyum. Tanpa basa basi lagi, pemuda tadi mendekatkan wajahnya ke vagina saya dan menjilat klitoris saya. Saya kaget dan ingin menghindar. Tapi bangku bar yang tinggi yang membuat saya kesulitan menapakkan kaki saya ke lantai, sehingga membuat selangkangan saya yang tanpa CD itu terbuka lebar membuat saya kesusahan untuk turun. Pemuda itu tetap menjilati selangkangan saya. Vagina saya yang masih merasa geli akibat serangan Bang Ramen tadi akhirnya basah lagi dan saya mulai merasa keenakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak lama saya orgasme lagi di tempat duduk bar itu, sehingga tempat duduk yang terbuat dari kulit itu menjadi basah oleh cairan kenikmatan saya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Salam kenal, Mbak. Saya Roy, model pria di sini. Mbak namanya siapa?” tanyanya kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lolita” kata saya lemas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nanti kita akan selalu ketemu, dan kita pasti akan melakukannya lagi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak sanggup berkata apa-apa lagi dan mulai mengisi formulir itu lagi. Tidak lama Bang Ramen datang dan mengambil formulir yang telah saya isi itu. Ia menunjukkan honor saya dan pekerjaan saya. Untuk pertama kali pada hari pertama itu saya difoto bugil di depan banyak orang. Ternyata inilah pekerjaan baru saya. Menyenangkan sih, asal tidak hamil saja. Karena ketika difoto berpasangan, tidak jarang kami menyatukan alat kelamin kami, sehingga fotonya lebih bagus dan tidak terlihat kaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang-kadang saya juga main dengan Bang Ramen atau Bang Davis atau kedua-duanya. Namun di rumah saya tetap menjadi ‘istri’ Pak Mori. Itulah pengalaman saya. Foto-foto saya banyak dipampang di majalah porno di Singapore, dan tentu saja tidak dijual bebas. Hanya golongan tertentu yang menerimanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Memek: cerita sex lolita, cerita sex model cantik, cerita sex model, cerita seks model cantik, cerita sex model bugil,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-5228380456330367215?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5228380456330367215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5228380456330367215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/model-cantik-ngentot.html' title='Model Cantik Ngentot'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-4981670582826520028</id><published>2012-01-30T18:22:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T18:22:42.189-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Gadis 15 Tahun</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Dewasa Gadis 15 Tahun, Fanny Damayanti, adalah seorang gadis dengan wajah cantik, alis matanya melengkung, dan mata indah serta jernih, dilindungi oleh bulu mata lentik, hidung mancung serasi melengkapi kecantikannya, ditambah dengan bibir mungil merah alami yang serasi pula dengan wajahnya. Rambutnya yang hitam dan dipotong pendek menjadikannya lebih menarik, kulitnya putih mulus dan terawat, badannya mulai tumbuh begitu indah dan seksi. Dia tumbuh di kalangan keluarga yang cukup berada dan menyayanginya. Usianya baru 15 tahun, kadang sifatnya masih kekanakan. Badannya tidak terlalu tinggi berkisar 155 cm, badannya ideal dengan tinggi badannya, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seminggu yang lalu Fanny mulai rutin mengikuti les privat Fisika di rumahku, Renne Lobo, aku seorang duda. Aku mempunyai sebuah rumah mungil dengan dua buah kamar, diantaranya ada sebuah kamar mandi yang bersih dan harum. Kamar depan diperuntukkan ruang kerja dan perpustakaan, buku-buku tersusun rapi di dalam rak dengan warna-warna kayu, sama seperti meja kerja yang di atasnya terletak seperangkat komputer. Sebuah lukisan yang indah tergantung di dinding, lukisan itu semakin tampak indah di latar belakangi oleh warna dinding yang serasi. Ruang tidurnya dihiasi ornamen yang serasi pula, dengan tempat tidur besar dan pencahayaan lampu yang membuat suasana semakin romantis. Ruang tamu ditata sangat artistik sehingga terasa nyaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumahku memang terkesan romantis dengan terdengar pelan alunan lagu-lagu cinta, Fanny sedang mengerjakan tugas yang baru kuperintahkan. Dia terlalu asyik mengerjakan tugas itu, tanpa sengaja penghapusnya jatuh tersenggol. Fanny berusaha menggapai ke bawah bermaksud untuk mengambilnya, tapi ternyata dia memegang tanganku yang telah lebih dulu mengambilnya. Fanny kaget melihat ke arahku yang sedang tersenyum padanya. Fanny berusaha tersenyum, saat tangan kirinya kupegang dan telapak tangannya kubalikkan dengan lembut, kemudian kutaruh penghapus itu ke dalam telapak tangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sebagai orang yang telah cukup berpengalaman dapat merasakan getaran-getaran perasaan yang tersalur melalui jari-jari gadis itu, sambil tersenyum aku berkata, “Fan, kamu tampak lebih cantik kalau tersenyum seperti itu”. Kata-kataku membuat gadis itu merasa tersanjung, dengan tidak sadar Fanny mencubit pahaku sambil tersenyum senang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Udah punya pacar Fan?”, godaku sambil menatap Fanny. “Belum, Kak!”, jawabnya malu-malu, wajahnya yang cantik itu bersemu merah. “Kenapa, kan temen seusiamu sudah mulai punya pacar”, lanjutku. “Habis mereka maunya cuma hura-hura kayak anak kecil, caper”, komentarnya sambil melanjutkan menulis jawaban tugasnya. “Ohh!”, aku bergumam dan beranjak dari tempat duduknya, mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas. “Minum Coca Cola apa Fanta, Fan?”, lanjutku. “Apa ya! Coca Cola aja deh Kak”, sahutnya sambil terus bekerja. Aku mambawa dua kaleng minuman dan mataku terus melihat dan menelusuri tubuh Fanny yang membelakangi, ternyata menarik juga gadis ini, badannya yang semampai dan bagus cukup membuatku bergairah, pikirku sambil tersenyum sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sudah Kak”, suara Fanny mengagetkan lamunanku, kuhampiri dan kusodorkan sekaleng Coca-Cola kesukaan gadis itu. Kemudian aku memeriksa hasil pekerjaan itu, ternyata benar semua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh, ternyata selain cantik kamu juga pintar Fan “, pujiku dan membuat Fanny tampak tersipu dan hatinya berbunga-bunga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku yang sengaja duduk di sebelah kanannya, melanjutkan menerangkan pemecahan soal-soal lain, Bau wangi parfum yang kupakai sangat lembut dan terasa nikmat tercium hidung, mungkin itu yang membuatnya tanpa sadar bergeser semakin dekat padaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pujian tadi membuatnya tidak dapat berkonsentrasi dan berusaha mencoba mengerti apa yang sedang dijelaskan, tapi gagal. Aku yang melihatnya tersenyum dalam hati dan sengaja duduk menyamping, agak menghadap pada gadis itu sehingga instingku mengatakan hatinya agak tergetar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu bisa ngerti yang baru kakak jelaskan Fan”, kataku sambil melihat wajah Fanny lewat sudut mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fanny tersentak dari lamunannya dan menggeleng, “Belum, ulang dong Kak!”, sahutnya. Kemudian aku mengambil kertas baru dan diletakkan di depannya, tangan kananku mulai menuliskan rumus-rumus sambil menerangkan, tangan lainnya diletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk dan sesekali aku sengaja mengusap punggungnya dengan lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fanny semakin tidak bisa berkonsentrasi, saat merasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya semakin berdegup dengan keras, usapan itu kuusahakan senyaman dan selembut mungkin dan membuatnya semakin terlena oleh perasaan yang tak terlukiskan. Dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi lagi. Tanpa terasa matanya terpejam menikmati belaian tangan dan bau parfum yang lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia berusaha melirikku, tapi aku cuek saja, sebagai perempuan yang selalu ingin diperhatikan, Fanny mulai mencoba menarik perhatianku. Dia memberanikan diri meletakkan tangan di atas pahaku. Jantungnya semakin berdegup, ada getaran yang menjalar lembut lewat tanganku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai menerangkan aku menatapnya dengan lembut, dia tak kuasa menahan tatapan mata yang tajam itu, perasaannya menjadi tak karuan, tubuhnya serasa menggigil saat melihat senyumku, tanpa sadar tangan kirinya meremas lembut pahaku, akhirnya Fanny menutup mata karena tidak kuat menahan gejolak didadanya. Aku tahu apa yang dirasakan gadis itu dengan instingku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu sakit?”, tanyaku berbasa basi. Fanny menggelengkan kepala, tapi tanganku tetap meraba dahinya dengan lembut, Fanny diam saja karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku genggam lembut jari tangan kirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udara hangat menerpa telinganya dari hidungku, “Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Fan”, gumamku lirih. pujian itu membuat dirinya makin bangga, tubuhnya bergetar, dan nafasnya sesak menahan gejolak di dadanya. Dan Fanny ternyata tak kuasa untuk menahan keinginannya meletakkan kepalanya di dadaku, “Ahh..”, Fanny mendesah kecil tanpa disadari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sadar gadis ini mulai menyukaiku, dan berhasil membangkitkan perasaan romantisnya. Tanganku bergerak mengusap lembut telinga gadis itu, kemudian turun ke leher, dan kembali lagi naik ke telinga beberapa kali. Fanny merasa angan-angannya melambung, entah kenapa dia pasrah saja saat aku mengangkat dagunya, mungkin terselip hatinya perasaan ingin terus menikmati belaian-belaian lembut itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu memang sangat cantik dan aku yakin jalan pikiranmu sangat dewasa, Aku kagum!”, kataku merayu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udara hangat terasa menerpa wajahya yang cantik, disusul bibir hangatku menyentuh keningnya, lalu turun pelan ke telinga, hangat dan lembut, perasaan nikmat seperti ini pasti belum pernah dialaminya. Anehnya dia menjadi ketagihan, dan merasa tidak rela untuk cepat-cepat mengakhiri semua kejadian itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ja.., jangan Kak”, pintanya untuk menolak. Tapi dia tidak berusaha untuk mengelak saat bibir hangatku dengan lembut penuh perasaan menyusuri pipinya yang lembut, putih dan halus, saat merasakan hangatnya bibirku mengulum bibirnya yang mungil merah merekah itu bergeter, aku yakin baru pertama kali ini dia merasakan nikmatnya dikulum dan dicium bibir laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jantung di dadanya berdegup makin keras, perasaan nikmat yang menyelimuti hatinya semakin membuatnya melambung. “Uuhh..!”, hatinya tergelitik untuk mulai membalas ciuman dan kuluman-kuluman hangatku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aaahh..”, dia mendesah merasakan remasanku lembut di payudara kiri yang menonjol di dadanya, seakan tak kuasa melarang. Dia diam saja, remasan lembut menambah kenikmatan tersendiri baginya. “Dadamu sangat indah Fan”, sebuah pujian yang membuatnya semakin mabuk, bahkan tangannya kini memegang tanganku, tidak untuk melarangnya, tapi ikut menekan dan mengikuti irama remasan di tanganku. Dia benar-benar semakin menikmatinya. Serdadukupun mulai menegang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aaahh”, Fanny mendesah kembali dan pahanya bergerak-gerak dan tubuhnya bergetar menandakan vaginanya mulai basah oleh lendir yang keluar akibat rangsangan yang dialaminya, hal itu membuat vaginanya terasa geli, merupakan kenikmatan tersendiri. Dia semakin terlena diantara degup-degup jantung dan keinginannya untuk mencapai puncak kenikmatan. Diimbanginya kuluman bibir dan remasan lembut di atas buah dadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat tanganku mulai membuka kancing baju seragamnya, tangannya mencoba menahannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan nanti dilihat orang”, pintanya, tapi tidak kupedulikan. Kulanjutkan membuka satu persatu, dadanya yang putih mulus mulai terlihat, buah dadanya tertutup bra warna coklat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seakan dia sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya, hanya kenikmatan yang ingin dicapainya, dia pasrah saat kugendong dan merebahkannya di atas tempat tidur yang bersprei putih. Di tempat tidur ini aku merasa lebih nyaman, semakin bisa menikmati cumbuan, dibiarkannya dada yang putih mulus itu makin terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Auuhh”, bibirku mulai bergeser pelan mengusap dan mencium hangat di lehernya yang putih mulus. “Aaahh”, dia makin mendesah dan merasakan kegelian lain yang lebih nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku semakin senang dengan bau wangi di tubuhnya. “Tubuhmu wangi sekali”, kembali rayuan itu membuatnya makin besar kepala. Tanganku itu dibiarkan menelusuri dadanya yang terbuka. Fanny sendiri tidak kuasa menolak, seakan ada perasaan bangga tubuhnya dilihat dan kunikmati. Tanganku kini menelusuri perutnya dengan lembut, membuatnya menggelinjang kegelian. Bibir hangatku beralih menelusuri dadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Uhh.!”, tanganku menarik bajunya ke atas hingga keluar dari rok abu-abunya, kemudian jari-jarinya melepas kancing yang tersisa dan menari lembut di atas perutnya. “Auuhh” membuatnya menggelinjang nikmat, perasaannya melambung mengikuti irama jari-jariku, sementara serdaduku terasa makin tegang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mulai menarik kepalaku ke atas dan mulai mengimbagi ciuman dan kuluman, seperti caraku mengulum dan mencium bibirnya. “Ooohh”, terdengar desah Fanny yang semakin terlena dengan ciuman hangat dan tarian jari-jariku diatas perutnya, kini dada dan perutnya terlihat putih, mulus dan halus hanya tertutup bra coklat muda yang lembut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku semakin tegang hingga harus mengatur gejolak birahi dengan mengatur pernafasanku, aku terus mempermainkan tubuh dan perasaan gadis itu, kuperlakukan Fanny dengan halus, lembut, dan tidak terburu-buru, hal ini membuat Fanny makin penasaran dan makin bernafsu, mungkin itu yang membuat gadis itu pasrah saat tanganku menyusup ke belakang, dan membuka kancing branya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanganku mulai menyusup di bagian dada yang menonjol di bawah bra gadis itu, terasa kenyal dan padat di tanganku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aaahh.. Uuuhh. oohh”, Fanny menggelinjang gelinjang geli dan nikmat, jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadanya yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan. Dia merasa semakin nikmat, geli dan melambungkan angan-angannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujung jariku mulai mempermainkan puting susunya yang masih kecil dan kemerahan itu dengan sangat hati-hati. “Kak.. Aaahh.. uuhh.. ahh”. Fanny mulai menunjukkan tanda-tanda terangsang hingga berusaha ikut membuka kancing bajuku, agak susah, tapi dia berhasil. Tangannya menyusup kebalik baju dan mengelus dadaku, sementara birahinya makin memuncak. “Ngghh.. “, vaginanya yang basah semakin membuatnya nikmat, pikirku. Fanny menurut ketika badannya diangkat sedikit, dibiarkannya baju dan branya kutanggalkan, lalu dilempar ke samping tempat tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang tubuh bagian atasnya tidak tertutup apapun, dia tampak tertegun dan risih sejenak, saat mataku menelusuri lekuk tubuhnya. Di sisi lain dia merasa kagum dengan dua gunung indah yang masih perawan yang menyembul di atas dadanya, belum pernah terjamah oleh siapapun selain dirinya sendiri. Sedangkan aku tertegun sejenak melihat pemandangan di depan mataku, birahiku bergejolak kembali, aku berusaha mengatur pernafasan, karena tidak ingin melepaskan nafsu binatangku hingga menyakiti perasaan gadis cantik yang tergolek pasrah di depanku ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mulai mengulum buah dada gadis itu perlahan, terasa membusung lembut, putih dan kenyal. Diperlakukan seperti itu Fanny menggelinjang, “Ahh.. uuhh.. aahh”. Pengalaman pertamanya ini membuat angan-angannya terbang tinggi. Buah dadanya yang putih, lembut, dan kenyal itu terasa nikmat kuhisap lembut, tarian lidah diputing susunya yang kecil kemerahan itu mulai berdiri dan mengeras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aaahh..!”, dia merintih geli dan makin mendekap kepalaku, vaginanya mungkin kini terasa membanjir. Birahinya semakin memuncak. “Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. Uhh”, rintihnya makin panjang. Aku terus mempermainkan buah dada gadis lugu itu dengan bibir dan lidahku, sambil membuka kancing bajuku sendiri satu persatu, kemudian baju itu kutanggalkan, terlihat dadaku yang bidang dan atletis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ujung bibirnya kukulum, terasa geli dan nikmat. Saat Fanny akan membalas memagutnya, telapak tangannya kupegang dan kubimbing naik ke atas kepalanya. Aku mulai mencium dan menghisap lembut, dan menggigit kecil tangan kanannya, mulai dari pangkal lengan, siku sampai ujung jarinya diisap-isap. Membuatnya bertambah geli dan nikmat. “Geli.. ahh.. ohh!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perasaannya melambung kembali, ketika buah dadanya dikulum, dijilati dan dihisap lembut. “Uuuhh.!”, dia makin mendekapkan kepalaku, itu akan membuat vaginanya geli, membuat birahinya semakin memuncak. “Kak.. ahh, terus kak.. ahh.. sst.. uhh”, dia merintih rintih dan menggelinjang, sesekali kakinya menekuk ke atas, hingga roknya tersingkap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil terus mempermainkan buah dada gadis itu. aku melirik ke paha mulus, indah terlihat di antara rok yang tersingkap. Darahku berdesir, kupindahkan tanganku dan terus menari naik turun antara lutut dan pangkal paha putih mulus, masih tertutup celana yang membasah, Aku merasakan birahi Fanny semakin memuncak. Aku terus mempermainkan buah dada gadis itu. “Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. uhh”, terdengar gadis itu merintih panjang. Aku dengan pelan dan pasti mulai membuka kancing, lalu menurunkan retsleting rok abu-abu itu, seakan Fanny tidak peduli dengan tindakanku itu. Rangsangan yang membuat birahinya memuncak membuatnya bertekuk lutut, menyerah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan Kak.. aahh”, tapi aku tidak peduli, bahkan kemudian Fanny malah membantu menurunkan roknya sendiri dengan mengangkat pantatnya. Aku tertegun sejenak melihat tubuh putih mulus dan indah itu. Kemudian badan gadis itu kubalikkan sehingga posisinya tengkurap, bibirku merayap ke leher belakang dan punggung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Uuuhh”, ketika membalikkan badan, Fanny melihat sesuatu yang menonjol di balik celana dalamku. Dia kaget, malu, tapi ingin tahu. “Aaahh”. Fanny mulai merapatkan kakinya, ada perasaan risih sesaat, kemudian hilang kalah oleh nafsu birahi yang telah menyelimuti perasaannya. “Ahh..”, dia diam saja saat aku kembali mencium bibirnya, membimbing tangannya ke bawah di antara pangkal paha, dia kini memegang dan merasakan serdadu yang keras bulat dan panjang di balik celanaku, sejenak Fanny sejenak mengelus-elus benda yang membuat hatinya penasaran, tapi kemudian dia kaget dan menarik tangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aaahh”, Fanny tak kuberikan kesempatan untuk berfikir lain, ketika mulutku kembali memainkan puting susu mungil yang berdiri tegak dengan indahnya di atas tonjolan dada. Vaginanya terasa makin membanjir, hal ini membuat birahinya makin memuncak. “Ahh.. ahh.. teruus.. ahh.. uhh”, sambil terus memainkan buah dadanya, tanganku menari naik turun antara lutut dan pangkal pahanya yang putih mulus yang masih tertutup celana. Tanpa disadarinya, karena nikmat, tanganku mulai menyusup di bawah celana dalamnya dan mengusap-usap lembut bawah pusar yang mulai ditumbuhi rambut, pangkal paha, dan pantatnya yang kenyal terbentuk dengan indahnya bergantian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Teruuss.. aahh.. uuhh”, karena geli dan nikmat Fanny mulai membuka kakinya, jari-jari Rene yang nakal mulai menyusup dan mengelus vaginanya dari bagian luar celana, birahinya memuncak sampai kepala. “Ahh.. terus.. ahh.. ohh”, gadis itu kaget sejenak, kemudian kembali merintih rintih. Melihat Fanny menggelinjang kenikmatan, tanganku mencoba mulai menyusup di balik celana melalui pangkal paha dan mengelus-elus dengan lembut vaginanya yang basah lembut dan hangat. Fanny makin menggelinjang dan birahinya makin membara. “Ahh.. teruuss ooh”, Fanny merintih rintih kenikmatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tahu gadis itu hampir mencapai puncak birahi, dengan mudah tanganku mulai beraksi menurunkan celana dalam gadis itu perlahan. Benar saja, Fanny membiarkannya, sudah tidak peduli lagi bahkan mengangkat pantat dan kakinya, sehingga celana itu terlepas tanpa halangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tubuh gadis itu kini tergolek bugil di depan mataku, tampak semakin indah dan merangsang. Pangkal pahanya yang sangat bagus itu dihiasi bulu-bulu lembut yang mulai tumbuh halus. Vaginanya tampak kemerahan dan basah dengan puting vagina mungil di tengahnya. Aku terus memainkan puting susu yang sekarang berdiri tegak sambil terus mengelus bibir vagina makin membanjir. “Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. uhh”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vagina yang basah terasa geli dan gatal, nikmat sampai ujung kepala. “Kak.. aahh”, Fanny tak tahan lagi dan tangannya menyusup di bawah celana dalamku dan memegang serdadu yang keras bulat dan panjang itu. Fanny tidak merasa malu lagi, bahkan mulai mengimbangi gerakanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tersenyum penuh kemenangan melihat tindakan gadis itu, secara tidak langsung gadis itu meminta untuk bertindak lebih jauh lagi. Aku melepas celana dalamku, melihat serdaduku yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, mata gadis itu terbelalak kagum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang kami tidak memakai penutup sama sekali. Fanny kagum sampai mulutnya menganga melihat serdadu yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, baru pertama kali dia melihat benda itu. Vaginanya pasti sudah sangat geli dan gatal, dia tidak peduli lagi kalau masih perawan, kemudian telentang dan pelan-pelan membuka leber-lebar pahanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejenak aku tertegun melihat vagina yang bersih kemerahan dan dihisi bulu-bulu yang baru tumbuh, lubang vaginanya tampak masih tertutup selaput perawan dengan lubang kecil di tengahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fanny hanya tertegun saat aku berada di atasnya dengan serdadu yang tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan siku, bibirku melumat, mencium, dan kadang menggigit kecil menjelajahi seluruh tubuhnya. Kuluman di puting susu yang disertai dengan gesekan-gesekan ujung burung ke bibir vaginanya kulakukan dengan hati-hati, makin membasah dan nikmat tersendiri. “Kak.. ahh, terus ssts.. ahh.. uhh”, birahinya memuncak bisa-bisa sampai kepalanya terasa kesemutan, dipegangnya serdaduku. “Ahh” terasa hangat dan kencang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kak.. ahh!”, dia tak dapat lagi menahan gejolak biraninya, membimbing serdaduku ke lubang vaginanya, dia mulai menginginkan serdaduku menyerang ke lubang dan merojok vaginanya yang terasa sangat geli dan gatal. “Uuuhh.. aahh”, tapi aku malah memainkan topi baja serdaduku sampai menyenggol-nyenggol selaput daranya. “Ooohh Kak masukkan ahh”, gadis itu sampai merintih rintih dan meminta-minta dengan penuh kenikmatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan hati-hati dan pelan-pelan aku terus mempermainkan gadis itu dengan serdaduku yang keras, hangat tapi lembut itu menyusuri bibir vagina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ooohh Kak masukkan aahh”, di sela rintihan nikmat gadis itu, setelah kulihat puting susunya mengeras dan gerakannya mulai agak lemas, serdadu mulai menyerang masuk dan menembus selaput daranya, Sreetts “Aduuhh.. aahh”, tangannya mencengkeram bahuku. Dengan begitu, Fanny hanya merasa lubang vaginanya seperti digigit nyamuk, tidak begitu sakit, saat selaput dara itu robek, ditembus serdaduku yang besar dan keras. Burungku yang terpercik darah perawan bercampur lendir vaginanya terus masuk perlahan sampai setengahnya, ditarik lagi pelan-pelan dan hati-hati. “Ahh”, dia merintih kenikmatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak mau terburu-buru, aku tidak ingin lubang vagina yang masih agak seret itu menjadi sakit karena belum terbiasa dan belum elastis. Burung itu masuk lagi setengahnya dan.. Sreets “Ohh..”, kali ini tidak ada rasa sakit, Fanny hanya merasakan geli saat dirasakan burung itu keluar masuk merojok vaginanya. Fanny menggelinjang dan mengimbangi gerakan dan mendekap pinggangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kak.. ahh, terus Kak.. ohh.. uhh”, serdaduku terus menghunjam semakin dalam. Ditarik lagi, “Aaahh”, masuk lagi. “Ahh, terus.. ahh.. uhh”, lubang vagina itu makin lama makin mengembang, hingga burung itu bisa masuk sampai mencapai pangkalnya beberapa kali. Fanny merasakan nikmat birahinya memuncak di kepala, perasaannya melayang di awan-awan, badannya mulai bergeter getar dan mengejang, dan tak tertahankan lagi. “Aaahh, oohh, aahh” vaginanya berdenyut-denyut melepas nikmat. Dia telah mencapai puncak orgasme, kemudian terlihat lega yang menyelimuti dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat Fanny sudah mencapai orgasme, aku kini melepas seluruh rasa birahi yang tertahan sejak tadi dan makin cepat merojok keluar masuk lubang vagina Fanny, “Kak.. ahh.. sst.. ahh.. uhh”, Fanny merintih dan merasakan nikmat birahinya memuncak kembali. Badannya kembali bergetar dan mengejang, begitu juga denganku. “Ahh.. oohh.. ohh.. aahh!”, kami merintih rintih panjang menuju puncak kenikmatan. Dan mereka mencapai orgasme hampir bersamaan, terasa serdadu menyemburkan air mani hangat ke dalam vagina gadis itu yang masih berdenyut nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mengeluarkan serdadu yang terpercik darah perawan itu pelan-pelan, berbaring di sebelah Fanny dan memeluknya supaya Fanny merasa aman, dia tampak merasa sangat puas dengan pelajaran tahap awal yang kuberikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimana kalau Fanny hamil Kak”, katanya sambil sudut matanya mengeluarkan air mata. Cerita perwan abg di entot lainay ada di ceritaserudewasa.info Sesaat kemudian aku dengan sabar menjelaskan bahwa Fanny tidak mungkin hamil, karena tidak dalam masa siklus subur, berkat pengalamanku menganalisa kekentalan lendir yang keluar dari vagina dan siklus menstruasinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fanny semakin merasa lega, aman, merasa disayang. Kejadian tadi bisa berlangsung karena merupakan keinginan dan kerelaannya juga. Diapun bisa tersenyum puas dan menitikkan air mata bahagia, kemudian tertidur pulas dipelukanku yang telah menjadikannya seorang perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bangun tidur, Fanny membersihkan badan di kamar mandi. Selesai mandi dia kembali ke kamar, dilepasnya handuk yang melilit tubuhnya, begitu indah dan menggairahkan sampai-sampai aku tak berkedip memandangnya. Diambilnya pakaian yang berserakan dan dikenakannya kembali satu persatu. Kemudian dia pamit pulang dan mencium pipiku yang masih berbaring di tempat tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Memek: cerita sex 15 tahun, Cerita sex gadis 15 tahun, cerita seks gadis 15 tahun, cerita sex cewek 15 tahun, Www sexgadis15 com,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-4981670582826520028?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/4981670582826520028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/4981670582826520028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/gadis-15-tahun.html' title='Gadis 15 Tahun'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-6357462983818406069</id><published>2012-01-30T18:21:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T18:21:28.940-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Percintaan Di Kelas</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Seru Percintaan Di Kelas&lt;/b&gt;, Cerita ini berawal pas gw duduk di SMU.. pertama kali gw masuk kelas 3.. gw pindahan dari surabaya.. SMP gw di jakarta cuma sampai kelas 2 semester 1.. kelas 2 SMP.. selanjutnya gw terusin di surabaya.. maklum bonyok pindah kerja melulu… terpaksa gw ikut juga……&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;waktu itu hari pertama gw masuk kelas 3.. gw di kenalin di salah satu kelas kalu nggak salah 3 IPA… gw orang pinter wajar masuk IPA… hauahahhauah!!.. gw di kenalin sama guru gw n kepsek di kelas… udah gitu gw di suruh duduk di samping cewe yang langsung gw kenal namanya meita tingginya sebahy gw.. badannya sintel banget payudaranya yang selalu buat gw ndisir melulu klo deket dya…. gw sempet tuker-tukeran no. hp sama dya… setelah gw tau dya kaya’ gimana… gw coba aja jadian sama dya…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw jalan sama dya masih sampai sekarang… dya klo deket gw rada” binal… Napsuan… bersyukur banget gw dapet cewek macem gitu… waktu itu pelajaran biologi, kebetulan gurunya nggak masuk… gw sama meita ngobrol aja dipojok kelas.. maklum tempat duduk gw sama dya di taro di pojok sama walas… pertama gw sich nggak berani ngapangapain dya di kelas tapi klo udah masuk ke mobil gw abis tuch cewe…. waktu itu gw liat temen gw lagi cipokan di depan kelas…. balakng meja guru… tiba” aja cewe gw ngomong gini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“tuch rido aja berani.. masa’ kamu kalah sama dya??”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ha? aku kalah……&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;belum sempet selesai bibir gw di lahap sama meita… di bales aja dengan ciuman n sedotan yang bikin dya ampun”an sama gw… meita sempet ngasih lidahnya ke gw.. tapi gw lepas ciumannya “kenapa??” gw bilang aja begini “aku nggak mau maen lidah di kelas.. takut kelewatan”… “y udah.. maen biasa aja”… gw lanjutin ciuman gw di bawah.. bangku meja gw gw dorong ke depan supaya lebih luas gw ngelakuin ciuman demi ciuman……”ahhhhhh…. ahhhh…… dittttt..” kata” itu selalu keluar dari mulutnya…. setelah gw puas ciumin tuch bibir… gw turun ke bawah ke lehernya dya yang makin membuat dya kewalahan… dan tangan gw ngeremes” payudara dya.. yang ukurannya gw taksir 35 tau A B C D.. cuz setiap gw tanya dya g pernah mau jawab…. gw remes tuch dadanya sampe dya kelojotan… setelah gw nandain tanda merah di lehernya… dya ngeremes remes kontol gw… yang membuat ni “ADEK” kagak kuat lagi buat nahan di dalam kancut…. maupun masih make baju seragam n gw ngelakuin di dalam kelas… gw tetep nggak gentar…. gw bukan resleting seragam gw… n gw keluarin tuch siADEK.. dan si meita udah siap dengan mulutnya yang menganga…. gw sempet nutupin dya pake jaket gw… sehingga misalnya temen gw nanya gw bilang aja lagi sakit…..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jilatan demi jilatan dya beri untuk gw….. isapan dya bikin gw nggak kuat lagi buat nahan keluarnya mani gw….. lidahnya bergoyang” di ADEK gw…. “akhhhhhhh………. crotttttt…… croooootttt crotttttttttttt….” keluar mani gw….. meita membersihkannya dengan mulutnya… dan di kocok” trus di ADEK gw…….. selesai itu gw bersiin mulutnya dya pake tissue yang ada di kantongnya…. gw sama meita kembali berciuman… freenc kiss,,, lidahnya dya ber gelugit” di dalam mulut gw……&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jam 12.00 gw balik sekolah…. sebelum gw gas mobil gw ke rumah gw di bilangan bekasi.. nggak jauh dari rumahnya meita.. gw bermain dadanya meita dolo di mobil gw…. gw buka kancing seragam pelan” di bantu meita… dengan napsu yang ganas… meita ngerti maksud gw and dya nge buka tali BHNya dan 2 buah gunung merapi yang bakal mengeluarkan volcano gara isapan gw muncul di depan gw….. dengan napsu di ujung rambut gw isap puting susunya tangan kiri gw megangin kepala belakang dya.. and tangan kanan gw ngeremes” dada yang satu lagi…. “ahhhhh…….. radit…… pelan” donkkk……. meita udah nggak bisa nahannnnn lagiiiii nehhhhhhhh”….. puting meita yang berwarna merah ke merah” mudaan tertelan abis oleh mulut gw and tiba” aja tubuhhhhh meita mejelijang seperti cacing kepanasan……. gw sedot trus dada meita…. sampai puting itu terasa keras banget di mulut gw…. meita cuma diam dan terkulai lemas di mobil gw…. gw liat parkiran mobil di sekolahan gw udah sepi…. meita mengancingi baju seragamnya satu gw bantu supaya cepet….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;selama perjalanan pulang meita tetap lemas dan memejamkan matanya… gw kecup keningnya sesampai di rumah gw….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;meita bangun dan dya pengen ke kamar kecil… gw suruh dy ganti seragam dengan baju kaos yang dya bawa dari rumah sebelum berangkat kesekolah…. selesai dari kamar mandi gw liat meita nyopot BHnya…. terlihat jelas putingnya dan bongkahan susu sebesar melon itu…..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;belum sempat masukin baju ke tasnya dya… dya gw dorong gw tempat tidur… dan gw lahap bibirnya dan dya membalas nya dengan penuh hot panas bercampur dengan napsu… gw yang cuma make bokser doank… ke walahan tangan dy bermain” di selangakangan gw….. gw bermain di leher dya dan gw buat cap merah lagi di lehernya…. gw sibak SMA negeri yang hanya sampai lutut itu dy cuma make CD G string… dengan perlahan” dya nurunin roknya dan dy hanya menggunakan CDnya… gw copot dan gw jilatin vaginanya….. ” ahhhhhhhhhhhhhhhhhh……….. . dit…………………..ahhh hhhhhhh” cuma kata” itu yang keluar daru mulutnya….. gw rasain vagina meita semakin keras… dan gw gigit kelentitnya dya terik semakin kencang untung di rumah cuma da pembantu gw….. “dit…….. puasin gwwww dunkkkkkkk.”…… nggak pake cing cong gw jilat n gw sodok” tuch vagina pake telunjuk gw… ” dittttttttttttttttt……….. .. gw keluarrrrrrrrrrrrrrrr……..” vagina meita basah ketika di depan mata gw……… di sedot sampai bersih tuch vagina…… udah gitu gw liat dya memegang bantal dengan keras……. gw deketin dya dan gw cium bibir dya……. ternyata dya blum lemas….. dy bangkit dan memegang kontol gw dan di kocokinnya sampe si ADEK mengacung sangat keras….. kontol gw di masukin ke mulutnya meita…. di masukan di keuarkan…. sampai” di sedot….uhhhhhhhhh….. nikmat banget yang sekarang dari pada yang di kelas tadi……. biji zakar gw juga nggak lupa ikut ke sedot….. pass biji gw di sedot rasanya gw pengen FLY……. kocokin meita semakin panas dan hisapannya semakin nggak manusiawi lagi…… wajahnya tambah maniss kalo dya sambil horny begini…….. ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….. …. crottttttttttttttttttttttttttt tt many gw tumpah semua ke lantai kamar gw…. yang sisanya di jilatin meita sampai bersuh…………………… …… gw bangkit dan menarik tangan meita… gw ciumin dadanya gw kenyot”lagi putingnya sampai merah……….. gw cupang di sebelah putingnya…. manis banget susunya……. membuat gw semakin napsu sama dya……………&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“meitaku sayang…. masukinnn sekarang yach??”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ya udahhhh cepetannn aku dari tadi Nungggu kamu…..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gw bertukar posisi meita di bawah…. dan gw di atas… sebelum gw masukan gw gesek” dolo di depan vaginanya… belum gw masukin aja meita udah meringis”…. gw dorong perlan”… “Dit… pelan” sakit. nee”….. di bantu dengan tangannya dya perlahan” kontol gw masuk…. baru seperempatnya masukkk gw cabut lagi dannn gw sodok lagi…. dan akhirnya masuk semua….. gw lihat meita sangat menderita…… tapi sepertinya dya seneng banget……. udah semuanya masuk gw goyangin… gw maju mundurin perlahan lahan….. bokong meita pun ikut bergoyang yang membuatku kewalahan….. setelah beberapa menit gw goyang” tiba” badan meita mengejang semua….. dan akhirnya… meita orgasme untuk ke 3xnya…..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gw cabut kembali penisg w dan meita berada di atas gw….. posisi ini membuat gw lebih rileks…. meita memasukannya pelan” di genggamnya penisku dan di masukannya penisku ke vaginanya…. dan blesssss ternanam semua di dalam vaginanya….. badan meita naik turun mengikuti irama…. meita mengambil bantal yang da di sebelahnya dan menarohnya di pala gw…. posisi ini membuat gw bisa ngerasaain 2 gerakan sekaligus… gw emut” kecil putingnya meita dan meremas remasnya….. bokong meita terusss bergoyaanggg…….. ” ahhhhhhhhh…… ahhhhhhhhh…….. isappp teruss dit…………” badan meita mengenjang dan ” radittttttttttttttt akuuu pengen keluar lagi….”….. ” akuuu juga pengennnnn selesaiiiiii metttt……… tahannnn sebentarrrrrrr lagi…….”….. gw dan meita mempercepat permainan dan akhirnya……………”ahhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhh……………….. … gw keluar….. kata” itu yang menngakiri permainan ini..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sampaiiii sekarang pun meita tetep bermain sama gw… kami tetap melakukan banyakk hal…. dan gw di tunangin sama meita karena orang tua kami sama” setuju atas hubungan kami&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Memek: cerita seru lagi ngewe, cerita ngewe di kelas, cerita ciuman pake lidah telanjang, Cerita ngewe dikelas, ciuman pake lidah telanjang,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-6357462983818406069?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6357462983818406069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/6357462983818406069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/percintaan-di-kelas.html' title='Percintaan Di Kelas'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-7230119050454116562</id><published>2012-01-28T22:32:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T22:32:06.727-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Ngeseks Digoa Saat Menstruasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita seru Ngeseks Digoa Saat Menstruasi, Aku memang bekerja di suatu Bank yang berpusat di seputaran segitiga emas Jakarta. Sebelum ini, aku menjabat sebagai Head di Dept. Customer Care (bukan Customer Service lho!). Tugas dept ini khususnya untuk melayani complain customer yang kurang puas dengan pelayanan maupun product corporate kami. Sebagai petugas di CC, tentu aja dipilih cewek-cewek yang smart, ayu, enak dipandang, berpengetahuan luas, keep smile dan perfect dalam penampilan. Tidak direferensikan cewek yang berpenampilan terlalu sexy dan genit-genit (ini kalau di dalam jam kerja lho!). Sebab cewek semacam itu dikalangan Top Managemen perusahaan-perusahan besar termasuk MNC (Multi National Corporation) malah dipandang sebagai norak dan katrok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, perkenalanku dengan Lina (masih inget, kan? Itu, temen aku yang bersetubuh secara three in one dengan Rado dan waktu itu masih cupu dalam blantika perselingkuhan), juga dimulai dari sini. Sebagai Prime Customer di Bank kami (saldonya di tabungan waktu itu sebesar 10 digit mid – tanya ndiri ama temen kamu yang karyawan bank, kira kira berapa itu) dia sering mengajukan complain terutama mengenai bunganya yang dipandang terlalu rendah (tentu aja, karena ditaruh di tabungan sih.) Karena anak buahku mulai kuwalahan menghadapi dia, maka akhirnya aku sendiri yang menemui. Aku anjurkan kalau ingin dananya cepat berkembang, dipindahkan aja ke money market/bursa saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Lina tertarik akan anjuranku, sehingga nyaris seluruh dananya dipindahkan ke money market/bursa saham melalui Treasury Dept di Bank kami juga. Mungkin karena keberuntungan sedang menaungi Lina, maka dalam kurun waktu tidak sampai 1 bulan dananya melejit sampai sebesar 11 digit low. Cuma, karena terjadi gonjang ganjing di money market/bursa saham (kalau tidak salah inget, ini akibat George Bush ngotot mau nyerang Korea Utara, akibat masalah peluru kendali berhulu ledak nuklir itu – ini kalau tidak salah inget lho. Jadi kalau salah jangan di complain), maka buru buru aku hubungi Lina, supaya dananya ditarik semua dan ditaruh lagi di rek tabungan. Walaupun pihak Treasury nyap nyap ke aku, Lina setuju dan makin berjayalah dia dengan saldo tabungan yang nyaris 2 kali lipat dari uangnya semula dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan. Tentu saja Lina sangat berterima kasih atas jasaku (padahal yang berjasa, temen-temen di treasury dept sana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu hubungan kami menjadi amat erat sampai seperti saudara, termasuk soal curhat mengenai masalah kehidupan sexnya, dan sebagai tanda terima kasih aku dibelikan sebuah mobil Honda Jazz warna Pink kesukaanku sebagai ganti mobil Toyota Starletku yang sudah uzur. Eit…, tapi nanti dulu, kalau kalian melihat cewek nyetir Honda Jazz warna Pink, belum tentu itu aku, karena aku sekarang ini malah jarang sekali memakai mobil itu. Kenapa? Nanti kalian akan tahu sendiri di akhir cerita ini. Maka, baca terus ya? Jadi sebenarnya ceritaku ini benar-benar true story. Cuma, untuk lebih memanaskan situasi, aku bumbuin dengan bumbu-bumbu disana sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang mengenai Ki Alugoro (Lina dan Alugoro bukan nama sebenarnya). Dari beberapa temen suamiku, aku mendapat kabar dia sekarang pindah ke desa terpencil di lereng utara gunung Lawu, namanya desa Jnw. Disana, disamping berprofesi sebagai dukun, dia rajin membudidayakan tanaman hias yang harganya tidak masuk akal itu, semacam antharium, jemani dan tanaman lain yang aku lupa namanya. Singkat kata, karena dia masih aku anggap sebagai “suhu” dalam kehidupan sex ku, aku kangen sekali untuk menemuinya sekali-sekali. Maka pada akhir Januari sampai awal Februari 2007 lalu, aku menyempatkan diri untuk mengambil cuti tahunan selama 12 hari kerja supaya bisa berlibur ke dekat-dekat sana yaitu daerah wisata Tawangmangu. Karena Dept CC tidak banyak membuat laporan bulanan Bank pada akhir bulan, maka cutikupun disetujui Boss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja aku mengambil penerbangan ke kota Yogya, karena ingin melihat-lihat obyek wisata disana, maka akupun berangkat sendiri. Tapi yaitu coy, penerbangannya ditunda sampai 2 jam! Kesel deh! Pantesan penerbangan Indonesia dilarang terbang ke Uni Eropa sekarang ini! Habis brengsek sih! Akhirnya, setelah menunggu, sampai juga aku ke kota budaya tersebut. Sehari disana, esoknya dengan menyewa sebuah mobil dari kota tersebut, dibekali dengan map wisata, aku tancap gas menuju kearah tujuan. Jalannya mulus lho, nggak nyangka. Singkatnya, setelah bertanya-tanya di tempat tujuan, dengan diringi pandangan aneh aku ditunjukkan rumah Ki Alugoro (aku lupa bahwa aku cewek kota yang cakep, bermobil, dan Ki Alugoro adalah dukun sex. Pantesan orang-orang pada memandang curiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat siang, Ki …….” sapaku pada Ki Alugoro yang sedang sibuk menyiangi tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat siang, cari siapa mbak ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, Aki lupa ya, aku kan Mia dari Jakarta yang pernah Aki obati dulu” keterlaluan ini Aki, mosok dengan aku, cewek segini cakep yang pernah disetubuhi dulu, bisa dilupakan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, maap neng, mari… mari … silahkan masuk” jawabnya mempersilahkan aku masuk rumahnya yang lumayan asri karena terletak di daerah ketinggian lebih dari 1000 m dpl dikelilingi perkebunan teh yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah basa basi sebentar sambil mengeluarkan oleh-oleh dari kota, aku mengatakan bahwa aku cuma kangen aja ama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini neng, kebetulan sekali hari ini Kamis wage malam Jum’at kliwon, kebetulan bulan Suro ditahun Be (aku baru tahu kalau tahun Jawa ada namanya), jadi Aki agak menahan diri dalam hal persetubuhan. Tapi kebetulan malam ini Aki akan menjalankan ritual di desa Bbr (lebih tinggi lagi dari desa Jnw ini, sekitar 2000 m dpl) disebuah goa yang bernama goa Gelap Ngampar yang angker (gelap berarti geledek, ngampar berarti menyambar, setahuku goa tersebut merupakan mata air sebuah sungai yang legendaris dan terletak di lereng selatan gunung ini, bukan disini. Tapi biarlah, apalah artinya sebuah nama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau neng berminat bisa ikut Aki, disana neng bisa melakukan ritual, yaitu mengajukan permohonan sambil bersetubuh dengan penunggu goa tersebut yang bernama Kanjeng Pangeran Kudo Narpati. Saratnya, supaya permohonan dikabulkan, neng harus bisa membuat Kanjeng Pangeran orgasme. Tapi neng tidak boleh orgasme lebih dari 3 kali”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ini jiwa petualanganku seperti tertantang, maka tantangan itu aku sanggupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kontolnya besar sekali neng, jauh lebih besar dari kontol Aki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah tertantang aku untuk merasakan seberapa besar kontol orang yang disebut Kanjeng Pangeran ini. Maka, singkat kata, kami berdua menuju tempat tersebut dengan menyewa 2 buah ojek, karena daerahnya tidak bisa dilalui mobil. Sampai didekat desa tersebut kami turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari sini harus jalan kaki neng, karena kita harus menuju bukit didepan itu dan tidak ada jalan yang menuju kesana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati aku, padahal jalan ke bukit yang ditunjuk itu menanjak dan aku taksir jaraknya sekitar 4 km atau lebih. Tapi karena sudah kepalang basah, aku turuti juga Ki Alugoro ini. Benar juga, setelah berjalan sekitar 2 jam, kami sampai didepan mulut goa. Sepertinya bukan goa ya, karena diatas goa ditumbuhi beberapa pohon beringin yang besar sekali, dan akarnya seperti mencengkeram cadas berlobang dibawahnya (aku tersenyum sendiri, inget waktu tempikku mencengkeram kontol Rado erat-erat). Sebuah akar besar menjulur membelah mulut goa sehingga membuat bentuk mulut goa tersebut seperti dua buah mata jin yang menatap tajam kearah aku. Karena hari mulai gelap dan keadaan sepiiii sekali ditambah hawa yang dingin menusuk tulang membuat situasi menjadi bernuansa mistis sekali. Hampir saja aku balik kanan untuk pulang. Tapi aku pikir lagi, kenapa takut? Apa yang ditakutkan? Takut diperkosa oleh Ki Alugoro? Atau oleh orang yang disebut Pangeran Kudo Narpati? Bukankan kedatanganku kesini justru untuk mencoba dan merasakan kehebatan kontol mereka? Memikir itu maka dengan mantap kuikuti langkah Ki Alugoro memasuki mulut goa. Ternyata goa itu seperti terbagi 2 bagian. Bagian yang aku masuki agak lebar kemudian menyempit lagi membentuk seperti sebuah pintu yang agak rendah. Dekat dinding goa yang aku masuki terdapat sebuah balai-balai dari bambu yang dilapisi dengan tikar dari daun pandan. Dan anehnya diruangan ini hawanya agak hangat. Ki Alugoro segera menyalakan dua buah obor bambu yang rupanya disediakan disitu, entah oleh siapa. Setelah dinyalakan, suasana malah jadi romantis sekali, seperti candle light party. Tapi suasana itu langsung berubah menjadi mistis setelah Ki Alugoro membakar kemenyan pada tempat arang yang dinyalakanya (orang sini menyebutnya anglo) sambil menabur bunga setaman yang dibawa dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neng harus menunggu sampai menjelang tengah malam karena Njeng Pangeran baru kerso tedak (mau datang) pada tengah malam nanti” kata Ki Alugoro memecah kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum itu neng harus sesuci dulu” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata yang dimaksud dengan sesuci adalah dimandikan dengan air kembang setaman, dan ceweknya harus tidak dalam keadaan sedang menstruasi. Tentu saja aku tidak! Sebab kalau sedang menstruasi, ngapain aku kesini? Acara selanjutnya, aku dimandikan oleh Ki Alugoro dengan air yang mengalir dari dalam goa dicampur dengan kembang setaman. Wuih, duingin sekali coy, sampai mengkerut semua peralatan tubuhku. Termasuk bibir tempik dan susuku, bahkan pentil susuku mengkerut dan menjadi keras sekali. Aku berpikir, beruntung sekali Ki Alugoro ini, entah berapa cewek yang sudah diraba-raba tubuh telanjangnya dan disetubuhinya (orang sini menyebut dianceli). Tapi karena keinginanku untuk segera mencoba kehandalan kontol Njeng Pangeran tersebut. Maka perasaan dingin tersebut tidak kuhiraukan. Menjelang tengah malam, Ki Alugoro memberi aku segelas ramuan yang harus kuminum dan kemudian menyuruh aku memasuki pintu tersebut untuk bersemedi didekat batu rata yang katanya terdapat diruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan tubuh telanjang bulat dan hati berdebar-debar, aku lalui pintu tersebut dan langsung menuju ke batu rata yang ternyata luas sekali, hampir seluas tempat tidur no 1. Disampingnya terdapat batu yang agak kecil. Aku segera tahu bahwa batu tersebut buat duduk orang yang bersemedi. Segera aku duduk dan… nyeessss….. pantatku langsung dirasuki perasaan dingin seperti menduduki sebongkah es batu. Dengan menguatkan diri aku langsung diam bersemedi. Entah karena pengaruh minuman yang diberikan Ki Alugoro atau pengaruh lainnya, tubuh telanjangku perlahan-lahan merasa hangat dan nyaman sekali. Tetapi tiba-tiba tubuhku terasa makin ringan dan ruangan disekitarku terasa bernuansa aneh sekali. Kemudian tubuhku terasa berputar kencang dan…… bummm…. Tubuhku terpental dan tahu-tahu aku sudah terlentang di tempat tidur yang empuk dan wangi. Aku perhatikan tempat tidur tersebut berkelambu tapi kelambunya sudah disibakkan dan tiang-tiang kelambunya berukir kepala kuda warna kuning yang menurut pendapatku, itu emas. Sedang spreinya terbuat dari kain semacam sutera dan bau wanginya ternyata berasal dari bunga-bunga yang ditaburkan keatasnya. Yang dominan adalah bunga melati, kemudian sedikit mawar dan bunga agak panjang putih kekuningan, kalau tidak salah namanya kantil. Belum sempat aku mengamati semua keanehan ini tiba-tiba dari arah dalam goa datang seorang laki-laki yang… alamak! Tadinya aku kira Rado adalah cowok yang paling maco dan menarik di seluruh dunia. Tapi yang ini, jauh lebih menarik. Tubuhnya tinggi dan kekar. Lebih tinggi sedikit dari Rado, kulitnya kelihatan mulus kuning langsat keputihan dan bersinar ditimpa sinar yang entah berasal dari mana. Rambutnya kelihatan halus tergerai sampai ke bahu, hidungnya mancung dan matanya, aku baru ingat pesan Ki Alugoro bahwa aku tidak boleh menatap matanya. Itu tidak sopan, katanya. Jadi bertentangan dengan pelajaran Effective Comunication yang pernah aku dapat. Jadinya aku lantas menunduk, sedang mataku tetap melirik kearahnya. Dia memakai semacam kimono dari sutera dan (ini aku yakin) dia tidak memakai pakaian dalam! Karena jelas sekali kontolnya menyeruak sehingga kimono terangkat ke depan. Membayang besar sekali kontolnya. Tempikku langsung berdenyut membayangkan kontol itu memasuki tempikku. Wuih, sudah kebayang betapa nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diajeng …… “ mati aku, suaranya lembut sekali tapi amat berwibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun gemetar sekali seperti seorang perawan yang baru pertama kali berdiri telanjang dihadapan kekasihnya. Tak tahu aku harus menjawab apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diajeng,…… coba tolong buka pakaian kanda ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gemetar akupun berdiri untuk menanggalkan pakaiannya. Ternyata kulitnya halus sekali, tapi seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut yang amat halus. Tambah berdenyut tempikku membayangkan betapa nikmatnya nanti seluruh tubuhku digesek-gesek rambut ini. Sampai pada kancing paling bawah (kancingnya emas coy, emas beneran!), tanpa sengaja tanganku menyentuh kontolnya. Secara reflek kutarik tanganku, tapi tiba-tiba tangannya (yang ternyata juga amat halus) menarik tanganku kembali dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pegang saja diajeng, tidak apa apa …….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah kutanggalkan pakaiannya, sambil jongkok kuraih kontolnya. Begitu terpegang dan kuamati dengan seksama langsung aku terpekik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mamamia……” pekikku menyebut namaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kontol itu benar-benar besar dan panjang sekali, hampir tak dapat kupercaya. Mungkin hampir 30 cm, dan besarnya, jari-jari tanganku sama sekali tidak bisa melingkari seluruh besar batang kontolnya. Hanya anehnya, dia tidak mempunyai jembut. Ada sih, bulu-bulu halus disekitarnya, tapi bukan jembut. Aku membayangkan, apa bisa kontol sebesar ini masuk ke tempikku? Tapi setelah kupikir lagi, baby saja bisa melalui tempikku, masa kontol ini tidak bisa? Maka dengan keberanian yang luar biasa kuelus-elus kontol itu dan secara reflek kucium-cium juga. Rupanya dia keenakan juga karena kemudian dia elus-elus rambutku. Bertambah berani aku. Maka selanjutnya kucoba untuk mengisapnya. Ternyata tidak masuk ke mulutku. Akhirnya setelah kucoba lagi tetap tidak bisa, kontol itu hanya aku jilat-jilat saja. Tiba-tiba dia membungkuk dan langsung memondong tubuh telanjangku. Sambil dipondong dihisap-hisapnya susuku, tentu saja aku menggelinjang-gelinjang kegelian karena nafsuku sudah tambah memuncak. Tak lama kemudian tubuh telanjangku dibaringkan telentang di tempat tidur tersebut. Aku tentu saja sudah tahu acara selanjutnya. Maka kutekuk kakiku sambil mengangkangkan pahaku lebar-lebar. Dan benar saja, tak berapa lama kontol itu menghampiri tepat dilobang tempikku. Tapi acara selanjutnya membutuhkan perjuangan hebat. Soalnya kontol sebesar itu benar-benar susah sekali untuk memasuki tempikku. Untunglah, tempikku sudah mulai banjir dan aku termasuk sudah piawai dalam blantika persetubuhan. Maka sedikit demi sedikit walau dengan rasa sakit yang agak lumayan, berhasil juga kontol itu kutelan dengan tempikku. Tapi ya ampun, ternyata tidak seluruhnya masuk, hanya sekitar tiga per empatnya, itupun sudah kuusahakan sedapatnya dan dinding tempikku sebelah dalam rasanya sudah mentok oleh kontolnya. Rupanya dia maklum juga akan hal ini. Karena ternyata, pelan-pelan dia mulai memompa tempikku. Tentu saja mula-mula pelan-pelan, setelah dirasa tempikku tambah membanjir maka pompaan kontolnya jadi semakin cepat. Celakanya, saudara-saudaraku sebangsa, setanah air dan sehobby, dengan penuhnya tempikku diisi oleh kontol besarnya, otomatis daerah sensitive didalam tempikku (G-Spot) bolak balik tergesek oleh kontolnya. Sudah barang tentu aku menggelinjang-gelinjang hebat menerima gesekan-gesekan tersebut. Dan benar saja, tak sampai setengah jam, mulutku sudah mulai meracau tidak keruan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooocchh, kanjeng……. akkuuu mmauuuu… kkeeluaarrrrr….” Mendengar rintihanku makin gencar dia memompakan kontolnya ke tempikku sampai-sampai aku lupa bahwa aku harus membuat dia orgasme dan ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oouuccgghhh…. mmmhhhhhh…. aacchhh… uuggcchhhh…. mmmhhhhh…… kkannjjeeengggggggg….. aakkuuu mmaauuu….” dan ……….. wuuusssshhhhh .. sampailah aku pada orgameku yang pertama malam itu sambil kurengkuh erat-erat tubuh halusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dia mengerti keadaanku, buktinya walaupun tidak mencabut kontolnya yang masih ngaceng tegar dari tempikku, dia menghentikan kegiatannya. Sambil tetap membiarkan kontolnya tertancap di tempikku, tangannya meraih kesamping dan tahu-tahu tangannya sudah memegang cangkir kuning berpahatkan kepala kuda berisi semacam ramuan. Aku sama sekali tidak tahu siapa yang meletakkan ramuan itu. Kemudian tangan satunya mengangkat kepalaku dan menyuruh aku meminum ramuan tersebut. Rasanya agak-agak manis keaseman begitu, tapi kutelan juga, siapa tahu berkhasiat. Benar juga tidak sampai 5 menit, tubuhku sudah mulai hangat dan segar sekali, maka segera kugoyang-goyangkan pantatku dan kuempot-empotkan tempikku untuk mencengkeram kontolnya. Rupanya dia mengerti isyaratku tersebut dan dengan perlahan dia mulai memompakan kontolnya kembali. Kali ini aku mulai bisa menguasai keadaan. Kugoyang goyang dan kuputar-putar pantatku, sehingga ketika tak sengaja kutatap matanya, kulihat dia mulai merem melek keenakan. Tapi lagi-lagi aku mulai menggelinjang-gelinjang hebat ketika daerah G-spot ku tergesek-gesek kontolnya. (Mestinya aku cari tahu dulu bagaimana cara menutup daerah itu). Bagaimanapun aku harus berusaha keras membuat dia orgasme sebelum aku mencapai orgasmeku yang ketiga. Begitulah, setelah persetubuhanku yang kedua ini berlangsung hampir satu jam, kulihat matanya tambah merem melek dan nafasnya mulai mendengus-dengus. Kutarik lehernya supaya aku bisa mencium bibirnya. Selanjutnya sambil aku menggoyang-goyangkan pantatku, aku mulai menyedot-nyedot bibirnya dan lidahku mencari-cari daerah yang paling sensitive dirongga mulutnya. Rupanya daerah itu ada disekitar langit-langit rongga mulutnya. Terbukti, setiap kali kusentuh daerah itu dengan lidahku, tubuhnya terasa bergetar. Maka tambah beringas aku menggoyang-goyangkan pantatku sambil lidahku menggesek-gesek langit-langit rongga mulutnya. Berhasil! Dia tambah bernafsu memompakan kontolnya ketempikku sambil mendengus-dengus dan merem melek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uucchhhh….. eeccchhhh… mmmmmhhhhh…… heh, heh, dddiajjeengggg……” rintihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sendiri ternyata lupa menjaga daerah G-Spotku, sehingga karena tergesek-gesek begitu hebat oleh kontolnya yang luar biasa besar itu, aku duluan tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oocchhh, kkaannjjeeennggg…. Aakkkkkuuuuu…. Kkkeellluuaaarrrrrrrr……… ooocccchhhhhhhh……..” jeritku tak tertahan dan sampailah aku pada orgasmeku yang kedua, sedang dia kulihat agak kecewa melihat aku terbaring lemah sambil masih menjepit kontolnya yang masih ngaceng tegar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, seperti tadi, dia mengambilkan aku ramuan yang harus aku minum. Kali ini dua cangkir sekaligus. Karena penasaran, aku meminta secangkir lagi yang diturutinya sambil tersenyum manis. Akibatnya, tak terbayangkan. Badanku terasa amat panas, tapi tubuhku amat segar seperti belum mengalami orgasme, sedang gairahku untuk bersetubuh memuncak tinggi sekali. Belum pernah aku merasakan gairah seperti itu. Maka tanpa sungkan-sungkan kugoyang lagi pantatku dan kuempot-empotkan tempikku sejadi-jadinya. Anehnya, kontolnya yang luar biasa panjang dan besar itu bisa tertelan seluruhnya kedalam tempikku. Mungkin tempikku yang melar atau kontolnya yang mengkerut aku tidak memikirkannya lagi. Dalam benakku hanya terpikir bahwa aku harus berhasil mengeluarkan sperma dari kontolnya dengan tempikku ini sebelum aku mengalami orgasme yang ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun melayani gairahku dengan hebat. Dihunjam-hunjamkannya kontolnya dengan keras dan bernafsu sambil mendengus-dengus hebat dan matanya tambah merem melek tak karuan. Mungkin pengaruh ramuan tadi atau karena sudah orgasme dua kali, daerah G-Spot ku seperti tertutup dan tidak terasa geli lagi digesek-gesek oleh kontolnya. Dia malah sebaliknya, nafasnya tambah mendengus-dengus tak karuan, matanya tambah merem melek, malah cenderung mendelik-delik, dan genjotan kontolnya di tempikku tambah bersemangat dan keras. Dan akhirnya, sekitar dua jam kemudian, seiring dengan makin kencangnya jepitan tempikku pada kontolnya, dan seiring dengan makin kerasnya hunjaman kontolnya pada tempikku, sampai juga dia pada puncaknya dan………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaarrrrggggccchhhh…….. ddiiaaajjjeennngggg………. aarrgggcccchhh………. Hhhiiiieeeeeeeeccchhhhh……..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kaget setengah mati ketika dia mengeluarkan spermanya di tempikku dia meringkik mirip kuda dengan kuat sekali sehingga seluruh ruangan ini bergoncang hebat seakan ada geledek yang menyambar. Kemudian walaupun belum tuntas mengeluarkan spermanya didalam tempikku, buru-buru dia mencabut kontolnya lalu meloncat pergi begitu saja sehingga spermanya tercecer dimana-mana. Sedang aku sendiri kemudian merasakan tubuh telanjangku menjadi amat ringan lalu berputar hebat dan melayang kemudian terpental dan….. bukkkkk…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget sekali aku ketika tersadar bahwa aku kembali ditempatku tadi, yaitu diatas batu datar yang dingin sekali. Aku pikir ini semua mimpi, tapi ketika kuraba tempikku, masih tersisa banyak sekali sperma yang tadi dikeluarkan olehnya. Bahkan di badanku, didekat pentil susuku, sampai di wajahkupun ada tersisa cipratan spermanya akibat dia mencabut dengan tergesa-gesa kontolnya tadi. Bahkan rasa manis-manis asem ramuan tadi masih terasa dimulutku. Kemudian, dengan tertatih-tatih akibat terlalu lelah dan badan terasa sakit semua, aku keluar melalui pintu tadi, menemui Ki Alugoro yang dengan setia masih menunggu disitu. Ternyata ada dua cewek lagi ikut menunggu disitu. Semuanya telanjang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, badanku sakit semua ki …..” rintihku lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidurlah diamben (balai balai) ini neng, nanti aku pijat dan aku baluri dengan ramuan-ramuan” katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tanpa sungkan terhadap kedua cewek itu, aku banting tubuh telanjangku berbaring telentang di balai-balai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, seluruh tubuhku dibaluri dengan semacam minyak kelapa yang dicampur dengan ramuan yang menurut baunya kayaknya minyak sereh, diurut-urut mulai dari kaki, naik keatas, berhenti sebentar membelai-belai jembutku, kemudian lama sekali dia meremas-remas susuku sambil memelintir-melintir pentilnya. Lama-lama tubuhku menjadi hangat lagi dan rasa sakit berkurang banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana neng, sudah baikan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lumayan ki, sudah mulai naik lagi nafsuku” jawabku tanpa menaruh rasa sungkan terhadap dua cewek yang juga telanjang bulat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sambil masih merasa keenakan susuku diremas-remas Ki Alugoro, aku ceritakan bahwa aku berhasil membuat Kanjeng Pangeran Kudo Narpati orgasme setelah aku mengalami orgasme yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi neng berhasil membuat beliau orgasme?” tanyanya kaget sambil melepaskan tangannya dari susuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang kenapa, ki ?” tanyaku heran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berarti dengan demikian neng telah menjadi selir Njeng Pangeran Kudo Narpati, dengan gelar Raden Ayu, dan keinginan Den Ayu akan segera terpenuhi” katanya. (Aku memang mempunyai keinginan untuk segera naik gaji, pangkat dan jabatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlu Den Ayu ketahui, dalam persekutuan dengan jin-jin disini pangkatku hanyalah Demang, jadi jauh lebih rendah dari Den Ayu, dan aku tidak boleh sembarangan memegang-megang tubuh Den Ayu” katanya sambil beringsut menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini sangat mengecewakan diriku, karena kedatanganku kesini antara lain untuk menunjukkan padanya bahwa aku sekarang tidak cupu lagi seperti ketika dia menyetubuhi diriku dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi beliau ini benar-benar raja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul Den Ayu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kenapa tingkahnya aneh sekali ya, waktu orgasme tadi beliau mengeluarkan ringkikan seperti kuda” gumamku lirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang beliau ini kuda!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mak!!!!” jeritku kaget sehingga badanku terlonjak duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul-betul kuda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini Den Ayu” jelasnya dengan amat santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beliau ini adalah jelmaan dari kuda kesayangan Gusti Ayu Endang Retno Dumilah, jin wanita yang amat cantik penguasa salah satu puncak gunung ini, yaitu Argo Dumilah (argo berarti gunung). Den Ayu mungkin belum tahu gunung ini mempunyai 3 puncak, salah satunya adalah Argo Dumilah tadi. Karena kuda tersebut juga bangsa jin, beliau menaruh hati pada Gusti Ayu Endang Retno Dumilah. Tentu saja Ibu dari Gusti Ayu yaitu Kanjeng Ratu Kidul marah sekali. Beliau lantas mengusir kuda itu yang lantas bermukim disini dan bergelar Pangeran Kudo Narpati. Beliau ini mempunyai sisihan (isteri) yang bergelar Raden Ayu Sekar Turonggoningsih. Inilah yang melayani para peziarah pria yang datang kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampuuunnn, berarti aku ini jadi selir kuda“ gumamku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut dan dia tidak mempunyai jembut. Kontolnyapun sebesar kontol kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi aku harus melayaninya setiap beliau datang?” tanyaku cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan khawatir Den Ayu, beliau hanya menyetubuhi sekali saja pada tiap-tiap selirnya, dan itu sudah dilakukannya pada Den Ayu. Den Ayu pasti bertanya-tanya mengapa beliau cepat-cepat pergi setelah orgasme? Ini dikarenakan setelah orgasme beliau akan berubah wujud menjadi seekor kuda. Dan beliau tidak ingin hal ini dilihat para selirnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lega hatiku mendengar keterangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kenapa Aki tidak mau lagi menyentuh aku ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan tidak mau Den Ayu, tapi tidak berani”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, Aki aku ijinkan untuk mengurut aku lagi” kataku mantab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, Den Ayu, tapi Aki akan menjalankan ritual untuk minta ijin dulu” katanya sambil pergi kearah dalam goa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun semakin menjadi tidak sabaran. Untuk sekedar membunuh waktu, akupun menyapa kedua cewek telanjang tadi. Ternyata mereka adalah pedagang-pedagang kain dari sebuah pasar terkenal yang berinisial pasar Klw. Walaupun menurut pengakuannya mereka belum pernah bertemu dengan Njeng Pangeran, mereka tetap datang kesini. Siapa tahu suatu waktu berhasil, harapnya. Paling tidak untuk refresing dengan Ki Alugoro, daripada tiap kali menghadapi suami-suami mereka yang katanya lemes-lemes. Aku tersenyum mendengarnya. Tak lama kemudian Ki Alugoro datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan Den Ayu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun segera berbaring telentang lagi dibalai-balai tanpa merasa sungkan walaupun dilihat oleh dua cewek tadi. Toh mereka juga mendambakan persetubuhan juga, pikirku. Kemudian Ki Alugoro mulai mengurut tubuhku lagi. Tapi kali ini dengan sangat hati-hati dan pakai bilang nuwun sewu segala bila mau menyentuh bibir tempik atau susuku. Tentu saja ini membikin aku tidak sabaran, dan setengah memaksa aku suruh dia membuka seluruh pakaiannya. Ternyata kontolnya sudah ngaceng juga. Segera kutarik dia untuk menindihku dan kupegang kontolnya untuk kumasukkan kedalam lubang tempikku. Kusuruh dia mulai menggenjot. Tapi genjotannya terasa sangat hati-hati dan pelan sekali. Baru setelah kuancam akan kuadukan pada Njeng Pangeran, dia mulai menggenjot sejadi-jadinya. Nah, begitu dong. Aku sangat enjoy dibuatnya. Kugoyang pantatku sambil kuempot-empotkan tempikku menghisap kontolnya yang cukup besar itu. Mungkin karena pengaruh ramuan tadi masih tersisa, aku tidak merasa kewalahan menghadapi Aki yang berpengalaman ini. Setelah berlangsung sekitar setengah jam, dia memanggil dua cewek tadi. Ternyata mereka disuruh menghisap-hisap susuku kiri dan kanan. Tentu saja hal ini sangat menggembirakanku dan menambah semangatku. Sambil menghisap-hisap pentil susuku yang makin mengembang keenakan, tangan merekapun menjalar membelai-belai rambutku, dan bahkan seluruh permukaan kulitku yang bisa mereka gapai. Hal ini makin membuatku melayang. Karena selain tempikku keenakan dipompa Ki Alugoro, pentil susuku dihisap-hisap sambil digigit-gigit kecil oleh mereka, seluruh tubuhku pun dibelai-belai dan dicubit-cubit kecil, sehingga semakin membuatku melayang-layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah aku masih terpengaruh oleh ramuan tadi, sehingga tidak segera mengalami orgasme. Karena dua cewek tadi menghisap-hisap susuku sambil nungging dari arah kanan dan kiriku, maka jari-jari kedua tangankupun segera bergerak menggosok-gosok itil mereka sambil sebentar-sebentar memencet-mencetnya. Karena aku sudah makin piawai dalam hal persetubuhan, maka menghadapi tiga orang demikian tidak membuatku jadi keder. Maka sambil melayani enjotan-enjotan kontol Ki Alugoro, jari-jari kedua tangankupun segera kumasukkan kedalam lubang tempik mereka. Mendapat perlakuanku itu, mulut mereka segera mendesis-desis keenakan. Tapi sialnya, gigitan mereka ke pentil susuku jadi makin agak keras. Untunglah mereka segera menyadari hal ini, dan sambil mendesis-desis, mereka tetap menghisap-hisap pentil susuku, sambil matanya merem melek keenakan karena itil dan lubang tempiknya semakin ganas aku gosok-gosok. Tiba-tiba salah seorang dari mereka yang itilnya kugosok-gosok dengan jari tangan kananku, mengejang sambil merintih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaacchhh…. ouucchhhh…. mmmmhhhhhh….. ooouuuccchhhhh……….” kemudian tubuhnya terguling lemas disamping kananku, sehingga tinggal dua orang lagi yang harus kulayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat orangnya “gugur” satu, maka Ki Alugoro semakin mempercepat pompaan kontolnya kedalam tempikku. Mungkin untuk membuatku segera orgasme. Tapi dia lupa bahwa aku bukan Mia yang disetubuhinya dulu, tapi Mia yang sudah berhasil membuat Njeng Pangeran orgasme dan mengeluarkan spermanya didalam tempikku. Maka, sambil tetap menggosok gosok itil dan lubang tempik cewek satunya tadi, tempikku pun aku empot-empotkan menghisap kontol Ki Alugoro sambil menggoyang-goyang pantatku sejadi-jadinya. Dan setelah kira-kira satu jam kemudian mengejanglah tubuh Ki Alugoro sambil mulutnya mendesis gemetar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dddeennn…. Ayyuuuuuuu……. Akki mmaaauuu kkkeluuaaarrrrrrrrr……….” Dan menyemburlah sperma Ki Alugoro didalam tempikku sejadi-jadinya, banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tubuhnya melemas dan kontolnya dicabut dari tempikku, menggelosolah dia di dekat selangkanganku. Kini tinggal satu orang saja yang harus kulayani. Maka aku segera bangkit dan menelentangkan cewek tadi. Dia agak kaget tapi menyerah saja kuperlakukan demikian. Segera kuhisap-hisap pentil susunya dan kugosok-gosok itil maupun lubang tempiknya yang ternyata sudah banjir itu. Hanya membutuhkan waktu sekitar seperempat jam, mulutnya sudah mulai merintih rintih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaakkkggghhh……… ucchhh……… mmmmhhhhh…….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak berapa lama kemudian tubuhnya mulai mengejang, sambil mengangkat angkat pantatnya dia menceracau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oouuucccchhhhh…….. aaaaccchhhhhhhh………… aaaacccchhhhhhhhhh…….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah dia pada puncak orgasmenya. Kemudian terbaring lemaslah dia menyusul temannya dan Ki Alugoro. Anehnya, walaupun tidak mengalami orgasme, aku merasa puas dan bangga sekali melihat itu semua, bisa “mengalahkan” empat orang sekaligus dalam satu malam! Bayangkan! Hal ini tidak pernah aku impikan sebelumnya. Maka dengan senyum penuh kemenangan aku menyusul mereka tidur dibalai-balai yang sama. Jadilah empat orang dengan bertelanjang bulat tidur berdesakan di satu balai-balai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena didalam goa, aku tidak tahu kalau hari sudah pagi. Tapi berhubung ngantuk sekali, akupun terlelap tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siangnya kami mandi bersama di pancuran dekat mulut goa. Segar sekali. Kemudian setelah turun ke dekat desa kemarin, kami mencari ojek, yang ternyata ada beberapa yang sengaja menanti para peziarah turun. Sesampai di rumah Ki Alugoro, kami berbasa-basi sebentar kemudian pamitan pulang. Ternyata kedua cewek itu membawa mobil sendiri, sehingga akupun sorangan menyetir kembali ke kota Yogya. Oh ya, mereka tidak meneruskan untuk berziarah kepada Kanjeng Pangeran Kudo Narpati, karena setelah mengalami orgasme, beliau hanya kerso tedak (mau datang) pada malam Jum’at Kliwon berikutnya. Jadi harus menunggu 35 hari lagi. Itupun kalau mujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah peristiwa itu, aku dipanggil oleh Big Boss, diberi tahu bahwa pangkatku dinaikkan menjadi AVP. Gajiku otomatis juga naik, sedang tugasku dipindahkan menjadi Kepala Cabang disuatu kantor masih diseputaran Jabodetabek. Tentu saja berita gembira itu aku sampaikan pada Lina sahabat kentalku, sambil meminta supaya rekeningnya dipindahkan ke Cabang yang aku pimpin. Tentu saja dia sangat setuju. Oh ya, akupun diberi mobil dinas yang jenis dan warnanya aku rahasiakan kepada kalian, supaya jati diriku tetap terjaga kerahasiaanya. Penasaran kan? Nah, jadi kalian sekarang tahu mengapa sekarang ini aku jarang sekali memakai mobil Honda Jazz warna pink pemberian Lina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedudukan baruku, aku jadi sering bergaul dengan banyak Top Managemen perusahaan-perusahaan besar yang mempunyai hoby yang sama antara lain hoby pesta orgy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: bercinta di goa saat menstruasi, cerita sex perawan desa, cerita seru ngeseks, Hangatnya ngewe perawan desa, cerita cewek penasaran ama kontol kuda, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-7230119050454116562?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7230119050454116562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7230119050454116562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/ngeseks-digoa-saat-menstruasi.html' title='Ngeseks Digoa Saat Menstruasi'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-2359097840598622149</id><published>2012-01-28T22:24:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T22:24:09.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Ngesek Bertiga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Seru Ngesek Bertiga, Cerita ini bermula ketika aku ada janji dengan temanku bernama Irfan (samaran) untuk membicarakan suatu organisasi. Disepakati sebuah tempat yang mudah didapat yaitu café S yang terletak di sebuah plaza di kota S. Rencana pertemuan ditentukan jam 2 siang, artinya setelah kami sama-sama selesai kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya perlu pembaca ketahui, namaku Sakti, sesuai dengan namanya, entah mengapa dalam setiap jenjang pendidikan, aku selalu aktif berorganisasi dan selalu menempati posisi puncak dalam organisasi yang kuikuti, mulai dari OSIS SMP, OSIS SMA, Organisasi Pemuda dan kemasyarakatan (tidak perlu kusebutkan namanya), hingga organisasi intra dan ekstra kampus, yaitu ketua Himpunan, Senat dan lain-lain. Kegiatanku bertambah dengan semaraknya demonstrasi di masa reformasi, hingga pernah suatu ketika aku menjadi target intai para intel militer dan polisi. Padahal aku bukanlah termasuk sosok yang spesial, wajahku biasa saja, kulit tidak putih mulus (cenderung coklat gelap), badan sedang-sedang saja (170 cm), sehingga aku mengambil kesimpulan mungkin karena otakku yang encer, pandai berorasi/pidato, supel (walaupun tidak gaul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita tadi, maka siang itu aku segera berangkat ke plaza, berhubung masih pukul 1 lewat 15 menit, kumanfaatkan waktu yang tersisa dengan jalan-jalan sambil melihat-lihat barang yang dipajang di etalase. Sesekali aku melirik setiap ada wanita cantik yang menarik perhatianku. Hingga pukul 2 kurang 5 menit, segera aku mengambil tempat di café S yang sengaja meja untuk dua kursi karena hanya aku dan temanku yang akan bertemu. Namanya mahasiswa, maka aku memesan yang ringan-ringan saja, secangkir java cofee, begitu yang tertulis di menu hot cofee, walaupun rasanya masih lebih sedap kopi buatan sendiri di tempat kost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, lima menit aku menunggu dan kopi belum datang, pager-ku berbunyi (maklum baru mampu bawa pager, dan itu penting bagi seorang aktivis seperti saya). Sebenarnya aku malas untuk membaca pesan tersebut, tetapi karena tidak ada yang kulakukan selain menunggu, maka kubaca saja pesan yang baru masuk tadi, dan ternyata menambah kekecewaanku hari ini. Hari sial batinku, Irfan minta maaf kalau pertemuan dibatalkan karena ia harus menemui seorang dosen, dan aku mengerti untuk urusan yang satu itu, tentu tidak dapat dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kusadari, dari tadi gerak-gerikku diperhatikan oleh dua orang wanita yang duduk terpaut dua meja dari tempatku, dan mereka dapat melihatku dengan bebas, sementara aku sibuk dengan pager-ku dan kopi yang baru saja datang dan terlambat untuk dibatalkan, maka kuputuskan untuk menghabiskan dulu dan segera pulang ke kost-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini baru kuketahui ketika tiba-tiba salah satu dari wanita tersebut sudah ada di hadapanku dan bertanya, “Sedang menunggu teman ya Mas?”&lt;br /&gt;Kata-kata klise untuk memulai pembicaraan (batinku), “Ya, dan Mbak sendiri?”&lt;br /&gt;“Oh saya sedang istirahat saja, habis belanja, maaf jam berapa ya Mas.. soalnya jam saya mati, lupa belum ganti baterai, di mana ya di plaza ini ada service jam..”&lt;br /&gt;“Wah pasti Mbak bukan orang dari kota ini ya.. karena plaza ini sudah tentu paling lengkap di kota S, apa saja ada di sini, termasuk mmhh..(tadinya aku mau bicara wanita, biasa gaya orang yang ceplas-ceplos, tapi buru-buru kupotong karena dia bertanya dengan jujur)”&lt;br /&gt;“Oh ya.. maaf nama saya Anggi, dan itu teman saya Rina”, kata wanita tersebut sambil megulurkan tangan.&lt;br /&gt;“Betul saya baru datang dari B pagi tadi dan rencananya tinggal di kota S ini untuk 3 hari, sambil menunggu acara nanti malam, saya sempatkan belanja di plaza ini, karena hotel saya dekat, cukup jalan kaki saja.”&lt;br /&gt;“Sakti, dan saat ini sudah pukul 2.30.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya percakapan yang singkat ini berlangsung 15 menit, bukan main, sebuah perkenalan terlama bagiku, mungkin karena aku tidak terlalu bersemangat atau ada sesuatu yang lain. Mmmhh.. ya, sesuatu yang lain itu mungkin terlalu bermain di pikiranku. Maklum, otakku terkenal encer, sehingga mudah menangkap sesuatu dengan cepat dan aku baru sadar bahwa selama beraktivitas aku melupakan satu hal penting dalam hidup, wanita. Dan dia kini hadir di hadapanku dengan penuh pesona. Hasil perhitungan (seperti matematika), dengan cepat aku dapat membuat kesimpulan yang kuyakini kebenarannya. Cantik, manis, umur 25-30 tahun, bentuk badan yang seimbang, kira-kira 160-165 cm, dan.. wah aku belum pengalaman untuk mengukur lebih jauh dari itu, aku bermain dengan lamunanku, pinggang dan payudaranya bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup waktu satu jam saja untuk memperlancar diskusi dengan Anggi (sementara Rina hanya sesekali menimpali) sambil kami mengambil jadi satu meja saja, dan aku yang rela bergeser ke meja mereka. Satu jam yang berarti (aku jadi lupa urusanku dan juga Irfan). Anggi adalah seorang sekretaris sebuah perusahaan swasta di kota B dan Rina adalah asisten Anggi. Aku tidak peduli siapa mereka, yang jelas kedua-duanya sangat mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari saya bawakan barang belanjaan Mbak Anggi.”&lt;br /&gt;“Oh terima kasih.. tidak perlu serepot itu”, (sepintas aku maklum, karena sedikit terlihat apa saja yang dibelanjakan, kebutuhan wanita).&lt;br /&gt;“Begini saja, bagaimana kalau kamu ikut kita, karena saya ada voucher di café D hotel tempat saya menginap, jadi kita bisa manfaatkan voucher tersebut, dan melanjutkan diskusi kita, mungkin kamu bisa cerita banyak tentang kota S ini, bagaimana?”&lt;br /&gt;“Tetapi saya tidak bawa mobil, maklum mahasiswa Mbak..”&lt;br /&gt;“Lho hotel kita dekat kok, cukup jalan kaki saja, gimana mau nggak.”&lt;br /&gt;Aku belum menjawab, tetapi kaki ini sudah terburu melangkah menyetujui usulannya. Kami pun berjalan menuju hotel tempat mereka menginap. Sesampainya di hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tunggu dulu, aku mau ganti baju dulu, Rin.. tolong tuh Sakti diberi coklat yang tadi kita beli.”&lt;br /&gt;Sekejab saja Anggi melepaskan pakaian di hadapan kita berdua (aku dan Rina).&lt;br /&gt;“Mbak.. ih kan ada Mas Sakti, kok nyelonong gitu aja sih..”&lt;br /&gt;“Mmmhh, sebaiknya aku tunggu di luar saja Mbak, betul kata Rina..” aku membalikkan badan, dan memang kamar itu tidak ada sekat kecuali kamar mandi.&lt;br /&gt;“Lho emangnya umurmu berapa?”&lt;br /&gt;“25 tahun Mbak..”&lt;br /&gt;“Sudah cukup dewasa bagi kamu, apakah kamu belum pernah lihat sebelumnya?”&lt;br /&gt;“Kamu beruntung, kupikir inilah saat pertama bagi kamu.”&lt;br /&gt;“OK, saya beri waktu satu menit untuk memutuskan apa kamu mau melihatku atau tunggu di luar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu menit, setengah menit saja aku sudah membalikkan badan dan melihat Mbak Anggi dengan bra dan celana dalam saja.&lt;br /&gt;“My God.. seseorang wanita cantik telah berdiri di hadapanku..”&lt;br /&gt;“Terima kasih Tuhan, telah memperlihatkanku tubuh wanita cantik di hadapanku, ini merupakan hal yang pertama dalam diriku.”&lt;br /&gt;“Mari kita memulai permainan.”&lt;br /&gt;“OK Sakti, kita punya suatu permainan yang mengasyikkan.”&lt;br /&gt;Kemudian aku tidak bisa menolak karena sekali lagi melihat bodi itu. Rina hanya bengong aja. Maka dimulailah les private yang pertama dalam hidup saya.&lt;br /&gt;“Coba sentuh susuku..” dan aku menurut, dituntunnya tanganku meraba payudaranya yang kenyal, saat itu aku belum tahu berapa ukuran payudara Anggi, belakangan (setelah mahir) baru tahu kalau 34B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukumpulkan keberanian untuk mulai menikmati kedua payudara Anggi dengan kedua tanganku. Perlahan tetapi pasti kujelajahi kedua bukit kembar yang untuk pertama kalinya, kudapati tanpa sebuah perjuangan yang berarti. Semakin lama aku permainkan dengan sekali dua kali kucubit putingnya yang menonjol menantang, mengalunlah suara yang terengah-engah, “Oohh.. Saakk.. ohhkh.. nakal kamu..” dan suara itu, ya.. suara itu membangkitkan kemaluanku dengan cepat tegak berdiri dan sialan! Anggi menyadari itu dan tanpa permisi melorotkan celana Jeans-ku dan dibukanya sebagian CD-ku. “Wow.. Sak, punya kamu sudah minta segera di treatment tuh.. kasihan 25 tahun dianggurin aja, woowww.. kepala burungmu besar betul.. bisa masuk nggak ya? Ohhkh.. ya, terus Saktii..” Jujur saja sebenarnya burungku tidaklah istimewa, panjang sekitar 14 cm saja, hanya kepalanya besar dan diameternya lumayan. Aku sempat ragu juga apa bisa memuaskan, maklum ini pengalaman pertamaku dan ukuran burungku yang tidak spesial menambah kurang percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dengan sigap Anggi melumat habis kemaluanku, aku kaget setengah mati ternyata bukan main nikmatnya, terus dan terus hingga mencapai kekerasan dan tegak maksimum. Aku sudah tidak kuat untuk memuncratkan spermaku dan benar, untuk pertama kalinya spermaku muncrat di mulut seorang wanita, dan habis diminumnya seperti segelas anggur. Aku baru sadar jika Rina dari tadi memperhatikan permainan kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai 5 menit kemudian kemaluanku sudah berdiri lagi dan kini dituntunnya burungku memasuki liang kemaluan Anggi yang sudah semakin basah, ini memudahkan tugasku untuk menelusuri lubang kenikmatan tersebut. Sungguh dalam permainan ini aku benar-benar diajari oleh Anggi, sehingga dengan cepat aku sudah terbiasa dan memulai inisiatif untuk mengimbangi permainan Anggi. Syukurlah walaupun pertama kali, ternyata aku sanggup bertahan setengah jam menggosok-gosokan kemaluanku di lubang kemaluan Anggi tanpa henti dengan segala posisi dan variasi yang Anggi ajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa kali kusaksikan Anggi mengejang (aku belum tahu kalau itu orgasme), tetapi tampak Anggi semakin semangat dan tanpa kusadari permainan sudah berlangsung 1,5 jam sehingga Anggi berkomentar, “Sakti, puluhan kali aku bersetubuh dengan berbagai lelaki.. tetapi baru kali ini aku bisa orgasme lebih dari lima kali dan kamu kuat sekali bertahan. Oke deh aku nyerah, tolong segera keluarkan spermamu, aku bisa mati kelemasan karena orgasme berulang kali.” Maka di setengah jam berikutnya aku semakin menghayati permainanku dan bukan semakin mempercepat kocokanku tetapi semakin intent dengan menekan batang kemaluanku ke lubang Anggi, dan dia sangat menikmatinya. Akhirnya saat yang kutunggu tiba, muncratlah spermaku untuk yang kedua kalinya di lubang kemaluan Anggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total permainan kami 3 jam dan itu adalah waktu yang cukup buat Rina untuk memahami permainan kami. Maka dituntunlah Rina oleh Anggi untuk menikmati diriku, sekali lagi tidak sampai 5 menit batang kemaluanku sudah gagah perkasa lagi, dan tidak sulit memulai permainan dengan Rina, karena dia sudah terpengaruh dengan permainan kami. Ini terbukti dengan liang kemaluannya yang becek. Satu yang membedakan Rina dengan Anggi, ketika batang kemaluanku mencoba masuk lubang kemaluan Rina, sulitnya bukan main dan belakangan kusadari kalau ternyata Rina masih perawan. Aku merasa bersalah telah merusak keperawanan Rina, tetapi kenapa dia tidak menolak sejak awal? “Aku sudah terangsang hebat dan aku juga ingin merasakan kenikmatan ini”, begitu jawabnya singkat dengan peluh bercucuran, permainan ini tidak berlangsung lama seperi saat bercinta dengan Anggi, cukup 2 jam. Jadi total permainan kami 5 jam. Aku hendak pamit pulang, ternyata mereka melarang, jadilah kami bertiga tidur di hotel seranjang dalam keadaan telanjang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum perpisahan di pagi hari, kami sempat bercinta lagi, tetapi kali ini aku dikeroyok oleh mereka berdua, dan aku sudah semakin terbiasa dengan seni percintaan ini, sehingga tidak langsung memasukkan batang kemaluanku ke liang kemaluan mereka, tetapi dengan saling merangsang melalui jilatan dan ciuman di liang kemaluan mereka. Akibatnya bisa dibayangkan, jika semalam permainan kami berlangsung 5 jam, kali ini berlangsung 7 jam non stop entah berapa kali mereka orgasme, yang jelas aku selalu bergantian dari satu lubang ke lubang lainnya dan aku cukup mengeluarkan 4 kali sperma, masing-masing sekali di mulut Anggi dan Rina, sekali di lubang kewanitaan Anggi dan Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pembaca, sejak peristiwa itu, setiap kali Anggi atau Rina ke kotaku, selalu kami bercinta, dan dari mereka pula aku dikenalkan dengan wanita lain yang juga butuh kepuasan seks, dari eksekutif muda hingga ibu-ibu ataupun wanita karir yang enggan berkeluarga. Mereka yang pernah aku layani berkisar 23 tahun hingga 42 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku sudah pindah ke ibu kota dengan jabatan pekerjaan yang lumayan sebagai seorang general manager tetapi hobiku yang satu itu tidak dapat kulupakan dan ingin melakukannya lagi, tetapi bagaimana? Cari saja pelacur? No way! Kalau di kota S saja aku bisa dapatkan tanpa harus mencari, pasti di ibu kota ini akan lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pembaca (terutama wanita) yang ingin berkenalan silakan kirim ke alamat e-mail saya, sengaja aku memakai alamat dengan nama seorang wanita, karena aku ingin mengenang nama itu, dia adalah wanita yang paling spesial dalam melayaniku. Suatu saat akan kuceritakan, bagaimana permainanku dengan Dwilina. Sekarang aku ingin bermain dengan wanita dari ibu kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: cerita ngewe bertiga, ngewe bertiga, Cerita ngesek bertiga, ngesek bertiga, cerita seru ngesek, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-2359097840598622149?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2359097840598622149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/2359097840598622149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/ngesek-bertiga.html' title='Ngesek Bertiga'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-7527398338362104855</id><published>2012-01-28T22:21:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T22:21:14.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Ngentot Memek Adikku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama Gw Serlina namun teman teman mangil gw erlin, gw mahasiswi ekonomi Universitas Pajajaran. Semenjak dua tahun yang lalu, saat diterima kuliah di Universitas Pajajaran, Gw tinggal di Bandung. Gw berasal dari Sukabumi, ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi. Cerita Sex Sedarah ini menceritakan kisahku yang terjadi saat Gw kelas 1 SMU di waktu Gw masih tingal di Sukabumi dan cerita dewasa ini masih terus berlanjut sampai detik ini!gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi&lt;br /&gt;Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.&lt;br /&gt;Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.&lt;br /&gt;aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.&lt;br /&gt;Ada apa sih kak? katanya.&lt;br /&gt;Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.&lt;br /&gt;criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.&lt;br /&gt;Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.&lt;br /&gt;Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.&lt;br /&gt;Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.&lt;br /&gt;hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.&lt;br /&gt;Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.&lt;br /&gt;o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.&lt;br /&gt;Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.&lt;br /&gt;Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.&lt;br /&gt;Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.&lt;br /&gt;Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.&lt;br /&gt;Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.&lt;br /&gt;Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.&lt;br /&gt;Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.&lt;br /&gt;Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.&lt;br /&gt;Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.&lt;br /&gt;Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.&lt;br /&gt;Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.&lt;br /&gt;Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.&lt;br /&gt;Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.&lt;br /&gt;Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.&lt;br /&gt;Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.&lt;br /&gt;Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.&lt;br /&gt;Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.&lt;br /&gt;Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.&lt;br /&gt;Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.&lt;br /&gt;Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.&lt;br /&gt;Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku&lt;br /&gt;Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.&lt;br /&gt;Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.&lt;br /&gt;Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.&lt;br /&gt;Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.&lt;br /&gt;Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.&lt;br /&gt;ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…&lt;br /&gt;Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.&lt;br /&gt;Hihihi.. kakak terangsang ya..?&lt;br /&gt;Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.&lt;br /&gt;Ini basah banget apaan Kak..?&lt;br /&gt;Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.&lt;br /&gt;Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?&lt;br /&gt;Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.&lt;br /&gt;Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.&lt;br /&gt;Dikit aja Kak… Please..!&lt;br /&gt;Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…&lt;br /&gt;Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.&lt;br /&gt;uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.&lt;br /&gt;Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.&lt;br /&gt;Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak ya kak..?&lt;br /&gt;Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.&lt;br /&gt;Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.&lt;br /&gt;kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!&lt;br /&gt;Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.&lt;br /&gt;Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.&lt;br /&gt;Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!&lt;br /&gt;hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.&lt;br /&gt;Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.&lt;br /&gt;Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.&lt;br /&gt;Iya Kak..!&lt;br /&gt;Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.&lt;br /&gt;ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.&lt;br /&gt;Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.&lt;br /&gt;Ouughhh..! katanya.&lt;br /&gt;Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.&lt;br /&gt;Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.&lt;br /&gt;Wahh..! Gila adik ya..!&lt;br /&gt;Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.&lt;br /&gt;Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uhhhhhh..! %@!#$&amp;amp;tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.&lt;br /&gt;Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Beginilah cerita sex sedarah yang kami lakukan sampai sekarang! Terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: cerita seru lagi ngewe, cerita seru ngentot, memek adikku, Cerita ngewe seru, cerita seru ngentot memek, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-7527398338362104855?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7527398338362104855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7527398338362104855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/ngentot-memek-adikku.html' title='Ngentot Memek Adikku'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-5494834458624714656</id><published>2012-01-28T22:08:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T22:08:37.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bokep 3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita lucah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita +17'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><title type='text'>Cerita Seru Gay</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita Seru Gay, Dito adalah salah satu tetangga dekatku, rumahnya hanya berjarak tak lebih 50 meter dari tempat kos yang kutempati sekarang. Dito tinggal berdua di rumah besar itu bersama dengan seorang adik perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, dan juga ada seorang pembantu dan seorang tukang kebun yang masing-masing menempati sebuah kamar di belakang rumah. Papanya adalah seorang diplomat yang sering berkeliling ke berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenalan dengan Dito juga terjadi tanpa sengaja, ketidak sengajaan yang menguntungkan. Perkenalan kami bermula ketika pada suatu pagi aku dan Dito bertemu di depan rumah kosku. Dito ternyata sudah banyak mengenal teman-teman kosku, karena sifatnya yang supel itu. Hanya aku saja yang barangkali baru mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dito sendiri waktu itu baru kelas 1 SMU, dua tahun lebih muda daripada aku. Anaknya berkulit sawo matang, matanya bulat, bulu matanya lentik, berhidung mancung, berpenampilan cool dan trendy, suka pakai celana jeans gombor dan yang pasti wajahnya cukup tampan. Tetapi kuakui, sekalipun usia Dito lebih muda dariku, entah kenapa aku merasa agak segan ketika berdekatan dengannya. Sepertinya, Dito punya karisma yang kuat di depan mata orang-orang yang berhadapan dengannya, dia tampak jauh lebih matang dari usianya ketika berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dito suka sekali fitness, jadi wajar saja jika badannya terbentuk bagus, berotot, belum lagi lekuk-lekuk perutnya yang membuatnya makin terlihat seksi dan jantan. Baru kuketahui hobbynya itu ketika pertama kali aku berkesempatan main-main ke rumahnya pada suatu siang, sepertinya angin baik telah menuntunku di waktu yang tepat. Seperti biasa, rumah besar itu kelihatan sepi, aku pun lantas memencet bel yang terletak di balik pintu beberapa kali sampai seorang wanita usia tiga puluhan melongokkan kepalanya, wanita yang masih terlihat bahenoldengan bokong yang besar. Aku mengenalnya bernama bi Trini, pembantu Dito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bi Trini mempersilahkan aku duduk di ruang tamu, katanya ia akan memanggil Dito di loteng. Tetapi setelah cukup lama menunggu, Dito ternyata tidak kunjung muncul juga. Aku pun lantas nekat naik tangga ke lantai dua, kamar Dito ada disana, aku pikir dia sedang ada di kamarnya, mungkin sedang tidur. Aku membayangkan melihat Dito yang tidur terlentang dikasurnya dengan hanya bercawat (Tentang kebiasaan Dito yang satu itu, aku ketahui dari obrolan teman-teman kosku yang pernah menginap di rumah Dito), jika memang demikian, aku akan langsung naik ke kasurnya, menidurinya, tenggelam di dalam satu selimut bersamanya dan merampas keperjakaannya saat itu juga. Selama ini aku sudah banyak beronani dan berfantasi tentang dia, aku tidak sabar ingin cepat-cepat mengocok kontolnya yang sudah pasti besar itu. Aku perkirakan lebih dari 16 cm. Tetapi ketika aku menengok ke dalam kamar pribadinya lewat pintu yang terbuka itu, Dito tak ada di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang tidak di kamarnya, kemungkinan besar Dito berada di ruang fitnes. Benar saja, waktu itu Dito memang sedang fitness di ruangan khusus di seberang kamarnya. Di dalam ruangan yang berukuran sekitar 5 x 6 meter itu, tidak kurang ada enam macam alat fitnes yang aku lihat. Aku sih nggak begitu yakin dengan jumlah alat-alat fitnes itu, karena yang jadi pusat perhatianku waktu itu hanya sesosok badan yang tengah telentang di atas barbel set hanya dengan kaos dalam ketat warna merah dan celana hitam yang kelewat minim. Bahkan karena saking minimnya celananya itu, CD yang dipakai Dito kelihatan dari kedua celah celananya dengan paha putih mulus di sekelilingnya. Kakinya tidak begitu berbulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seputar celana itulah yang menjadi pusat perhatianku kala itu, sungguh tak dapat kubayangkan betapa nikmatnya seandainya jari-jemariku kususupkan melewati celah-celah celana kolor itu dan kemudian meremas-remas kemaluan Dito, untuk kemudian membangkitkan syahwatnya menuju puncak kenikmatan. Kontol Dito memang sedang tidur, tetapi hati siapa yang tak akan tergetar ketika melihat tonjolan besar yang padat di balik celana seksinya itu, atau tidak lantas bangkit gairah seksnya untuk mengulum dan melumat serta menikmatinya. Terkecuali mereka yang frigid tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, mas Ferry. Sudah lama datangnya?” sapa Dito begitu melihatku ada di dalam ruangan itu.&lt;br /&gt;Fantasiku seketika buyar karenanya. Sehabis itu, Dito bangkit dari barbel set-nya lalu mengalungkan handuk kecil di lehernya. Dito mengelapi seluruh bagian atas badannya dengan handuk itu, aroma keringatnya yang dekat sekali dengan penciumanku, membuatku makin terangsang, tubuh Dito wangi, seperti bau minyak zaitun murni. Yang jelas Dito tidak mungkin memakai parfum murahan, ia punya uang lebih dari cukup untuk membeli parfum sekelas Guess atau CK atau bahkan yang jauh lebih mahal dari itu. Dito melepaskan kaos yang dipakainya, memamerkan dadanya dan perutnya yang berisi itu tepat di depan mataku, seluruh badannya basah dengan keringat, mulai dari ujung rambutpanjangnya yang hitam mengkilat sampai ke betisnya yang padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dito mempersilahkan aku duduk di salah satu alat yang ada dalam ruangan itu, ia sendiri lantas duduk di atas barbel setnya, setelah memandang berkeliling untuk mencari tempat duduk yang nyaman, akhirnya ku pikir kenapa tidak duduk di samping Dito saja. Menurutku, justru tempat itulah yang paling menyenangkan dari sekian banyak tempat di ruangan itu apalagi tempat itu hanya memadai jika kami merapatkan badan satu sama lain. Aku pun lantas duduk di samping Dito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah duduk disebelahnya, aku kemudian merampas handuk Dito dengan tangan kananku, sementara itu tangan kiriku mendekap punggungnya, Dito pikir aku mengajaknya bercanda. Ia mencoba merebut handuknya kembali, tapi tidak dapat, kemudian mukanya ia jatuhkan tepat di atas kontolku, ia tertawa sebentar kemudian tak lama tawanya itu berhenti, Dito tertegun untuk beberapa saat lamanya di bawah sana. Aku tak begitu mempedulikannya, semoga saja ia kagum dengan “barang” kesayanganku yang baru diciumnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu handuk yang kupegang, aku usapkan ke seluruh badannya, mengelap seluruh keringat yang membasahi tubuhnya itu, perlahan Dito mengangkat lagi kepalanya. Dito makin memanjakan dirinya, membiarkan aku mengelap seluruh badannya, tak apalah sesekali berlaku seperti seorang pembantu asalkan bisa memperoleh apa yang disebut sebagai kenikmatan itu. Sungguh, aku benar-benar terlena menikmatinya meskipun sikap Dito masih tampak begitu dingin saat itu, padahal aku sudah mencoba memberi rangsangan sentuhan ke bagian-bagian sensitif di seputar leher dan dadanya dengan usapan handuk, bahkan semua ilmu pamungkasku dalam bidang usap-mengusap sudah aku keluarkan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama tertegun, Dito mengangkat kepalanya kembali. Tiba-tiba matanya menatap aneh ke arahku, mungkin saja ia telah terhipnotis oleh kontolku, jadi kupikir tak apalah jika usapanku tak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Ferry nggak pakai CD yah, burungnya lagi berdiri tuh!” bisik Dito di dekat telingaku dan kemudian secara spontan, tangan Dito langsung menjamah dan meremas-remas kontolku, memijit-mijitnya dengan pijatan seks.&lt;br /&gt;Aku memang sedang tidak pakai CD waktu itu, aku terkadang memang tidak memakainya, khususnya jika sedang di berada di rumah atau memakai celana karet gombor seperti yang kupakai saat itu. Kontolku makin tegak saja dengan keperkasaan penuh seperti rudal yang siap meluncur, aku bersyukur karena aku tidak impoten dan dikaruniai kontol yang seksi dan besar yang membuat orang yang memegangnya tidak akan bisa membedakan antara kontol dengan terong bangkok. Aku lantas menurunkan handuk yang kupegang perlahan, Aku merasakan sensasi nikmat yang luar biasa, dengan birahi yang membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeliat dan mendesah, menggigit-gigit bibir bawahku. Merasakan nikmat tiada tara dengan aksi tangan Dito yang makin liar meremas-remas kemaluanku itu. Aku pun makin mendekatkan kepalanya ke atas dadaku, mengacak-acak rambutnya yang lurus terion itu. Aku mendekati telinganya dan membisikkan kepadanya, apa yang aku inginkan ia perbuat selanjutnya, layaknya seorang guru yang mengajar anak didiknya. Karena saat itu Dito tampak masih canggung untuk memelorotkan celanaku dan melihat secara langsung batang kejantananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hisap dong Dit!” permintaan itu seketika keluar dari mulutku, terdorong oleh nafsu membara yang ada di dadaku saat itu, aku sungguh tak lagi merasa segan pada remaja belasan tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, aku ibarat sebuah tanggul yang rapuh, yang segera akan patah terbawa aliran badai nafsu. Dito pun beranjak dari tempat duduknya, ia berjongkok di antara kedua selangkanganku, kemudian dibukanya simpul tali celanaku, merenggangkannya, lalu menariknya dengan cepat, saat itu juga kontolku langsung melesak keluar dengan keperkasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa babibu lagi, Dito mendaratkan serangan bibirnya yang pertama ke kontolku yang panjangnya 17 cm itu, langsung menghisapnya dengan liar, menyedotnya seperti ketika menikmati orange juice, sesekali ia melepaskan hisapannya, dan menjilati kontolku dengan penuh birahi, birahi seorang remaja 15 tahunan yang baru sekali itu menikmatinya. Dito ingin menanggalkan celanaku seluruhnya, Aku pun menurut saja, membiarkannya bermain dengan sensasinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangkat pantatku, mengangkang di depan mukanya, sehingga Dito lebih mudah melepaskan celanaku. Sesudah Dito melepaskan semua celanaku, ia kembali memainkan kontolku, mengocok dan mengulumnya secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Argh! Terus Dit!” erangku keenakan.&lt;br /&gt;Dito makin mempercepat tempo permainannya, ia bertambah buas saja dan tidak terkendalikan lagi, Dito menghisap kuat kontolku dan kemudian memompanya naik turun keluar masuk mulutnya, untung saja giginya tidak terlalu besar, kalau tidak, pasti kulit kontolku lecet semua bergesekan dengan giginya atau bahkan bisa saja terluka. Ternyata Dito sangat ahli dalam perkara hisap menghisap kontol, langsung jago tanpa perlu diajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membungkukkan badanku di atas punggung Dito yang sedang menelungkup di atas seputar kemaluanku, lalu kuciumi seluruh kepala bagian belakangnya, menyibakkan rambutnya dan mengecup ubun-ubunnya, kemudian perlahan turun ke leher, dan ke punggungnya, yang membuat Dito mengerang-erang dengan desahan yang persis aku lihat di blue film. Semula aku pikir Dito terlalu berlebihan kalau meniru film, tapi tak apalah, desahan Dito malah membantu mempertahankan libidoku di puncak yang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah permainan yang seru itu, tiba-tiba spermaku muncrat, menyembur di muka Dito. Aku bermaksud mengelapnya, tetapi Dito malah meraih tanganku, mencengkeramnya erat dan ia malah menjilati dan menghisap jari jemari tanganku, sebelum ia membersihkan spermaku dengan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, aku mengambil alih kendali, kesabaranku sudah habis untuk melihat seberapa besar dan seksinya kemaluan Dito dan bagaimana menikmatinya lewat sedotan mautku. Aku lantas merebahkan badan Dito yang bongsor di atas barbel set, membiarkannya terlentang di hadapanku seperti yang aku lihat tadi, tentu saja kini Dito tampak lebih seksi dengan hanya memakai celana pendek yang super minim sebagai penutup tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dito memejamkan matanya, sementara itu kontolnya makin mengembang dan memenuhi celananya yang super ketat itu, sehingga seakan-akan celana itu tidak lagi muat untuk menampungnya. Aku iba melihat kontol Dito yang terjepit di dalam celananya itu, aku rasa sungguh alangkah baiknya jika kulepaskan saja ia dari dalam sangkarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun langsung menindih badan gempal Dito di atas barbel set itu,&lt;br /&gt;dan mulai menyerangnya dengan ciuman-ciuman mautku ke setiap lekuk tubuhnya sambil tanganku menggerayanginya di sela-sela badan kami yang saling menindih, menjelajah sampai menemukan barang yang aku cari yaitu kontol Dito, kemudian kumasukkan tanganku ke balik celana sport-nya, juga ke balik CD-nya yang terasa licin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busyet, ketika aku menjamahnya, aku merasa seperti sedang memegang pentungan pak satpam, It is very big size! Aku gesek-gesekkan tanganku ke kontol Dito yang besar dan super seksi itu, lagi-lagi aku beruntung bisa meremas batang kejantanan cowok seganteng Dito. Sesudah itu kuangkat sedikit pantatnya ke atas, dengan posisi tetap menindih tubuhnya, lantas aku pelorotin celana Dito dan sampai ke CD-nya sekalian. Hitung-hitung, biar tidak perlu kerja dua kali. Kemudian aku daratkan ciuman-ciuman pipinya dan seluruh mukanya yang bersih dan imut itu sambil sesekali mengecup lehernya, kedua puting susunya secara bergantian, perutnya, sekeliling pusarnya, dan wouw..batang Dito pas di depan mataku sekarang. Ternyata ukurannya lebih besar dari yang aku duga, sekitar 16 cm/3 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelan air liurku begitu memandangnya, Aku pun langsung menghampirinya dengan bibirku, membiarkan batang kejantanan Dito itu tenggelam di dalam kulumanku untuk beberapa lama, dengan sensasi hisapan yang liar, sesekali aku menjilat ujung penisnya yang coklat mengkilat itu, menjilatnya sampai ke lubang kencingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Argh! jangan disana mas, perih!” seru Dito sambil kemudian menggigit bibir bawahnya begitu lidahku menjilat-jilat di sekitar lubang kontolnya itu.&lt;br /&gt;Cukup lama juga aku memainkan kontol Dito, dan ia pun makin menggelinjang keenakan sampai-sampai barbel set yang dijadikan alas rebahannya hampir saja roboh, sekalipun bobotnya berat. Aku pun kemudian berdiri, kutarik lengan Dito dan dan mengajaknya meneruskan di floor. Aku membaringkan tubuh Dito yang berkeringat itu di atas karpet merah, aku tindih lagi, Tetapi Dito lebih cepat menyerangku dengan ciuman-ciumannya yang makin mengganas ke bibirku yang sama sensualnya dengan bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bergumul di lantai sekian lama, berganti-ganti posisi, kadang aku di atas, kadang Dito yang di atas, menindih tubuhku dengan tubuhnya yang agak berat. Hampir sejaman kami bergumul di atas lantai dan saling mencumbu, dan selama itu Dito cukup perkasa bisa menahan spermanya supaya tidak keluar, barulah saat di detik-detik terakhir ia mengeluarkan lahan putihnya, empat semprotan sekali muncrat, kental dan nikmat. Padahal, selama itu aku sudah ejakulasi sebanyak tiga kali. Aku menjilat habis sperma yang tumpah ruah di atas perut Dito itu, aku tidak mau menyia-nyiakannya, jika harus menunggu muncratan yang kedua, paling tidak aku harus menunggu sekitar sejaman lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, nikmatnya!” gumamku begitu melakukan jilatan terakhir sperma Dito. Bahkan yang masih menempel di ujung kontolnya pun, tak tersisa juga oleh jilatanku. Dito pun seketika itu juga langsung lemas, kontolnya terkulai kelelahan. Dito masih saja telentang di bawah badanku, nafasnya tersengal-sengal dan jantungnya berdegup kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku memutar posisi menjadi posisi 69. Ku hisap lagi kontol Dito sambil sesekali diselingi kocokan, pokoknya semua cara yang bisa aku lakukan agar kontol Dito tegak lagi. Sementara itu, Dito yang masih aku tindih juga melakukan hal yang sama, setelah rasa capainya berangsur-angsur pulih. Dito menjilati kontolku yang menggantung tepat di atas bibirnya, sesekali Dito mengangkat sedikit kepalanya untuk meraih dan menjilat buah pelirku juga sambil tangannya berpegangan pada punggung atau pahaku. Kami berdua sudah sama-sama basah dengan keringat bercampur sperma, paha Dito yang licin dengan keringat malah menambah gairah seksualku, belum lagi ujung-ujung jembutnya yang basah seperti ketetesan embun itu. Aku menjilatinya dan sesekali kuhisap selangkangan Dito dari keringatnya yang berasa asin dan horny itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuciumi kedua belahan selangkangannya yang membuat Dito kegelian dan menggelinjang, berputar-putar menggeser badannya di atas karpet. Kemudian dia berhenti berputar, mengangkat kepalanya, dan, “Aouw!” tiba-tiba saja Dito melumat kontolku dengan agak kuat di bawah sana, Aku pun menjerit dengan sedikit tertahan. Bukan karena kesakitan, tetapi karena Dito begitu mendadak melakukannya, ia meneruskannya dengan mengulum buah pelirku. Setelah itu, kontolku diempotnya naik turun, dijilatnya seperti es krim vanila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan gaya 69, aku pun terlentang di atas karpet di samping Dito, mencoba mengatur nafasku kembali. Dito sempat mengecupku berulang kali di seputar wajahku sambil tangannya meremas-remas kontolku membuatnya berdiri lagi. Kemudian, Dito memandang dalam-dalam ke arahku dan tersenyum.&lt;br /&gt;“Enak ya, mas! Dito suka, coba tahu dari dulu!” kata Dito dengan lugunya. Aku hanya nyengir mendengarnya.&lt;br /&gt;“Kamu bisa main seks di umur 15 tahun aja, itu sudah hebat. Seharusnya, untukmu itu masih terlalu dini!” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari itu Dito dan aku sering menikmatinya bersama, bukan untuk sebuah komitmen. Tetapi hanya untuk kesenangan belaka, untuk melepaskan gairah masa muda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda termasuk remaja yang cute dengan libido tinggi dan belum cukup puas dengan cerita di atas, please contact my email. I’ll give you more, boys. Atensi kalian aku tunggu dan jangan lupa sertakan identitas diri kalian supaya aku balas. Thanks a lot.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-5494834458624714656?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5494834458624714656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/5494834458624714656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/cerita-seru-gay.html' title='Cerita Seru Gay'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-4499480230694898629</id><published>2012-01-28T22:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T22:06:14.096-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita +17'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Cewek Jilbab Haus Seks</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita seks untuk kalangan setengah baya semakin melengkapi koleksi di situs ini. Kali ini datang dari cerita seorang wanita yang kesehariannya memakai jilbab dan terkenal santun ternyata memiliki nafsu seks yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi malam saya lewat rumah ibu dan mendengar suara menarik jadi saya mengintip. Ternyata, saya lihat ibu sedang mencolok-colokkan pisang ke itunya ibu sambil nyetel film BF. Saya sangat terangsang.Kalau ibu setuju, daripada pakai pisang saya juga mau dan penginbegituan dengan ibu”.&lt;br /&gt;Itu kalimat yang kutulis dalam HP dan siap dikirimkan dalam bentuk SMS ke sebuah nomor HP milik Bu Ruminah, tetanggku. Namun kendati tinggal memencet tombol agar pesan terkirim, aku sempat ragu. Jangan-jangan nanti Bu Rum (demikian Bu Ruminah biasa dipanggil) ngadu ke ibuku atau ke orang-orang tentang SMS yang kukirim, begitu aku membathin. Tapi, ah nggak mungkin dia berani cerita ke ibuku atau ke orang-orang. Sebab kalau dia cerita, kebiasaannya memuaskan diri dengan buah pisang kan jadi ketahuan. Begitu pikirku lagi. Yakin Bu Rum tidak mungkin menceritakan isi SMS itu ke orang lain, akhirnya kutekan panel tanda OK pada HP-ku dan terkirimlah SMS trsebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam hitungan menit, reaksi dari SMS yang kukirim langsung kudapat. HP ku berdering dan pada layar terlihat nama Bu Rum memanggil. Tetapi aku tidak berani mengangkat karena pasti ia mengenali suaraku hingga kudiamkan saja panggilannya. Setelah beberapa kali telefonnya tidak diangkat, akhirnya sebuah SMS masuk.&lt;br /&gt;“Tolong jawab. Nomor siapa ini”. Demikian bunyi SMS yang dikirimnya dan memacu niatku untuk kembali mengisenginya.&lt;br /&gt;“Pokoknya ibu sangat mengenal saya. Bener lho Bu, pisang saya jadi pengin banget dimasukkan ke itunya ibu seperti pisang yang ibu pegang tadi malam. Ibu pasti puas. Mau kan Bu?”. Ujarku dalam SMS yang kukirim berikutnya.&lt;br /&gt;“Huussh… jangan ngawur. Saya bukan wanita begituan dan saya kan sudah tua. Tolong kejadian itu jangan diceritakan ke orang lain. Tolong banget”. Ungkapnya dalam SMS berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dia ketakutan kalau aku menceritakan kejadian yang sempat kupergoki itu hingga niat isengku makin menjadi.&lt;br /&gt;“Beres Bu, Saya tidak akan cerita ke siapa-siapa. Tapi sungguh saya sangat terangsang saat melihat memek ibu dicolok buah pisang. Bahkan lebih merangsang dibanding memek wanita bule yang ada di film BF. Jadi soal saya kepengin begituan dengan ibu memang bener-bener lho.” Kataku lagi dalam SMS yang kukirim selanjutnya. Tetapi balasan SMS dari Bu Rum pendek saja. “Sudah ya. Saya sangat berterima kasih kejadian itu tidak diceritakan ke siapapun,” ujarnya dalam SMS yang kuterima. Setelah itu beberapa kali kukirim SMS dengan kata-kata yang lebih panas. Termasuk kesediaanku untuk menjilati memek dan itilnya bila ia mau melayaniku. Namun Karena tetap tidak dijawab maka malam itu SMS an dengan Bu Rum tidak berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Ruminah yang biasa disapa Bu Rum adalah tetanggaku. Rumahnya hanya terpaut tiga rumah dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, adalah pensiunan TNI dan pernah menjadi Satpam sebuah bank serta menjabat Ketua RW sebelum terkena stroke dan mengalami kelumpuhan. Sementara Bu Rum di samping menjadi ketua kelompok pengajian ibu-ibu di lingkungan RW tempat tinggalku, ia yang pernah mengenyam pendidikan pesantren itu juga mengajari ibu-ibu mengaji termasuk ibuku yang menjadi teman dekat dan sekaligus muridnya. Aku yakin orang-orang tidak bakalan percaya kalau kuceritakan bahwa Bu Rum ternyata suka melampiaskan hasrat seksnya dengan menggunakan pisang. Betapa tidak, wanita berusia 53 tahun itu, penampilan kesehariannya sangat santun. Selalu berkerudung dan menutup rapat auratnya. Hingga orang tidak akan percaya tentang kebiasaannya yang nyeleneh dalam soal seks terlebih di usianya yang sudah tergolong tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku benar-benar melihat dengan mata dan kepalaku sendiri tentang apa yang dilakukan dia yaitu memuasi diri dengan buah pisang. Bahkan saat itu, terus terang aku sangat terangsang. Terlebih saat ia meremasi sendiri kedua teteknya yang gede dan melihat memeknya yang dipenuhi rambut tebal dicolok-colok dengan buah pisang. Karena selalu terbayang oleh bagian-bagian tubuhnya yang membuatku terangsang, akhirnya aku iseng mengirim SMS. Karena beberapa SMS ku yang terakhir tidak dibalasnya, aku nyaris nekad dengan mengancamnya bahwa bila ia tidak mau melayaniku akan kuceritakan soal masturbasi dengan pisang itu kepada orang-orang. Hanya setelah kupikir, tindakanku itu bisa membuat dia kalap atau melapor ke polisi hingga kuurungkan niatku tersebut. Hanya aku tetap bertekad untuk mengisenginya dengan berkirim SMS kepadanya di tiap kesempatan. Hampir tiap hari, terkadang pagi, siang maupun malam, beberapa SMS kukirim kepadanya. Intinya mengungkapkan keinginanku untuk menjadi patner seksnya karena setelah memergoki dia main dengan pisang aku menjadi sangat terangsang dan terpaksa sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan menyetubuhinya. Tetapi ia tetap tidak mau membalasnya. Pernah beberapa kali ia mencoba menelepon tetapi aku tidak berani mengangkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, dari perkawinannya dengan Pak Kirno, Bu Rum hanya mempunyai satu anak Mbak Lasmi. Ia sudah berkeluarga dan mempunyai beberapa anak. Mbak Lasmi tinggal di tempat lain di sebuah kecamatan terpencil karena suaminya menjadi pegawai kecamatan di sana. Jadi status Bu Rum adalah nenek dari beberapa cucu. Puncak dari keisenganku mengrim SMS kepada Bu Rum terjadi ketika pengajian ibu-ibu di kampungku yang dilaksanakan secara bergiliran jatuh ke giliran ibuku. Karena acaranya berbarengan dengan halal bi halal setelah lebaran, pengajian yang diadakan di rumahku terbilang besar. Hidangan yang biasanya cuma snack kali ini dilengkapi ketupat dan opor ayam. Juga ustazahnya yang biasanya pembicara lokal, kali ini didatangkan dari luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi rumahku ramai oleh ibu-ibu tetangga yang mempersiapkan acara tersebut termasuk Bu Rum. Adanya wanita itu di rumahku membuatku tidak berani mengirim SMS iseng padanya. Hanya secara sembunyi-sembunyi aku sering mencuri pandang menatapinya. Seperti kebiasaannya, saat itu Bu Rum memakai busana muslim dengan hiasan bordir yang apik. Yakni sebuah baju terusan warna krem yang longgar yang tidak menampakkan bentuk tubuhnya dipadu dengan celana panjang warna senada. Dengan kerudung yang tak pernah lepas menutup kepalanya, wanita bertubuh tinggi besar itu nampak anggun dan berwibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pengajian yang dimulai selepas ashar, baru berakhir menjelang maghrib. Sekira pukul 19.30 WIB, setelah acara beres-beres rumah selesai ibu memanggilku. “Win tolong ini diantar ke rumah Bu Rum ya.Tadi ia minta disisihkan lontong dan opornya karena katanya di rumah lagi tidak masak,” ujar ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali berkirim SMS gelap kepadanya, sebenarnya agak grogi untuk berhadapan langsung dengan Bu Rum. Terlebih mengingat kata-kata jorok dan porno serta ajakan main seks dalam setiap SMS yang kukirim. Tetapi aku juga tidak punya alasan untuk menolak perintah ibu hingga dengan terpaksa kulaksanakannya. Dua buah rantang besar berisi lontong dan opor kubawa ke rumah Bu Rum. Setelah beberapa kali mengetuk pintu dan menunggu agak lama, kulihat seseorang mengintip dari balik korden dan akhirnya membukakan pintu.Ternyata yang mengintip dan membukakan pintu adalah Bu Rum sendiri. “Ohkamu Win, ibu kira siapa. Ayo masuk,” ujarnya mempersilahkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Rum yang kalau berada di luar rumah berpakaian muslimah yang rapat,ternyata tidak begitu adanya kalau sedang di dalam rumah. Baju yang dipakainya hanya daster berbahan tipis dan tanpa lengan. Hingga BH hitam dan celana dalam putih yang dipakainya tampak menerawang. “Saya disuruh mengantarkan ini untuk Bu Rum,” kataku setelah berada di ruang tamu rumahnya. Tetapi Bu Rum tidak langsung menerima bingkisan makanan yang kusodorkan. Ia kembali membuka pintu dan keluar rumah. Setelah sesaat melihat sekeliling, ia kembali masuk dan mengunci pintu dari dalam. Ia juga mengajakku ke dalam, ke ruang tengah rumahnya. “Taruh saja bawaannya di meja Win. Ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu,” katanya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg! Serasa berhenti detak jantungku. Pasti ia sudah tahu kalau yang berkirim SMS selama ini adalah aku, pikirku membathin. Gelisah akudibuatnya. “Duduk sini Win. Tidak ada siapa-siapa kok. Pak Kirno tadi dijemput Lasmi dan suaminya karena ia ingin banyak menghirup udara gunung yang segar. Mungkin agar bisa pulih,” ujarnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak sedikit plong mendengar bahwa Pak Kirno suaminya sedang tidak dirumah. Setidaknya kalau Bu Rum marah terkait soal SMS ku itu, suaminya tidak ikut mendengarnya. Hanya aku tetap tidak bisa membuang kegelisahan yang kurasakan. Seperti pesakitan yang menunggu vonis hakim, aku hanya duduk mematung di kursi sofa di ruang tengah rumah Bu Rum. Bu Rum duduk di kursi lain yang ada, dekat tempat aku duduk. Baru kusadari, daster yang dipakainya ternyata terlalu pendek. Pahanya yang mulus terlihat terlihat terbuka. Hanya aku tetap tidak dapat menikmati pemandangan yang mengundang itu karena suasana tegang yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi waktu di pengajian, ibu minta ijin ke ibumu agar kamu mau mengantar ibu ke rumah Lasmi tiga hari lagi untuk menjemput Pak Kirno.Rencananya mau pinjam mobil Pak RT dan kamu yang menyetir. Ibumu setuju dan memberi nomor HP milikmu. Tapi ibu jadi kaget, sebab ternyata nomornya sama dengan nomor yang suka dipakai SMS ke ibu beberapa hari ini. Jadi kamu Win yang suka SMS ke ibu,” ujarnya tenang dan disampaikan tanpa emosi. Namun meskipun begitu, sempat kecut juga nyaliku.&lt;br /&gt;“Eee…ee.. ti…eh… iya Bu,” jawabku terbata.&lt;br /&gt;“Oh syukurlah kalau begitu. Ibu takut banget apa yang kamu sempat lihat diceritakan ke orang-orang lain. Ibu pasti sangat malu. Terima kasih banyak ya Win kamu tidak cerita ke orang-orang,”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ternyata ia tidak marah soal itu. Aku jadi merasa plong. Bahkan dengan terbuka, Bu Rum akhirnya bercerita soal kenapa ia terpaksa menggunakan pisang untuk memuaskan dorongan seksnya. Diceritakannya, meski sudah tergolong berumur namun kebutuhan biologisnya belum padam benar. Padahal sudah lama Pak Kirno tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami. Bahkan jauh sebelum terkena stroke. Makanya setiap keinginan untuk itu datang ia selalu berusaha memuaskan sendiri termasuk menggunakan pisang.&lt;br /&gt;“Ibu malu banget lho sama kamu Win. Apalagi kalau kamu sampai cerita ke orang-orang. Mau ditaruh dimana muka ibu?” Kata Bu Rum lagi.&lt;br /&gt;“Tidak Bu, saya janji tidak akan cerita ke siapa pun soal itu,” ujarku meyakinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saking senangnya rahasianya soal ngeseks dengan pisang tidak akan terbongkar ia langsung berpindah duduk menjejeriku di sofa yang kududuki. Digenggam dan diguncang-guncangkannya tanganku.&lt;br /&gt;“Terima kasih win, ibu sangat berterima kasih,” kata Bu Rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban yang semula seolah menghimpit dadaku langsung sirna melihat sikap Bu Rum. Hanya kembali aku sulit menjawab ketika ia menanyakan perihal kata-kata dalam beberapa SMS yang kukirimkan.&lt;br /&gt;“Kalau ibu boleh tahu, sebenarnya apa yang mendorongmu mengirim SMS itu kepada ibu?”&lt;br /&gt;“Eee… eee… sa… sa.. saya.. ee,” kembali aku terbata.&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa Win, jawab saja yang jujur. Ibu cuma ingin tahu,”&lt;br /&gt;“Saya mengirim SMS itu karena sangat terangsang setelah melihat ibu,” kataku akhirnya.&lt;br /&gt;Bu Rum kulihat terpana. Mungkin ia tidak percaya dengan jawaban yang kuberikan. Namun sebuah senyuman terlihat mengembang di wajahnya hingga aku tidak takut lagi.&lt;br /&gt;“Jadi kamu juga benar-benar ingin begituan dengan ibu?”&lt;br /&gt;“Eee… maksud saya.. ee. Iya kalau ibu bersedia,” jawabku mantap.&lt;br /&gt;Mendengar jawabanku Bu Rum langsung meraih dan mendekapku. Dalam kehangatan dekapannya, wajahku tepat berada di busungan buah dadanya yang terbungkus BH hitam. Wajahku membenam di busungan susunya yang memang berukuran besar. Diperlakukan seperti itu kontolku jadi langsung bangkit. Mengeras di balik celana dalam dan jins yang kupakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah Bu Rum melepaskan pelukan pada tubuhku, kulihat gaya duduknya makin sembrono. Kedua kakinya terbuka lebar hingga pahanya yang membulat besar terlihat sampai ke pangkalnya. Bahkan kulihat sesuatu yang membukit dan terbungkus celana dalam warna hitam. Aku tak berkedip menatapinya. Untuk ukuran wanita seusia dirinya, kaki dan bagian paha Bu Rum masih terhitung mulus. Memang ada lipatan-lipatan lemak dan kerutan mendekati ke pangkal paha. Tetapi tidak mengurangi hasratku untuk menatapi bagian yang merangsang itu termasuk ke bagian membukit yang tertutup celana dalam warna krem. Jembut di memeknya itu pasti sangat lebat karena banyak yang tidak tertampung celana dalam yang menutupinya hingga terlihat banyak yang keluar dari celana dalam yang dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Bu Rum tahu mataku begitu terpaku menatapi organ kewanitaannya. Mungkin karena telah yakin aku benar-benar mau menjadi pelepas dahaganya, ia pelorotkan sendiri celana dalam itu dan melepasnya.&lt;br /&gt;“Bu Rum sudah nenek-nenek lho Win. Tetapi kalau kamu pengin melihat memek ibu bolehlah. Sebenarnya ibu juga sudah lama tidak puas main sendiri dengan tangan dan pisang,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tanpa sungkan, setelah melepas sendiri celana dalamnya ia duduk mengangkang membuka lebar-lebar pahanya. Memamerkan memeknya yang berbulu sangat lebat. Ah tak kusangka akhirnya dapat melihat memek Bu Rum dalam jarak yang sangat dekat. Memek Bu Rum lebar dan membukit. Jembutnya sangat lebat dan hitam pekat. Kontras dengan pahanya yang kuning langsat sampai ke selangkangannya. Puas memandangi bagian paling merangsang di selangkangan wanita itu, keinginanku untuk menyentuhnya menjadi tak tertahan. Kujulurkan tanganku untuk menyentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuusap-usap jembutnya yang keriting dan tumbuh panjang. Jembut Bu Rum benar-benar super lebat menutupi memeknya. Hingga meski telah mengangkang, masih tidak terlihat lubang memeknya karena tertutup rambut lebat itu. Kuusap-usap dan kusibak jembut yang tumbuh sampai ke atas mendekati pusar wanita itu dan di bagian bawah mendekati lubang duburnya. Menimbulkan bunyi kemerisik. Untuk bisa melihat lubang memeknya, aku memang harus menyibak rambut-rambut yang menutupinya dengan kedua tanganku. Bibir luar memek Bu Rum tampak tebal dan kasar karena sudah banyak kerutan dan warnanya coklat kehitaman. Di bagian dalam lubang memeknya yang berwarna hitam kemerahan, ada lipatan-lipatan daging agak berlendir dan sebuah tonjolan. Ini rupanya yang disebut itil, pikirku. Tidak seperti ukuran memeknya yang besar, tebal dan tembem, itil Bu Rum relatif kecil. Hanya berbentuk tonjolan daging kemerahan di ujung atas celah bibir luar kemaluannya yang sudah berkerut-kerut. Kutoel-toel itilnya itu dengan jari telunjukku yang sebelumnya kubasahi dengan ludah. Ia mendesah dan sedikit menggelinjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sudah pernah begituan dengan perempuan Win? Ee.. maksud ibu ngentot dengan perempuan?”&lt;br /&gt;“Belum Bu,” jawabku sambil tetap menggerayangi dan mengobok-obok vaginanya.&lt;br /&gt;“Masa!? Kalau melihat memek wanita lain selain punya ibu?”&lt;br /&gt;“Juga belum Bu. Saya hanya melihatnya di film BF yang pernah saya tonton. Memangnya kenapa Bu?” Jawabku lagi.&lt;br /&gt;Sebenarnya aku berbohong.Sebab di rumah aku sering mengintip ibuku sendiri. Saat dia mandi atau berganti pakaian di kamarnya. Mendengar aku belum pernah berhubungan seks dengan perempuan dan belum pernah menyentuh vagina, entah kapan ia melakukannya, tanpa sepengetahuanku ternyata Bu Rum sudah melepas daster dan BH nya. Telanjang bulat tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya dan memintaku untuk melepas semua pakaian yang kukenakan.&lt;br /&gt;“Oooww.. punya kamu besar juga ya Win,” kata Bu Rum sambil membelai kontolku yang telah tegak mengacung setelah aku telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Rum tidak hanya membelai dan mengagumi kontolku yang telah keras terpacak. Setelah menjilat-jilat lubang di bagian ujung kepala penisku, ia memasukkan batang kontolku ke mulutnya. Aku jadi merinding menahan kenikmatan yang tak pernah terbayangkan. Tubuhku tergetar hebat. Sesekali kurasakan mulutnya mengempot dan menghisap batang kotolku yang kuyakin semakin mengembang. Lalu dikeluarkan dan dikocok-kocoknyanya perlahan. Ah, teramat sangat nikmat. Sangat berbeda bila aku mengocok sendiri kontolku. Saking tak tahan, tanpa sadar aku memegang dan mengusap-usap rambut Bu Rum yang semestinya tidak pantas kulakukan mengingat usia dan sekaligus statusnya sebagai guru mengaji ibu-ibu di kampungku termasuk ibuku. Tetapi Bu Rum tak peduli. Ia terus asyik dengan kontolku. Dikulum,dihisap dan dikocok-kocoknya perlahan dengan gemas. Seperti wanita yang baru melihat kejantanan milik pasangannya. Mungkin karena selama ini ia hanya bisa melakukannya dengan pisang setelah kotol suaminya tidak berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati kocokan dan kuluman Bu Rum pada kontolku, kuremasi teteknya. Tetek Bu Rum gede dan sudah menggelayut bentuknya. Namun sangat lembut dan enak di remas. Bahkan puting-putingnya langsung mengeras setelah beberapa kali aku memerah dan memilin-milinnya. Tak kusangka wanita yang dalam keseharian selalu tampil dengan busana muslim yang rapat dan menjadi guru mengaji ibu-ibu di kampungku ini juga lihai dalam urusan kulum mengulum kontol. Aku dibuat kelojotan menahan nikmat setiap ia menghisap dan memainkan lidahnya di ujung kepala kontolku. Bahkan saat Bu Rum mulai mengalihkan permainannya dengan menjilati kantung pelirku dan menghisapi biji-biji pelir kontolku, aku tak mampu bertahan lebih lama. Pertahananku nyaris jebol. Karenanya aku berusaha menarik diri agar air maniku tidak muncrat ke mulut atau wajah Bu Rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Bu Rum menahan dan menekan pinggangku. “Mau keluar Win ? Muntahkan saja di mulut ibu,” ujarnya sambil langsung kembali menghisap penisku. Akhirnya, pertahananku benar-benar ambrol meski telah sekuat tenaga untuk menahannya karena merasa tidak enak mengeluarkan mani di mulut Bu Rum. Sambil mendesis dan mengerang nikmat pejuhku muncrat sangat banyak di rongga mulut Bu Rum. Cairan kental warna putih itu kulihat berleleran keluar dari mulut wanita itu. Tetapi ia tidak mempedulikannya. Bahkan menelannya dan dengan lidahnya berusaha menjilat sisa-sisa maniku yang berleleran keluar. Terpacu oleh kenikmatan yang baru kurasakan dan banyaknya mani yang keluar membuat tubuhku lemas seperti dilolosi tulang-tulangku. Aku terduduk menyandar di si kursi sofa tempat Bu Rum terduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Win, enak?”&lt;br /&gt;“Enak banget Bu,”&lt;br /&gt;“Nanti gantian ya punya ibu dibikin enak sama kamu. Ibu ke kamar mandi dulu,” ujarnya berdiri dan melangkah ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kembali dari kamar mandi, Bu Rum menyodorkan segelas besar teh manis hangat. Sodoran teh manisnya langsung kusambut dan kuteguk.Terasa hangat dan nikmat setelah tenaga hampir terkuras dan kini kembali segar. Saat itu baru kusadari Bu Rum masih bugil tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.Aku kembali terpaku pada tubuh bahenolnya yang masih lumayan mulus. Wanita berpinggul besar dan berdada montok namun sudah agak kendur itu,meskipun sudah menjadi nenek masih sangat menggoda. Jembutnya yang keriting lebat terlihat basah. Mungkin habis dibersihkan di kamar mandi untuk menghilangkan bekas air maniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau lagi Win?” ujarnya mendekat dan berdiri tepat di tempat aku duduk. Kini memang giliranku untuk memuaskannya setelah kenikmatan yang diberikan padaku. Aku bingung harus memulai dari mana dan melakukan apa pada Bu Rum karena memang belum pernah pengalaman dengan perempuan. Hanya dari sejumlah film BF yang sering kutonton, wanita kelihatannya sangat suka kalau memeknya dijilat. Maka aku langsung turun dari kursi panjang dan berjongkok di depan Bu Rum. Memeknya yang besar membusung kini tepat di hadapan wajahku. Jembut keriting lebatnya terlihat basah. Dan Bu Rum, melihat aku hanya terbengong memandangi bukit kemaluannya, langsung mengangkat kaki kirinya dan di tumpukan pada kursi panjang. Karena pahanya yang terbuka kini aku bisa melihat lubang memeknya yang nampak sudah longgar. Lubang memeknya menyerupai lorong panjang. Bahkan kulihat itilnya yang mencuat di ujung atas belahan memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku menyentuh dan mengusap memeknya. Bibir luar memeknya yang berwarna coklat kehitaman penuh kerutan dan terasa lebih tebal. Namun makin ke dalam lebih lembut dan basah serta warnanya agak memerah.Kudengar Bu Rum mendesah saat jariku menyelinap masuk menerobos lubang vaginanya. Rambut kepalaku diusap dan diremas-remasnya. Desahannya mengingatkanku pada suara wanita yang tengah disetubuhi di adegan film BF. Aku jadi terangsang. Kontolku kembali menggeliat dan bangkit. Sambil mendesah, Bu Rum tak hanya meremas dan menjambaki rambut kepalaku. Tetapi ia berusaha menarik dan mendekatkan wajahku kememeknya. Aku jadi tahu, nampaknya ia tidak ingin memeknya hanya dicolok-colok dengan jariku, Aku yang memang sudah kembali terangsang langsung mendekatkan mulutku dan mulai mengecupi lubang memek Bu Rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selain bibir luar vaginanya yang mengeras dan berkerut-kerut, di luar kelentitnya yang menonjol besar, ada sebentuk daging yang menjulur keluar dari lubang memeknya. Bentuknya nggedebleh mirip jengger ayam jantan. Pengetahuanku tentang bagian paling intim milik wanita memang sangat terbatas dan melihatnya dari jarak sangat dekat baru kali ini mendapat kesempatan. Satu-satunya memek wanita dewasa yang pernah kulihat adalah milik ibuku. Aku memang sering mengintipnya saat ibu mandi. Atau saat berganti baju di kamarnya dan pernah beberapa kali melihatnya dalam jarak cukup dekat saat dia tidur. Tetapi sepengetahuanku tidak ada jengger ayam di lubang memek ibuku. Jadi terasa agak aneh atas apa yang kulihat di lubang memek Bu Rum. Tetapi aku tak peduli. Hingga selain menjilati bibir vaginanya, jengger ayamnya juga tak luput dari sentuhan mulut dan lidahku. Bahkan aku langsung mengulum, menghisap dan menarik -nariknya dengan mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohhh… sshhh… aahhh… enak Win. Aaauuwww… ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat senang karena ternyata Bu Rum menyukai dan keenakan oleh jilatan lidahku di lubang memeknya. Dari liang sanggamanya mulai keluar lendir yang terasa asin di lidahku. Tetapi itu pun tidak membuat surut langkah untuk terus mengobok-ngobok vaginanya dengan mulut dan lidahku. Aku terus mencerucupi dan menghisapnya hingga lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku.Diperlakukan seperti itu Bu Rum seperti kesetanan. Tubuhnya tergetar hebat dan kulihat ia merintih, mendesah sambil meremasi sendiri kedua tetek besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu naik dan tiduran di sofa Win. Sshhh aahh jilatanmu di memek ibu enak banget,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dimintanya, aku naik ke sofa dan tiduran telentang dengan kaki menjuntai. Setelah itu Bu Rum ikutan naik. Tadinya kukira ia akan menyetubuhiku dengan posisi wanita di atas seperti yang pernah kulihat dalam adegan film mesum yang menggambarkan hubungan seks antara wanita dewasa dan bocah ingusan. Tetapi tidak. Ia berdiri dan memposisikan kedua kakinya diantara tubuhku. Lalu bertumpu di dinding tembok yang ada di belakang kursi sofa dan sedikit menurunkan tubuhnya. Rupanya, ia masih ingin mendapatkan jilatan di memeknya dengan posisi yang membuat dirinya lebih nyaman dan bergerak leluasa. Sebab saat memeknya telah berada tepat di depan wajahku, ia langsung membekapkannya ke mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kusangka, wanita yang sangat dihormati di kampungku karena selalu berbusana muslimah yang rapat dan menjadi guru mengaji ibu-ibu, di usianya yang sudah 53 tahun masih sangat menggebu. Pantesan ia suka menyogok-nyogok memeknya dengan pisang. Mungkin karena tidak tahan akibat tidak pernah disentuh oleh suaminya yang sudah tidak bisa melayaninya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat gelagapan karena tidak mengira Bu Rum akan membekapkan memeknya ke wajahku. Tetapi setelah mengetahui apa yang diinginkannya, aku langsung menyambutnya meskipun tidak tahu harus bagaimana semestinya dilakukan. Seperti sebelumnya kembali kujulurkan lidah dan kembali kujilati lubang memeknya. Namun kali ini dengan lebih semangat. Daging jengger ayamnya yang keluar dan menggelambir kukulum. Lalu lidahku menjulur masuk sedalam-dalamnya di lubang vaginanya sampai hidung dan wajahku ikut belepotan oleh lendir yang keluar dari liang sanggamanya. Sambil terus mengobeli memeknya dengan lidah dan mulutku, pantat Bu Rum juga menjadi sasaran remasan tanganku. Meskipun sudah melorot, pantat Bu Rum yang besar terasa masih lumayan kenyal. Nampaknya ia menjadi keenakan. Bu Rum melenguh dan mendesah.&lt;br /&gt;“Iya Win…aahhh… sshhhh…aaahhhh… ssshh.. enak banget. Terus colok memek ibu dengan lidahmu sayang. Ahhh.. ya.. ya… oooohhhhh…. ssshhhh,” desahnya tertahan saat aku makin dalam menjulurkan lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar rintihan dan desahan Bu Rum, aku jadi makin bersemangat.Hanya karena tidak punya pengalaman, aku hanya menjilat dan mengisap bagian dalam memeknya sekena-kenanya. Rupanya karena terlalu menggebu, aku sempat menghisap itilnya dengan kuat. Bu Rum memekik. Tetapi tidak marah dan malah makin keenakan.&lt;br /&gt;“Ia Win itu itil ibu.. enak banget…sshhh ..aahhh.. aahhh. Terus Win hisap itil ibu… aaoooohhh …oooohhhh,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dimintanya, itil Bu Rum yang akhirnya paling sering menjadi sasaran jilatan dan hisapan mulutku. Bahkan sambil terus mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogok-nyogok bagian dalam memeknya. Saat itulah Bu Rum menjadi kelojotan dan beberapa saat kemudian ia memintaku berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah Win ibu nggak tahan. Bisa KO kalau diteruskan. Sekarang ibu pengin dientot dengan kontolmu. kamu juga pengin kan ngentot dengan ibu kan?”&lt;br /&gt;“Ii .. iya bu. Saya pengin banget. Ta.. ta.. tapi saya tidak tahu caranya,”&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa. Nanti ibu ajarin,” ujarnya seraya menggamit lenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membawaku ke kamarnya. Kamar dengan ranjang spring bed berukuran besar dan tampak rapi tertutup sprei motif garis-garis. Di kamar Bu Rum, ada meja rias berukuran besar dengan berbagai alat make up di atasnya serta sebuah almari pakaian model antik di samping gambar Bu Rum dan suaminya dalam pose berpasangan mengenakan pakaian adat Jawa. Foto itu sepertinya dibuat saat usianya masih di bawah 40 tahun. Bu Rum terlihat sangat cantik dan seksi. Suaminya, Pak Kirno juga terlihat kekar dan tampan. Adanya gambar Pak Kirno suaminya di kamar itu, sebenarnya aku sempat grogi. Tetapi melihat Bu Rum sudah telentang di ranjang dan dalam posisi mengangkang, sayang kalau harus melepaskan kesempatan yang sudah berada di depan mata. Aku sudah sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan ngentot dengan Bu Rum. Aku juga ingin mengetahui dan merasakan seperti apa rasanya ngentot sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kontol tegak mengacung aku naik ke ranjang. Hanya aku tetap bingung bagaimana harus memulai. Di antara kedua pahanya yang membuka lebar, memek Bu Rum tampak menganga menunggu batang zakar pria yang mau menyogoknya. Sepasang buah dadanya yang besar, dalam posisi telentang terlihat jadi nggedebleh dan hanya puting-putingnya yang hitam kecoklatan terlihat menantang. Melihat aku cuma mematung, rupanya Bu Rum menjadi tak sabar. Ditariknya tanganku hingga menjadikan tubuhku ambruk dan menindih tubuh montoknya.Beberapa saat kemudian kurasakan Bu Rum meraba selangkanganku dan meraih kontolku. Batang penisku yang sudah mengacung dikocok-kocoknya perlahan hingga makin mengeras dan membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh wanita itu, kepala penisku digesek-gesekkannya di sekitar bibir kemaluannya. Setelah tepat berada di bagian lubangnya, ia berbisik.”Tekan Win, biar kontol kamu masuk ke memek ibu,” bisiknya lirih di telingaku. Slessseeppp.. blleeesss. Tanpa banyak hambatan batang kontolku yang lumayan panjang dan besar seluruhnya masuk membenam. Mungkin karena lubang memek Bu Rum yang sudah kelewat longgar dan licin akibat banyaknya lendir yang keluar. Bagian dalam memek Bu Rum hangat dan basah. Dan tanpa ada yang memerintah, seperti semacam naluri, aku membuat gerakan naik turun pinggangku hingga kontolku sekan memompa lubang memek wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya begitu Win, terus entot sayang. Ah.. aahhh….aahhh.. kamu merasa enak juga kan,” Aku mengangguk dan tersenyum. Kulihat Bu Rum mulai mendesah-desah.Mungkin ia mulai merasakan enaknya sogokan kontolku. Dan bagiku,kenikmatan yang kurasakan juga tiada tara. Jauh lebih nikmat dibanding mengocok sendiri. Gesekan-gesekan batang kontolku pada dinding memeknya yang basah menghantarkan pada kenikmatan yang sulit kuucapkan. Aku terus mengaduk-aduk memeknya dengan kontolku. Mata Bu Rum membeliak-beliak dan meremasi sendiri teteknya. Melihat itu aku langsung menyosorkan mulutku untuk mengulum dan menghisapi salah satu putingnya. Pentil susunya yang berwarna coklat kehitaman terasa mengeras di bibirku.&lt;br /&gt;“Iya Win… terus hisap sayang… aahhh… aahhh,Kamu ternyata sudah pinter,” ujarnya terus mendesah.Makin lama kusogok dan kuaduk-aduk, lubang memek Bu Rum kurasakan makin basah. Rupanya semakin banyak lendir yang keluar. Bunyinya cepok…cepok… cepok… setiap kali batang kontolku masuk menyogok dan kutarik keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan ngentotin Bu Rum dengan posisi menindihnya, kuhentikan sogokanku pada memeknya. Pasti asyik dan tambah merangsang kalau bisa melihat memeknya yang tengah kusogok-sogok, pikirku membathin. Aku bangkit, turun dari ranjang. Dan tanpa meminta persetujuannya, kaki Bu Rum kutarik dan kuposisikan menjuntai di tepi ranjang. Tindakanku itu membuat Bu Rum agak kaget. Namun tidak marah dan bahkan sepertinya ia menunggu tindakan yang akan kulakukan selanjutnya. Namun setelah pahanya kembali kukangkangkan dan kontolku kembali kuarahkan ke lubang vaginanya, Bu Rum tersenyum. “Kamu pengin ngentot sambil ngelihatin memek ibu Win? Iya sayang, kamu boleh melakukan apa saja pada ibu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata menyetubuhi sambil berdiri dan melihat ketelanjangan lawan mainnya benar-benar lebih asyik. Lebih merangsang karena bisa melihat keluar masuknya kontol di lubang memek. Saat kontolku kutekan, bibir memeknya yang berkerut-kerut seperti ikut melesak masuk. Namun saat kutarik, seluruh bagian dalam memeknya seakan ikut keluar termasuk jengger ayamnya yang menggelambir. Pemandangan itu membuat aku kian terangsang dan kian bersemangat untuk memompanya. Teteknya juga ikut terguncang-guncang mengikuti hentakan yang kulakukan. Aku makin bernafsu dan makin cepat irama kocokan dan sodokan kontolku di liang sanggamanya. Bu Rum tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang dirasakan. Ia merintih dan mendesah dengan mata membeliak-beliak menahan nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerang-erang. Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan. Meski lubang memek Bu Rum sudah longgar tetapi tetap memberi kenikmatan tersendiri hingga pertahananku nyaris kembali jebol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sshhh … aahh… sshhh… aaakkhhh… memek ibu enak banget. Saya nggak kuat bu,” ujarku mendesahsambil terus memompanya.&lt;br /&gt;“Tahan sebentar Win. Aaahhh.. sshhh… kontolmu juga enak banget,”Bu Rum bangkit memeluk serta menarik pinggangku hingga tubuhku ambruk menindihnya. Kedua kakinya yang panjang langsung membelit pinggangku dan menekannya dengan kuat. Selanjutnya Bu Rum membuat gerakan memutar pada pinggul dan pantatnya. Memutar dan seperti mengayak. Akibatnya batang kontolku yang berada di kedalaman lubang memeknya serasa diperah. Kenikmatan yang kurasakan kian memuncak. Terlebih ketika dinding- dinding vaginanya tak hanya memerah tetapi juga mengempot dan menghisap. Kenikmatan yang diberikan benar-benar makin tak tertahan.”&lt;br /&gt;Ooohh… aahh… aahhh.. ssshhh… aakkhh enak banget. Saya …aaahhh nggak kuat Bu. Ohhh enakkkhhh bangeet,”&lt;br /&gt;“I..iiya Win, ibu juga mau nyampe. Tahan ya sebentar ya..aaahhh…sshhh.. sshhhh…aahhh….ssshh ….aaaoookkkh,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goyangan pantat dan pinggul Bu Rum makin kencang. Dan puncaknya, ia memeluk erat tubuhku sambil mengangkat pinggangnya tinggi-tinggi. Saat itu, di antara rintihan dan erangannya yang makin menjadi kurasakan tubuhnya mengejang dan empotan memeknya pada kontolku kian memeras. Maka muncratlah spermaku di kehangatan lubang memeknya berbarengan dengan semburan hangat dari bagian paling dalam vagina guru mengaji ibuku.Karena kenikmatan yang aku dapatkan, cukup lama aku terkapar di ranjang Bu Rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku terbangun, Bu Rum sudah menyiapkan segelas teh panas dan mengajakku menyantap lontong dan opor ayam bikinan ibuku. Kami menyantapnya dengan nikmat. Bahkan dua bungkus rokok kegemaranku telah tersedia di meja makan. Kata Bu Rum, ia menyempatkan membelinya di warung Lik Karni saat aku tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Bu Rum benar-benar melampiaskan hasratnya yang tertahan cukup lama. Sesudah makan aku diajaknya bergumul di karpet di ruang tengah di depan televisi lalu berlanjut di ranjang kamar tidurnya. Aku bak seorang murid baru yang cerdas dan cepat pintar menerima pelajaran. Ia mengaku sangat menikmati dan merasa puas oleh sogokan-sogokan kontolku di memeknya yang memiliki jengger ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu kira udah nggak bakalan merasakan enaknya yang seperti ini lagi. Karena sudah lima tahun lebih sejak bapak kena stroke tidak pernah mendapatkannya. Makanya terpaksa pakai pisang dan kadang kontol karet kalau lagi kepengen,” katanya sambil meremas gemas kontolku setelah persetubuhan yang keempat kalinya malam itu.Ternyata wanita yang selalu tampil bak muslimah yang taat itu, juga memiliki beberapa koleksi film porno. Ia sempat menyetel sejumlah koleksinya untuk ditonton bersamaku saat istirahat setelah ngentot yang ketiga di depan televisi. Namun yang mengejutkan, karena “nonton bareng” film porno aku jadi tahu kalau ibuku juga penggemar film porno.Itu terlontar secara tak disengaja oleh Bu Rum. Kata Bu Rum yang paling banyak dikoleksi adalah yang menggambarkan adegan incest atau hubungan seks antar anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Bu Rum memutar dua film. Film pertama menggambarkan adegan seks antara pria muda berkulit hitam dengan wanita tua kulit putih. Sang wanita kulit putih dibuat merintih dan mengerang karena sogokan kontol pria pasangannya yang perkasa. Cerita sex jilbab stw lainay bisa anda baca di ceritaserudewasa.info Bahkan akhirnya si wanita merelakan anusnya dijebol kontol panjang sang negro muda. Film kedua yang merupakan semi film cerita mengisahkan wanita STW yang bekerja di perusahaan penebangan hutan. Suaminya selalu pergi cukup lama dan hanya beberapa hari tinggal di rumah karena pekerjaannya itu.Si ibu yang sering merasa kesepian saat suaminya pergi, sering mengobel-ngobel sendiri memek dan itilnya saat hasrat seksnya datang.Ulah si ibu sering dipergoki secara diam-diam oleh pria remaja yang merupakan anak sulungnya. Maka di satu kesempatan, saat tengah bermasturbasi dan sang anak tak tahan menahan nafsu ia mendekati sang ibu. Keduanya larut dalam permainan panas di dapur, ranjang dan bahkan di kamar mandi tanpa peduli bahwa sebenarnya mereka pasangan ibu dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pemutaran film yang kedua, kukatakan pada Bu Rum bahwa dibanding film yang pertama, adegan seks ibu dan anak yang paling bagus. Tetapi komentarku itu membuat Bu Rum keceplosan. Tanpa sadar ia menyebut bahwa film porno itu dipinjam dari Bu Narsih (nama ibuku). Saat itu ia berusaha meralat. Ia mungkin baru bahwa yang diajaknya bicara adalah aku anak Bu Narsih. Tetapi akhirnya Bu Rum tersenyum dan berterusterang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keinginan manusia akan seks kan manusiwai Win. Seperti ibu dan ibumu,meskipun sudah berumur tetapi kebutuhan akan itu masih belum padam,”kata Bu Rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku memang sudah 3,5 tahun menjada setelah ayah meninggal akibat menderita diabetes cukup lama. Untuk menikah lagi mungkin malu karena cucunya sudah tiga yang diperoleh dari Mbak Ratri, kakak perempuanku.Bahkan salah satu cucunya sudah duduk di bangku SLTP. Maka ia memilih memendam hasratnya dan lebih menyibukkan diri pada usaha jual beli perhiasan berlian yang menjadi usahanya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bu Rum, koleksi film-film porno yang dimiliki ibuku cukup banyak. Koleksi film seksnya yang berthema hubungan seks sedarah tergolong lengkap. Bahkan Bu Rum mengaku, ia mengenal penis palsu dari karet yang dikenal dengan sebutan dildo juga dari ibuku. “Pergaulan ibumu kan luas terutama dengan ibu-ibu dari kalangan menengah atas. Mungkin dari ibu-ibu yang menjadi sasaran bisnisnya itu ia jadi mengenal banyak hal,” ujar Bu Rum menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sangat kaget, tetapi aku tidak mencoba memperlihatkannya di hadapan Bu Rum. Sebab sebagai anaknya aku tidak pernah melihat ibu nonton film porno atau barang-barang berbau seks yang dimilikinya. Di kamar tidur ibu memang ada televisi berukuran besar dan perangkat pemutar DVD. Tetapi kebanyakan film-filmnya adalah film hindustan karena ibu penggemar berat bintang Shah Ruk Khan. Berarti ia memiliki tempat penyimpanan khusus, ujarku membathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 03.00 dini hari, dengan tubuh lunglai aku meninggalkan rumah Bu Rum dengan mengendap agar tidak dipergoki warga lainnya. Ibuku membukakan pintu sambil menggerutu. Katanya mengganggu orang tidur.Tetapi wajahnya kulihat tidak seperti orang bangun tidur. Bahkan televisi di kamarnya terdengar masih menyala. Seperti kebiasaanya saat tidur ia selalu mengenakan daster longgar.Tetapi saat itu dasternya kelewat tipis hingga terlihat membayang lekuk-liku tubuhnya yang aduhai. Ternyata ia juga tidak memakai kutang dan celana dalam sampai-sampai kulihat tonjolan putingnya pada sepasang buah dadanya yang hampir sama besar dengan punya Bu Rum. Ah bisa jadi ibu bukannya tidur. Tetapi lagi asyik mengocok-ngocok memeknya dengan kontol karetnya sambil nonton adegan seorang ibu yang tengah ngentot sama anak lelakinya. Hanya karena terlalu kecapaian, aku langsung masuk kamar dan tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: cerita sex cewek jilbab, cerita sex jilbab, cerita sex cewe jilbab, cerita seks cewek jilbab, cerita ngeseks cewek jilbab, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-4499480230694898629?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/4499480230694898629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/4499480230694898629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/cewek-jilbab-haus-seks.html' title='Cewek Jilbab Haus Seks'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-7337441300869400948</id><published>2012-01-28T04:41:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T04:41:37.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita lucah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita +17'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Maen Entot ABG Bule</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Seru Maen Entot ABG Bule&lt;/b&gt;, Aku tinggal di salah satu kota di Canada, kira-kira sudah hampir 6 tahun. Aku tinggal sendiri di salah satu gedung apartemen dekat down town area. Kamarnya satu, ada ruang tamu, kitchen, balcon buat smoking, murah juga. Kadang teman-teman menginap, meminjam komputer, karena milikku pentium ii, dan semua software, games etc aku punya. Jadi mereka betah nginep di sofa, atau bawa sleeping bed. Also, aku punya 50 inch TV, DVD player, Video, games dan lain-lain, jadi tempat ini siip. Aku bukan orang yang berada banget,semua itu hadiah dari saudara-saudara yang ikut bahagia karena aku bisa sekolah disini. So, syukurlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena apartemen dan barang-barang electronic di rumahku, aku dikagumi wanita-wanita orang putih di sini. Dikira aku loaded banget, alias rich boy. Jadi banyak yang tidak nolak kalau aku ajak jalan. Bukannya mau show-off, but aku bisa mendapatkan perempuan yang aku mau kapan saja, tapi aku nggak mau perempuan yang mencintaiku karana harta kekayaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pacaran, aku tidak pernah punya berlangsung lama, karena aku salah gaul. Tiap-tiap wanita yang aku pacarin, semuanya mata duitan. Kalau tidak dibeliin barang ini, atau itu, marah deh, terus mau putus. Jadi sudah kira-kira 2 tahun aku tidak ada gandengan.&lt;br /&gt;Terus satu hari, aku menang lotre $300. Aku pergi ngambil duitnya dari salah satu gedung lotre tersebut dan jalan menuju pulang. Waktu itu lagi agak dingin, salju lagi turun sedikit-sedikit. Terus, waktu lagi jalan, tiba-tiba ada suara “Excuse me, spare some change?” Aku lihat ke arah kiri, ada dua gadis lagi duduk di lantai depan Starbucks Cafe sambil tangannya di ulurkan ke arahku. Yang satu lagi hanya duduk merangkul kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh kasihan banget” pikirku. Aku berhenti, meraba kantong celanaku, dan aku keluarkan 2 helai $5.&lt;br /&gt;“Ini, silakan”, aku bilang.&lt;br /&gt;“Terima kasih Mas,” kata gadis yang memegang uang.&lt;br /&gt;“Terima kasih kembali” kataku lagi, sambil jalan pergi. Memang benar, setelah aku memberi uang tersebut, ada rasa yang hangat dalam hati. Sesampai di apartemen, aku cari sleeping bag bekas dan beberapa baju tebel. Tapi saya lupa kalau semuanya sudah kusumbang ke Salvation Army beberapa minggu yang lalu. Terus aku pikir, hmm, sudah mau natalan, teman-teman pada pulang ke Indonesia, aku nggak ada teman main…, gimana kalau aku undang saja tu cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pergi ke tempat kedua gadis itu. Tapi mereka sudah nggak ada lagi. Aku lihat kiri dan kanan dan ternyata kedua gadis itu ada di depan McDonald’s, sambil megang kantong buat memesan makanan. Aku tunggu mereka di deket Starbucks Cafe, dan sewaktu mereka melihatku lagi, si gadis yang aku kasih uang tadi senyum padaku dan bilang “Hi, lagi ngapain Mas?, Traktir kita dong?” sambil tertawa.&lt;br /&gt;Aku senyum saja “Oke, Nich beli aja”. Si cewek yang aku kasih duitnya, namanya Lily dan cewek yang satunya lagi ternyata adiknya, bernama Lianne. Lily berumur 17 dan Lianne berumur 14. Mereka datang dari kota lain dengan cara hitchhike. Aku jongkok dengan mereka, ngobrol-ngobrol sebentar, sambil nebeng makan kentang gorengnya yang di tawari Lianne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih setengah jam kemudian, entah kemasukan apa, aku ajak mereka ke apartemenku untuk menginap. Mereka kaget. Pertamanya sih pada nggak mau, tapi abis aku yakinkan, bahwa aku tinggal sendirian, tidak ada teman dan bla bla bla, mereka akhirnya mau juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di apartemenku, mereka ber wah.., wah.., wah. Aku dimintai handuk buat mandi. Ternyata mereka nggak pakai baju tebal-tebal banget. Si Lily cuma memakai t-shirt Marilyn Manson, sweater gap yang kotor dan jaket kulit, dan Lianne memakai lebih tebal, mungkin karena diberi sama Lily.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua-duanya memang cakep sih, kulitnya putih banget (habis orang putih sih), nggak tinggi banget, kira-kira 160 cm. Lily berambut pirang kotor (dirty-blonde) sebahu, dan Lianne berambut pirang terang, seleher lebih dikit, agak berombak. Aku beri 2 pasang t-shirtku dan beberapa celana pendek milik bekas pacarku. Mereka masuk ke kamar mandi bersama dan dan aku cuek-cuek saja, habis adik-kakak. Aku siapkan hot chocolate dan cookies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis mereka keluar dari kamar mandi, waduh, cantiknya mereka berdua minus make-up tebal, ikat rambut, dan garis-garis hitam di muka. Seperti mimpi degh. Belum pernah aku melihat kecantikan semacam itu. Mungkin di majalah, dan film, tapi mereka ada didepanku. Lily memakai t-shirt GAP-ku yang berwarna putih, tanpa bra, karna aku bisa melihat putingnya yang pink dengan jelas. Lianne memakai t-shirt Planet Hollywoodku yang berwarna putih juga dan without bra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kita ngobrol-ngobrol sambil minum hot choco. Lianne orangnya pendiam, tapi senyum terus. Kalau Lily agak energetic dan bawel. Sewaktu kita ngobrol-ngobrol, si Lianne berdiri dan berjalan menuju kulkas.&lt;br /&gt;“Mau Minum Champagne?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Boleh”, kataku, “Tapi.., kamu kan masih anak-anak” kataku sambil tertawa karena aku pikir si Lianne cuma bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia buka botol champagne tersebut dan meminumnya sedikit, lalu dia bawa buat kakaknya, Lily. “Gile, dikirain becanda” pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam kemudian, ruang tamuku berasa agak panas, soalnya heaternya rusak. Aku meminta izin untuk tidur, tapi dipaksa temenin ngobrol. Aku suruh nonton TV saja, tapi mereka tidak mau. Kelihatannya sih dua-duanyajuga sudah agak mabuk, soalnya pipi mereka merah banget, dan ngomongnya sedikit ngacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus aku suruh mereka tidur di kamarku yang queen-sized bed, dan aku tidur di sofa. Mereka menarikku untuk tidur dengan mereka. Waduh, rezeki, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ikut saja, tiba-tiba mabuk dan puyengku hilang! hehehehe, mungkin karena pikiran kotor dan feeling bahwa aku akan score dengan mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tiduran di ranjangku, terus aku memeluk Lily karena dia lebih deket dengan tanganku. Aku menciumnya dan dibalas juga ciumanku. Tanganku bekerja dari rambutnya, leher, sampai payudaranya yang lumayan besar buat anak 17 tahun. Kulepas T-shirtnya dengan cepat karna sudah napsu banget Lama tidak dapat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusedot-sedot dengan kencang puting susunya, dan Lily merintih rintih Aku melirik ke arah Lianne, ternyata dia berbaring sambil nontonin kita. Aku cuek saja dan nerusin plorotin celana dan celana dalam Lily. Bulu kemaluannyamasih jarang-jarang dan berwarna pirang juga. Hmm.., lezat…, sudah lama nggak dapat nih, pikirku sambil memainkan lidahku di liang kenikmatannya yang sudah merah. Kumainkan lidahku di clitorisnya dengan cepat, dan lily merintih rintih. Rintihannya semakin membuatku buas. Aku keluarkan teknik cunnilingus yang diajari teman jepangku, “teknik meminum air”. Lily meraung raung seperti orang kesetanan, tangannya menjambak rambutku dan pinggangnya naik turun. Setelah dia beberapa kali orgasme, aku cium seluruh tubuhnya sampai bibirnya. Terus dia berkata “do my sister”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat ke arah Lianne dan dia sudah telanjang dan bermain dengan klitorisnya. Aku cium dan sedot payudaranya yang masih belum matang (maklum 14 tahun), dengan putingnya yang pink. Lianne menggigit bibir bawahnya, menahan rasa ekstasi. Pelan-pelan kucium seluruh tubuhnya sampai ke arah liang kewanitaannya. Wah, merah dan rapet banget! rezeki besar. Kumainkan lidahku di liang kewanitaannya, bermain di clitorisnya. Lianne merintih-rintih. Aku keluarkan tehnik meminum airku sampai lianne orgasme dua kali juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku berbaring dan kakak-adik itu menciumi seluruh tubuhku. Aduh, aku merasa duniaku akan hancur, saking enaknya. Sampai mereka lepas celana boxerku dan bermain dengan penis dan bolaku. penisku nggak besar-besar banget sih, normal buat orang bule! he.., he.., he.., he.., kira-kira 7 inchi, tebal dan berurat. Mereka berdua berebut penisku, dan akhirnya aku menarik Lianne buat duduk di mukaku. Lianne membuka kakinya dimukaku dan aku bagai disurga! setelah Lianne orgasme lagi, aku tidurkan dia di sampingku, dan aku suruh Lily untuk naik menunggangiku.&lt;br /&gt;Dengan pelan-pelan, Lily naik memasukkan penisku ke liang kenikmatannya dengan susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kusuruh dia membasahi penisku dengan ludahnya, akhirnya amblas juga penisku. Setelah masuk penisku semuanya, pelan-pelan aku naik turun dan bergerak memutar, sambil memijat-mijat payudara Lily yang tegak dan kenyal. Aku pelukLily sambil menghunjam penisku dengan cepat. Lily berteriak teriak keenakan sambil cursing. Kusuruh dia berbalik, punggungnya menghadap dadaku. My favorite position. Aku naik turun dengan cepat juga sambil aku menyuruh Lily untuk menggoyangkan pinggulnya sambil memijit-mijit payudaranya. Entah berapa kali aku merasakan sesuatu yang hangat di penisku dan Lily berteriak, “Aahh… fuck… shit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa dia orgasme sampai 3 kali! Aku jilat cairan kewanitaannya sampai bersih, terus pindah ke Lianne. Aku jilat dan basahi lagi liang kewanitaannya yang masih merah dan berdenyut-denyut. Aku coba untuk memasukkan penisku tapi liang senggama Lianne masih kecil banget. Aku naik ke mulut Lianne dan menyuruh buat mengisap dan membasahi penisku. Dengan mata tertutup setengah sadar, dia melakukannya. Setelah cukup basah, aku coba lagi. Sempit banget! tapi senti demi senti masuk semuanya juga Lianne meraung-raung kesakitan. Aku goyang pelan-pelan, sambil menyedot puting susunya yang masih pink dan muda banget, missionary style.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus aku menyuruhnya berbalik, doggie style, tanpa melepas penisku dari liang kewanitaannya. Aku dorong-dorong, memutar, naik turun seperti rodeo, sambil memeluk tubuh Lianne yang meronta-ronta seperti ikan kehabisan air aku cium rambutnya, menggigit gigit pelan bahunya dan memainkan jari-jariku di kelentitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 20 menit kemudian, setelah beberapa gaya dan setelah Lianne orgasme untuk ke entah berapa kalinya, aku keluar juga. Aku tiduri mereka berdua side by side dan memuncratkan spermaku ke muka mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis itu kita tidur, tapi aku belum puas juga dengan Lianne yang liang kenikmatannya sangat rapat. Dengan posisi 69 aku bermain dengan liang surganya, entah sampai berapa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, di meja makan, kita ketawa-tawa dan bercanda-canda. Tapi malamnya, mereka bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Ternyata mereka di perkosa oleh pacar ibu mereka, dan mereka lari dari rumah. Selama 5 hari penuh berpesta seks, aku akhirnya menyuruh mereka untuk telepon pulang. Setelah lama aku bujuk, akhirnya mereka telepon pulang. Ibu mereka khawatir sekali dan ingin mereka pulang segera. Pacar ibunya sudah di tangkap oleh yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beri $100 buat Lily dan Lianne, untuk uang saku dan ongkos naik bus. Setelah itu, aku antar ke Bus Station, dan mereka said bye-bye dengan ciuman mesra di pipi kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Memek: cerita ngewe bule, cerita seru lagi ngewe, ngewe bule, Cerita ngewe dengan bule, Cerita bule ngewe, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-7337441300869400948?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7337441300869400948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7337441300869400948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/maen-entot-abg-bule.html' title='Maen Entot ABG Bule'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-7027581158793303351</id><published>2012-01-28T04:37:00.001-08:00</published><updated>2012-01-28T04:37:55.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='galeri vagina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Sepong Cewek Seksi Montok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Sepong Cewek Seksi Montok&lt;/b&gt;, Dua minggu setelah aku diperkosa beramai-ramai di malam Halloween, Doni akhirnya menyempatkan diri datang ke kotaku diantara kesibukan sekolah dan tugas-tugas akhir semester dia. Aku tentu saja senang sekali dijenguk Doni dan kami berdua memikirkan rencana untuk akhir pekan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang aku merasa sangat bersalah terhadap Doni karena aku sangat menikmati perkosaan itu, dan aku belum dan tidak akan menceritakan kejadian itu kepada siapapun, terlebih lagi Doni. Di antara kami berdua memang tidak ada perjanjian untuk setia, dan kami setuju untuk bebas tidur dengan siapapun yang kami inginkan, tapi aku yakin perjanjian itu tidak dimaksudkan untuk seks keroyokan seperti dua minggu lalu, meski demikian aku yakin sejak kita mulai pacaran pasti telah ada beberapa cewek yang menghangatkan ranjang Doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena rasa bersalah itu aku merencanakan sebuah surprise untuk Doni. Hari Jumat pagi itu aku mengepak pakaian tidur seksi yang kubawa ketika aku menyerahkan tubuhku ke Doni untuk pertama kalinya (baca Akhir Pekan yang Panjang). Doni akan&lt;br /&gt;tiba sekitar pukul 6 sore, dan kami akan makan malam bersama. Aku sengaja memesan sebuah kamar hotel untuk kami berdua malam itu dengan tujuan untuk memberikan servis seks yang terbaik untuk Doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas terakhirku hari itu beres jam 5.30, aku berjalan ke arah perpustakaan di sekolahku dimana kami berjanji untuk bertemu. Sambil berjalan aku melewati gedung kelas tempatku diperkosa beramai-ramai, dengan setengah tak sadar aku berjalan masuk ke gedung kelas itu. Kejadian malam itu dua minggu lalu berputar di kepalaku seperti sebuah kaset film porno. Aku membuka ruang kelas tempat si Drakula menyeretku dan mereka berenam bergiliran menikmati tubuhku. Payudaraku terasa mengeras, cairan vaginaku merembes keluar memikirkan kejadian malam itu yang sangat nikmat. Tanpa terasa aku melamun di sana membayangkan si Kelinci dan si Drakula menyetubuhiku secara bersamaan di atas meja di depanku…. Sampai tiba-tiba lamunanku diganggu orang-orang yang masuk ke ruangan itu untuk kelas berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melanjutkan perjalananku ke perpustakaan, dan duduk di bangku di depan gedung menunggui Doni datang sambil memperhatikan orang lalu-lalang di depanku. Sepasang tangan menutup mataku dari belakang, “Doni sudah ada di sini”, pikirku.&lt;br /&gt;Aku membalikkan badanku dan langsung mencium bibir pria di belakangku, tapi ternyata uupps.. Ita yang ada di belakangku.. kami berdua tertawa berderai-derai.&lt;br /&gt;“Gile Ness, elo udah bernapsu banget ya pengen ketemu Doni hahaa.. gua baru aja beres kelas nih”&lt;br /&gt;“Iya, ampir aja gua remes pantat elo untung nyadar elo bukan doni hehee… ”&lt;br /&gt;“eits.. malem itu kita maen masih belum puas yah ? hahahaa..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersipu mendengar komentar Ita terakhir itu. Beberapa hari yang lalu aku dan Ita sempat berhubungan seks sesama jenis ketika vaginaku masih terasa terlalu perih untuk disetubuhi dengan penis tapi aku benar-benar sedang birahi. Ita, sebagai sahabatku (yang kebetulan juga sedang bernapsu tinggi), membantu menuntaskan nafsu seksku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hus.. jangan bilang siapa-siapa yah..”&lt;br /&gt;“jangan takut bos.. pokoknya sip deh. Gua pulang dulu deh. Enjoy date sama Doni, jangan sampe terlalu perih seperti kemaren hehe ntar gua mesti bantu elo lagi”&lt;br /&gt;Kuremas pantat Ita dengan gemas dan kucium bibirnya untuk membalas komentar itu. Ita bukannya ngacir, tapi malahan memeluk badanku dan french kiss denganku di depan perpustakaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lhooo.. katanya mau date denganku, tapi koq malahan cipokan dengan cewek lain?”, Doni tiba-tiba muncul di sampingku.&lt;br /&gt;Ita dan aku berdua tertawa cekikikan tertangkap basah sedang berciuman. Ita mencium pipiku dan pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni menggamit tanganku dan kami berdua pergi makan malam bersama sambil bercerita tentang sekolah dan mengobrol. Restoran tempat kami makan ada di dekat pusat kota, dengan suasana romantis penuh dengan pasangan2 yang sedang pacaran. Kami duduk di pojok yang agak sepi. Doni tampil keren malam itu dengan kemeja dan celana jeans, sedangkan aku sempat berganti pakaian setelah kelasku tadi, mengenakan sexy mini dress hitam yang biasa kupakai untuk mencari cowok di dance clubs. Tapi malam ini aku sengaja mengenakan itu untuk menarik perhatian Doni. Ketika kami berjalan ke meja kami di restoran itu, aku bisa merasakan mata semua cowok-cowok disana mengikuti lenggak-lenggok tubuhku.&lt;br /&gt;Kami berdua duduk berdekatan di pojok itu, diterangi satu lilin kecil di tengah meja yang memancarkan sinar remang-remang. Sambil makan kami masing-masing minum segelas wine, membuatku agak teler juga, tetapi lebih penting lagi, membuatku sangat horny.&lt;br /&gt;Kami berpegangan tangan di bawah meja sambil menikmati makanan dan minuman. Sesekali Doni mencium pipiku atau mengusap-usap pahaku di bawah meja. Situasi yang romantis di restoran itu, ditambah dengan wine yang kuminum benar benar mempengaruhi birahiku yang meninggi. Aku memegang tangan Doni dibawah meja, dan sengaja menarik tangannya naik ke pahaku, ke bawah hem dressku yang memang pendek itu. Jemari Doni dengan lincahnya merayap ke pangkal pahaku, menari-nari di luar kemaluanku. Doni hanya tersenyum ketika dia menyadari aku tidak mengenakan celana dalam malam itu, cairan vaginaku meleleh ke jari telunjuk Doni. Ketika tiba-tiba pelayan kami datang untuk mengambil piring-piring kotor dari meja kami, Doni cepat-cepat menarik tangannya dari kemaluanku, aku dengan tersipu merapikan kembali dress bawahku. Sementara Doni dengan tersenyum nakal malah menjilat jari telunjuknya yang berkilau-kilau dari cairan kemaluanku. Aku bisa merasakan mukaku merona merah padam melihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua memesan sebuah dessert sebagai penutup makan malam itu, sambil menunggu dessert kami datang, jari2 Doni yang nakal kembali merayap di dalam dressku, mula-mulanya mengusap-usap vaginaku dari luar, lama kelamaan jari jempolnya sudah mengusap-usap kelentitku, sementara jari tengah, jari telunjuk dan jari manisnya asyik keluar-masuk dari vaginaku, membuat nafsuku melayang-layang menuju orgasme.&lt;br /&gt;Tubuhku dipacu terus-menerus oleh jemari Doni di bawah meja, sampai akhirnya seluruh ototku menegang seolah-oleh terkena listrik, jari Doni bergerak pelan-pelan sekali di dalam vaginaku, menciptakan gesekan-gesekan nikmat di dinding kemaluanku. Dalam keadaan setengah sadar itu, aku membuka kakiku lebar-lebar di bawah meja, di tengah-tengah restoran yang ramai (meskipun dalam keadaan remang-remang). Untung sekali aku bisa menahan jeritan kenikmatan orgasmeku itu. Ketika nafsuku turun kembali, dan kesadaran pelan2 masuk kembali ke tubuhku, doni sedang meminum wine sedikit-sedikit sambil menjilati jarinya yang penuh dengan cairan vaginaku dan tersenyum penuh kepuasan setelah membawaku ke sebuah orgasme yang nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua menyelesaikan makanan kami, dan berjalan keluar, lengan Doni memeluk pinggulku dengan erat. Aku berbisik ke telinga Doni,”Say, gua udah ngebook hotel buat kita berdua malam ini”&lt;br /&gt;“Mmmm.. kita mungkin engga bakal sempat tidur malem ini kalo begitu”, Doni meremas pantatku dan mencium bibirku dalam-dalam.&lt;br /&gt;Kami menyetir ke sebuah hotel yang terletak di tengah kota, aku sudah agak tidak sabaran dan langsung menyeret Doni menuju lift naik ke tingkat 30. Di dalam lift sengaja aku mengusap penis Doni dari balik celana panjang, dan perlahan-lahan penis&lt;br /&gt;Doni menegang keras. Ketika kami tiba di tingkat 30, kemaluan Doni saking kerasnya dia agak kesulitan berjalan keluar lift. Aku lagi-lagi menarik tangan Doni cepat-cepat ke kamar kita sambil tertawa melihat masalah Doni berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami tiba di pintu kamar kami, ada pasangan lain yang sedang berusaha membuka pintu kamar mereka yang bersebelahan dengan kami. Cowok itu mencuri-curi pandang tubuhku sambil membuka pintu mereka, dan aku dengan perlahan-lahan mengeluarkan kartu kunci kamar yang kusembunyikan di daerah payudara dress-ku, sengaja memperlihatkan sedikit payudaraku ke cowok sebelah. Lalu aku menggamit tangan Doni dan kami berdua masuk ke dalam kamar, hihi pasti cowok sebelah itu akan penasaran apa yang terjadi selanjutnya, dan aku bertekad untuk menjerit lebih keras malam ini ketika disetubuhi Doni supaya cowok-cewek kamar sebelah tahu apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pintu kamar kami tertutup, aku mendorong tubuh Doni ke pintu, dan membuka retsleting celana Doni. Sambil melihat mata Doni dalam-dalam, aku perlahan-lahan berlutut di depan dia, dan menjilati kemaluan Doni seperti sebuah es krim. Doni mendongakkan kepalanya menikmati kehangatan mulutku di penisnya. Sambil aku menyedot penisnya keras-keras, Doni menggerakkan pinggulnya maju mundur dan memegang kepalaku dengan dua tangannya. Aku bergilir menjilati dan menyedot penis Doni, sesekali aku juga menjilati testisnya dan di sekitar penis. Tak lama kemudian penis Doni sudah tegang sekali, kelihatan seperti tiang yang terbuat dari besi berdiri tegak. Doni menarik lenganku berdiri dari posisi berlutut, dan mendorong tubuhku ke arah balkon kamar di luar. Aku tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya. Dengan tegasnya Doni menaruh kedua tanganku di pagar balkon sambil kita berdua menghadap ke arah pemandangan kota. Lidah Doni menari-nari di tengkuk leherku, memberikan rangsangan-rangsangan nikmat. Aku mulai melenguh panjang supaya terdengar tetangga kamar sebelah ,” oooooohhhhh Doni.. it’s sooo goooooodd…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Doni meraba-raba pahaku, perlahan-lahan naik ke atas membawa hem dressku naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meracau lagi dalam bahasa Inggris, “Ohhhh.. yeah.. Don, enak sekaliii.. elo pengen nelanjangin gua di sini don.. oohh.. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit merayap ke arah kemaluanku, tangan Doni mengusap-usap pinggulku di bawah mini dress, kulit tangan menyentuh kulit tubuhku langsung tanpa dihalangi celana dalam. Vagina dan tubuh bawahku terpampang jelas di udara malam yang dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Don, that’s it.. that’s it baby.. touch my pussy..” Dari sudut mataku kulihat korden jendela kamar sebelah bergoyang dan siluet dari dua orang mengintip terlihat jelas.&lt;br /&gt;Aku semakin bersemangat menarik perhatian tetanggaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni sudah tidak sabaran rupanya, dan mulai menggosok-gosokkan penisnya ke kemaluanku. Cairan kemaluanku yang sudah mengalir deras sejak tadi membasahi penis Doni yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohhh yeah.. rub your cock on my pussy don, please stick it in me”, aku sekarang bisa melihat kedua tetanggaku telah membuka pintu balkon mereka, dan sedang menonton kami berdua berhubungan intim. Sepertinya merekapun akan memulai adegan seks mereka sendiri sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni memegang pinggulku dengan keras, dan tiba-tiba mendorong penisnya masuk ke liang senggamaku. “Yeesssss.. itt’sss so biiiiggg baby.. “, aku terus meracau menggambarkan nafsu birahiku. Penis doni masuk sampai ke ujung vaginaku yang terdalam, memberikan kenikmatan yang luar biasa, lalu Doni berhenti sebentar supaya vaginaku terbiasa dengan ukuran penisnya. “Don please fuck meeeee.. fuck me hard like a whore”, aku memohon-mohon doni untuk mengentotku dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan doni berpindah ke pundakku, menurunkan baju atasku ke pinggang hingga sekarang seluruh tubuhku terlihat jelas hanya pinggangku yang tertutup dress mini ku. Sambil meremas-remas buah dadaku, Doni mulai menyetubuhiku dari belakang. Kontolnya yang besar menggosok-gosok liang senggamaku dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeleng-gelengkan kepala penuh kenikmatan duniawi,”Baby, I can feel every inch of your dick inside me, fuck me like a whore.. faster.. faster”&lt;br /&gt;Di jendela balkon tetanggaku, cowok itu sedang melihat ke arah payudaraku sambil mengentoti ceweknya dengan gaya missionary. Jelas sekali dia sedang membayangkan bersenggama denganku meskipun dia sedang meniduri ceweknya dia sendiri. Aku tersenyum dan menjilat bibirku dengan gaya yang sangat sensual. “Oh Don.. you’re such a stud. I love your big dick.. Keep fucking me.. fuck me with that big dick of yours”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian penis Doni membesar di dalam vaginaku, dan aku bisa merasakan tubuhnya menegang. Aku segera membalik dan menyedot penisnya keras-keras sambil berjongkok. Ketika Doni memuncratkan spermanya di mulutku, aku bisa merasakan aroma sperma Doni dan aroma cairan vaginaku bercampur di mulutku. Kutelan semuanya dan kujilat bersih kemaluan Doni. Kulepaskan dressku, dan menyisakan hanya sepatu hak tinggiku. Tangan Doni meremas dan mengusap tubuhku yang bugil di balkon sambil kami berciuman, ditontoni pasangan kamar sebelah yang sedang bersetubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengan Doni yang kekar merengkuh dan mengangkat tubuhku masuk kembali ke dalam kamar.&lt;br /&gt;Sesampainya di ranjang, dia menjatuhkan tubuhku ke ranjang yang berukuran besar. Kami bersenggama sekali lagi di ranjang dengan aku masih mengenakan hanya sepatu hak tinggi. Lalu kami langsung tertidur bugil kecapaian setelah seharian penuh aktivitas sekolah dan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap servisku malam itu cukup untuk menebus rasa bersalahku untuk menikmati perkosaan beramai-ramai dua minggu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya kami berhubungan intim terus sejak bangun pagi, sampai akhirnya waktu check-out tiba dan kami harus keluar kamar. Kami berdua pulang ke apartemenku, dan aku meneruskan usahaku menebus rasa salah dengan mengentoti Doni seharian, bahkan membiarkan Doni mencicipi kenikmatan anal seks denganku. Tapi toh rasa bersalah itu masih terus ada di sudut hatiku, dibayangi kenikmatan seks dengan 6 pria sekaligus…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8986286838294408311-7027581158793303351?l=ceritamemek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7027581158793303351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8986286838294408311/posts/default/7027581158793303351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamemek.blogspot.com/2012/01/sepong-cewek-seksi-montok.html' title='Sepong Cewek Seksi Montok'/><author><name>yasmin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11097207411375613753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xpKguyeT8ug/TxUbfK03cKI/AAAAAAAAAFY/qmSHlqolQhw/s220/yasmin.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8986286838294408311.post-6066361820830523152</id><published>2012-01-28T04:36:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T04:36:19.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ngentot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='www ceritangewe com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vidio bokep'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita dewasa'/><title type='text'>Selingkuh Sopir dan Nyonya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cerita Selingkuh Sopir dan Nyonya&lt;/b&gt;, Kadang aku bingung memahami kehidupan ini. Dulu waktu di desa sebagai bujang ngejar-ngejar wanita desa aja banyak yang menolak. Eh giliran sekarang jadi sopir pribadi malah dapat rejeki nomplok. Bisa numpaki dan ngeloni nyonya majikanku yang cuantiik buanget biar usianya sudah 35. Badan masih bagus, singset, kulit kuning mulus. Hidung mancung dan di bibirnya suka muncul bintik-bintik kayak keringat. Syeddapp. Dulu sebelum numpaki nyonya aku sering curi-curi pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi melihat hidung dan bibirnya itu. Dia tahu, tapi cuek. Pura-pura kali ya. Wanitakan suka ditatap penuh nafsu oleh laki-laki. Meskipun oleh sopirnya kayak aku ini. Memang sih suka menampakkan tampang tidak suka kayaknya sebal gitu lho, duluu kala, tapi aku nggak percaya kalau dia sama sekali nggak senang dan tersanjung. Naluri wanitakan sama. Mau babu, mau model iklan, kalau ada laki-laki yang memperhatikan berarti dirinya masih dinilai cantik. Wanita kalau nggak ada yang memperhatikan padahal sudah dandan habis-habisan bisa bete seharian deh. Merana. Mikirin dirinya yang sudah tidak menarik lagi (meskipun hanya sopir tapi saya pernah belajar psikologi wanita, dari buku yang kubaca di tukang loak ketika sambil menunggu tuan belanja waktu itu. He… he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonyaku katanya eks primadona kampus. Tapi namanya manusia, biar mantan primadona atau mantan pramuniaga kalau sudah digigit kesepian yang amat sangat sekali dan sudah tak tertahankan ya harus mencari solusinya. Boleh jadi orang disekitarnya bisa digoda pula. Ingat kasus nyonya muda Pondok Indah yang beradu syahwat sama pembantunya yang sudah tua? Awalnya suka membentak-bentak memarahi sang bapak pembantu rumah tangga itu eh lama-lama malah suka dan ketagihan dihentak-hentak oleh si bapak itu dalam gairah asmara yang ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dunia erotis, susah dicerna tetapi sebenarnya mudah diterima dengan suatu sudut pandang yang polos. Jadi teorinya sederhana saja sesungguhnya, bahwa yang namanya syahwat itu adalah suatu naluri dasar. Naluri yang dibawa manusia sejak lahir ke dunia ini. Dia belum mengenal adat, tata krama, hukum, dsb. Benar-benar murni. Setelah mulai menjadi dewasa maka manusia menjadi milik lingkungannya. Harus peduli sama lingkungan sosialnya. Padahalkan awalnya nafsu itu nggak ada kaitannya dengan ideologi, sosial, ekonomi, politik, budaya dan hankam segala deh (inget pelajaran SMP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lebih-lebih bila nafsunya itu ternyata memberi pengalaman kenikmatan yang tiada tara yang tidak didapatkan dari pasangan resminya. Wah tambah ketagihan deh. Lha yang awalnya diperkosa aja ada yang akhirnya bisa menikmati, apalagi bagi yang didasari sama-sama butuh. Para pelaku yang sudah pengalaman merasakan nikmatnya bersenggama pasti pusing deh kalau lama nggak digauli lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sumpah nggak kepikir di benakku kalau aku orang yang jelek dan kampungan ini ternyata kebagian juga mendapat anugerah dalam bentuk wanita cantik. Yaitu bisa menikmati seluruh lekuk tubuh dan khususnya memek sang eks primadona yang wangi itu. Hehehe. Enak gila. Sudah gratis eh malah dihadiahin lagi. Nggak usah maksa. Nggak usah merayu. Nggak usah mikirin kasih makan. Nggak usah rebutan segala. Kebayang dulu ketika beliau masih mahasiswi, wah pasti seru ajang kompetisinya. Kayak AFI kali. Yang ngrebutin pastilah ada anak orang kaya, yang ganteng, yang bonafid, yang playboy, yang aktivis, yang jagoan olah raga, dan seterusnya. Tereliminasi semua bleh. Rugi mereka. Mending jadi sopir kayak aku ini nggak usah modal kuliah segala. Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku kadang suka melamun (melamun adalah satu-satunya harta kekayaanku) mencari pemahaman mengenai keadaan ini. Siapa yang salah ya? Tuanku yang terlalu sibuk cari duit demi menyenangkan hati nyonya, atau nyonya yang nggak punya kesibukan (emang dari dulu dilarang tuan kerja karena bisnis tuan masih berjalan dengan baik bahkan cenderung meningkat pesat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet juga aku juga merasa kasihan sama tuanku kalau dia hanya mikirin bisnisnya melulu. Cari duit banyak-banyak maunya demi kebahagiaan istri eh malah istri jarang dinikmati alias banyak dianggurin aja. Tahu deh kalau di luar suka jajan atau nyimpen WIL. Tetapi kalau sampai nyimpen WIL segala apa ya maksimal pemakaiannya. Paling dipakainya pas lagi refreshing, itupun kalau sempet. Bisnismen itu pasti lebih banyak sibuk ke bisnisnya ketimbang ngurusin lain-lainnya. Gitu kali. Tapi yang penting prinsipku: urusan atas adalah kewajiban tuanku (mulut yang dikasih makan), urusan bawah (vegy yang dikasih semprotan) adalah jatahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adilkan? Menurut kaca mataku sih orang-orang sibuk kayak tuanku itu mending memperistri babu. Kalau capek pasti dengan suka rela mau mijitin. Nggak banyak protes. Siap mendengar keluh kesah setiap saat tanpa berani menyela. Menurutku lhoo. Nah yang cantik-cantik kayak nyonya dan mudah kesepian itu jodohnya ya laki-laki yang punya banyak waktu luang untuk memperhatikan dan siap sedia setiap saat kalau dibutuhkan. Misalnya sopir kayak aku ini. Huahahaha. Tapi masuk akalkan? Gimana nggak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seelite tuan pasti sudah biasa ketemu wanita kelas tinggi yang cantik-cantik. Karena sudah biasa maka ya jadi biasa. Lha orang kayak aku ini kan selalu melotot dan melongo melihat wanita-wanita sekelas nyonya. Pasti bawaannya kagum dan kagum melulu. Melamun sepanjang hari gimana bisa ngentot dengan wanita-wanita kelas ini. Sama halnya dengan nyonya, bergaul sama laki-laki berkelas pasti sudah biasalah. Yang jarang adalah bergaul dengan laki-laki kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti menimbulkan khayalan erotis untuk bersenggama dengan para lelaki kasar, yang berotot, ngomong sembarangan, berpeluh kalau bekerja, hidupnya cuma untuk hari ini, dan bla-bla. Pastilah menimbulkan empati campur sensasi begitu. Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah gara-gara sering diminta melayani nyonyaku yang hobi kesepian itu aku dimanjain dengan hadiah-hadiah mahal. Kadang-kadang sih. Misal dibeliin baju, sepatu, minyak wangi dan sebagainya yang bermerk. Sekarang aku kenal baju merk Arrow, kata orang sih harganya ratusan ribu. Tapi aku nggak berani pakai kalau lagi ada tuan, nanti ditanya kok bisa beli baju mahal. Masak mau nggak makan setengah bulan demi beli baju semahal itu. Kan bisa ketahuan, kasihan nyonya. Aku sih paling dipecat. Lha kalau nyonya dicerai? Apa ya mau ikut aku jadi istri keduaku. Pasti enggak mau. Memang lucu juga ya. Urusan perut sama bawah perut bisa demikian jauhnya. Tapi nggak apa-apa. Mendingan begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih menguntungkan bagiku. Dikasih tapi nggak dituntut. Kayak bintang sinetron yang dituduh memperkosa seorang cewek, disebarluaskan di media massa. Coba kalau yang memperkosa cuma tukang ojek, preman, kuli, atau sopir nggak bakalan diberita-beritain besar-besaran sama korban. Nggak usah dituntut kawin cukup laporin polisi aja (atau malah dipetieskan aja kasusnya). Lha, apa malah nggak enak. Kalau mau dipenjara ya nggak masalah. Nggak punya apa-apa ini kecuali kolor. Dibiarkan bebas ya lebih asyik bisa cari yang lebih ranum lagi. Enak juga sebenarnya yah kaum ‘nothing to lose’ alias kaum yang cuma bermodal nafas ini. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba lamunanku dibubarkan secara sepihak oleh nyonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rusmiin.. Hayo sore-sore gini sudah bejo (bengong jorok) ya. Kebeneran, sini masuk kamar, Dear”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas sampingan sudah memanggil-manggil. Syeddaapp. Kebetulan kami dua hari ini lagi nginep di villa keluarga di daerah puncak. Tuan seperti biasa lagi urusan ke luar kota. Anak-anak nyonya pada mau ujian jadi mereka harus belajar di rumah. Ibunya beralasan mau menengok villa-nya dan kebun buah-buahannya. Berdua saja kami ini. Makanya nyonya berani teriak-teriak semaunya ketika mau ngajak ML. Kulihat nyonya sudah pakai daster tipis putih dan sedang duduk di pinggir ranjang. Kaki kanan diangkat di bibir ranjang sementara yang kiri menyentuh lantai. Waduh seksi sekali Yayangku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah sudah nggak sabaran yah Yang?”&lt;br /&gt;“Iya tahu, mau cepetan dirudal ama penismu yang nggak kira-kira gedenya itu. Ayyoo cepetan sinnii. Jangan sok maless gitu aah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku emang kadang suka menggodanya dengan berlagak malas melayaninya. Kalau udah gitu kemanjaan nyonya suka muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya deh, mau apa dulu nih Say?”&lt;br /&gt;“Jilatin seluruh tubuhku tanpa tersisa. Ini perintah..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dasternya telah merosot ke bawah secara kilat. Seperti biasa kalau sudah siap tempur nyonyaku nggak pakai CD dan Bra. Sudah polos total. Dia tengkurap. Aku mendekat. Kumulai jilatan dari ujung jari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum apa-apa. Pelan-pelan sekali kujilat dan kuhisap jari-jarinya satu per satu. Telapak kakinya. Betisnya yang berbulu agak jarang dan panjang-panjang. Bikin naik darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emh..” Mulai ada reaksi. Pindah ke kaki satunya.&lt;br /&gt;“Emh..” Lagi ketika tiba di betis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteruskan ke arah paha belakang. Permainan semacam ini memang perlu kesabaran tersendiri. Di samping itu juga membantuku untuk tidak cepat naik selain membantunya untuk mulai warming up duluan. Oh ya perlu kuberitahu, sejak aku didayagunakan begini jadi rajin minum jamu kuat kalau enggak wah bisa remuklah aku. Kuat banget dan tahan lama sih nyonya mainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh.. Hemhh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu bunyi mulutnya ketika lidahku mulai mengusap pangkal pantatnya (Mau enggak ya tuan disuruh begini ama nyonya? Mungkin inilah kelebihanku mau apa aja. Biarin, gratis dan ueennakk ini. Hehehe.) Kubikin lama dalam melulurin area x, kubikinnya libidonya memuncak lebih cepat. Kupercepat sapuanku. Kuselingi dengan sodokan-sodokan memasuki celahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aauuhh.. Auuhh.. Auuhh.. Ruuss..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai kepanasan dia. Basah. Kuremas-kuremas pantatnya yang montok putih mulus. Lalu kujulurkan tangan kananku menuju punggung. Kuusap sejenak terus menukik melesak ke bawah, teteknyalah sekarang sasaran sentuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buussyyeet.. Ruuss.. Pentil.. Ooh.. Ya.. Yaa.. Pentilku diusap.. Ussaaph.. Ahh ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merambat naik dan kukangkangi dengan sedikit merapat. Tidak kontak ketat. Gesekan-gesekan burungku yang masih dalam sangkar celana sengaja kuarahkan ke pantatnya. Kujilati pinggang, punggung, pundak, leher, belakang telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, “aahh balikk..” Nyonya membalikkan badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah enggak tahan mengulum bibirnya. Penisku sudah demikian kencangnya. Tapi ya sabar dah. Belum ada perintah selain menjilat sih. Kumulai menjilati leher depan, turun ke ketiak yang licin, ke lengan, telapak tangan, jari, ke dada. Di sekitar itu aku berlama-lama. Kuputari gunung kembarnya bergantian. Kiri-kanan. Kiri-kanan. Diselingi mengisep pentilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auh.. Auh.. Auhh.. Ah.. Ahh”, tangannya mulai menjambak rambutku dan kadang ditekan-t
